Roy : The Fatboy Find True Love

Roy : The Fatboy Find True Love
Part 7 - Namanya Rainer


__ADS_3

Roy menelpon Vini yang merupakan paman dari Roy, Roy pun bukan ingin meminta bantuan karena mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari teman - temannya, tapi berhubungan dengan perusahaan papa nya. Iya Roy sedang belajar tentang perusahaan meskipun baru SMA tapi Roy perlahan mempelajari tentang perusahaan.


"Halo paman vini, apa kabar paman?". Tanya Roy.


"Kabar paman baik Roy, ada apa Roy? apa semua baik - baik saja?". Tanya Vini.


"Ehmm... semua baik - baik saja paman". Jawab Roy.


"Baiklah kalo begitu ada apa Roy?". Tanya Vini.


"Paman, papa menitip pesan bahwa nanti papa meminta om untuk menemuinya di perusahaan". Jelas Roy.


"Baiklah nak, nanti paman akan kesana jam 3 sore tolong sampaikan pada papa ya nak, karena paman harus mengurus beberapa hal". terang Vini.


"O ya, mulai besok sepupu kamu akan masuk di sekolah yang sama denganmu, besok pagi dia akan menjemputmu, paman harap kalian bisa saling menjaga satu sama lain". Terang Vini lagi.


"Baiklah paman, terima kasih paman". Jawab Roy.


Selesai menelpon pamannya, Roy pun berpikir besok pasti akan menjadi lebih berat karena orang itu sangat membencinya, bahkan tidak jarang orang itu membuat teman - teman Roy ikut membenci Roy.


"Aku harus kuat selama 3 tahun, aku yakin selama aku tidak membuat masalah pasti semua baik - baik saja.". Ucap Roy meyakinkan dirinya.


Keesokan harinya di sekolah Roy terlambat karena dirinya harus ke klinik dekat sekolahnya untuk mengobati luka - luka yang didapatnya dari pembullyan yang dia dapatkan kemarin. Sebelum ke kelas Roy pergi ke UKS terlebih dahulu untuk menitipkan obatnya di sana barulah Roy pergi ke kelas. Sesampainya di kelas Roy pun duduk di tempatnya, segera setelah dia duduk Wisma pun menghampirinya.


"Gimana? apa masih kurang yang kita berikan kemarin? masih mau lagi? HAHAHAHAHAHAHA dasar bodoh!!". Umpat Wisma pada Roy.


"Ditanya itu dijawab!! jangan diam saja kamu nggak punya mulut? dijahit mulutnya? apa bisu?". Umpat Hizkia.


"Yang kamu berikan itu nggak ada apa - apanya tahu!". Sentak Roy.


Wisma pun hendak melayangkan pukulan ke Roy tapi segera diurungkan karena bel masuk sudah berbunyi.


"Saved by the bell, You're lucky Roy". Ucap wisma sambil mengacungkan jari nya terhadap Roy.


Setelah itu pelajaran pun berlangsung seperti biasa, 10 menit kemudian barulah terdengar suara mobil yang bertenaga, siapapun yang melihatnya pasti terkejut bukan main karena mobil yang masuk di sekolah Roy saat ini adalah mobil sepupunya! anak - anak pun segera berlari ke parkiran untuk melihat siapa yang datang. Setelah banyak anak yang berkumpul turunlah orang yang selama ini sangat membenci Roy dan menganggap Roy lemah tidak berguna, padahal sebenarnya tidak seperti itu.


Tidak lama setelah itu turunlah orang tersebut dan tanpa aba - aba para cewek - cewek pun saling berbisik dan terkagum karena dia sangat tampan, atletis, tinggi. Lalu dia menangkap sosok yang dia cari - cari, iya dia mencari Roy. Roy yang melihat itu pun hanya diam saja sambil memberikan pandangan dingin kepada orang baru itu.

__ADS_1


"Lama tidak bertemu ya". Sapa orang itu.


"Masih ingat kamu rupanya". Jawab Roy dingin.


Dari percakapan sesingkat itu semua anak - anak kelas 10 B merasa penasaran bagaimana mungkin Roy mengenal anak baru itu apalagi mereka baru saja bertemu jadi tidak mungkin jika Roy tidak mengenalnya. Mereka pun cepat - cepat menyusun rencana lagi dan akan dilakukan sepulang sekolah.


