
Roy yang pingsan di teras rumahnya karena menderita luka yang disebabkan pembullyan itu ditemukan oleh para pembantu yang kebetulan saat itu mau membuang sampah. mereka terkejut melihat kondisi Roy yang bisa dibilang cukup parah. Lalu segera mereka memberitahukan kepada Alicia untuk segera menelpon dokter keluarga dan juga kedua orang tua Roy. Segera setelah menelpon dokter dan orang tua nya Alicia masuk ke dalam kamar Roy untuk melihat keadaan kakak tercintanya itu.
"Apa yang terjadi kak? kenapa kakak bisa sampai seperti ini?". Gumam Alicia.
Tanpa disadari Alicia air mata keluar dari kedua pelupuk matanya, dia sangat kasihan akan kondisi kakaknya itu. Tak lama kemudian Dr. Hensen datang menemui Alicia lalu segera memeriksa Roy.
"Nona alicia apa yang terjadi pada tuan muda Roy? kenapa bisa lukanya seperti ini?". Tanya Dr. Hensen.
"Saya tidak tahu dok, tadi bi imah yang menemukan kakak di depan teras rumah sudah pingsan". Jawab alicia.
"Kakakmu lukanya parah terutama di tangannya pergelangan tangannya retak jadi saya memasang gips untuk membantu pemulihan tulangnya". Jelas Dr. Hensen
"Terima kasih banyak Dok sudah mengobati kakak". Ucap Alicia.
"Sama - sama tidak perlu sungkan sudah menjadi tugas saya". Jawab Dr. Hensen.
Setelah itu Dr. Hensen berpamitan dan kembali ke rumah sakit untuk melanjutkan tugasnya karena ada pasien yang harus segera dioperasi. Tak lama setelah Dr. Hensen pulang orang tua Roy pun datang dan langsung menuju kamar Roy untuk melihat kondisi anaknya.
"Kakak kenapa bisa seperti ini?". Ucap Vino.
"Maafkan mami kak, mami jarang ada waktu untuk kamu dan selalu menekan kamu". Ucap Maria.
Sebenarnya Roy adalah anak dari Vino Handoko Putra dan Maria Selyn, yang merupakan pemilik dari perusahaan terbesar nomor 1 di Malang yaitu Handoko Corps. Handoko Corps sendiri sudah dikenal di berbagai negara itu sebabnya Vino dan Maria bisa sesukses sekarang. Namun, mereka tidak mau Roy dan Alicia mendompleng nama keluarga, mereka mau kedua anak mereka mandiri, tangguh, itu sebabnya Roy tidak pernah menggunakan fasilitas mewahnya, Roy lebih nyaman hidup biasa dan sederhana, sementara Alicia selalu mandiri meskipun sekolah masih diantar pak Arly namun dia tidak bergantung pada orang tua dan juga kakaknya.
Setelah itu Kedua ortu Roy meninggalkan kamar Roy untuk istirahat.
Besok pagi nya di kamar Roy, Roy mulai membuka matanya perlahan, dan mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar lalu dia sadar dia berada di rumahnya, lalu tak lama masuklah Maria dan juga Bi Imah.
"Hai kak, apa kakak sudah baikan? apakah ada yang masih sakit?". Tanya Maria.
__ADS_1
Maria saat ini sangat khawatir melihat kondisi Roy yang sampai saat ini pandangan matanya terasa kosong diajak bicara pun Roy hanya diam. Roy merasakan sakit di seluruh badannya, namun dia hanya diam saja.
"Tuan muda, mari makan dulu tuan ini Bi Imah sudah buatkan makanan kesukaan Tuan ayo dimakan tuan agar tuan muda pulih". Ucap Bi Imah.
"Saya tidak lapar bi". Ucap Roy namun tidak melihat ke arah Bi Imah.
"Kakak, bicaralah pada mami sayang apa kamu baik - baik saja nak?". Ucap Maria.
Sedangkan Roy hanya diam saja, bukan Roy tidak mau menjawab hanya saja saat ini pikirannya kosong, Roy tidak mau mengingat apapun yang ada saat ini adalah luka batin yang didapatnya sangatlah besar dampaknya.
Maria yang melihat anaknya seperti itu sangatlah sedih namun tidak bisa dipungkiri bahwa Maria dan Vino sangat menyayangi mereka hanya saja didikan yang mereka berikan kepada Roy dan Alicia berbeda. Roy sedang dipersiapkan untuk menjadi penerus Handoko Corps dan Alicia dipersiapkan sebagai pendamping Roy untuk menjalankan perusahaan tersebut.
