Robot The Humans

Robot The Humans
Helper Angel


__ADS_3

" Hei, Dey! Menjauhlah! ".


" Kamu menyeramkan, kamu itu adik dari si badan besarΒ  menyeramkan itu kan?! ".


" Jangan sok polos gitu deh! ".


" Dasar penipu! ".


" Alex! Jangan mendekat! ".


Alex mundur perlahan dari Dey. Alex sama sekali tidak mengeluarkan kata-kata, dia hanya terdiam menatap dengan tatapan bingungnya.


Dan sejak itu Dey tidak bisa melupakan kejadian siang itu di sekolah barunya.


' Aku kira sekolah itu menyenangkan hal menyangkan karena bisa punya banyak teman, sahabat, dan perempuan, tapi... itu malah sebaliknya. Semua teman dan sahabat aku, Alex, mereka telah memusuhiku karena hanya takut aku juga memiliki kekuatan menyeramkan milik K'Vin pagi tadi. Sebenarnya kekuatannya K'Vin juga baru aku lihat untuk pertama kalinya, karena sebelumnya K'Vin tidak pernah bangun dari tidurnya '. - Dey


" Dey! Ngapain diam aja, disitu?! ". Bentak Varel sambil melototi Dey.


" Jangan duduk disini! Pergi jauh-jauh dari kami! ". Bentak Kevin juga.


Saking takutnya, mereka tak segan melempar tas Dey dari kursinya. Lalu mereka tertawa lepas, menganggap perbuatan mereka itu lucu. Setelah puas mereka berhenti. Dan


' PLAK '.


" Ngapain masih disini, HAH! ". Marah Varel sampai menoyor kepala Dey bagian belakang.


" Budeg ya?... ". Ejek Kevin.


" Masih betah disekolah baru?... ". Lanjut Kevin lagi sambil mengejek Dey.


" Udah mending pergi, daripada disini makin sengsara ". Sambar Bobby yang baru datang dari luar kelas.


" Dey! Woy! denger gak sih lo! ". Teriak Varel didepan wajah Dey.


" Lo beneran budeg ya?! ". Lanjut Varel sambil menoyor kepala Dey dari samping kanannya.


" Woy! Alex! Kenapa temen kamu ini? Dia gak ngomong apa-apa! ". Bingung Kevin.


" Nunduk mulu gak cape apa?! ". Bingung Varel juga dengan nada kerasnya.


" Alex, coba tegur teman kamu itu ". Panik Bobby juga yang langsung mencoba mendekati Dey.


" STOP!!! ". Teriak Alex.


Hingga Bobby menghentikan jalannya dan semua yang berada di dalam kelas fokus ke sumber suara, Alex. Kecuali Dey yang masih menundukkan kepala.


" DId-Dia... bukan temenku! ". Teriak Alex dengan suara seraknya. Yang membuat Dey menengok ke arahnya disertai mata melotot.


Varel, dan Kevin meringis mendengar lontaran Alex barusan.


" Kamu gak salah Lex? ". Bingung Bobby sambil mengangkat alis kanannya.


" Coba ulangin ". Penasaran Kevin yang juga masih tak percaya dengan ucapannya.


" DEY BUKAN TEMAN AKU!! ". Teriak Alex dengan nada keras, lalu menatap marah ke arah Dey.

__ADS_1


Sedangkan semua teman yang berada di dalam kelas menatap Alex karena bingung dan tak mengerti.


Dey menatap balik ke Alex dengan tatapan bertanya 'apa maksudmu?', tak lama Alex langsung membuang pandangannya dari Dey.


" Ken-kenapa... masih disitu? ". Ucap Alex getar.


" Pergi sana! Menjauh dariku! DASAR MAKHLUK ANEH!!! ". Teriak Alex langsung melototi Dey.


Dey dengan spontan ikut melotot kaget.


---


' Tap Tap Tap '. ' BRUK '.


" Auw! ".


" Dey! Kamu gak apa? ". Kaget Jessi sambil mencoba membangunkan Dey dari jatuhnya.


" J-jessi! ". Kaget Dey juga sambil melepaskan genggaman Jessi dari lengannya.


" Kamu kenapa Dey? ". Tanya Jessi mengulang kata tadi sambil berjalan mendekat ke Dey.


" HAH! Jangan mendekat! ". Panik Dey sambil menghindar dari Jessi.


" Lho? emangnya kenapa? ". Bingung Jessi yang melihat Dey menangis tanpa alasan jelas, dan ditambah dengan sikapnya yang terlihat gelisah itu.


Jessi tidak diberi jawaban satu kata pun, ia hanya ditinggal pergi oleh Dey.


' Tap Tap Tap '. Dey berlari lagi, ia mencari tempat yang sepi bahkan jarang di tongkrongi anak-anak sekolahan itu.


" Kenapa... kenapa... semuanya nampak berbeda? mana teman-temanku yang dulu? dimana mereka bersembunyi? siapa yang mempercanggih mereka? kenapa mereka menjadi sangat berbeda? Hiks Hiks Hiks... ".


" Ayah... K'Vin aku takut... tolong aku... pendenteksi pada mataku memperlihatkan bahwa mereka akan sangat membenciku... sekarang aku harus apa? ayah... K'Vin... aku takut... Hiks Hiks Hiks... kenapa aku malah menangis... tolong hentikan tangisku... ".


