
' Sret... Sret... Sret... '.
" Haaahh... Haahh... ". Keringat bercucuran demi sang kakak hidup kembali. Dey berusaha membawa sang kakak ke rumah sakit terdekat dengan cara menyeretnya di aspal yang tajam.
Ada salah satu seorang wanita berhenti dan menolongnya untuk membawa sang kakak ke dalam mobil wanita itu.
" Orang tuamu kemana? ". Tanya wanita itu sambil melirik Dey yang berada disampingnya.
" Ada. Tapi... lagi kerja ". Jawab Dey dengan polos.
" Tapi kenapa... kamu membawanya sendiri? kenapa tidak bersama orang tuamu, agar bisa membawa kakakmu ke rumah sakit langsung ". Heran wanita itu sambil merasakan khawatir.
" Memang aku sengaja, hehe... lagian ayah tidak pernah mau membawa K'Vin ke rumah sakit, paling bilangnya cuman 'besok K'Vin akan sempurna' gitu... terus ngomongnya. Aku ini cuman mau main bareng sama K'Vin ". Cengir Dey menyembunyikan rasa sedihnya.
" Tapi... seharusnya kamu bersama ayahmu ya. Besok-besok jangan pergi sendiri, bahaya lho. Nanti, tiba-tiba kamu di culik bagaimana? tapi untung kamu ketemu kakak. Kakak bisa bawa kamu dan kakammu ke rumah sakit ". Jelas orang itu sembari senyuman manis.
" Iya, kak. Tapi...๐ Eee... Culik itu apa ya kak? ". Polos Dey sambil menggaruk-garuk kepala kebingungan.
" Hah? ". Wanita itu menoleh sebentar, lalu fokus lagi ke arah depan.
" Ya ampun kamu seriu?? tidak tahu apa itu di culik?! ". Kagetnya.
" Tidak ". Dey menggelengkan kepalanya dengan cepat.
" Ya ampunn... baiklah. Kakak akan sedikit menjelaskan apa itu culik, ya. Jadi... culik itu seperti mengambil seseorang untuk dijual atau dibunuh dengan orang bayaran atau orang yang bisa dibilang dibenci banyak orang atau bisa di katakan penjahat... ". Jelas orang itu dengan ringkas.
" Kamu mengerti? ". Sambungnya menengok ke arah Dey.
" ZZZzz... ". Dey malah tertidur.
" Ya ampun di jelaskan panjang lebar, ternyata malah tidur padahal sedikit lagi sampai, lho. Tapi ya sudahlah.. sudah malam begini lebih baik saya periksa kakaknya di apartemen saya aja, deh ". Omongnya sendiri sambil membelokkan mobilnya ke arah apartemennya. Wanita itu adalah seorang dokter di rumah sakit ternama di Singapore.
---
Pagi Hari.
__ADS_1
" Hooaahh ". Dey menguletkan badannya.
" Hai, sudah bangun? Ini kakak sudah siapkan susu untukmu๐ ". Senyum dokter yang menolongnya sambil membawakan segelas susu untuk Dey.
" Ooo kakak yang di mobil ya? aku ada dimana kak? apa ini yang namanya rumah sakit? ". Kata Dey dengan semangat.
" Haha bukan adik manis. Tapi ini apartemen kakak. Kakak ini dokter, tadi kakak juga sudah periksa keadaan kakakmu, dan dia baik-baik saja kok ". Mengelus rambut Dey dengan lembut.
" Hah! K'Vin?? K'Vin ada dimana? ". Kaget Dey sedikit menengakkan posisi badannya.
" Ada. Tapi minum dulu susunya ya ". Jawab sang dokter menunjuk ke arah dapur.
' Glek Glek Glek '. Sekejap susu segelas besar langsung habis di minum oleh Dey.
" Haahh ". Membuang nafas terengah karena lega telah menghabiskan susunya itu.
" Hei! kamu memang sudah menghabiskan susumu ". Kaget sang dokter di depan lemari bajunya.
" Sudah kakk ". Teriak Dey sambil berlari ke arah dapur.
" Auw ๐ซ ".
" Tuh kan... ". Langsung berlari menolongnya Dey.
" Aku gak apa kak ". Senyuman lebar terlihat di wajah Dey.
" Haha, iya iya hati-hati tapinya ". Sang dokter langsung berdiri dan tersenyum melihat Dey.
" K... K... K'VIN?! ". Bingung Dey.
" Di kamar mandi kali, sayang ". Teriak sang dokter dari kejauhan.
' Krek... '. Membuka kamar mandi secara perlahan.
" K? ". Bingung Dey melihat sang kakak berdiri di cermin besar di dalam kamar mandi tanpa memakai atasan.
__ADS_1
" Dey! ". Senyum serta kaget di wajah Vin.
" Badan K'Vin,,, ". Dey melotot.
" Berbeda, beda Dey. Sini masuk, lihat. K'Vin punya memori cadangan di lengan K'Vin tapi tak terlihat, terus... badan K'Vin bentuknya kotak-kotak, terus K'Vin merasa ringan di kepala haha ". Senangnya sambil memamerkan roti sobek yang ada pada perutnya.
" Wahh kereenn...๐. Berarti kata ayah benar ". Senang Dey juga.
" Memang ayah bilang apa? ". Sambil memamerkan otot lengannya pada kaca di hadapannya.
" Iya. Kata ayah waktu itu 'K'Vin akan sembuh bahkan berbeda dari sebelumnya', 'dia akan lebih canggih' ... kata ayah begitu ". Dengan polosnya, Dey langsung menjelaskan.
" Canggih itu apa? ". Bingung Vin sedikit mengangkat kedua alisnya.
" Gak tau ". Jawab Dey sambil menggeleng kepalanya dengan asal.
" Dey! ". Menunjuk ke Dey dari bawah sampai atas.
" Kenapa K'Vin?๐ถ ".
---
' Tanpa kecurigaanku. Aku bisa menerima badan baruku ini. Pikiranku saat itu adalah aku sangat bangga dan senang atas diriku sendiri, yang bisa hidup kembali di dunia ini. Tidak perlu aku jelaskan kenapa aku malah sebahagia ini '.-Vin
Continued
_______________________________________
Like ๐
Comen ๐ฌ
Share ๐ค
and be a
__ADS_1
Royal Readers ๐