Robot The Humans

Robot The Humans
Perdebatan


__ADS_3

" Hah? ".


" Hah heh hoh! mending hidup penuh tantangan, daripada gak ada tantangannya sama sekali hidup terasa hampa dan sunyi. Emang enak hidup cuman melamun doang kerjaannya? gak enak kan! ". Kesal Vin.


" Eemm iya iya ". Cemberut Dey.


" Ohh pantes aja, kalian basah kuyup gitu. Gara-gara main kejar-kejaran ". Senyum Jessie meledek.


" Iyaa ". Cemberut Eysi.


" Terus! Maksud dari wajah dan baju kalian kenapa, hah? Abis ke siram lumpur! ". Melotot Vin ke Jessie, apalagi Dey.


" Hehe i-itu... karena aku dan Jessie main siapa cepat pasti menang ". Tunduk Dey.


" OOHHh gitu ya... jadi kamu mulai bandel, ya! main lompat-lompat itu harusnya main bareng K'Vin, kenapa bareng dia hah!! ". Marah Vin.


" Eemm maaf... ". Tunduk Dey, mulai menangis.


" Udah udah!! yang minta main itu aku, bukan Dey. Dey gak perlu dibentak, dia gak tau apa-apa ". Berani Jessie.


" Emang lo siapanya Dey!!! Berani-beraninya belain adik gue!!! ". Balas Vin.


" Gue? Gue kembarannya Dey, lo mau apa hah! gue disini sebagai pendamping Dey, kalo Dey kenapa-kenapa gue yang harus tanggung jawab semuanya ".


" Heh? Gue kakaknya!! Lebih berhak gue jaga dia!!! ". Jawab Vin tak setuju.


" Gue belom selesai ngomong ya, gue ini kembaran sekaligus kakak dan sahabatnya. Jadi... lo gak usah ngebentak dia!! ". Marah Jessie sambil menyilangkan tangan.


" Enak aja!!! Gue kakaknya!! Bukan lo! ". Marah Vin balik.


" GUE SIHh!!! BUKAN LO!!! Kalo emang lo kakaknya, kenapa lo ngebentak dia, hah!! ".


" TAPI GUE KAKAKNYA, TERSERAH GUE. DEY JUGA GAK PERNAH PROTES!!! ". Marah Vin semakin meluap.


" Pokoknya, gue kakaknya!!! ".


" ENAK AJA, GUE KAKAKNYA!!! ".


" GUEe!! ".


" GUEee!!! ".

__ADS_1


" STTTOOPPPP!!!!! ". Teriak Eysi dan Dey dibuat bingung oleh tingkah mereka. Melihat keduanya saling menyilangkan tangan, dan mengerutkan dahi.


" Udah... kalian tuh bikin aku pusing aja, mending lebih baik. Gue kakaknya, hm ". Senyum Eysi pede.


Dey bingung dan mengangkat alisnya sebelah.


" GUE KAKAKNYA!!! ". Marah Vin dan Jessie dengan bersamaan.


" Hehe, becanda... kali. Galak-galak amat, jodoh lho nanti ". Ledek Eysi.


" Enak aja, Ogah!! ". Kesal Jessie sambil membuang muka.


" Gue juga ogah! Hiihh ". Geli Vin sambil membuang muka juga, tapi dengan arah yang berbeda.


" Is't okey... Is't okey... ". Angguk Eysi.


" De... dede. Dede ingin pulang bareng siapa? kakak Eysi, kak Vin, atau Jessie? ". Tanya Eysi dengan lembut.


" Hhm ". Jawab Dey dengan menunjuk ke arah Eysi.


" Yeey... okey. Bareng kakak, berarti kamu naik di belakang ya ". Senyum Eysi sambil memungut sepeda Vin untuk kedua kalinya.


" Udah? ". Tanya Eysi menunggu Dey duduk dengan posisi nyaman.


" Okey. Lest GO! ". Teriak Eysi bersemangat.


" Lest GOoo!!! ". Dey tiru-tiru.


Vin dan Jessie ditinggalkan dengan begitu saja.


" Kenapa? Kenapa Dey milih kunti itu... ". Lemas Vin sambil menatap Eysi dan Dey berjalan menjauh.


" K-kunti? Apa kunti itu? ".


" Kuntilanak ".


" Ghiaaaa!!! Haaahh!!! ". Teriak Jessie langsung memeluk Vin.


" Woh! Ada apa? ". Kaget Vin.


" Mbah google nya jahat... ". Tangis Jessie.

__ADS_1


" Hah? Siapa mbah google? ". Bingung Vin.


" Otak kita... Memori kita, masa aku nanya kunti, yang di munculin penampakan setan putih berambut panjang sih... Aku takuutt ". Tangis Jessie.


" Hah... Kirain apaan. Emang iya, yang aku maksud emang itu. Kunti singkatan dari kuntilanak, setan berbentuk bayang putih dan berambut panjang sama kayak Eysi ". Jelas Vin.


" Hah! J-jadi... d-dia... Setannn...?? ". Melotot Jessie.


" Hhm,,, ". Vin belum sempat menjawab.


' Bruk '. Jessie terjatuh pingsan.


" Lho! Eh... Lo kenapa?? ". Kaget Vin, ia bingung dengan Jessie yang pingsan dengan posisi di lengan Vin sebelah kanan.


Vin sedikit menggoyakan tubuh Jessie. Dan tak sengaja ia melihat bola mata Jessie yang menyala, yang bertulis ' ERROR '.


" Hah? Error? ". Bingung Vin menatap manusia robot itu.


' Bless... '.


Vin tak sengaja menekan perut Jessie.


" Hah!!! Ovenan? ". Kaget Vin.


Apa mungkin semua manusia memiliki tubuh seperti aku dan Dey? Batin Vin menatap Jessie dengan tatapan mendalam.


" Cantik ". Pujian Vin pertama kali muncul dari mulutnya.


" Hah!! Tidak tidak, kenapa mulutku berbicara sendiri? ". Kesal Vin memukul-mukul mulut.


Lalu Vin mencoba, menggendongnya di belakang punggungnya.


" Hahh... menyusahkan ". Keluh Vin sambil berjalan menuju rumahnya.


-----


**Maaf... untuk chapter yang kali ini. Lebih pendek dari chapter sebelumnyaย  x(


Karena author sedikit gak enak badan, jadinya segini dulu buat chapter 29 nya yaa...


Jadi mohon pengertiannya, dengan cara dukung author โญ, membantu motivasi author melalui ๐Ÿ’ฌ, dan kalian yang terus setia sama author yaa ๐Ÿ‘€**

__ADS_1


Bye bye bye ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2