Roy : The Fatboy Find True Love

Roy : The Fatboy Find True Love
Part 29 - Kenyataan yang Menyakitkan


__ADS_3

Tara Hudson tidak dapat menyembunyikan rasa takutnya kepada Roy. Untuk pertama kalinya dia melihat kekecewaan yang ada dalam diri Roy, dia tahu bahwa kali ini kesalahan yang sudah dia perbuat begitu fatal hingga mungkin sangat sulit untuk mendapatkan maaf, bukan hanya maaf namun kesempatan untuk mempertahankan hubungan yang sudah terjalin.


"Dengarkan penjelasan ku dulu Roy.. Aku dijebak. Aku dibawah pengaruh obat terkutuk itu, bukan kemauanku."Ujar Tara.


"Aku tahu kau memang dijebak tapi bila kau tahu kenyataannya wisma menjebak kamu, kenapa kamu datang menemuinya?"Ucap Roy nadanya sangat berbeda sangat dingin dan cuek.


Tara yang mendengarnya pun merasa gemetar takut. Tapi dia tidak akan menyerah karena dia memang mencintai Roy.


"Sudah pergilah dari sini aku akan pergi ke rumah kamu selesai aku bekerja." Ujar Roy.


"Tidak Roy, aku akan menunggu kamu disini sayang, kita akan pergi bersama". Ucap Tara.


"Tidak keluarlah, kau membuatku terluka dan kamu masih bisa memanggilku sayang.. jangan pernah ucapkan kata itu lagi karena aku bukan siapa siapa kamu lagi."Ujar Roy dengan dingin.


Tara pun diam dan dalam sepersekian detik dia berteriak tidak terima, dia tidak mau diputuskan oleh Roy, namun apa yang mau dikata semua karena 1 kesalahan yang dia buat sendiri dan hubungan yang sudah terjalin pun usai.


Dengan langkah gontai Tara perlahan mundur dan pergi dari ruangan Roy dengan air mata yang mulai keluar dari matanya. Roy pun menghela nafas berat, kepalanya pusing hatinya hancur tidak karuan, dia sedih melihat Tara seperti ini namun dia harus tega karena dia begitu sakit jika mengingat apa yang dia lihat di kamar hotel waktu itu.


Sementara itu,


Vino dan Maria masing - masing terlarut dalam pikiran mereka, apa yang sebenarnya terjadi pada Roy kenapa tiba - tiba Roy mengambil keputusan yang drastis mengingat pernikahannya dengan Tara sebentar lagi, Vino dan Maria akan menyimpan hal ini dulu setidaknya mereka menunggu Roy untuk berangkat baru mereka akan bertindak mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya.


Ketika jam bekerja sudah berakhir banyak karyawan sudah pulang ke rumah dan Roy pun baru menyelesaikan pekerjaannya, Assisten nya pun masuk menemui Roy.


"Tuan muda apa anda akan pulang sekarang? saya sudah mempersiapkan mobilnya tuan". Ujar Assisten nya.


"Tidak, antarkan aku ke rumah keluarga Hudson, semakin cepat aku memutuskan ini semakin cepat aku bisa berangkat." Tutur Roy.


Akhirnya mereka berdua pun berangkat menuju kediaman keluarga Hudson. Roy sudah memantapkan hati untuk melepas Tara, meskipun berat namun Roy melakukannya karena dia tahu Tara bukanlah untuk dirinya.


Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam mereka pun tiba di kediaman keluarga Hudson. Roy pun turun sedangkan Assisten nya menunggu di dalam mobil.


"Tunggulah aku hanya sebentar."Ujar Roy.

__ADS_1


"Baik tuan muda."Tutur Assisten.


"Tok tok"


Pintu pun dibuka kan oleh ART kediaman keluarga Hudson. Roy pun bertanya apa Pak Nathan dan ibu Audi berada di rumah, ART pun mengiyakan dan menyuruh Roy untuk masuk dan menunggu terlebih dahulu, tak lama setelah itu Nathan dan Audi pun menemui Roy di ruangan keluarga.


"Halo calon menantu, lama tidak berjumpa bagaimana kabarmu?"Tanya Nathan.


"Halo Pa, kabar Roy baik, Roy baru saja selesai bekerja dan langsung ke sini karena Roy ingin menyampaikan beberapa hal penting."Ujar Roy mulai serius.


"Hal penting apa itu nak? Oh ya apa kamu sudah makan malam? jika Belum makan malam lah bersama kami." Tutur Maria lembut.


"Roy sudah makan malam ma, jangan khawatir, terima kasih atas tawarannya". Ujar Roy.


"Baiklah, lalu ada hal penting apa Roy? Apakah itu sangat penting nak?"Ucap Nathan penasaran.


"Sebelumnya Roy mau minta maaf kepada papa dan juga mama karena Roy mendadak mengambil keputusan ini, tapi Roy rasa keputusan yang Roy ambil ini adalah keputusan terbaik."Ucap Roy tegas.


