
Sudah 1 minggu ini Tara Hudson menjaga Roy yang masih belum sadar walaupun beberapa lukanya sudah sembuh hanya tersisa kakinya yang retak dan tangan yang memar. Setiap hari Tara selalu mengajak Roy berbicara karena Dokter Hensen pernah mengatakan bahwa pasien yang koma masih bisa mendengar apa yang kita katakan jadi jika memungkinkan maka sesering mungkin harus diajak bicara untuk menstimulasi agar cepat sadar.
"Kamu nyaman sekali tidurnya, tidakkah kamu ingin bangun, tidakkah kamu rindu pada keluargamu?" Ujar Tara pada Roy yang masih belum sadar.
"Aku akan tetap menjagamu sampai kamu sadar, apa kamu tahu Roy, aku sudah putus dengan Wisma dan aku sekarang akan mengejar dan membuatmu jatuh cinta lagi padaku." Ujar Tara panjang lebar.
Tak lama kemudian tangan Roy mulai bergerak perlahan dan hal itu sontak membuat Tara terkejut langsung memanggil dokter, Dokter pun segera memeriksa keadaan Roy dan memberitahu bahwa sudah ada perkembangan yang baik menurut Dokter Hensen hanya tinggal menunggu waktu saja untuk Roy sadar Tara yang mendengarnya pun bernafas lega. Kemudian Tara pun mengabari orang tuanya dan juga orang tua Roy, lalu Tara segera kembali menjaga Roy. Saat hari sudah sore Vino dan Maria baru saja sampai di rumah sakit dan sedang menuju kamar Roy, sedangkan Tara kembali terkejut kala Roy membuka matanya setelah 8 hari koma Tara pun langsung menghampiri Roy dan mencoba untuk berkomunikasi.
"Roy akhirnya kamu sadar juga setelah sekian lama aku menunggumu untuk sadar apa yang kamu rasakan?" Tanya Tara.
"Tolong minum aku haus." Ujar Roy pelan.
Tara pun mengambilkan segelas air untuk Roy dan Roy meminumnya hingga habis tak lama setelah itu Vino dan Maria pun datang dan mereka juga terkejut juga senang karena anak mereka sudah sadar, mereka segera memanggil Dokter dan Dokter Hensen pun memeriksa Roy dan menanyakan beberapa pertanyaan pada Roy untuk memastikan beberapa hal pada Roy. Setelah selesai memeriksa Roy Dokter Hensen pun meminta Vino untuk ikut bersamanya untuk menjelaskan keadaan Roy.
"Pak Vino untuk kondisi Roy sekarang stabil dan kita sekarang fokus pada tahap pemulihan kaki, tulang rusuknya, dan tangan." Terang Dokter Hensen pada Vino.
"Baik Dok terima kasih banyak atas saran dan usaha yang sudah Dokter lakukan."Jawab Vino.
"Kalau begitu saya tinggal dulu ya, kita akan pantau kondisi Roy selama beberapa hari ke depan. Bila kondisi semakin baik maka Pak Roy bisa pulang." Terang Dokter Hensen.
"Baik Dok terima kasih." Ucap Vino lalu masuk ke dalam kamar.
Di dalam kamar itu Roy hanya terdiam dan Tara juga memandang ke arah Roy yang sejak tadi diam, sedangkan Maria hanya duduk di sofa sambil menghubungi Nathan dan Audi untuk memberi kabar pada mereka bahwa Roy sudah sadar. Mereka pun ikut senang dan mengatakan akan datang menjenguk besok. Setelah itu Roy pun meminta waktu untuk bicara berdua saja dengan Tara. Vino dan Maria pun keluar dari kamar tersebut dan hanya ada Tara dan Roy di kamar itu.
__ADS_1
"Roy... ada apa?" Tanya Tara pelan. Tara sangat berharap saat - saat seperti ini karena menurutnya ini adalah kesempatan bagus untuk mengambil hati Roy.
"Hmm... Apa kamu yang membawaku ke rumah sakit?" Tanya Roy.
"Iya, aku yang membawa kamu ke rumah sakit ini." Jawab Tara.
