Robot The Humans

Robot The Humans
Ingin Skul (School)


__ADS_3

Untuk menenangkan dirinya, sang profesor berselonjor di atas sofa yang empuk yang berada di ruang tengah.


Dari kejauhan Vin terus menatap ke arah sang ayahnya sendiri.


Ayah... Apa yang ayah rencanakan? Kenapa ayah pilih kasih dengan kami... Dey, adikku dia berhak di sayang ayah...


" Ayah ". Panggil Vin sambil menghampiri sang ayah yang sedang berselonjor di sofa.


" Ya ". Tengok sang ayah.


" Aku ingin sekolah ". The to poin Vin.


" APA?! ". Kaget sang ayah dan Dey sekaligus bingung. Dey baru saja mau memasuki kamar mandinya langsung kaget mendengar kata sang kakaknya.


" K... maksud K'Vin? K'Vin mau ikutin kata kakak dokter tadi? ". Kaget Dey tak menyangka.


" Sekolah? Haha ya... baiklah. Nanti ayah sekolahkan kalian, agar kalian lebih pintar dari yang lain ". Santai sang ayah yang langsung menyetujui tanpa harus memikirkan lebih panjang lagi.


Memang itu rencanaku. Batin Agoston tersenyum senang.


" A... yahhh aku gak mau sekolah. Takuuutt ". Keluh Dey.


" Kamu harus sekolah. Di dunia ini gak boleh ada yang di takuti, Dey ". Nasehat ayah sembari senyum tipis.


" Oke. Besok sekolah ya yah ". Semangat Vin.


" Tak bisa begitu dong... kamu belom daftarnya, belom juga beli seragam baru, sepatu baru, buku baru, perlengkapan baru. Terus ayah juga harus buat ijazah SD kamu dulu Vin dan surat pindahan sekolah agar ceritanya kamu dari sekolah lain ". Jelas sang ayah.


" Oohh ". Jawab Vin hanya mengangguk-anggukan kepala, padahal tidak mengerti yang di maksud sang ayah.


" Ayah! ". Dey menunjukkan tangannya.


" Apa? Dey... sampe tunjuk tangan begitu ". Senyum sang ayah.


" Aku mau sekolah ". Senyum Dey dengan percaya diri.


" Nah, gitu dong ". Bangga sang ayah memberi senyuman lebarnya.


" Asalkan... aku punya teman yang perempuan ".


" Teman yang perempuan? teman perempuan kali... ". Kata sang ayah membenarkan kalimatnya Dey.


" Iya itu ". Angguk Dey.


" Hahh... Iya ya nanti ayah usahakan ". Pasrah sang profesor dan langsung ke dapur untuk memasak, diikuti Dey yang berbelok ke kamar mandi.

__ADS_1


" Perempuan? siapa memangnya? ". Bingung Vin yang masih diam di tempat.


---


⌛Beberapa menit pun berlalu⏳


Dey telah selesai mengganti baju lamanya dengan yang baru. Vin langsung menghampiri Dey yang berada di kamarnya.


Sebelum ke intinya, Vin mengajak bicara bersama dengan perlahan tapi dalam...


Ketika Vin sudah mendekat dengan pertanyaan intinya ternyata malah tersela dengan ajakan Dey lebih dulu.


" Hmm Dey. Aku... mau,,, ".


" Oh, Iya! Benar. K... mau ini kan? ". Membuka box yang berada di bawah kasurnya.


" Lihat mainanku yang aku simpan sudah laammmaaa banget, yang telah aku simpan dan aku jaga dengan rapi, lho ". Lanjutnya.


" Haaa?? bukan itu tap,,,i ". Lagi-lagi Vin tersela lagi omongannya dengan Dey.


" Ayo kita buka ". Ceria Dey menarik tangan sang kakak.


" TIDAK!! BUKAN ITU! ". Marah Vin.


Dey langsung terdiam, memanyunkan bibirnya, mata mulai mengecil, tanda-tanda ia ingin menangis.


" Maaf. Sebenarnya aku cuma ingin tahu apa itu perempuan? ". Jujur Vin sambil menyodorkan tangannya sebagai penyesalan.


" Hmm gitu... lalu buka mainannya kapan? ". Dey tetap ingin bermain.


" Hm ". Vin terdiam, ia menurunkan tangannya dan berpikir sejenak.


" Baiklah sekarang kita buka mainannya ". Vin mengalah.


Yeeeeyyyyy


" K'Vin ".


" Ya? ".


" Lihat ini semua masih terbungkus utuh lho! waktu itu aku selalu diajak sama ayah ke mall biar gak kesepian, tapi tetep saja aku kesepian. Dan makanya aku berpikir untuk tidak membuka semua mainanku, karena aku ingin membuka bareng dengan K'Vin agar bisa main bareng sama K'Vin ". Senang Dey sambil tersenyum bahagia.


" Hahaha aku senang dengarnya Dey. Terimakasih ya Dey, ya sudah kalau gitu, ayo kita buka bareng ". Ramah Vin bersemangat.


" Ya! Ayooo... ". Teriak Dey ikut bersemangat.

__ADS_1


' Srek Srek Srek '. Berkali-kali membuka seluruh bungkusan mainan dengan tergesa-gesa.


" Wahh...😆 K'Vin. Ini tinggal dua lagi ". Mata Dey bersinar-sinar bahagia.


" Oke ". Langsung mengambil mainannya dari salah satu kedua mainan itu.


" Okee. Oh, iya! K'Vin kita cepet-cepetan yuk ". Tantang Dey.


" Ayo ". Selaw Vin.


" 1.....2.....3..... ". Hitung mereka.


' SREK! '.


" Yeeeyyy... Aku menangg..... ". Teriak Vin bahagia sambil mengangkat mainan terakhirnya.


" K..... Vin ini gak bisa... susah. Aku ambil gunting deh ". Keluh Dey.


" Masa sih? aku saja gampang. Yaudah mana, biar aku coba ".


Dey langsung menyodorkan bungkusan mainannya itu.


' SREK '.


" WHOA!😨! Woww... Sekali robekkan doang K'Vin? ". Kaget Dey sekaligus kagum.


" Memang iya, daritadi aku juga sekali robekan, buka semua mainan ini ". Jawab Vin santai.


" Waahh hebat ". Dey bertepuk tangan bahagia.


Kebahagiaan mereka bukan hanya disitu saja. Kebahagiaan mereka masih berlanjut, dengan membereskan sampah-sampah dari bungkusan tadi, dan bermain bersama.


' Seperti yang ku harapkan '. - Dey.


Continued


_______________________________________


**Like 🌟


Comen 💬


Share 📤


and be a

__ADS_1


Royal Readers 👀


Bye bye**


__ADS_2