Robot The Humans

Robot The Humans
Pertengkaran


__ADS_3

Sesampai Di Rumah


Β  Β Β 


" K' Vinnn... ". Teriak Dey berlari ke arah Vin.


" Dede Deyy... Kamu darimana... ". Vin juga berteriak dan bersiap memeluk adik kecilnya itu.


" Jayanyan ". Omong cadel Dey dalam pelukkan Vin.


" Vin. Ini mainan untuk kamu dan Dey ". Kata sang profesor memberikan 8 kantong plastik kepada Vin.


" Wooww, ayo Dey kita bukaπŸ™Œ ". Senang Vin, langsung berlari ke kamarnya.


" Hehehe ". Senang Dey langsung mengikuti sang kakak.


Ketika sang ayah membuka tas dari punggung kanannya. Ia melihat retsletingnya tak ada gantungannya sama sekali.


Dimana... Gantungan itu?? Perasaan ku pasang pada retsleting tas ku ini... Apa jangan-jangan... terjatuh di toko mainan itu lagiii. Batin sang profesor khawatir takut gantungan kesayangan di ambil dengan orang lain.


---


Di kamar Vin dan Dey


" Waahh keren-keren banget mobilannyaaa... ". Teriak Vin bahagia.


" Itu punya aku... ". Dey mengambil yang di pegang Vin. Lalu dipeluk erat dengannya.

__ADS_1


Vin juga menyukai mobilan itu dan berusaha merebut kembali dari tangan Dey.


" KASIH KAKAK B*GO!! ". Kesalnya sampai menggeplak (menjitak) kasar hingga Dey terbentur kasurnya yang terbuat kayu jati yang kuat.


" Auuww hiks... hiks... hiks... Oooaa 😭😭😭 ". Tiba-tiba Dey menangis hingga mejerit kencang.


Sang profesor yang mendengarnya langsung berlari ke kamar mereka.


" Ini kenapa? Dey hei kamu kenapa? Kamu apakan adikmu? ". Kata sang ayah langsung memeluk Dey.


" Itu punyaku... ". Tunjuk Dey ke arah mobilan yang di peluk Vin.


" Vin... Itu pilihan Dey... Dia juga udah berjuang untuk membelinya dari kakak SPG yang ada di toko mainan itu ". Kata sang ayah di pihak sang adik.


" GAK ANJ*NG !! ". Marah Vin.


" DASAR TAK TAU DIRI!! PUKUL SAJA MULUT BONEKAMU INI!! ". Teriak Vin.


Kaget karena kata-kata itu. Sang profesor berdiri dan langsung menarik baju Vin.


" A-ap-pa maksudmu... Apa yang barusan kau katakan... KAU MANUSIA BUKAN BONEKA!!! ". Marah sang ayah sambil mengeluarkan ekspresi amarahnya.


Dey melihat semua itu, hanya bisa merengutkan keningnya. Melihat keduanya saling melotot dan saling mengeluarkan ekspresi amarah mereka. Dey tak tahan melihatnya. Perlahan-lahan matanya mengecil dan mulut bersiap berteriak.


" Oooooaaaaaa 😭😭😭 ". Kali ini teriakkannya makin terdengar nyaring.


Sang ayah langsung melepaskan genggaman tangannya dari baju yang dikenakan Vin.

__ADS_1


" Maafkan ayahh... A-ayahh, Maksud ayah kamu boleh bergaul tapi mengambil posisi positifnya saja, dan... Jangan pernah lagi kamu bilang kalau kamu boneka, karena kamu adalah manusia bukan boneka... apalagi... Robot ". Pelan sang ayah yang sangat menyesal akan amarahnya itu.


Dey terdiam menatap memohon kepada Vin agar memaafkan sang ayah.


" Aahh... Iya, baiklah. Aku juga salah ayah... Maaf... Aku marah padamu dan Dey. Aku hanya bermaksud ingin menangis pas ayah memarahiku... tapi aku malah makin tak bisa menahan kekesalanku ini... ". Jujur Vin sambil menundukkan kepalanya menyesal sangat dalam.


" Iya iya... Ayah maafkan. Ayah juga salah, harusnya ayah menasehati kamu bukannya malah memarahi kamu ". Senyum sang ayah.


" Hehehe ". Tawa geli Dey muncul lagi.


" K' Vinn... Mobilannya... Itu punyaku dan K' Vin ya? ". Omong Dey pelan-pelan agar tak kena marah.


" Hhe?? Baiklah. Oke, ini punya kita. Kita main sama-sama ya. Maafin kakak juga yaa DeyyΒ  ". Senyum hangat sang kakak sambil mengelus kening Dey yang habis terbentur tadi.


" Nahh gitu dongg... ". Senang sang profesor melihat keakraban mereka.


Continued


_______________________________________


Like 🌟


Comen πŸ’¬


Share πŸ“€


and be a

__ADS_1


Royal Readers πŸ‘€


__ADS_2