Roy : The Fatboy Find True Love

Roy : The Fatboy Find True Love
Part 6 - Sedikit Berubah


__ADS_3

Keesokan harinya Roy bersiap - siap untuk ke sekolah hari ini dia sudah memutuskan untuk masuk sekolah karena Roy tidak mau ketinggalan banyak dalam pelajaran. Lalu setelah selesai bersiap Roy turun ke bawah menuju meja makan dimana disana sudah ada Papa, Mami, dan Alicia.


"Kak, bagaimana kondisi kakak? apa kakak yakin kakak akan masuk sekolah hari ini?". Cecar Alicia.


"Sudah mendingan sayang, jangan khawatir ya, kakak baik - baik saja". Jawab Roy.


"Nak, kalau ada apa - apa segera hubungi papa ya, papa akan membantumu nak, dan ceritalah ke papa atau ke mami bila kamu ada masalah nak, jangan di pendam sendiri". Ujar Vino.


"Kerasukan apa papa sampai bisa seperti ini? aneh sekali, aku iyakan aja biar cepet". Gumam Roy dalam hati.


"Iya, pa kalau begitu Roy berangkat sekarang". Jawab Roy.


"Biar Pak Arly mengantarmu nak, kamu baru pulih untuk hari ini biar diantar pak arly ya". Ucap Maria.


"Tidak usah mami, Roy baik - baik saja Roy berangkat dulu". Jawab Roy.


Roy pun langsung pergi menuju halte menunggu bus yang biasa dia naiki menuju sekolah. Tak lama kemudian bus pun datang dan Roy langsung naik mencari tempat duduk, setelah mendapat tempat duduk Roy pun tampak berpikir soal kejadian kemarin yang sebenarnya cukup mengguncang diri Roy tidak ada yang tahu hanya Roy sendiri yang tahu dan cukup merasakan seperti itulah Roy, dia tidak akan menunjukkan sisi lemahnya sisi rapuhnya di hadapan semua orang, seperti memiliki 2 pribadi namun di saat ini, Roy bertekad mulai membentuk pribadi baru yaitu pribadi yang cuek dan dingin. Roy berharap hari ini tidak akan terjadi apa - apa.


15 menit kemudian


Roy sampai di sekolah sebelum memasuki gerbang sekolah Roy mulai memasang wajah dan ekspreksi sedingin yang dia bisa, lalu dia berjalan masuk ke dalam langsung menuju kelas. Sesampainya di kelas Roy langsung duduk di tempatnya memasang headset untuk mendengarkan lagu dan membaca pelajaran bahasa inggris karena ada ulangan harian hari ini, tak lama kemudian masuklah Tara beserta antek - anteknya untuk menyapa Roy.


"Wah wah wah, coba lihat ini gengs si anak baru kemarin sudah masuk lagi!" Ujar Tara menyeringai.

__ADS_1


"Iya tuh, kayanya budek lagi pake headset bisa aja dia nggak mendengar apa - apa". Jelas Citta.


"Lihat dia hanya diam saja". Ujar Felicia.


Sementara Roy yang diam saja sudah mengetahui Tara dan teman - temannya datang ke kelas 10B tapi Roy hanya diam saja karena dia tidak mau mencari masalah lagi. Namun, teman - teman kelas 10B hadir dan begitu terkejutnya mereka melihat Roy sudah masuk sekolah lagi, mereka berpikir bisa saja Roy tidak masuk 1 minggu bahkan lebih karena apa yang mereka lakukan pasti berdampak pada mental Roy. Tetapi, mereka semua berusaha memendam rasa terkejut mereka. Mereka pun berbisik - bisik satu sama lain.


"Heh, coba lihat dia sudah masuk lagi, apa kurang kali ya?". Tanya Hizkia.


"Ayo kita susun lagi, tapi sambil menyusun kita tekan kecil - kecilan dulu biar sedikit tapi berdampak pelan - pelan lalu kasih 1 pukulan telak, kali ini aku ingin mentalnya benar - benar hancur". Ujar Wisma.


"Sepertinya menyenangkan, sebentar bukankah itu pacarmu wisma?". Tutur nadia sambil menunjuk ke arah Tara dan Roy.


