Roy : The Fatboy Find True Love

Roy : The Fatboy Find True Love
Part 10 - Pertemuan dengan Keluarga Hudson


__ADS_3

Saat Vino sudah menyelesaikan telpon dengan keluarga Hudson Vino segera menyelesaikan pekerjaannya dan Roy pun ikut membantu Vino menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk. Setelah beberapa saat pekerjaan sudah selesai, Vino pun sambil bersiap - siap untuk pulang memanggil Roy kembali.


"Kak, kemarilah papa ingin bicara denganmu, sudah lama kita tidak menghabiskan waktu berdua seperti ini." Jelas Vino.


"Ada apa pa? apa ada sesuatu yang penting?" Tanya Roy.


"Roy, kalo kamu merasa keberatan dengan perjodohan ini bilang sekarang." Ucap Vino tegas.


"Papa tenang saja, Roy benar - benar sudah menerima perjodohan ini walaupun awalnya sulit bagi roy menerima perjodohan ini tapi Roy berusaha untuk menerima." Ucap Roy tulus.


"Pa, selama Roy bisa berbakti dan memang perjodohan ini yang papa dan mami harapkan maka Roy akan mengikuti keinginan kalian." Ujar Roy.


"Baiklah kalau begitu nak, papa akan tetap mendukung apapun keputusan kamu, papa harap memang ini yang kamu inginkan." Jawab Vino lalu dia pun menuju ke mobil di ikuti Roy.


Roy pun berkata dalam hati.


"Maafkan Roy, pa tapi Roy harus melakukan ini Roy harap ke depan papa ataupun mami nggak marah dengan keputusan Roy ini." Ucap Roy.


Sesampainya di rumah Maria menyambut kedua prianya dengan sumringah seperti baru saja memenangkan hadiah dan Maria sudah sibuk sedari sore menyiapkan banyak masakan untuk merayakan secara pribadi kesediaan Roy menerima perjodohan ini.


"Bagaimana hari kalian berdua? apa ada kesulitan?"Tanya Maria.


"Baik ma, semuanya aman di sekolah nilai aman ga ada yang merah." Jawab Roy.


"Semua lancar ma, Roy sudah membantu papa banyak sekali hari ini sehingga papa bisa pulang cepat hari ini." Jawab Vino.


"Syukurlah semua berjalan dengan lancar ya sudah kita makan malam." Ujar Maria.


Mereka makan malam dengan tenang sesekali diselipi candaan yang membuat suasana keluarga saat itu terasa hangat. Setelah makan malam usai Maria pun mengajak Roy dan Vino untuk duduk di ruang tamu membahas pertemuan besok.


"Jadi, bagaimana untuk besok? apakah kakak setuju untuk dijodohkan?" Tanya Maria.


"Iya ma, kakak mau menerima perjodohan itu." Ucap Roy.


"Baiklah besok setelah istirahat mama akan jemput kamu dan kita akan membantu kamu menjadi tampan besok tidak ada penolakan." Tegas Maria.


"Baiklah, Roy ikut bagaimana baiknya aja ma." Jawab Roy.

__ADS_1


Kemudian mereka semua kembali ke kamar untuk beristirahat, Roy yang sudah dalam posisi tiduran di ranjang pun kembali memantapkan hatinya untuk tidak menerima Tara mau sebaik apapun dia nantinya karena luka yang diberikan Tara sudah terlalu dalam. Akhirnya Roy pun lelah dan memutuskan untuk tidur.


Keesokan hari Roy bangun lebih pagi dari biasanya tadi malam Roy tidak dapat tidur nyenyak karena pikirannya terus memikirkan Tara dan keluarganya. Akhirnya setelah membutuhkan waktu 20 menit Roy pun sudah siap dan turun ke bawah menuju meja makan dan langsung ambil sarapan. Vino, Maria, dan alicia sama - sama hanya menatap Roy dengan tatapan yang heran karena mereka melihat Roy tidak seperti biasanya, Roy pun nggak ngerti apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Selesai sarapan Maria mengingatkan kembali kepada Roy siang nanti Roy dijemput untuk mempersiapkan diri unruk acara nanti sore.


"Kak, ingat nanti setelah jam istirahat jangan lupa kita akan melihat baju yang pas untuk kakak nanti."Ucap Maria.


"Baiklah ma, nanti Roy akan tunggu di depan gerbang sekolah ya, terima kasih mami." Ucap Roy.


Setelah itu Roy pun berangkat ke sekolah, sesampainya di sekolah Roy pun sempat melamun dan segera sadar, Roy langsung menuju ke kelas 10B. Namun yang terjadi saat Roy di kelas, Rainer pun segera berlari dan mengunci pintu kelas dari dalam, lalu segera mendatangi Roy dan menodong Roy hingga membentur tembok. Roy pun kesakitan dan segera Rainer menghujani Roy dengan berbagai pertayaan dan Roy pun merasa tenang, selain itu Roy juga tidak menjawab dan melewati Rainer begitu saja hingga membuat Rainer geram dan mengejar Roy dan menggebrak meja Roy.


