Roy : The Fatboy Find True Love

Roy : The Fatboy Find True Love
Part 8 - Bertahanlah Roy!!


__ADS_3

Roy yang menerima banyak pukulan dari teman - temannya dengan sekuat tenaga menahan semua rasa sakit yang dia rasakan. Diapun melihat ke arah Rainer yang sudah memasang wajah puas, ya Rainer merasa puas melihat Roy yang disiksa oleh teman - teman kelasnya. setelah beberapa saat Rainer pun menghentikan teman - teman kelasnya.


"Berhenti!! sudah cukup, aku memang kejam tapi aku tidak sekejam itu untuk membunuh sepupuku sendiri, setidaknya tidak untuk sekarang". Tegas Rainer dengan wajah menyeringai.


"HAH HAH HAH HAH, Segini saja kah kemampuanmu Rainer?". Tanya Roy.


"Roy, aku akan memberikan kamu bully yang belum pernah kamu alami, jauh dari bayanganmu selama ini, aku benar - benar akan membuatmu merasa seperti di neraka selama 3 tahun ini". Tutur Rainer.


Tidak ada yang tahu pasti termasuk orang tua Roy Vino dan Maria bahwa Roy bisa saja membalas mereka semua, jika Roy mau dia bahkan bisa membayar lebih besar daripada Rainer, akan tetapi dia tidak melakukannya, Roy tidak suka menggunakan kekerasan apalagi hanya untuk menyiksa seperti yang dia alami saat ini.


"Bertahanlah, sebentar lagi semuanya akan selesai. Aku tidak akan melupakan ini kalian akan merasakan balasannya. Aku berjanji". Tegas Roy dalam hati.


"DOK DOK DOK DOK , SIAPA DI DALAM GUDANG KENAPA DIKUNCI??!! HEYY BUKA PINTUNYA". Tiba - tiba terdengar suara guru yang kebetulan mendengar suara seperti pukulan dan anak yang mengerang kesakitan.


Anak - anak kelas 10B dan juga Rainer pura - pura memasang wajah sedih dan segera melepas ikatan Roy yang sudah babak belur itu.


Tak lama setelah pintunya terbuka.


"ASTAGA APA APAAN INI, KALIAN MENYIKSA ROY?". Tanya Guru tersebut dengan matanya memandang tajam ke semuanya.


"Tidak pak, kami tidak mungkin melakukan hal yang seperti itu pada teman kami sendiri". Ujar Wisma.


"Roy apa kamu tidak apa - apa?". Tanya Rainer.


"Cepat bawa dia ke rumah sakit!". Teriak Rainer pura - pura panik.


Roy pun berdiri dan menghempaskan tangan Rainer dan Wisma yang membantu Roy berdiri kemudian Roy pun menoleh kepada mereka.


"Bagus sekali akting kalian aku acungi 2 jempol untuk kalian". Ucap Roy


Anak - anak lain pun hanya terdiam mendengar ucapan Roy, mereka tetap pada pendirian mereka bahwa mereka tidak suka Roy dan ingin menyiksanya selama 3 tahun ke depan atau sampai masa SMA selesai.


Sementara itu dari atas Tara tampak memperhatikan Roy, jauh di dalam lubuk hatinya Tara merasa bersalah tapi Tara tidak mau mengakui dan segera berlalu masuk ke kelasnya lagi. Dia tidak mau ambil pusing dan kembali pada pendiriannya sejak awal melihat Roy yaitu keinginan untuk menyiksa, membully Roy bagi Tara itu merupakan kesenangan tersendiri. (Huuu.... belum tahu aja kamu Tara, si Roy kaya gimana, ntar kalo tahu nyesel ups author hanya ngebatin).


Roy pun berjalan pelan - pelan meninggalkan semuanya, dia mengambil tas nya kemudian berjalan lagi keluar dari sekolah. Sedangkan teman - teman kelas 10B berjalan keluar dari gudang menuju kelas mereka untuk mengambil tas mereka. Ketika sampai di kelas terlihat ada Tara yang menunggu Wisma, dan Wisma pun menghampiri Tara.

__ADS_1


"Sayang udah lama nunggunya?". Tanya Wisma


"Nggak kok, kalian habis darimana?". Ujar Tara


"Nanti saja aku akan kasitahu kamu, aku mau ambil tas dulu setelah itu kita keluar makan ya sayang". Ucap Wisma lalu mengelus kepala tara pelan.


Sedangkan Roy saat ini sudah berada di tempat tunggu bus, dia melamun dan berkata pada dirinya sendiri.


"Apa aku harus mulai membalas mereka? aku tidak mungkin seperti ini terus selama 3 tahun". Batin Roy


"Ingat Roy papa harap selama 3 tahun di SMA ini jangan berbuat kekacauan seperti di SMP dulu, kamu memang kuat, apalagi kamu sudah belajar aliran itu kan seperti tokoh idola kamu, papa harap kamu bisa menggunakannya dengan bijak, kalau tidak papa akan mencabut semua yang kamu punya, mengerti Roy?". Ucap Vino.


"Mengerti pa". Jawab Roy.


Iya selama 3 tahun Roy harus menjalani ujian tahap pertama dari Vino dan juga Maria, mereka berdua mempersiapkan Roy dari sekarang untuk nantinya mengambil alih perusahaan mereka, itulah kenapa mereka sangat keras pada Roy sebenarnya Vino dan Maria tidak tega melakukan ini tapi mereka harus demi masa depan anaknya mereka rela menjadi jahat asal Roy berhasil.


Lalu Roy pun tersadar dari lamunannya karena bus sudah datang dan Roy pun naik ke bus tersebut untuk pulang. Sesampainya di rumah Roy segera masuk lewat pintu belakang meminta tolong pada Bi Imah untuk mengobati lukanya.


"Tuan muda kenapa dengan wajah anda? ini badan Tuan juga kenapa? apa Tuan di ganggu oleh teman - teman di sekolah?". Tanya Bi Imah.


"Sebentar Bi Imah ambil kotak P3K dulu, tunggu disini."


"Bibi, berjanjilah bibi tidak akan memberitahu papa dan mami karena Roy tidak ingin mereka sedih atau khawatir padaku". Ucap Roy.


"Bibi akan simpan ini Tuan muda, Tuan Muda tenang saja Tuan dan Nyonya besar tidak akan tahu". Yakin Bi Imah.


Setelah itu Roy pun naik ke kamarnya akan tetapi sebelum itu Roy menanyakan Alicia ada dimana, dan Bi Imah mengatakan bahwa Alicia masih keluar bersama papa dan mami nya. Sesampainya di kamar Roy pun langsung tidur untuk menghilangkan semua rasa sakit di sekujur tubuhnya yang sudah diobati oleh Bi imah tadi.


Sore Roy tiba - tiba terbangun karena suara Alicia yang kencang membuat telinga Roy sakit mendengar suaranya.


"Bisa nggak biasa aja kenapa harus teriak?". Tanya Roy.


"Nggak bisa kak, karena kakak lagi tidur jadi aku pikir sekalian menjahili kakak hehehe, maaf ya kakak". Ucap Alicia memelas.


"Baiklah sayang, kakak maafkan habis dari mana tadi?". Tanya Roy.

__ADS_1


"Habis dari salon nemenin mama, lalu bertemu teman mama dan papa, kakak tahu apa yang mereka bicarakan?". Ucap alicia.


"Ya nggak tahulah dek, memang apa yang papa mami bicarakan sama temennya?". Tanya Roy penasaran.


"Sebenarnya aku tidak boleh mengatakan ini, tapi karena aku sayang sama kakak, maka kakak harus tahu ini, dan sebelum aku melanjutkan kakak harus berjanji kepadaku bahwa apapun yang terjadi setelah mendengar apa yang aku kasitahu kakak bersikaplah seperti pura - pura tidak tahu kalau tidak nanti adeknya kakak yang cantik ini bakal kena amuk mami dan papi, ya ya ya kakk? janji?". Desak Alicia.


"Baiklah kakak berjanji sayang, sekarang katakan cepat". Ucap Roy.


"Mereka ingin menjodohkan kakak dengan anaknya lulus SMA nanti". Ucap Alicia serius.


"Hah?". Roy terdiam sesaat berusaha mencerna kata - kata adek kesayangannya.


?


"Apa kamu tahu siapa teman papa dan mami itu?". Tanya Roy kembali.


"Tahu kak, kalau ga salah ada Hudsonnya gitu iya kak, namanya Hudson". Ucap Alicia


"APAAAAAAA???!!!". Roy terkejut bukan main.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like, vote, commentnya ya, terima kasih readers.

__ADS_1


__ADS_2