Wisma yang melihat ke arah yang ditunjuk oleh Nadia seketika gelap mata dan dipenuhi emosi, Tara yang mengetahui Wisma dia paham bahwa Wisma akan menyerang Roy lagi maka dia cepat - cepat menyingkir dari kelas 10B. Setelah itu Wisma langsung menendang kursi Roy sehingga Roy terjatuh dan tidak sengaja membentur meja untung saja dia tidak terluka tapi Roy bangun dan memandang Wisma dengan tajam.


"Hey, bodoh apa kamu lupa yang aku bilang? jangan dekati pacarku!!". Tutur Wisma geram.


"Sudah Roy mengaku saja, kamu jangan macam - macam disini kita ber 12 kamu sendiri, paham kan MAKSUDNYA KITA?". Tukas Jonathan.


Roy yang mengerti maksud Jonathan tersebut langsung diam dan dia hanya menajamkan pandangannya ke teman - teman kelasnya lalu kembali duduk di tempatnya tadi. Lalu Wisma menoyor kepala Roy dengan kesal. Setelah itu Guru pun masuk dan pelajaran pun dimulai.


Tak terasa jam istirahat pun berbunyi dan Roy pun keluar menuju kantin. Sesampainya di kantin Tara dan Wisma kembali berulah disana. Mereka meminta uang pada setiap teman - temannya akan tetapi tidak ada 1 pun yang mau memberi akhirnya setelah melihat Roy disana Wisma pun langsung menodong Roy untuk meminta uangnya.


"Berikan uangmu cepat jangan banyak protes". Ujar Wisma.

__ADS_1


"Aku...". Belum sempat Roy menjawab Wisma sudah memeriksa setiap kantong seragam Roy dan mengambil semua uang yang Roy bawa pada hari itu.


Roy pun hanya diam saja bukan karena tidak mau melawan akan tetapi dia merasa kejadian baru saja sangat mirip dengan yang dia alami di masa lalu. Roy terdiam di sana untuk beberapa saat sebelum dia berjalan pelan menuju kelas. Pikirannya kosong kembali tangannya gemetar memori - memori mengerikan semuanya kembali lagi, Roy pun kembali ke kelas dengan perasaan yang tidak dapat dijelaskan, dan selama pelajaran berlangsung Roy tidak dapat konsentrasi sama sekali pikirannya menerawang jauh dipenuhi dengan kejadian - kejadian masa lalu yang sampai saat ini masih menghantui Roy dan tanpa disadari dari semua itu telah memberikan efek yang cukup mengerikan tapi bukan untuk saat ini.


Bel pulang sekolah pun berbunyi namun Roy tidak pulang akan tetapi dia dibawa menuju belakang sekolah oleh Wisma, Ernes, Alex, Jonathan, Anton, Hizkia.


"Hajar dia tapi ingat jangan menyerang wajahnya!". Kata Hizkia.


"Semua mendapat bagian untuk memukul jadi puaskan jangan kasih ampun". Tutur Wisma.


"AKKKKHHHHHHH UHUK UHUK UHUK". Roy mengerang kesakitan setelah beberapa serangan yang dilontarkan para teman - teman kelas yang cowo.


"Kalian... benar - benar... uuuhhh...". Roy tidak dapat melanjutkan bicaranya karena lehernya dicekik oleh Wisma dan yang lainnya tertawa melihatnya.


"Dengar baik - baik, jangan sok - sok polos ya keluarkan aslimu aku muak liatnya dan ingat 1 hal jauhi TARA HUDSON dia milikku dia PACARKU!!". tutur Wisma tajam.


"Tapi... jika dia memilih orang yang lebih pantas dari kamu bagaimana? hahahahaha". Tutur Roy lemas.


"BRUGGGGGHHHHHH!!!". Wisma pun memberi pukulan telak di badan Roy dan Roy pun hanya bisa menahan rasa sakitnya seperti biasa.


Di pikiran Roy saat ini terputar kembali dimana saat itu dia terbaring lemah di lantai dan ada temannya yang memberikan pukulan seperti di acara gulat yang sering Roy tonton dulu dan saat ini sekarang ini Roy mengalaminya kembali. ternyata perubahan sedikit yang Roy terapkan tidaklah berhasil hanya menambah masalah.


Setelah ditinggalkan teman - temannya, Roy pun mengangkat telponnya menelpon seseorang yang penting untuk Roy....

__ADS_1


Siapakah dia?


Gimana di part 6 ini? jangan lupa like, vote, comment ya guys


__ADS_2