
' Sebelum aku memperkenalkan diri. Aku, Ayah, dan Dey sibuk mencari nama lengkap untuk di taruh absensi, dan masa perkenalan. Sejujurnya aku pun juga heran, kenapa ayah memberi nama kami sesingkat itu? Kenapa sejak dulu kami tidak punya nama lengkap?
Aku jadi teringat, dimana awal aku beradaptasi bersama teman-temanku, di sekitar rumahku. Aku sempat di tanya nama lengkapku apa, tapi aku hanya bisa terdiam. Lalu temanku juga menanyakan soal ibu, ibu yang yang melahirkanku? Aku pun baru tahu bahwa ibu salah satu dari orang tua, yang kutahu hanya ayah orang tuaku.
Dan herannya lagi, ketika aku bertanya dengan teman-teman ku. Kalian senang gak dipercanggih oleh ayah kalian? Mereka hanya menatapku aneh, bahkan bingung. Lalu mereka menjawab, 'Hei, kawan baru! Kamu ini memangnya boneka apa yang bisa dipercanggih! '. Tawanya. Lalu teman lainku membenarkan kata temanku sebelumnya 'Robot, Reja... bukan boneka'. Katanya sambil tersenyum mengejekku. Sejak itu, aku hanya menundukkan kepala. Lalu pergi meninggalkan mereka, karena aku diabaikan begitu saja.
Mungkin... karena aku tak pernah beradaptasi dengan mereka. Kataku dalam hati. Dan aku menyakinkan diriku sendiri, bisa jadi kalau aku sekolah aku bisa banyak bicara, bahkan mengerti segala hal. Kayaknya aku butuh sekolah! Aku yakinkan diriku dan langsung berbicara dengan ayah.
Ayahku sangat setuju dengan tekadku untuk sekolah. Dan... Ini ceritaku, Dey dan ayah '. - Vin.
_______________________________________
" Halo semua... salam kenal. Saya Ervino Gazella Rhakaf, saya pindahan dari Prance, Perancis. Umur saya 12 tahun. Terimakasih ".
Plok Plok Plok. Dey dan sang ayah bertepuk tangan, sembari senyuman hangatnya. Ini hari sebelum kedua manusia robot masuk ke sekolah baru.
" Hebat kamu Vin, sekarang giliran kamu, Dey ". Senyum sang ayah melirik ke arah Dey.
" Aku belum nemu ayah... aku bingung ". Gerutu Dey sambil menggaruk-garuk kepala, dan membolak-balikan halaman buku.
" Vin bantu Dey ". Perintah sang ayah, yang juga sibuk mencari nama lengkap Dey.
---
'Srek'. Vin membuka buku nama-nama lengkap.
" Deyan...? ". Tanya Vin, melirik ke Dey.
" Doyan jadinya, malu... ahhh ". Keluh Dey.
__ADS_1
'Srek'. Vin membuka halaman buku berikutnya.
" Deyon?? ". Tanya Vin lagi sambil mengangkat alis sebelah.
" Jangan Vin. Itu kurang enak di dengar ". Jawab sang ayah sambil menggeleng-gelengkan kepala.
" Deyni? ".
" Untuk cewek itu K'Vin... ".
" Deyyu?? ".
" Gak mauuu aaarrrggh! ". Sebal Dey.
" Deyfa??? Deyki?? Deyla? Deycat?! Deysa?!! Deyca!! DEYKAA!! ". Teriak Vin jingkrak-jingkrak kesenangan.
" Iiihhh K'Vin!! ". Dey langsung berdiri, dan memeluk Vin agar diam. Vin pun terdiam dan duduk.
" Entar dulu... kan ini nama panjang, K'Vin... ". Kata Dey melanjutkan mencari nama lengkapnya.
Vin terdiam, tak lama ia mengganggu sang adik karena sedang bad mood. Sedangkan keduanya, Dey dan sang ayah sibuk mencari-cari nama lengkap untuk Dey.
" Dey... pilih asal aja. Yang penting jadi ". Kata Vin sambil memain-mainkan otot pada perutnya.
" Gak mauuu... aku mau nama yang indah dan bermakna ". Jawab Dey sambil meringis gemas.
" K'Vin! emang K'Vin... nama lengkapnya darimana? ". Sambung Dey, tiba-tiba ia menjadi penasaran.
" Ooohh itu toh. Gampang tau... Ervino itu... aku ambil dari nama minuman, Kalo Gazella... dari nama mobilan kita, dan Rhakaf... dari nama temanku, hehe ". Cengir Vin malu.
__ADS_1
'Bruk'. Dey langsung menutup bukunya. Matanya langsung berbinar-binar, Dey langsung mendekat ke sang kakaknya, Vin.
" Aku dong... namain aku dong... seterah K'Vin aja deh ". Melas Dey menyerah sambil menggenggam tangan Vin. Vin terdiam dan tak lama ia langsung tersenyum kecil.
" Aku udah nemu namamu. Tapi aku gak mikirin apa maknanya, yang penting jadi dan selesai. Jadinya... gak perlu pusing lagi ". Omong Vin sambil menulis di kertas.
" Dah, ini nama kamu ". Menyodorkan kertas putih yang telah di gores oleh Vin.
" Deyka Rafael Ghazal? Gha-ghazal... Ghazal? Ghazal... apaan K'Vin?! ". Bingung Dey sedikit mengangkat alis sebelahnya.
" Entahlah? ". Jawab Vin mengangkat kedua bahunya dan sedikit memayunkan bibirnya. Menandakan tidak tahu.
" Tapi... menurut ayah bagus-bagus aja sih, hehe ". Senyum sang ayah juga pasrah.
" Yaudah K'Vin. Besok aku pake nama ini, aku mau hapalin dulu ya ". Senang Dey langsung berlari ke kamar.
---
' Senang bisa mengobrol dengan Dey. Aku juga sudah bilang pada diriku, aku tak akan melampiaskan dendamku padanya (Dey). Tapi... aku yakin, pasti ada seseorang yang lebih keji dan ia harus di balas dengan kedendamanku ini! aku... Vin. Aku bisa saja terlihat santai, bahkan bisa terlihat baik. Tapi sebenarnya... aku seseorang yang ingin menjadi pemimpin, yang ingin memiliki jiwa tinggi, dan ingin menjadi seorang penguasa. Selain itu orang yang berani mempermainkanku maupun adikku, ia harus bisa bermimpi untuk melawan aku terlebih dahulu '. - **Vin.
Continued
_______________________________________
Like 🌟,
Comen 💬,
Share 📤,
__ADS_1
and be a
Riyal Readers 👀**