
Setelah itu pelajaran pun dimulai seperti biasa, sedangkan untuk Roy hari ini dia merasa sangat aneh dengan teman - teman kelasnya. Entah perasaan Roy saja atau memang teman - temannya mulai berubah baik kepadanya.
"Roy, apa kamu ada kesulitan di pelajaran hari ini?". tanya Angela.
"Tidak Angela, aku baik - baik saja aku bisa mengikuti pelajarannya dengan baik". Jawab Roy.
"Baiklah, kalo ada kesulitan jangan sungkan tanya aku ya". Ucap Angela.
"Hari ini kenapa mereka aneh sekali ya? apa mereka tidak apa - apa? atau justru mereka merencanakan sesuatu?". Gumam Roy dalam hati tanpa menjawab Angela.
Setelah itu bel istirahat pun berbunyi lalu Roy segera keluar kelas menuju kantin untuk membeli makan dan minum, tanpa disengaja Roy pun bertemu kembali dengan Tara Hudson, dan jujur saja Roy pun mengakui bahwa Tara Hudson adalah wanita tercantik yang pernah Roy lihat namun Roy tahu bahwa pribadinya jelek sekali karena keras dan juga kasar. Lalu Roy pun hanya senyum dan menyapa Tara.
"Hi Tara, kita berjumpa kembali". Sapa Roy.
"Hem ya,". Jawab Tara.
"Ke kantin bareng yuk". Ajak Roy.
"Tidak, terima kasih aku menunggu pacarku saja". Jawab Tara.
"Pacar? Siapa pacar kamu?". Tanya Roy.
"Dude, Kenapa kamu ganggu pacarku? kamu cari mati?". Bentak Wisma dengan geram dan berusaha penuh menahan emosinya.
"Sialan, ini anak belagu banget lihat aja nanti habis kamu!!". Batin Wisma dalam hati.
"Maaf, aku nggak tahu aku pamit duluan, maaf ya bro". Ucap Roy tulus.
"Hem ya, udah sana pergi pergi jauh jangan dekati pacarku!!". Ancam Wisma.
"Sepertinya mereka berdua punya penyakit bicara irit". Gumam Roy dalam hati.
__ADS_1
Setelah itu di kantin seperti biasa Roy lebih suka menyendiri daripada dikelilingi teman - temannya karena kejadian dulu membuat Roy suka menyendiri seperti sekarang. Tak lama setelah itu datanglah teman - teman kelas Roy dan mereka duduk 1 meja tentu tanpa Roy karena mereka semua tidak mau rencananya gagal, maka mereka pun berbisik - bisik.
"Hey, coba lihat itu target kita makan sendirian, kalian temani dia cepat supaya dia tidak curiga". Suruh Hizkia pada Tasya dan Purnama
"Huhh, Baiklah demi rencana kita aku rela merendah seperti ini." Jawab Tasya
"Hi, Roy kenapa sendirian makannya?". Tanya Purnama
"Tidak apa - apa, aku sudah terbiasa makan sendirian" Jawab Roy.
"Kita akan menemani kamu Roy, hari ini jadi ya kita jalan". Ajak Purnama.
"Iya, aku udah selesai makan aku duluan ya ke kelas". Ucap Roy.
Setelah itu Roy kembali ke kelas dan setelah itu teman - teman kelas 10B kembali ke mejanya dan melanjutkan rencana yang akan dilakukan sepulang sekolah nanti.
"Eh, nanti ingat ya jangan sampai Roy curiga dengan rencana kita ini, nanti sediakan alasan yang masuk akal agar Roy percaya sama kalian". Tutur Hizkia.
Setelah itu mereka semua kembali ke kelas untuk melanjutkan pelajaran kembali dengan pikiran mereka masing - masing untuk rencana nanti. Sedangkan Roy dia sibuk fokus pada pelajaran tetapi perasaannya mendadak tidak enak.
"Ada apa ya? apa yang akan terjadi hari ini? mengapa perasaanku tidak tenang seperti ini? tidak biasanya begini." Gumam Roy.
Tanpa terasa bel pulang sekolah pun berbunyi dan Roy pun tidak mengingkari janjinya dengan Tasya dan Purnama, akhirnya mereka pergi bersama menuju tempat yang sudah diarahkan oleh Hizkia dan teman - teman lainnya. Tak lama setelah itu mereka hampir sampai Roy pun bertanya - tanya kemana mereka berdua mengajak Roy pergi.
"Sebenarnya kalian mengajak aku kemana? kenapa daritadi nggak sampai - sampai." Tanya Roy penasaran.
"Ini sudah sampai, sebentar aku mau ke gudang itu sebentar bisakah kamu menemaniku Roy aku sangat takut". Rayu Purnama.