"Kenapa kamu mau menolongku? padahal kamu benci diriku ini, aku tidak lupa apa yang sudah kamu katakan." Ucap Roy lagi.
"Aku benar - benar minta maaf Roy, aku tahu tidak semudah itu dirimu bisa memaafkan perbuatanku tapi aku benar - benar minta maaf." Jawab Tara tulus.
Tepat di saat mengatakan itu Roy dan Tara saling melihat untuk sesaat dan Roy pun berusaha mencari kebohongan di mata Tara akan tetapi Roy tidak menemukannya, Tara sungguh - sungguh menyesal dan dia ingin memperbaiki hubungannya dengan Roy.
"Baiklah, aku memaafkanmu dan aku ingin kita memulai dari awal dengan benar. Apa kamu mau?" Tanya Roy.
Hari itu hati Roy menghangat dan Tara pun sangat senang malam itu, dia berjanji dalam hatinya dia akan menjaga dan mendapatkan kepercayaannya dan juga hatinya. Tak lama setelah itu Vino dan Maria masuk kembali dan bahagia melihat anak dan juga menantunya sangat rukun. Tara pun teringat sesuatu dia ingin menanyakan hal ini pada Roy tapi bukan saat ini karena situasi dan kondisinya tidak tepat.
Lalu sore itu Vino dan Maria pulang ke rumah lebih dulu karena Tara masih ingin mengobrol banyak dengan Roy. Lalu Tara pun memberanikan diri untik bertanya pada Roy.
"Roy, apa aku boleh bertanya?" Ujar Tara hati - hati.
"Boleh, memang apa yang ingin kamu tahu?" Tanya Roy.
"Aku ingat waktu itu Wisma pernah mengatakan padaku kalau kamu memukul dia apa itu benar Roy?" Tanya Tara akhirnya keluar juga.
__ADS_1
"Iya, pernah itu pun hanya 1x pukulan setelah itu selesai dan aku sudah mengatakan pada Wisma dan juga Hizkia saat itu aku hanya melakukan 1x sebagai peringatan saja." Ujar Roy.
"Berarti sebenarnya kamu bisa membalas perbuatan mereka kan?! kenapa kamu diam saja selama ini?" Ujar Tara kesal.
"Sabar Tara jangan emosi, aku memang bisa saja membalas semua perbuatan mereka, akan tetapi lantas bedanya aku sama mereka apa? apa yang akan aku dapat dari membalas mereka semua? hanya kepuasan sesaat Tara dan bukan itu yang aku mau." Jawab Roy.
"Jadi... Selama ini kamu memilih diam untuk menghindari perkelahian?" Tanya Tara.
"Iya, karena aku tidak suka ribut ataupun berkelahi tapi ketika aku dipaksa berada dalam situasi dan kondisi itu maka akan aku selesaikan sampai tuntas." Jawab Roy.
Setelah itu Tara dan Roy terus mengobrol banyak hal dan tidak jarang mereka tertawa karena candaan mereka. Lalu Tara pun meminta ijin Roy untuk keluar sebentar membeli makan malam karena dia lapar dan ini sudah masuk jam makan malam, Tara juga sekalian mencarikan makan malam untuk Roy. Setelah selesai membeli makan malam Tara pun langsung kembali ke kamar Roy, akan tetapi yang Tara dapatkan adalah Roy yang babak belur lagi Tara pun menjadi ketakutan dan segera memanggil perawat dan juga Dokter. Kebetulan saat itu Dokter Hensen sudah pulang dan saat itu Dokter jaga yang sedang bertugas segera memberikan obat untuk mengobati luka Roy, beruntung bagi Roy luka yang di dapat tidaklah parah tapi karena Roy belum pulih jadi berpengaruh terhadap ketahanan tubuhnya, setelah diberi obat Dokter Roy pun akhirnya stabil Tara bernafas lega.
Tapi Tara masih tidak mengerti apa yang terjadi, Tara pun sudah berencana untuk mengusut kejadian ini.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Kira - kira apa yang terjadi ya? Bisa kah Tara memperoleh jawaban apa yang terjadi pada Roy? jangan lupa Vote, Like, dan Commentnya ya. Thank you.