
"Kamu??!!" Sahut mereka bersamaan.
"Lho, ternyata kalian udah saling kenal ya?" Ujar Maria.
"Wah Nathan kalo begini kita malah lebih mudah kalau anak - anak sudah kenal begini" Ujar Vino.
"Oh, baiklah memang akan lebih mudah Vino hahaha kalau begitu mari kita mulai makan malam dulu ya." Ajak Pak Nathan.
Setelah itu mereka semua mulai makan malam, kadang dipenuhi dengan candaan, Maria dengan Audi saling mengobrol menanyakan anak - anak nya, sedangkan Vino dan Nathan mengobrol banyak hal dari bisnis mereka lalu tentang anak - anak mereka dan termasuk rencana mereka berdua yang hanya diketahui mereka berdua. Sedangkan Roy hanya diam saja sambil menikmati makanan dan Tara bercanda dengan Alicia terkadang Tara mencuri pandang ke Roy tapi sayangnya Roy pun hanya diam saja.
Setelah mereka selesai makan malam Vino pun mengutarakan maksud dari keluarga Handoko mengundang keluarga Hudson hari ini. Vino ingin menjodohkan anaknya Roy dengan Putri dari Nathan dan Audi.
"Maksud dari saya selaku dari keluarga Handoko mengundang keluarga Hudson disini saya dan Nathan merupakan sahabat lama dan kami dulu pernah berjanji jika kami sudah menikah dan anak kami laki - laki dan perempuan maka kami akan menjodohkan, tapi apabila anak - anak kami sama - sama laki atau perempuan maka kami akan tetap menyatukan perusahaan kami dengan bekerja sama dan bahu membahu dalam menjalankannya". Ujar Vino.
"Benar apa yang dikatakan Vino dan aku pun selaku dari keluarga Hudson menerima niat baik keluarga Handoko." Ujar Nathan.
"Baiklah kalau begitu, Dengan ini kami keluarga Handoko ingin meminta putri anda Tara hudson untuk menjadi menantu keluarga Handoko." