
Roy yang mendengar kata - kata dari papanya mulai memikirkan semuanya, Vino pun meninggalkan anaknya untuk berpikir dan mengambil keputusan. Vino percaya pada Roy dia bisa mengambil keputusan yang benar.
Tak lama setelah itu Roy pun keluar mencari angin lalu berhenti di sebuah minimarket, Roy pun turun dan masuk ke dalam minimarket tersebut, dia mencari kopi kaleng dan camilan untuk dirinya bisa memikirkan keputusan yang akan dia ambil ke depannya karena ini akan sangat berpengaruh pada hidupnya.
Yang Roy sadari adalah saat ini sudah bukan saatnya dia galau, hancur, justru harus dia tunjukkan bahwa dia bisa meskipun tidak ada lagi Tara, dia harus bisa berdiri di atas kakinya sendiri, Setelah dirasa cukup duduk dan menghabiskan semuanya Roy pun kembali ke rumah dan beristirahat. Dia berpikir besok dia akan memberitahu Vino dan Maria keputusan yang dia ambil.
Keesokan harinya, Roy pun pagi - pagi sekali bangun tidur kemudian mandi, setelah itu Roy pun menuju ke dapur untuk membuat sarapan, Para pembantu yang melihat Tuan mudanya ke dapur merasa senang karena mereka bisa melihat keahlian memasak Roy.
Roy pagi ini memasak menu sarapan "American Breakfast" untuk Vino, Maria, dan Alicia juga, bahkan para pembantu pun kebagian juga membuat mereka betah bekerja pada keluarga itu karena mereka tidak pernah membedakan status orang² dan selalu baik terhadap semua orang.
Tak lama kemudian Alicia lebih dulu turun menghampiri kakaknya. Dia langsung mendekati Roy dan memeluk Roy dari belakang.
__ADS_1
"Terima kasih kakak sudah dibuatkan sarapan". Ujar Alicia.
"Sama sama sayang ayo kita ke meja makan." Ucap Roy.
Kemudian Vino dan Maria pun menyusul kedua anaknya yang sudah lebih dulu menuju meja makan.
Selesai sarapan, Roy pun mengajak Semuanya ke ruang keluarga.
"Merubah penampilan bagaimana sayang? kamu itu sudah tampan, mama tidak setuju kak." Ujar Maria.
"Ma, kakak mengalami ini semua karena kakak kurang menarik ma, Kakak pun mulai tidak nyaman ingin merubah semuanya ma, kakak mohon ijinkan kakak mam." Ucap Roy sungguh - sungguh.
__ADS_1
Vino dan Maria menatap Roy dengan tajam seolah mencari kebohongan di wajah Roy namun mereka tidak menemukan itu.
Vino pun menghela nafas berat melihat anak sulungnya ini.
"Baik, papa beri waktu 4 bulan untuk kamu berbenah kak, kemudian kamu berangkat ke Denver, dan sementara ini kamu akan kerja dari rumah dan mempelajari perusahaan yang ada di Denver supaya nanti ketika kamu kesana dan memimpin disana kamu sudah tahu apa yang harus kamu lakukan dan apa saja yang perlu dibenahi disana kak."Ujar Vino panjang lebar.
Roy dan lainnya mengangguk setuju setelah mendengar tindakan yang diambil Vino. Vino pun bertanya kembali pada Roy kapan Roy ingin memulai, dan Roy pun dengan mantap meminta besok akan memulainya.
Vino pun beranjak dari ruang keluarga dan langsung membantu Roy mempersiapkan semua yang dibutuhkan Roy karena besok dia akan mulai bekerja dan merubah penampilannya agar lebih bagus dan lebih tampan.
Keesokan hari nya, Roy diminta Vino untuk datang ke Gym pribadinya, disana sudah ada trainer khusus untuk membentuk badan Roy, kemudian ada guru bela diri wing Chun, Karate, semua di siapkan dengan baik oleh Vino dan dia ingin anaknya mendapatkan yang terbaik.
__ADS_1
Hayo, kira kira bagaimana ini program perubahan Roy? Bakal sekeras apa ya? Stay tune Guys. Di bagian akhir nanti akan ada info selanjutnya untuk kisah Roy. Nantikan!!