Roy : The Fatboy Find True Love

Roy : The Fatboy Find True Love
Part 30 - Goodbye Gift From Roy


__ADS_3

Tidak lama setelah itu Wisma pun bertanya sekali lagi pada Roy.


"Apa kamu serius dengan yang kamu ucapkan, Roy? Kamu akan melepaskan Tara begitu saja? aku kira kamu sangat mencintainya."Ucap Wisma santai namun dengan senyum yang meremehkan.


"Aku memang mencintainya tapi aku tidak mempunyai niat untuk berbuat seperti yang kamu lakukan kepadanya."Ujar Roy datar.


"Kamu tinggal cari gaun dan jas pernikahan yang kamu inginkan, sisanya serahkan padaku. Anggap saja ini hadiah perpisahan dariku."Ujar Roy dingin.


"Kau sudah gila, kenapa kau jadi mengatur seperti ini? Memang kau siapa!!"Wisma pun geram akan Roy.


Roy pun tidak banyak bicara dia memberikan 1 pukulan telak pada wisma hingga wisma pun tersungkur. Dan di luar dugaan Roy pun menempatkan kakinya tepat di tenggorokan wisma. Wisma pun yang menyadari hal ini mulai bergidik ngeri karena dia baru melihat sisi lain Roy.


"Sudah aku katakan, Aku bahkan baru memukulmu untuk perbuatan kotor yang kau lakukan terhadap mantan pacarku dan sekarang ketika aku menawarkan hadiah perpisahan yang kamu pun tidak bisa menolak, kamu malah seperti ini jadi yang aku lakukan sekarang ini adalah penawaran terakhir, jika kamu menolak maka kamu tahu konsekuensinya Jika kamu masih menyayangi dirimu dan ingin tetap normal seperti manusia lainnya."Ucap Roy dengan senyum yang tidak pernah dilihat oleh siapapun.


Wisma pun menyadari dia tidak memiliki pilihan lain selain menerima, karena dia sangat paham dengan situasi dan perbuatannya yang sangat fatal.


"Bolehkah aku mengetahui alasannya kenapa kamu sampai mau seperti ini? ini kan sama saja menyakiti dirimu melihat Tara bersamaku di altar pernikahan dimana seharusnya itu dirimu?"Ujar Wisma hati - hati.


"Baiklah karena sebentar lagi kita tidak akan bertemu lagi maka akan aku beritahu alasanku, Karena bagiku jika sakit maka rasa sakit itu haruslah maksimal agar aku tidak lagi mengharapkan, dan bagiku perbuatan yang kalian berdua lakukan itu sama saja sudah mencoreng kepercayaan yang aku berikan pada Tara. Dan puncaknya sebelum aku pergi maka aku akan memberikan apa yang di inginkan oleh Tara dan juga dirimu. Apa kau paham sekarang?" Ujar Roy dengan penuh penekanan.


Wisma pun mengangguk pelan, dia baru menyadari Roy memberikan dirinya kesempatan untuk bisa bersama Tara yang selama ini sangat dia cintai dan sampai dia tega berbuat yang seharusnya tidak dia lakukan sebelum dia menikah namun semua sudah terlambat sekarang dia tidak mau melewatkan kesempatan tersebut.


Selepas itu Roy pun melangkah ke kursinya kembali dan dia pun meminum minumannya kemudian dia berdiri bersiap untuk pergi tapi sebelum itu dia berpesan pada Wisma.


"Jaga dirimu aku sudah memaafkan atas perbuatanmu yang kemarin, ke depannya jangan pernah mengusikku kembali karena kau akan tahu akibatnya bisa lebih dari yang tadi. Hiduplah lebih baik."Pesan Roy pada Wisma.


"Soal Tara kau tidak perlu khawatir, orang tua Tara juga menjadi urusanku."Ujar Roy lagi.


setelah itu Roy pun pergi kembali menuju kantor untuk melanjutkan beberapa sisa pekerjaan yang harus dia tangani sebelum dia pergi.