Lalu Maria dan Bi Imah turun ke bawah menuju meja makan dimana sudah ada Alicia dan Vino menunggunya disana.
"Mana Roy ma? apa dia sudah sadar?". Tanya Vino.
"Sudah pa, tapi Mami tidak tega melihatnya dia seperti tertekan dan pandangan matanya kosong pa". Jawab Maria
Sementara Roy masih berdiam diri di kamarnya dan hanya melihat ke depan namun siapa yang tahu bahwa saat ini Roy sedang meyakinkan dirinya bahwa dia baik - baik saja.
"kenapa harus aku yang mengalami ini semua, aduh aku mikir apaan, tenang Roy kamu baik - baik saja tidak akan ada apa - apa". Batin Roy.
Setelah itu Alicia, Vino, dan maria selesai makan mereka berdiskusi dan memutuskan bahwa Maria akan tetap di rumah untuk membantu mengawasi Roy tapi tentu saja semua itu lewat Bi Imah, Bi Imah lah yang diberi tugas oleh Tuan dan Nyonya besar untuk memenuhi semua yang dibutuhkan Tuan muda untuk sembuh.
Setelah menyiapkan sarapan untuk Roy Bi Imah pun langsung menuju kamar Tuan Mudanya.
"Tuan Muda Roy, ini bibi bawakan sarapan untuk tuan, ayo makan tuan supaya cepat pulih". Ajak Bi Imah.
"Maaf bi, saya tidak lapar". namun setelah mengatakan itu "Kruuuuukkk" terdengar suara perut Roy yang memang dari semalam belum di isi makanan sama sekali
__ADS_1
"Tuh, kan bener perutnya aja bunyi ayo makan dulu tuan". Paksa Bi Imah.
Dengan telaten Bi Imah menyuapi Roy sedikit demi sedikit hingga makanannya habis setelah itu Roy meminum obatnya dan Bi Imah meminta Roy untuk beristirahat lagi. Setelah itu Bi imah turun ke bawah menuju dapur untuk menyiapkan makan siang.
Di saat yang sama Vino yang sedang berada di ruang kerjanya menelpon seseorang yang akan sangat penting di dalam hidup Roy nantinya.
"Apa anak mu itu sudah siap? aku hanya mau yang terbaik untuk anakku". Ucap Vino.
"Tenang saja Vino dalam beberapa hari ini Adam akan aku kirim ke sekolah anakmu itu untuk mendampingi sekaligus biar dia belajar supaya menjadi assisten pribadinya kelak". Ucap Mr. X
"Baguslah, untung semuanya masih sesuai rencana, yasudah kalau begitu akan aku tunggu kabar selanjutnya". Ucap Vino.
Setelah menutup telpon dari Mr. X, Vino memejamkan mata dia masih belum bisa melupakan pemandangan yang dia lihat kemarin dimana Roy terbaring di ranjang tidak berdaya dengan semua luka yang ada di sekujur tubuhnya. Dia pun menelpon sekolah Roy dan membuat janji dengan kepala sekolah.
"Pak Arya, apakah siang ini saya bisa bertemu? ada yang mau saya bicarakan dengan bapak". Tanya Vino.
"Baik bisa pak, jam 1 siang saya tunggu anda di sekolah". Ucap Pak Arya.
Setelah itu Vino pun melanjutkan pekerjaannya kembali.
Sementara itu di sekolah,
"Eh, kalian tahu kenapa Roy hari ini tidak masuk?". tanya Alex.
"Jelas tahu, siapatau saat ini dia sedang ketakutan dan takut untuk datang ke sekolah". Jelas Hizkia.
"Jangan - jangan dia koma lagi, karena kemarin kita sudah sangat parah membully dia bagaimana kalau dia kenapa - napa? Ucap Purnama cemas.
"kamu ini mikir apaan si Purnama, untuk apa peduli sama dia". Ucap Anton.
__ADS_1
"Sudah tenang saja, nanti jika dia masuk dan masih berani lagi lihat saja apa yang sudah aku siapkan untuk dia!!". Ucap tara dengan wajah menyeringai.
Jangan lupa vote, like, dan comment ya temen2 pembaca sekalian terima kasih.