Roy pun mengetahui teman - temannya sudah merencanakan sesuatu lagi. Dia pun berencana untuk pulang saja selesai sekolah, hari ini Roy merasa sangat lelah.


Anak - anak lainnya kembali ke kelas dan Roy terkejut bukan main ketika Roy mengetahui bahwa sepupunya itu 1 kelas dengannya. Roy pun membeku diam di tempatnya untuk sesaat.


" Perkenalkan namaku Marchiano Rainer Handoko Putra, salam kenal semuanya kalian bisa memanggilku rainer". Ucap Rainer.


"Baik, kalo begitu Rainer bisa duduk di bangku yang kosong disana ya". Ucap Ms. Pini


"Baik Ms terima kasih". Ucap Rainer


Tak lama setelah itu pelajaran kembali dilanjutkan oleh Ms. Pini. Siang itu bel pulang sekolah sudah berbunyi, Rainer pun langsung pulang dan Roy pun bergegas untuk pulang tapi sebelum sampai depan gerbang Roy pun ditarik oleh Hizkia dan Alex, akan tetapi Roy berusaha untuk berontak, Alex pun memukul perut Roy dan Roy pun pingsan.


Tidak lama setelah itu Roy pun tersadar dan dia di ikat kembali oleh teman - temannya, Wisma pun bertanya kepada Roy.


"Siapa Rainer, Roy?". Tanya Wisma.


Hizkia pun melayangkan tendangan ke badan Roy.


"UHUK UHUK untuk apa kamu menendang ku?". Tanya Roy.


"Jangan berpura pura aku tahu kamu kenal dia, kalo tidak kamu tidak akan berkata kata seperti tadi, sekarang cepat katakan siapa dia??". Tanya Wisma dengan geram.


"Dia bukan siapa - siapaku paham kamu percuma kamu memukulku dan menendangku seperti ini". Ujar Roy.


Tak lama masuklah seseorang yang baru saja dibicarakan oleh mereka semua, dan dia pun memasang wajah yang dingin dengan senyum yang menyeringai sangat jahat, bahkan teman - teman kelasnya yang baru juga merasakan hawa yang begitu negatif dari Rainer ini.


"Roy, ada apa ini?". Tanya Rainer dengan dingin.


"Tidak ada apa - apa bukan urusanmu pergi kamu dari sini". Jawab Roy.


"Apa kamu tidak memberitahu mereka siapa aku dan apa hubungan kita?". Ujar Rainer.

__ADS_1


"Apa aku saja yang akan memberitahukan kepada mereka semua?". Ujar Rainer lagi.


"Sebenarnya Roy adalah sepupuku, Kami tinggal terpisah dan aku baru saja datang ke sini hari ini untuk melanjutkan pendidikanku disini". Tegas Rainer.


"Wah, wah ternyata ada saudaranya, kenapa bedanya jauh seperti langit dan bumi?". Tanya Wisma.


"Diam kamu Wisma jangan banyak tanya". Ujar Roy yang langsung mendapat banyak pukulan dari Alex dan Anton karena terlalu banyak bicara.


"AAAAAAAAAARRRRRGGGGHHHH UHUK UHUK UHUK". Roy pun mengerang kesakitan kembali.


"Penyiksaan seperti ini apa kalian sering melakukannya?". Tanya Rainer.


"Iya kami sering melakukannya, apa kamu ingin bergabung? kami kesal melihat mukanya, sangat sok tahu". Ujar Alex.


"Baiklah begini saja, karena kalian semua adalah teman baruku, aku akan beri kalian masing - masing 10 juta untuk pukulan yang kalian berikan". Tawar Rainer.


Tentu saja mereka mau dan langsung melancarkan aksinya, Roy pun sangat menderita dan hanya bisa bertahan hingga pukulan ini selesai, dan Roy pun menahan semua rasa sakit yang dia rasakan semuanya, Roy pun hanya berharap dia bisa selamat dan tidak mati di tempat itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bagaimana dengan keadaan Roy? Stay tune ya temen - temen. jangan lupa like dan commentnya ya


__ADS_2