Nathan dan Audi pun terdiam sesaat mendengar ucapan Roy, lalu kemudian mereka pun kaget dengan keputusan Roy.


"Memangnya apa Yang sudah terjadi Roy? kenapa kamu memutuskan pembatalan ini tiba - tiba? Apa kamu berniat mempermainkan putri kami?"Ucap Nathan tersinggung.


"Mohon maaf pa sebelumnya, Roy mengambil keputusan ini karena apa yang Roy lihat beberapa hari yang lalu itulah yang membuat Roy sampai harus merubah keputusan secara drastis."Ucap Roy dengan Sendu.


Roy pun menceritakan pada Nathan dan juga Audi tanpa mengurangi atau pun menambahkan apa yang terjadi di malam itu, Baik Nathan dan Audi pun merasa malu dengan apa yang diperbuat anaknya, mereka merasa gagal mendidik anak perempuan yang sangat mereka sayangi. Roy pun kemudian pamit pada Nathan dan juga Audi mereka pun menerima keputusan Roy dengan lapang dada dan mereka memohon maaf pada Roy, mereka berdua mengerti bagaimana perasaan Roy.


"Sekarang, antarkan saya ke rumah ya, saya ingin beristirahat dan mulai mempersiapkan keberangkatan saya menuju ke Denver."Ucap Roy pada Assisten nya.


"Baik, Tuan muda." Ucap Assisten.


Sesampainya di rumah Roy pun langsung menuju kamar tanpa menyapa Vino dan Maria yang sudah bersantai di ruang keluarga. Roy pun masuk ke kamar mandi dan membersihkan badannya. Mungkin dengan mandi nanti bisa mengurangi penat.


Selesai mandi Roy pun membaringkan tubuhnya Yang sudah lelah dan sebelum tidur dia selalu menyempatkan membuka ponselnya selain untuk mengecek pekerjaannya, dia juga melihat pesan yang masuk di hpnya. Dia pun menghubungi orangnya sebelum dia lupa.

__ADS_1


"Mulai besok kalian tidak perlu lagi mengawasi Tara, karena saya sudah tidak ada hubungan lagi dengannya. Apapun yang dia lakukan sudah bukan urusan saya. Apa kamu mengerti?"Ujar Roy tegas.


"Baik, Tuan muda laksanakan kami mengerti!!" Ujar orang kepercayaannya itu.


Setelah itu Roy pun tidur berharap besok akan lebih baik daripada hari ini.


Keesokan hari nya


Hari ini Roy sudah mulai mempacking baju dan juga barangnya dia sudah menentukan keberangkatannya ke Denver yaitu 1 Minggu lagi dan sebelum dia berangkat, dia akan menyelesaikan 1 masalah lagi yang menurut dia, setidaknya dengan menyelesaikan masalah tersebut dia menjadi lega dan tidak ada beban meninggalkan Indonesia.


Roy pun menghubungi wisma memintanya untuk bertemu. Wisma pun yang mendapat telepon dari Roy menyetujui pertemuan itu dia berpikir akan merendahkan Roy kembali.


Jam 11.00


Roy baru saja tiba di cafe kopi yang letaknya tidak jauh dari kantornya, Wisma pun melambaikan tangannya kepada Roy.


"Sudah lama tidak bertemu Tuan wisma." Ujar Roy dengan santai tapi penuh dengan aura kepemimpinannya.


Wisma sempat tertegun sesaat ternyata Roy sudah bukan Roy yang dulu dia bisa tindas dengan mudah, Wisma pun tidak ingin mencari masalah lebih jauh lagi. Dan Wisma pun tidak ingin bertele tele.


"Katakan ada apa kau menemui aku lagi? aku kira pada saat itu semua sudah jelas. Apalagi yang kamu inginkan?" Ujar Wisma pada Roy.


"Apakah kamu sudah pesan? aku akan pesan bila kamu belum pesan." Ucap Roy dengan santai.


"Cepat katakan saja tujuanmu menemuiku jangan bertele tele!!"Ucap wisma dengan jengkel.


Roy pun menghela nafas dengan berat dan dia sudah yakin dengan keputusannya kali ini. Lalu dia pun berkata


"Menikahlah dengan Tara kamu sudah mengambil apa yang paling berharga darinya, Bertanggung jawablah jika kamu memang mencintai dia, Aku akan menikah kan kalian sebelum aku pergi." Ucap Roy.


Wisma yang mendengar itu tersentak dan tidak menyangka Roy akan mengambil tindakan ini.


Bagaimana guys? Kasihan ya Roy tapi stay tune guys mohon comment dan like kalian ya setelah hiatus lama aku akan usahakan sering update untuk kalian. Terima kasih & see you in next chapter!!

__ADS_1


__ADS_2