Roy : The Fatboy Find True Love

Roy : The Fatboy Find True Love
Part 9 - Kejutan yang tidak terduga


__ADS_3

Roy pun tidak dapat mempercayai apa yang baru saja dia dengar dari mulut adeknya.


"Jadi papa dan mami sudah mempersiapkan perjodohan ini antara diriku dan Tara Hudson? tidak mungkin, ini tidak mungkin terjadi". Batin Roy.


"Alicia bisa saja dia bercanda, aku sudah berjanji padanya untuk pura - pura tidak tahu, apa yang harus aku lakukan". Gumam Roy sambil memegang kepalanya karena pusing memikirkan hal ini.


Tak lama setelah itu masuklah Vino ke kamar Roy, Vino melihat Roy seperti sedang memikirkan sesuatu, lalu Vino pun ikut memanggil Maria untuk pergi ke kamar Roy.


"Nak, ada yang mau papa dan mami bicarakan sama kamu." Ucap Vino.


"Nak, papa dan mami sudah sepakat untuk menjodohkan kamu dengan anak teman papa, anaknya sangat cantik tipe kamu banget lah". Ujar Vino mulai mempengaruhi Roy.


"Apa ini masih jamannya siti nurbaya pa, kenapa harus dijodohin sih? kan Roy mau cari sendiri pilihan Roy!". Ujar Roy protes.


"Kak, mami mengerti perasaan kamu, tapi mami dan papa melakukan ini untuk kebaikan kamu, perusahaan mereka sedang membutuhkan bantuan akan tetapi mereka tidak mendapat bantuan dimanapun, maka tadi mereka menemui papa dan mami, lalu mereka mengusulkan bagaimana jika diadakan perjodohan antara anak masing - masing keluarga, dengan begitu tidak akan ada yang dirugikan yang ada saling menguntungkan, Kakak paham maksud mami kan?" Terang Maria setelah menjelaskan maksudnya pada Roy.


"Kalo hanya demi perusahaan kenapa papa dan mami tidak memberikan bantuan dana kenapa harus melalui jalan yang ini dari sekian banyak jalan". Protes Roy.


"Mereka bisa saja menerima tapi mereka melihat perusahaan kita stabil dan mereka mau kita membantu perusahaannya supaya bisa stabil dan sejajar dengan perusahaan kita, toh ini juga buat kamu kak". Jelas Vino lagi.


"Tidak ada ruginya nak, kalau kamu menerima perjodohan ini, mami yakin sekali kamu dan dia cocok". Ujar Maria.


"Kasih waktu Roy untuk berpikir papa, mami, karena Roy masih sekolah. Roy mohon papa dan mami mengerti ya". Jawab Roy.


"Besok, hanya sampai besok waktu kamu kak untuk berpikir, karena lusa kita semua akan berjumpa dengan keluarga Hudson". Ujar Vino.


"Baiklah, terserah papa saja". Jawab Roy


Setelah itu Vino dan Maria keluar dari kamar Roy dan kembali ke kamar mereka.


"Apa papa yakin mereka mau dijodohkan? apa papa yakin dengan pilihan papa ini?". Ujar Maria.


"Papa sudah menyusun rencana sama Orang tua Tara agar baik Tara dan Roy setuju menerima perjodohan ini". Jawab Vino.


"Memang apa rencana papa?". Tanya Maria penuh dengan nada yang menyelidik.


"Sini papa kasitahu ma, tapi mama janji jangan kasitahu Alicia atau Roy ya ma, ini akan jadi rahasia kita berdua". Ujar Vino lagi.


"Iya pa, mama janji". Ucap Maria


Kemudian Vino membisiki Maria tentang rencananya dengan Keluarga Hudson, Maria memelototkan matanya dan menatap Vino dengan tajam. Vino yang sudah mendapat tatapan seperti itu dia mendapat sinyal bahaya kemudian langsung menenangkan maria dan meyakinkan bahwa tidak akan sampai terjadi hal yang tidak di inginkan tersebut. Hanya jebakan saja tidak lebih dari itu.

__ADS_1


Akhirnya Maria pun percaya dan mengikuti Rencana Vino ini. Sedangkan Roy malam ini tidak bisa tidur karena memikirkan hal yang benar - benar menurut Roy di luar dugaan dia. Akhirnya Roy pun memutuskan dipikirkan besok saja dan Roy pun tidur menuju alam mimpi.


Keesokan hari Roy yang baru bangun langsung menuju kamar mandi untuk mandi setelah itu bersiap - siap untuk ke sekolah tak lupa sebelum itu memberikan obat di badannya yang terluka. Setelah selesai bersiap - siap Roy pun turun ke bawah menuju meja makan dimana disana sudah ditunggu papa, mami, dan alicia.


"Pagi pa, pagi mi, pagi dek." Ucap Roy


"Pagi kak, jangan lupa hari ini papa tunggu di kantor kamu harus kasih jawaban kamu." Ujar Vino tegas.


