
"Ke... na... pa... ka... mu... me... m... be... la... ku?" Tanya Roy perlahan pada Tara.
"Huhuhu maafkan aku Roy aku sudah melakukan kesalahan, tolong lepaskan Roy sudah cukup lihatlah apa kalian ingin dia mati?" Tanya Tara masih menangis.
Dengan sangat terpaksa teman - teman Roy pun melepaskan ikatan Roy dan Roy pun jatuh tidak dapat menyanggah badannya karena terluka cukup parah, Tara pun dengan sigap memeluk Roy dan menangis lagi cukup kencang karena dia tidak tega melihat Roy dengan keadaan yang begitu mengerikan bagi Tara. Teman - teman yang lain pun satu persatu meninggalkan gudang hanya tersisa Tara, Roy, dan Wisma yang geram melihat Tara memeluk Roy. Wisma yang emosi pun langsung menarik tangan Tara untuk menjauh dari Roy.
"Apa kamu sadar yang kamu lakukan sayang!! apa - apaan kamu!!"Bentak Wisma dengan suara menggelegar karena dia tidak dapat menahan emosi dan rasa cemburunya.
"Kamu itu pacar aku bukan Roy jadi stop peduli sama dia mengerti kamu!!" Tegas Wisma pada Tara yang tidak melihat ke arah Wisma namun tatapan Tara tertuju pada Roy yang saat ini tergeletak dan pingsan.
Wisma yang melihat Tara seperti itu semakin emosi dan langsung mencengkram bahu Tara dengan erat dan memaksa Tara untuk melihat Wisma.
"LIHAT AKU TARA HUDSON!!! AKU INI PACAR KAMU BUKAN ANAK SIALAN ITU!!"Tunjuk Wisma ke arah Roy.
"LEPASKAN AKU WISMA, SAKIT TAHU!!" Bentak Tara pada Wisma yang membuat Wisma terkejut dan membulatkan matanya, dia tidak percaya bahwa Tara mampu membentaknya hanya karena pria lain yang cupu, badan gemuk, bodoh. Wisma pun terdiam untuk sesaat kemudian bertanya lagi pada Tara.
"Apa kamu benar - benar menyukai Roy?? bukankah itu hanya sebatas perjodohan kan? kamu masih milikku kan Tara?" Ucap Wisma.
"Maaf Wisma, tapi aku ingin kita putus cukup sampai disini sudah cukup aku merasa bersalah sama Roy, kasihan dia yang tidak ada salah apa - apa kita semua membuatnya menderita selama di sekolah ini." Ujar Tara.
"Kamu pasti bercanda kan? ga mungkin kamu minta putus begini kan aku ga akan ngelepas kamu untuk dia!! paham kamu!!" Bentak Wisma tidak terima.
Tara melepaskan tangan Wisma yang masih mencengkram bahu Tara kemudian dia meninggalkan Wisma dan menuju Roy dan membawa Roy pergi dari situ. Wisma hanya bisa menatap Tara yang sudah semakin menjauh darinya, kemudian Tara segera memesan taxi untuk menuju rumah sakit dan dia menelpon orang tuanya dan juga orang tua Roy untuk bertemu di rumah sakit.
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit Tara pun bergegas bersama suster dan dokter disana lalu Roy segera memasuki ruangan ICU. Tara hanya bisa menunggu dia takut, cemas, khawatir campur aduk rasanya, dia merasa bersalah dan bingung bagaimana caranya untuk menjelaskan apa yang terjadi pada Roy. Tak lama kemudian orang tua Roy dan orang tua Tara tiba di rumah sakit langsung menuju ke Tara terlihat disana Tara hanya termenung dengan air mata yang terus keluar tanpa suara.
"Sayang, bagaimana keadaan Roy?" Tanya Vino.
"Tara nggak tahu om, Roy daritadi masih dirawat dokter Tara takut om." Ujar Tara.
"Tenang ya sayang kita tunggu dokternya ya tante yakin Roy baik - baik saja." Ucap Maria meyakinkan Tara.
"Nak, kita berdoa ya semoga Roy baik - baik saja." Ucap Audi sambil memeluk untuk menenangkan Tara.
Tak lama kemudian Dokter Hensen pun keluar dari ruangan ICU.
"Siapa di sini keluarga dari Pak Roy?" Ucap Dokter Hensen.
"Kita semua Dokter keluarganya." Jawab mereka serempak.