"Aku sudah dengar, kamu mau melakukan perjodohan itu?" Tanya Rainer.


"Lalu urusannya apa denganmu?" Tanya Roy.


"Karena.... karena Handoko Corps akan segera aku dapatkan setelah lulus sekolah disini." Ucap Rainer dengan gugup.


"Apa aku tidak salah dengar? Apa kamu bermimpi? Handoko Corps adalah milik Vino dan kita lihat saja nanti siapa yang akan menggantikan Papa nanti." Ujar Roy.


Lalu Wisma, Hizkia, Anton, Alex dan Jonathan yang sudah berada di depan pintu pun terlihat merencanakan sesuatu, Tasya, Purnama, Angela, Nadia, juga baru saja tiba dan ikut mendengarkan rencana Wisma, setelah itu mereka pun masuk ke dalam kelas, terlihat Rainer dan Roy sudah kembali ke masing - masing tempat duduk mereka. Wisma pun dengan bantuan Anton, Hizkia, Alex, dan Jonathan membawa Roy dan segera Wisma melayangkan pukulan dan memberi ancaman untuk Roy.


"Aku sudah bilang bukan, jauhi pacarku apa kamu tidak dengar dengan jelas? kenapa masih mendekati dia??!!" Ujar Wisma geram.


"HEY, JANGAN MELEWATI BATAS YA ROY!!!"teriak Hizkia.


"Tenanglah, Hizkia sejak aku masuk di sekolah ini kenapa sepertinya kamu benci sekali seperti ingin menghilangkan diriku saja." Ujar Roy tenang.


"Kamu sejak hari pertama kamu membuat mataku sakit, kamu itu adalah orang yang membuatku benci hanya dengan melihat wajah kamu aja." Ujar Hizkia.


Roy hanya diam saja dia tetap tenang tidak menanggapi dan akhirnya Roy memberi pembalasan sekali kepada Hizkia dan Wisma dengan memberikan pukulan telak 1x pada mereka.


"Aku akan membalas 1x ini saja terakhir supaya kalian tahu bahwa ada orang yang lebih kuat dari kalian." Jawab Roy geram


Lalu segera Roy melayangkan 1 pukulan ke bagian dada Wisma dan Wisma pun terpental jatuh, sedangkan untuk Hizkia Roy memberi 1 tendangan telak mengenai rahang Hizkia dan Hizkia pun terjatuh dan kesakitan.


"A... awas... kau Roy..." Erang Wisma


"Terserah padamu Aku hanya memberikan balasan yang ringan aku sebenarnya tidak suka dengan cara ini tapi kalian sangat memaksaku menggunakannya."Ujar Roy.

__ADS_1


Lalu Roy pun meninggalkan mereka begitu saja dan langsung menuju kantin untuk membeli makan dan minum. Saat Roy melewati kelas Tara, Tara melihatnya dan segera ijin kepada guru untuk ke toilet padahal sebenarnya adalah mengejar Roy.


Akhirnya Roy terkejar dan Tara pun langsung menghampirinya.


"Apa nanti kau akan datang?"Tanya tara pelan.


"Datang? datang kemana? apa maksudmu?" Ujar Roy.


"Jangan berpura - pura tidak tahu aku tahu kamu pasti udah tahu tentang hal ini."Ujar Tara.


"Maaf, tapi aku benar - benar tidak tahu, permisi." Jawab Roy dingin.


Tara pun merasakan perbedaan Roy yang sekarang, dia merasa bahwa Roy sekarang mulai berubah agak dingin dan cuek tapi Tara tidak terlalu memusingkannya, Tara pun kembali ke kelasnya.


Sementara Roy,


"Ini belum apa - apa Tara, nanti kamu akan tahu lebih banyak dari yang sekarang."Ujar Roy kembali.


Roy pun sudah berada di depan gerbang sekolah dan pada waktu bersamaan mobil keluarganya sampai untuk menjemput Roy. Roy pun masuk dan mobil pun langsung meninggalkan area sekolah dan menuju butik langganan Maria dan Vino untuk acara nanti malam.


Sesampainya disana Roy dan Maria pun bergegas untuk mencari baju yang cocok untuk Roy. Setelah menemukan baju untuk dipakai Roy dan Maria, mereka bergegas untuk pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah Maria pun meminta Roy untuk beristirahat supaya Roy fit untuk acara nanti malam.


Malampun tiba, dan keluarga Handoko sudah siap untuk berangkat menuju Restoran di Hotel Aston.


Sesampainya disana, di dalam resto sudah terdapat keluarga Hudson menunggu keluarga Handoko, dan segera mereka bersalaman satu sama lain. Roy dan Tara sama - sama terkejut karena Roy tidak menyangka bahwa Tara yang suka membully Roy adalah anak dari keluarga Hudson sementara Tara pun juga tidak menyangka bahwa Roy adalah anak dari keluarga Handoko yang perusahaannya besar dan sudah dikenal dimana - mana.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bagaimana kelanjutannya? jangan lupa like, vote, comment nya ya.


__ADS_2