"Baiklah, ayo ku temani". Jawab Roy
Ketika sudah masuk maka Tasya pun menutup rapat pintu itu dan menguncinya, lalu dia pun menunjukkan wajah aslinya dengan ekspresi yang mengerikan bagi siapapun yang melihatnya saat ini. Lalu mulailah muncul satu persatu teman - teman kelas 10B dengan membawa peralatan di tangan mereka masing - masing, dan Roy yang melihat itu pun matanya membulat sempurna sekarang dia tahu alasan perasaannya tidak enak sekarang dia akan mengalami peristiwa itu kembali hanya saja berbeda orang hanya ada tiga orang yang sama yang ikut dalam rencana ini.
__ADS_1
"Hi, Roy kita semua disini ingin memberi kamu sedikit pelajaran agar ke depan kamu bisa menurut apa yang kita minta!! PAHAM KAMUU??!!". Suara Hizkia menggelegar berteriak pada Roy.
"Ikat dia sekarang!! pastikan ikatannya kencang dan tidak dapat dilepas". Suruh Alex pada Jonathan dan Anton.
Setelah itu pandangan Roy kosong ke depan disitu dia melihat Tara berada dipangkuan Wisma dengan senyuman jahatnya melihat ke arah Roy yang sedang di ikat tidak ada rasa kasihan sama sekali di hati Wisma dan Tara serta teman - teman lainnya melihat kondisi Roy yang mulai sadar lalu dia pun bertanya pada teman - temannya.
"Teman - teman sebenarnya aku salah apa sama kalian? kenapa kalian harus berbuat begini padaku?". Tanya Roy dengan suara yang lemas dan begitu tertekan.
"Salahmu karena kamu ada, karena kamu lahir, dan kamu selama sekolah sudah sangat berani mengganggu pacarku apalagi kamu mencoba mendekati, sekarang kamu harus merasakan akibatnya!! mengerti kamu Roy!!". Ancam Wisma
Roy pun yang mendapat ancaman seperti itu hanya terdiam dan pandangannya kembali kosong, dan hanya pasrah. Lalu selesai mengikat mereka semua bersiap - siap untuk memukul Roy dan disitu.
"Siap - siap Roy!! ayo temen - temen siapa yang maju duluan!!". Teriak Hizkia.
Wisma tanpa banyak bicara dia maju dengan tangan terkepal kencang, lalu memberi bogeman mentah untuk Roy tepat terkena hidungnya dari hidungnya sudah mengeluarkan darah. Roy pun hanya diam saja tidak berteriak pandangannya kosong ke depan.
"HAHAHAHAHAHAHA apa ini!! kalian lihat dia hanya diam saja!!". Kata Wisma.
"AYO SELANJUTNYA jangan diam saja!! cepat pukul dia lagi aku ingin dengar teriakan dia!!". Ucap Hizkia dengan penuh emosi.
Selanjutnya Alex maju bersama Jonathan dan mereka memberi pukulan ke badan Roy hingga Roy terbatuk - batuk. Alex dan Jonathan tertawa bahagia melihat Roy seperti itu dan selanjutnya mereka memberikan pukulan di wajah Roy dan Roy pun berteriak.
"AAAAAAAAAAAKKKKHHHH UHUK UHUK UHUK!!". Roy terbatuk batuk menahan rasa sakit dia hanya bisa berteriak.
"AKHIRNYA HAHAHAHAHAHA BUKAN KAH SUARANYA SANGAT INDAH!". Kata Hizkia.
"AYO LAGI BIKIN DIA BERTERIAK LAGI!! MANA BAT BASEBALLNYA!!". Kata Anton.
Tanpa banyak bicara Anton pun memukul Roy dengan bat baseball di bagian kaki, lengan, badan hingga semua memar - memar dan membiru. Roy pun hanya berteriak menahan sakitnya. Hingga akhirnya semua teman - temannya mendapat jatah menyiksa Roy. Roy pun dengan kondisi yang parah tetap dengan pandangan kosong. Setelah itu teman - temannya meninggalkan Roy begitu saja dan Roy yang ditinggalkan melepas ikatannya dengan susah payah akhirnya Roy pulang dengan jalan tertatih - tatih menuju ke rumah. Roy menjadi tontonan orang - orang di sepanjang jalan. Hingga Roy sampai di rumah saat sudah gelap. Roy pun akhirnya pingsan di teras rumah karena semua luka yang di derita di tubuhnya.
Hayo bagaimana kondisi Roy ya? Bagaimana kira -kira reaksi orang tua nya menemukan kondisi Roy?
__ADS_1
Likes dan comment serta support nya ya para pembaca sekalian. terima kasih.