"Lalu apa sekarang Roy sudah sadar Dok?" Tanya Tara cemas.
"Untuk hal itu saya mohon maaf sebelumnya tapi untuk saat ini belum karena pengaruh obat penenang agar dapat beristirahat dengan baik." Ujar Dokter Hensen.
Semua keluarga disana lega mendengarnya tak lama kemudian Roy keluar dari ruang ICU dan dipindah ke kamar inap VVIP agar Roy dapat beristirahat dengan tenang tanpa ada gangguan dari pasien lain. Kemudian di kamar itu sudah ada Vino, Maria, Nathan, Audi, dan Tara yang menunggu Roy sadar. Lalu Tara pun diminta pulang agar dia bisa beristirahat awalnya Tara keberatan dan bersikeras ingin menjaga Roy di rumah sakit akan tetapi karena besok sekolah maka Vino menyarankan agar Tara datang sesudah pulang sekolah dan Tara pun menyetujuinya karena dia pun ingin membuat perhitungan dengan anak - anak kelas 10B yang sudah menyiksa Roy hingga keadaannya seperti itu. Tara pun pulang bersama Nathan dan Audi, tapi sebelum pulang Tara minta pada Vino dan Maria untuk menghubungi dirinya jika ada apa - apa pada kondisi Roy dan mereka pun menganggukkan kepala setuju.
Tinggalah Vino dan Maria di rumah sakit dan mereka nampak sedih dengan kondisi anak mereka, mereka masih belum mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Roy, mereka pun berencana untuk mendatangi sekolah Roy besok pagi.
__ADS_1
Keesokan harinya Roy masih belum sadar dan hal ini membuat Vino dan Maria khawatir akan keadaan Roy kemudian Dokter Hensen datang karena memang pagi itu jadwal Dokter Hensen visiting untuk memeriksa keadaan Roy. Setelah memeriksa Roy, Vino dan Maria pun menanyakan bagaimana keadaan Roy kenapa sampai saat ini masih belum sadar dan Dokter Hensen mengatakan bahwa saat ini Roy dalam keadaan koma dan hal itu pun membuat Maria lemas dan langsung menangis, Vino pun tidak mengerti mengapa bisa seperti ini dan mereka hanya bisa berdoa supaya Roy cepat bangun dari tidurnya. Nathan dan juga Audi sudah tahu hal ini dari Vino dan mereka bingung bagaimana cara mereka untuk memberitahu Tara tentang hal ini.
Sementara itu di sekolah, semua anak - anak kelas 10B sangat bahagia dengan tidak masuknya Roy mereka merasa 1 pengganggu kecil sudah tidak ada dan tiba - tiba muncullah Tara dan langsung menuju Wisma, tiba - tiba Tara langsung menampar Wisma dan hal tersebut membuat mereka semua diam dan melihat ke arah Tara dan Wisma. Wisma pun tidak terima dengan perlakuan Tara dan langsung marah.
"APA - APAAN KAMU DATANG - DATANG MAIN TAMPAR!!" Bentak Wisma pada Tara.
"Dasar Cowok ga tahu diri!! pengecut beraninya menyiksa pada saat dia sudah tidak berdaya!! Aku tidak akan memaafkanmu bila terjadi sesuatu pada Roy." Ucap Tara penuh penekanan.
Tara pun meninggalkan Wisma yang diam saja sambil memandang Tara yang keluar dari kelasnya. sorenya ketika pulang dari sekolah Tara segera menuju rumah sakit untuk menjaga Roy.
Sesampainya di rumah sakit Tara terkejut melihat Roy yang masih belum sadar dan Vino, Maria, Nathan, dan Audi memberitahu Tara yang sebenarnya dan Tara pun lemas setelah mendengarnya, dia pun langsung menghampiri Roy dan menangis sesenggukan di sampingnya.
"Maafkan aku Roy hiks... hiks... hiks... kalau saja saat itu aku datang lebih cepat mungkin tidak akan separah ini." Ucap Tara menyesal.
"Kenapa di saat aku sudah mulai menyukaimu, malah terjadi hal yang seperti ini? aku bahkan masih berusaha mendapatkan hati, kepercayaanmu, bangunlah aku akan berusaha lebih keras lagi dan akan menjagamu selalu." Ucap Tara
.
.
.
.
__ADS_1
.
Kapan Roy akan sadar? Stay tune ya readers, jangan lupa vote, like, comment ya.