Roy : The Fatboy Find True Love

Roy : The Fatboy Find True Love
Part 26 - Semakin Cinta


__ADS_3

Author mengingatkan di part ini banyak ke uwuan ya, jadi di ingatkan bijaklah dalam membaca. Terima kasih.


Tara terkejut saat mendengar ucapan dari Nenek Roy. Siapa yang tidak terkejut karena di rencana awal adalah menikah setelah kuliah, sekarang setelah kejadian ini pernikahan dirinya akan dipercepat setelah lulus SMA. Saat ini Tara tidak tahu harus mengucapkan apa karena dirinya dipenuhi dengan hati yang berbunga. Dia semakin tidak sabar untuk segera bersatu dengan Roy membentuk 1 keluarga kecil yang bahagia. Tara pun terus memandang Roy dengan tatapan penuh cinta, hangat. Roy pun yang menyadari pandangan Tara pada dirinya langsung memeluk erat dan memberikan ciuman di puncak kepala Tara berulang kali.


"Benarkah itu Nek? apa Nenek akan memajukannya setelah kami lulus SMA?"Tanya Roy memastikan sekali lagi pada Neneknya.


"Itu benar Cu, 100% benar."Jawab Nyonya Yani dengan mantap.


"Lalu bagaimana caranya aku menjalankan perusahaan nenek dengan aku harus kuliah?"Tanya Roy.


"Kamu bisa melakukannya sambil kuliah Nak, bukankah kamu sedang menjalani ujian keluarga?"Ujar Nyonya Yani.


"Iya Nek, Lalu apa hubungannya dengan ini semua?"Tanya Roy.


"Anggaplah ini adalah proses ujian keluarga itu, Nenek yakin kamu bisa nak."Ucap Nyonya Yani.


Roy hanya terdiam mendengar ucapan Neneknya. Dia pun mempertimbangkan semuanya, Tara yang melihat itu langsung memegang tangan Roy dan melihat wajah Roy seperti memberi kekuatan. Roy pun tersenyum pada Tara dan merasa hangat.


"Baiklah Nenek kalau begitu, aku akan mengikuti apa kata Nenek."Ucap Roy.


"Sekarang kembali lagi ke kamu Rainer, apa yang harus kita lakukan?"Ujar Nyonya Yani.


"Nenek ampuni aku, aku benar - benar menyesal telah melakukan semua ini tanpa berpikir panjang tentang resikonya."Ujar Rainer.


"Aku sadar apa yang coba kamu lakukan, aku benar - benar tidak percaya kamu memiliki niat yang seperti itu."Ujar Tara.


Ya, Tara merasa sangat marah karena dia merasa dibodohi oleh Rainer dan menyebabkan hampir retaknya hubungannya dengan pria yang dia cintai.


"Kamu berbohong padaku untuk memisahkan aku dari Roy, ku ulang kembali dan ingat ini baik - baik, bagaimanapun Roy nantinya aku akan selalu menemaninya, aku akan selalu ada di sisinya dan tidak akan pernah meninggalkan dia."Ucap Tara.

__ADS_1


Paman Ming yang berada di situ sangatlah malu dengan apa yang dilakukan anaknya, dia merasa malu telah membela pihak yang salah. Dan saat ini dia kembali memandang Rainer dengan tatapan kecewa sampai - sampai Paman Ming bingung harus berkata apa dan harus bagaimana.


Rainer hanya menghela nafas panjang dan dia berdiri menghampiri Roy dan Tara.


"Sepupu, maafkan aku ya, aku akui apa yang sudah aku perbuat itu salah dan aku menyesal sudah berusaha memisahkan kalian berdua. Mulai saat ini aku akan mendukung kalian dan akan membantumu bila kau berada dalam kesulitan."Ujar Rainer tulus pada Roy.


Para keluarga yang melihat hal itu sangat senang karena akhirnya masalah terselesaikan dengan baik, dan lega akhirnya masalah terpecahkan.


Roy pun berpamitan pada keluarganya untuk mengantar Tara pulang sekaligus memberitahu Nathan dan Audi tentang keputusan Nenek hari ini.


Roy dan Tara segera masuk ke mobil dan mulai melajukan mobilnya ke arah rumah Tara. Di tengah perjalanan Tara meminta Roy untuk tidak langsung pulang karena jamnya belum lah batas jam yang ditentukan papa dan maminya. Jadi Tara berpikir untuk menghabiskan waktu malam ini bersama Roy.


"Bolehkah aku meminta sesuatu malam ini?"Tanya Tara pada Roy.


"Apa yang kamu mau sayang?"Ujar Roy.


"Baiklah, kalau begitu kita sedikit berbelok okay lagipula aku ingin membawamu ke suatu tempat."Ujar Roy.


Tak lama setelah itu Roy pun melajukan mobilnya dengan cepat. Tara pun menyandarkan kepalanya di bahu Roy sambil memejamkan mata.


30 menit kemudian sampailah mereka di sebuah tempat yang indah dimana pemandangannya sangat menenangkan bagi siapapun yang pergi kesana.


Roy pun membangunkan Tara dan segera mengajaknya turun. Tara pun takjub dengan pemandangan yang dia lihat sekarang. Dia pun memegang tangan Roy melihat ke arahnya dengan penuh cinta. Roy pun memandang Tara dengan tatapan penuh cinta kemudian mengajak Tara untuk duduk di tempat duduk yang ada disana.


"Siapa yang menyangka kalau kita sebentar lagi akan menikah?"Ujar Roy membuka percakapan.


"Tapi aku sangat bahagia atas keputusan Nenek Yani tadi. Aku sudah tidak sabar untuk menjalani hidup ini bersamamu sampai tua nanti."Ucap Tara.


"Aku juga, aku akan melakukan yang terbaik setiap hari untuk membuat kamu bahagia, meskipun awalnya kita tidak memulai dengan baik tapi mulai pada saat aku resmi memintamu sejak saat itulah aku berjanji pada diriku sendiri untuk membuatmu terus bahagia sampai nanti kita menua bersama."Ucap Roy tulus.

__ADS_1


Roy pun perlahan maju menuju Tara, sedangkan Tara menutup matanya sambil menatap ke arah Roy. hingga akhirnya bibir mereka menyatu, Baik Roy ataupun Tara terbawa suasana di tempat itu hingga Roy mengakhirinya karena Tara tidak bernafas hingga Roy menyadarkannya. Tara tersenyum dan masuk ke dalam pelukan yang paling nyaman yaitu Roy, saat ini tidak ada yang lebih nyaman dari pelukan Roy.


Lalu mereka pun pulang ke rumah Tara sambil bergandengan tangan di dalam mobil, baik Roy maupun Tara mereka tidak ingin melepaskan satu sama lain karena mereka tahu mereka ditakdirkan bersama. Apapun rintangan yang akan dihadapi mereka sudah siap dan akan menghadapinya sama - sama.


Sesampainya di rumah Tara, Roy pun turun dan Tara mengajak Roy untuk mampir ke rumahnya dan memberitahu Nathan dan Audi tentang kejadian hari ini.


Audi dan Nathan pun menyambut mereka dengan senang karena melihat Roy dan Tara semakin mesra dari hari ke hari. Mereka pun segera duduk bersama dan Roy pun mulai menceritakan kejadian hari ini.


"Jadi begitu Pa, Ma. Nenek Yani sudah memutuskan bahwa Roy dan Tara akan menikah selepas kami lulus SMA, dan kami setuju. Bagaimana dengan Papa dan Mama? kalian setuju juga kan? kalian mendukung kan? Tara mohon Papa dan Mama mendukung keputusan kami ini."Ujar Tara dengan tatapan memelas.


Semula Nathan dan Audi hanya terdiam memasang wajah yang sangat datar. Kemudian keduanya langsung tersenyum cerah dan tertawa dengan keras. Tara dan Roy yang melihat pun merasa heran.


"Ada apa Mama dan Papa tertawa seperti itu? apakah ada yang lucu?"Tanya Tara.


"Tentu sayang kamu sangat lucu ekspresi wajah kamu sudah sangat memelas hingga Papa dan juga Mama memutuskan mengerjai kamu sedikit."Ujar Nathan yang di setujui juga oleh Audi.


"Kami mendukung keputusan Keluarga Besar Handoko jadi besok kami akan bertemu untuk membahas hari penting kalian berdua."Ujar Nathan.


Setelah itu Roy pun berpamitan pulang pada Keluarga Hudson dan melajukan mobilnya kembali ke kediaman Handoko.


.


.


.


.


Gimana Guys? Uwu nggak? jangan lupa like, vote, dan commentnya ya. Thank you.

__ADS_1


__ADS_2