"Baiklah pa, nanti kakak ke kantor."Jawab Roy.


Sedangkan mami memandang papa dengan senyuman penuh arti. Alicia hanya melihat orang tua nya dengan terheran - heran.


"Roy berangkat dulu papa, mami, adek sampai ketemu nanti malem." Ucap Roy sembari berjalan keluar menuju halte.


"Sesampainya di halte Roy menunggu bus sambil berpikir jawaban apa yang akan dia ambil. Roy pun masuk ke dalam bus dan bus pun berangkat menuju sekolah Roy.


Sesampainya di sekolah Roy pun berjalan menuju ke kelas, tanpa sengaja Roy berpapasan dengan Tara dan Tara hanya memelototi Roy sambil berlalu. Roy yang mendapat perlakuan begitu hanya diam dan memandang Tara sambil berpikir.


Sesampainya di kelas Roy pun dikejutkan Wisma dengan sebuah toyoran di kepala. Roy pun tidak bisa menghindar dari Wisma.


"Denger - denger mau dijodohin ya kamu?" Tanya Wisma.


"Nggak usah bohong kamu, aku tahu kok." Tegas Wisma.


"Oh, Yaudah gimana kalo kamu aja yang datang kesana buat gantiin aku?" Ucap Roy dengan geram.


"Kamu pikir aku mau? Nggak!! sama sekali jadi jangan coba - coba ganggu aku hari ini." Ucap Roy lagi.


Tanpa banyak omong Wisma pun melayangkan sebuah bogeman ke wajah Roy dan Roy pun tidak sempat menghindarinya sehingga Roy pun terkena bogeman tersebut. Dan Roy pun bangun kembali dan duduk di bangkunya, Wisma yang merasa diacuhkan kembali ingin memberi pelajaran pada Roy akan tetapi bel masuk sudah berbunyi sehingga Wisma pun mengurungkan niatnya untuk melanjutkannya.


Sepanjang pelajaran Roy tidak dapat fokus mengikuti pelajaran karena dia masih memikirkan jawaban apa yang harus diberikan pada papa disaat dia pun mendapat ancaman dari pacar Tara yaitu Wisma dan Tara pun tampaknya tidak tertarik dengan perjodohan ini. Itulah yang ada di dalam pikiran Roy saat ini.


Tak lama setelah itu jam istirahat pun berbunyi dan Roy cepat - cepat pergi ke kantin untuk membeli makanan dan minuman untuknya lalu dia pun pergi menuju halaman belakang sekolah. Dia pun makan sambil memikirkan semuanya apa yang akan dia pilih. Tak lama kemudian handphone Roy berbunyi ada yang telpon.


"Halo."


"Oi bro, lu mau lamaran ga bilang - bilang, are you really gonna take it bruh?" Ucap Sahabat Roy disana.


"Iya, aku masih belum tahu apakah aku menerima nya atau tidak."Jawab Roy.


"Terima saja bro, aku yakin kamu nggak akan menyesal, aku sudah tahu apa yang kamu alami disana." Ucap sahabat Roy.

__ADS_1


"Baiklah bro, nanti aku ke kantor untuk memberi jawaban ke papa". Ucap Roy


"Sudah dulu ya bro, nanti ku sambung lagi ya." Ucap Roy langsung mematikan Telponnya.


Lalu Roy kembali ke kelas dan bersiap untuk memulai pelajaran lagi. Selama mengikuti Roy tidak dapat fokus hingga pelajaran pun usai.


Lalu Roy segera pergi dari sekolah sedangkan teman - teman nya yang lain hanya diam sambil melihat sinis dan juga tidak senang kepada Roy.


Roy naik bus kembali menuju kantor papanya. Sesampainya di kantor Roy disambut Sekretaris Vino dan langsung mengajak Roy naik menuju ruangan Vino. Roy sudah sampai di depan ruangan Vino lalu Roy segera mengetuk Pintu dan masuk ke dalam.


"Halo kak, bagaimana sekolahnya?"Tanya Vino.


"Baik - baik aja kok pa lancar semua." Jawab Roy.


"Jadi bagaimana Roy?" Tanya Vino serius.


"Hahhhhhh, baiklah pa Roy akan menerima perjodohan itu akan tetapi Roy tidak mau ada yang tahu termasuk teman - teman sekolah, Roy juga menerima ini untuk perusahaan mereka saja bukan atas dasar cinta."Ucap Roy tegas.


"Baiklah kak terserah kakak saja." Jawab Vino.


Vino pun langsung menghubungi Orang tua Tara Hudson dan merencanakan untuk pertemuan besok, sedangkan Roy berharap keputusan yang dia ambil benar.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bagaimana nasib Roy selanjutnya? Akankah ketahuan? Bagaimana dengan Tara? Akankah dia menerima perjodohan itu? Stay tune guys jangan lupa like, vote, comment okay see you again.

__ADS_1


__ADS_2