Sementara itu,

__ADS_1


Tara kini sudah siap untuk bertemu Roy, dia tidak mau berakhir begini saja, kemarin malam dia sudah habis habisan dimarahi oleh Nathan dan Audi yang kecewa dengannya bahkan tanpa segan Nathan menampar dirinya, Tara dapat melihat kekecewaan Nathan dan Audi pada dirinya. Setelah selesai bersiap Tara pun langsung melajukan mobilnya menuju kantor Roy. Dia bertekad untuk memenangkan kembali hati mantan pacarnya itu.


sesampainya di perusahaan Roy, Tara melihat mobil Roy yang sudah sampai di perusahaan juga, kemudian Tara masuk menuju resepsionis perusahaan.


"Maaf, permisi bisakah saya bertemu Roy?" Ujar Tara


"Selamat siang nona Tara, sebentar saya akan menghubungi Tuan muda Roy sebentar."Ucap resepsionis tersebut.


Tak lama setelah itu resepsionis itu menghubungi Roy dan mengatakan Tara ingin bertemu dengannya, Roy pun menyuruh resepsionis tersebut untuk mempersilahkan Tara menuju ruangannya, Tak lama setelah itu resepsionis pun memberitahu Tara untuk menuju ruangan Roy, karena Roy sudah menunggu Tara.


Tara pun bergegas dengan senang, dia mengira Roy masih mengharapkan dirinya padahal tanpa dia ketahui Roy sedang mempersiapkan hadiah perpisahan.


Tara pun sampai di ruangan Roy dia pun mengetuk pintu dan Roy mempersilahkan Tara masuk.


"Ada perlu apa menemui aku lagi Tara?"Ucap Roy dingin.


"Tidak, aku hanya merindukanmu, tidak kah kamu rindu? aku tidak bisa jauh dari kamu Roy, maafkan aku, aku memang salah, bisakah kita kembali bersama?"Tanya tara penuh harap.


"Tidak, aku tidak merindukan kamu, kebetulan kamu disini, aku hanya ingin memberitahu, seminggu lagi kamu akan menikah dengan wisma, ini adalah permintaanku yang terakhir jadi aku minta kamu terima, tidak ada penolakan."Ujar Roy dengan mantap yakin.


Tara pun terkejut mendengar apa yang disampaikan oleh Roy, dia tidak percaya dengan yang Roy katakan, Roy dengan mudahnya menyuruh dirinya menikah dengan wisma.


Tara pun mencoba mencerna semua yang dikatakan Roy kemudian dia pun tidak terima dengan keputusan Roy.


"Jangan bercanda Roy, aku menyayangi kamu aku mencintai kamu, aku mohon jangan lakukan ini, kamu yang akan sakit sendiri, kamu sudah terluka jangan terluka lebih lagi dari ini ku mohon."Ujar Tara.


"Aku begini karena aku tidak mau setengah dalam merasakan sakit dan setelah ini aku tidak akan kembali ke indo dalam waktu yang lama sampai aku menemukan alasanku kembali ke Indonesia. Ku harap kamu mengerti dan menerima hadiah perpisahan dari aku."Ujar Roy.


Tara pun terdiam kemudian dia melangkah mundur dan meninggalkan Roy dengan cepat, dia tidak bisa lagi kembali dengan Roy karena pada saat Roy mengatakan itu semua air matanya keluar namun wajah Roy tetap datar seakan perasaan untuknya sudah mati.


Setelah kepergian Tara, Roy pun melanjutkan pekerjaannya hingga selesai sehingga dia bisa memiliki waktu untuk bersantai sejenak sebelum pergi ke Denver.

__ADS_1


Hari pun berganti sore para karyawan sudah pulang dan Roy pun bersiap pulang setelah ini dia akan ke rumah Tara untuk memberitahu Nathan dan Audi tentang apa yang akan dilakukan dirinya sebelum dia pergi. Roy pun bergegas ke parkiran dan masuk ke dalam mobil tanpa menunggu assisten nya dan melajukan mobilnya menuju rumah Tara.


Sesampainya di rumah Tara Roy pun mengetuk pintu dan memberitahu kedatangannya untuk bertemu Nathan dan Audi. Setelah itu Nathan dan Audi menemui Roy di ruang keluarga.


"Malam pak Nathan dan Bu Audi, mohon maaf saya mengganggu waktu anda di malam hari seperti ini."Ucap Roy


Nathan dan Audi terkejut dengan panggilan Roy namun mereka tetap tenang menunggu apa yang akan di katakan Roy selanjutnya mereka sudah menanggung malu terhadap Roy jadi mereka akan memberikan Roy kesempatan untuk menyampaikan semuanya.


"Saya kesini ingin memberitahukan kepada anda dalam waktu seminggu ke depan saya akan menikahkan tara dengan wisma karena mereka saling mencintai dan tidak bisa dipisahkan. Saya minta kepada anda berdua untuk menerima hadiah dari saya ini, agar keluarga kalian juga terselamatkan tidak menanggung malu.


Nathan dan Audi terkejut namun mereka tidak bisa berbuat apa apa karena memang benar yang disampaikan oleh Roy, mereka tidak membantah.


Setelah Roy mengatakan itu dia pamit kepada Nathan dan Audi, Roy juga meminta maaf atas semua yang dilakukannya ini sekarang, namun inilah yang bisa dilakukan Roy karena setelah ini dia akan melepas semua dan memulai awal yang baru.


Seminggu pun berlalu dengan cepat.


Roy saat ini berada di salah satu gedung hotel miliknya yang paling mewah yang ada di Jakarta, dia memutuskan untuk pernikahan Tara dan Wisma di laksanakan di tempat ini, paginya Tara dan Wisma sudah melaksanakan pemberkatan dan sudah resmi menjadi sepasang suami dan istri, Roy yang melihat itu semua lega karena apa yang dia susun berjalan dengan lancar.


Dan saat resepsi ini berlangsung Roy pun perlahan menghilang dari acara itu dan menitipkan pesan pada MC acara resepsi tersebut dan akhirnya Roy pun langsung menuju bandara dimana Vino, Maria, Alicia sudah menanti dirinya disana.


"Kamu yakin kak dengan keputusanmu saat ini?"Ujar Vino.


"Tidak pernah aku seyakin saat ini dalam mengambil keputusan pa." Ujar Roy.


"Anak nakal, bisa bisa nya kamu menikahkan Tara dengan pria lain ya terlepas dari apa yang sudah dia lakukan ke kamu. Ketahuilah mama selalu mendukung kamu kak."Ujar Maria sedih.


Alicia pun memberikan pelukan untuk kakaknya tanpa berbicara apapun. Alicia bisa merasakan sakit yang dirasakan oleh kakaknya di selingkuhi seperti itu.


Akhirnya Roy pun masuk ke dalam dan tak lama setelah itu pesawat pun terbang menuju Denver. Roy melepaskan seluruh luka, beban, sakit hati yang dia alami di indo. Dia sudah mantap akan membuka lembaran baru disana. Dia tidak akan mengingat lagi masa masa yang sudah dia lewati, dia akan fokus untuk lembaran barunya nanti di Denver.


"Melepas dirimu adalah keputusan yang sangat berat untuk aku lakukan tapi aku harus melakukannya, terima kasih untuk waktu yang kamu sempatkan untuk singgah, namun sekarang pintu ini akan ku tutup rapat dan aku tidak tahu siapa yang akan mampu membuka pintu hati ini lagi."

__ADS_1


Gimana guys? Tunggu kelanjutannya yaaa. stay tune jangan lupa like dan comment ya. Thank you.


__ADS_2