Roy : The Fatboy Find True Love

Roy : The Fatboy Find True Love
Part 24 - Ketahuan


__ADS_3

Tidak terasa sudah 6 bulan hubungan Roy dan Tara sudah berjalan. Namun selama itu juga Rainer sangat gencar mendekati Tara, Tara sadar akan apa yang dilakukan Rainer, namun dia belum menegur Rainer karena Tara ingin dekat dengan keluarga besar Roy yang belum dia ketahui lebih jauh. Sejauh yang dia tahu saat ini Rainer adalah sepupu Roy jadi menurut Tara wajar saja bila dia dekat dengan Rainer.


Roy pun tidak menaruh rasa curiga pada awalnya karena dia menganggap kedekatan Rainer dan Tara adalah sebuah hal yang wajar, walaupun menimbulkan rasa cemburu namun Roy berusaha untuk tidak menjadi lelaki yang cemburu buta. Namun, pada akhirnya Roy pun mulai menjaga Tara dari jauh. Roy mulai waspada ketika Rainer menunjukkan gelagat lain, Roy tahu Tara tidak akan berpaling darinya namun sayangnya karena pemikiran Tara yang masih polos Roy takut Tara akan terjebak.


Roy meminta ijin pada Vino untuk meminjam 3 anak buah yang paling kuat, gesit, dan paling di percaya untuk menjaga Tara. Vino pun mengerutkan dahinya mendengar permintaan anaknya, Vino meminta penjelasan pada Roy, akhirnya setelah Roy menjelaskan alasannya kenapa dia sampai perlu 3 orang, Vino menjadi mengerti dan dia pun berencana untuk bertemu dengan adiknya (papa dari Rainer) di acara pertemuan keluarga besar nanti.


"Kamu tenang saja kak, papa akan berbicara nanti di depan Nenek kamu supaya kamu tidak kesulitan lagi."Ujar Vino pada Roy.


"Baik Pa, tapi aku tidak akan diam saja aku juga akan bertindak aku tidak akan membiarkan Rainer mengambil Tara dariku."Jelas Roy pada Vino.


Roy pun segera menemui 3 orang yang sudah diminta Vino untuk menunggu di ruang kerja


"Terima kasih kalian sudah bersedia untuk menerima tugas dari saya."Ujar Roy


"Sudah menjadi tugas kami Tuan Muda, apalagi nantinya Tuan Muda yang memimpin kami beberapa tahun lagi, jadi kami dari sekarang sudah mempersiapkan diri kami dan mengabdikan diri kami pada Tuan Muda."Ucap salah satu anak buah mewakili dua orang lainnya.


"Bagus kalau begitu, tugas kalian saat ini hanya perlu mengawasi tunanganku yang bernama Tara Hudson dan juga sepupuku Rainer, aku curiga Rainer berencana merebut Tara dariku, aku belum punya cukup bukti untuk membuktikan dugaanku ini jadi aku juga akan bergerak diam - diam, kalian cukup laporkan detail gerak gerik Rainer dan juga Tara. Usahakan jangan sampai ada yang tahu kehadiran kalian, apa kalian mengerti?"Ucap Roy tegas.


"Kami mengerti, Tuan Muda." Ucap mereka bertiga kompak.


"Bagus kalau begitu kalian boleh ke belakang, besok pagi ikuti saja aku dengan mobil, aku akan berangkat dengan transportasi umum seperti biasanya."Ucap Roy sebelum meninggalkan ruang kerja.


Roy pun mengirim chat pada Tara.


Roy : Sayang, apa kamu udah tidur?


namun sampai 2 jam ke depan Roy tidak mendapat balasan dari Tara. Roy pun mengernyitkan dahinya. Dia pun memutuskan keluar untuk melihat Tara karena tidak biasanya dia seperti ini.


Sementara itu, di mall Kelapa Gading

__ADS_1


Terlihat Tara bersama Rainer sedang jalan - jalan mengelilingi mall, awalnya Tara ragu mengiyakan ajakan Rainer, Tara harus ijin kepada Roy terlebih dahulu akan tetapi Rainer meyakinkan Tara bahwa dia sudah meminta ijin pada Roy untuk keluar bersamanya. Akhirnya Tara pun menerima ajakan Rainer dan tidak terbesit sedikitpun pikiran jelek.


Roy yang sudah sampai di rumah Tara kembali memacu mobilnya menuju mall Kelapa Gading setelah mendapat kabar dari Audi. Tidak lama setelah itu tibalah Roy di Mall tersebut dan langsung turun mencari Tara dan juga Rainer.


Roy pun menelpon Tara terlebih dahulu. Dan beruntungnya saat Tara memegang hpnya Roy telepon dan Tara langsung mengangkatnya.


Roy : Dimana?"Tanya Roy dengan dingin.


Tara : Aku lagi di mall bersama Rainer, ada apa sayang?


Roy : Kenapa tidak mengabariku? apa kamu sudah lupa kalau kamu memiliki tunangan?"Ucap Roy pelan namun dengan penuh penekanan.


Tara : Maafkan aku, aku tidak lihat hp daritadi dan aku tidak khawatir karena tadi Rainer sudah memberitahuku kalau dia sudah mendapatkan ijin dari kamu untuk keluar bersamaku."Ucap Tara pada Roy.


Roy pun tercengang dan akhirnya dia tahu siasat Rainer. Roy pun sangat marah saat ini, dan Roy hanya diam saat Tara memberitahunya hal tersebut.


Tara : Apa kamu tidak mau menyusul kesini? tadi Rainer menjemputku aku tidak membawa mobil sendiri."Ucap Tara.


Roy : Kamu ada dimana sekarang?"Ucap Roy geram.


Tara : Aku berada di foodcourt ber--


Belum sempat Tara melanjutkan kata - katanya Roy sudah menutup telpon lebih dulu. Hal tersebut membuat Tara khawatir, dia khawatir Roy marah apalagi dia tadi juga tidak memberi kabar pada Roy karena terlalu asik berbincang dengan Rainer. Tara pun menyadari ini semua salah dan tidak seharusnya dia menerima ajakan dan tidak seharusnya dia percaya begitu saja. Kemudian Rainer yang mengetahui hal itu langsung bertanya pada Tara.


"Apa yang terjadi? siapa yang baru saja menelpon?"Tanya Rainer.


"Roy yang baru saja menelpon, aku harus pulang sekarang."Ujar Tara sambil berdiri membawa tas dan bersiap - siap pulang.


"Aku akan mengantarmu pulang, ayo."Ajak Rainer sambil memegang tangan Tara dan Tara pun hanya diam saja karena dia masih kepikiran akan Roy sehingga tidak sadar bila dia sedang digandeng oleh Rainer. Akan tetapi belum sempat melangkah tiba - tiba suara bariton dari belakang membuat Tara tersentak dari lamunannya.

__ADS_1


"LEPASKAN TANGANMU DARI WANITAKU!"Ucap Roy pada Rainer.


Rainer pun langsung melepaskan tangan Tara dan menoleh ke belakang dan melihat Roy mendekat padanya dan juga Tara.


Tara yang melihat Roy seperti itu merasa sangat bersalah sekali, dia salah karena dia tidak memberi kabar pada Roy, dia tidak konfirmasi pada Roy dia memilih lebih percaya pada Rainer.


Roy pun tidak banyak berbicara dia melayangkan 1 pukulan pada Rainer.


"BUGHHHH!" Rainer pun tersungkur dan dia membersihkan darah yang ada di sudut mulutnya dan menatap Roy tajam.


Tara pun terkejut melihat Roy marah seperti itu, dia pun menyesal sudah menerima ajakan Rainer, dia pun membuka hpnya dan membuka chat dari Roy, dan dia pun baru mengetahui Roy menunggu balasan darinya selama hampir 2 jam. Dia pun merasa bersalah pada Roy.


Sebelum Roy melayangkan pukulan kembali Tara sudah menahan Roy dari belakang dengan memeluknya. Roy pun terdiam sebentar dan menoleh pada Tara.


Tara yang melihat ke arah Roy terkejut karena tatapan Roy sangat dingin dan tajam. Tara tidak pernah melihat tatapan Roy seperti itu.


"Sudah sayang hentikan, sudah cukup maafkan aku sayang."Ujar Tara menangis. Ya dia menangis karena merasa sangat bersalah pada Roy.


"Apa yang kamu lakukan bro? ini tidak seperti yang kamu bayangkan."Ujar Rainer.


"Tutup mulut kotormu itu sebelum aku merobeknya lebih lebar sampah!! Sekarang juga aku akan mengajakmu pulang br*ngs*k!!"Ujar Roy tegas.


Roy pun menelpon Vino, Maria dan juga Paman Ming yang tak lain adalah Ayah Rainer.


"Pa, sekarang juga aku minta adakan rapat keluarga besar tidak perlu ditunda lagi, aku akan menjelaskan semuanya saat di rumah nanti, dan aku menyeret anak kesayangan paman Ming ke rumah."Ujar Roy menyeringai.


Roy pun menutup telpon dan tidak menghiraukan Tara, Roy pun langsung menendang kaki Rainer hingga dia berlutut dan menyeret Rainer ke parkiran, Sebelum itu dia sudah menelpon orang suruhannya untuk membawa mobil Rainer kembali ke rumah utama. Tara pun berlari mengikuti Roy dan masuk ke mobil Roy.


Bagaimana ya selanjutnya? Roy kalo udah marah serem juga ya, yuk like, comment, Dan vote jangan lupa ya. Thank you

__ADS_1


__ADS_2