Robot The Humans

Robot The Humans
Dey? Jessie?


__ADS_3

" Itu dia tokonya... ". Kata sang ayah menunjuk ke arah toko mainan di Mall itu.


" Hehehe 😆 ". Tawa Dey lagi. Dia melompat-lompat dan menarik tangan sang ayah.


" Iya iya ". Senyum sang ayah.


Mereka pun masuk ke dalam toko itu.


" Ya sudah pilih yang kamu suka ". Kata sang ayah mengelus rambut Dey.


" Ya ". Jawabnya.


Ketika Dey melihat mainan di rak, tak sengaja dia mendorong anak perempuan sebayanya hingga terjatuh.


" Ihhh 😡 ". Marah anak perempuan itu.


Dey duduk di depannya sambil memegang wajah sampai rambut yang dimiliki gadis kecil tersebut.


" Apa? ". Bingung Dey.


" Apa? ". Bingung anak perempuan itu juga.


" Jessie ". Anak itu malah memperkenalkan diri.


" Dey? ". Jawab Dey yang terus menatap perempuan itu.


" Jessie? ".


" Dey? ".


" Hahaha ".


" Hehehe ".


Tak sengaja mereka malah tertawa geli apa yang mereka ucapkan. Saking tidak mengerti apa yang mereka maksud. Tak lama mereka berhenti tertawa, ketika gadis kecil dipanggil dengan ibundanya.


" Jessie?? ".


" Mama... ". Teriaknya.


" Ooh ternyata kamu disini, ayo cepat pulang. Eh! kamu punya temen baru... Iihh lucu, deh. Siapa kamu namanya? bule banget sih... pasti papa kamu juga bule yaa ". Senang ibu itu sambil mencubit- cubit pelan pada pipi Dey yang lembut dan kenyal.


" Yukkk.... ma... ". Ajak Jessie mengajak sang ibu pulang.


Ketika hendak pulang, Dey mengejar Jessie dan ibunya.


" Nih ". Dey menyodorkan sebuah gantungan kecil yang berbentuk bulat dan di dalamnya sebuah bayi kecil yang memeluk boneka robot.

__ADS_1


" Ini punya kamu? ". Tanya ibu Jessie.


" Ini bukan punyaku tapi punya ayah ". Jawab Dey dengan polos.


" Apalagi punya ayahmu, nanti di marahi lho ".


" Udah bole ama ayah ". Ucap Dey pintar.


" Ooh begitu, oke kalau gitu terimakasih ya. Titip salam sama ayahmu ". Kata ibu Jessie mencium dahi Dey.


" Hehehe ". Senang Dey.


Jessie tersenyum manis melihat Dey dari kejauhan, dia juga melambaikan tangan ke Dey. Ketika mereka telah pergi Dey berjalan bahagia ke arah toko mainan, saking tak sabar memilah mainan yang ia ingin beli.


Sambil berjalan ia berbicara sendiri.


" Itu kan gantungan ayah yang tadi jatuh dali tas ayah, hehehe ". Jelasnya pada dirinya sendiri.


Ketika Dey masuk lagi ke toko mainan, sang ayah sudah berada di depan kasir.


" Ayahhh... apa... itu...? ". Tanya Dey menarik baju sang profesor.


" Ini mobil-mobilan untuk kamu dan kakakmu ".


" Hhmm  ". Geleng Dey, maksudnya Dey, Dey ingin pilah mainannya sendiri. Dia pun menunjuk ke arah rak yang ia bertemu teman perempuannya.


Akhirnya Dey berlari ke arah rak itu.


" Mau yang mana dede? ". Tawar kakak SPG yang berada disampingnya.


" Itu ". Tunjuk Dey.


" Itu? Oke. Ada lagi? ".


" Ini ". Tunjuk Dey menunjuk mainan di depannya.


" Bener nihh ". Kakak SPG itu menyakinkan.


" Hm ". Angguknya.


" Ini ". Tunjuknya lagi.


" Serius! emang boleh? ". Kaget kakak SPG itu.


" Yaaa ". Jawab Dey santai.


" Itu itu itu ". Tunjuk Dey lagi ke rak atas sambil melompat-lompat.

__ADS_1


" Tapii... dede lebih baik tanya dulu sama mamanya, bolehnya berapa? ". Kata kakak SPG itu dengan khawatir.


Dey pun langsung berlari ke sang ayah dan bertanya. Tak lama ia kembali ke tempat kakak SPG itu, dia melihat kakak SPG itu sedang membereskan mainan yang tadi dia pilih.


" KKKAAAKKK!!! ". Teriak Dey yang tidak suka mainannya di kembalikan ke rak semula.


" Hah! Iya ". Kaget kak SPG itu menengok ke arah Dey.


" MAINANKU!!! ". Marah Dey sambil memelas.


Semua orang terpandang ke arah Dey dan kakak SPG itu.


" Itu punyaku!!! ". Tunjuknya sambil mengeluarkan ekspresi melasnya lagi.


" Hah, iya iya. Tapii,,, ". Omongan kakak SPG itu terputus.


" Nanti saya bayar ". Sang ayah pun muncul membela sang anak.


" Jangan khawatir nanti saya bayar ". Ulang sang ayah.


" Hah! I-iya tuan... ". Gugup kakak SPG itu dan memberi semua mainan yang ia tadi taruh.


---


Di Kasir


" Ini semuanya. Totalnya 2.476.139 ribu rupiah, pak ". Kata seorang kasir.


" Oke... Nih, kas! ". Kata sang ayah sambil melirik sinis ke arah kakak SPG tadi.


" Ah! I-iya t-tuan maafkan saya ". Omong pelannya dari kejauhan.


" Hm ". Jawab sang profesor singkat sambil melewatinya (SPG itu).


Continued


_______________________________________


Like 🌟


Comen 💬


Share 📤


and be a


Royal Readers 👀

__ADS_1


__ADS_2