Tangis Dey di lorong yang gelap. Tak ada satupun yang mau mengobrol ditempat gelap, dan kotor itu. Kecuali...


" Haha... kenapa kamu malah menangis? ". Tawa seseorang dari kejauhan. Di lorong itu hanya ada Dey dan orang itu.


" Hah! S-siapa kamu?! ". Kaget Dey langsung menoleh ke kirinya.


" Kamu menangis itu karena kamu telah disengaja diciptakan seperti itu ". Kata orang itu maju perlahan ke arah Dey.


" Ma-maksudnya? ". Dey mulai berdiri.


" Ya, kamu percuma untuk meminta tangismu untuk berhenti. Karena, kamu tidak akan bisa menghentikannya apabila batinmu masih diragukan dengan dirimu sendiri ". Kata seseorang itu berhenti dan menyisakan bayangnya.


Terlihat bayangan perempuan berambut lebat, kuncir dua.


" Si... si-siapa kamu! ". Takut Dey.


" Ketika aku tunjukan siapa aku, kamu harus menepati janjimu dulu ".


" Iya, apa? ". Jawab Dey cepat tanpa harus memikirkannya dulu.


" Karena kamu sudah bilang 'Iya', aku akan beri tahu siapa aku. Tapi, ingat jangan ingkari janjimu itu ya! ".

__ADS_1


" Yaudah, a-apa janjinya? ".


" Ketika aku tunjukin diriku, tolong jangan menganggapku penjahat. Ketika kamu butuh sesuatu panggil aku, aku akan datang. Ketika kamu ingin dekat denganku, silakan. Tapi... ketika kamu telah mengenalku lebih, tolong jangan pernah menyukaiku ".


" Ha! Persyaratan apa itu? emangnya aku akan menyukai kamu? huu... sok tau, aku gak mau suka-sukaan. Gak boleh tau, kamu kali yang kegeeran ". Cemberut Dey.


" Itu bukan persyaratan tapi itu perintah! aku gak sok tahu, tapi memang itu nyatanya, kamu diciptakan menjadi seorang lelaki yang penyabar, penyanyang, perhatian, bahkan kamu memiliki tingkat emosional yang tinggi. Yang artinya kamu bisa memiliki perasaan dengan makhluk hidup disekitarmu, dan bisa jadi aku salah satunya nanti ".


" Kamu tahu darimana? emangnya apa sih yang di maksud dari diciptakan? ". Bingung Dey sambil memayunkan bibirnya.


" Kamu gak perlu tahu itu. Yang penting adalah kamu memiliki kelemahan. Sama dengan Vin ".


" Hah! kamu juga kenal K'Vin? apa kamu gak takut aku kayak K'Vin? ". Kaget Dey.


" Tolong... jangan mengubah topik. Tapi aku akan menjawab, kenapa aku kenal dengannya. Karena dia... aku dan kamu sama, bedanya kalian dan aku diciptakan dari sesuatu yang berbeda. Dan punya akal logika, perasaan, hingga sifat kita dibedakan ".


" Maksudnya kita dibedakan? maksudnya kamu itu... kamu benar-benar tahu tentang aku dan K'Vin? apa kamu juga kenal ayah? ".


" Maksud dari dibedakan, kamu itu memiliki tingkat emosional yang tinggi, kamu itu sangat mudah sedih bahkan menangis, kalau Vin memiliki tingkat egoisnisme yang tinggi, dia sangat mudah marah bahkan dendam, sedangkan aku tidak ada yang tinggi kedua-duanya, kedua akan terus seimbang. Kelemahan kalian juga sangat berbeda. Kamu tidak bisa marah ataupun dendam, begitu pula Vin dia tidak bisa bersedih ataupun menangis. Aku juga sangat mengenal kalian, jadi kamu gak perlu khawatir untuk meminta bantuan denganku. Dan terakhir... Ya, aku kenal ayahmu. Ayahmu adalah ayahku juga. Jadi tolong jangan mencintaiku, Dey ". Jelasnya panjang.


" Eem...Bhwahahaa... ". Tawa Dey.


" Kenapa? sekarang kamu udah gak takut denganku? makanya... sekarang kamu malah berani menertawiku ".


" Bukan. Ucapan kamu, ucapan terakhirmu membuat aku sakit perut mendengarnya haha ". Senyum Dey menahan tawanya.


Malah mungkin aku suka πŸ˜‚πŸ˜‚. Batin Dey sambil tertawa.


" Heh! ucapan itu benar... kamu pasti akan menyukaiku, suatu saat. Buat hari ini mungkin kamu akan mengagumiku saja... tapi lihat saja nanti ".


' Tap Tap Tap '. Perempuan itu berjalan maju sampai tepat didepan Dey.


' Deg! '. 😢


" J-Jessi...e? ".


_______________________________________


**Kasih bintang kehidupan ⭐ untuk author dong...


Dan beri juga motivasi buat author di kolom komentar πŸ’¬ ya.


Continued


_______________________________________


Like🌟 ,


Comen πŸ’¬,


Share πŸ“€,


and be a


Royal Readers πŸ‘€**

__ADS_1


__ADS_2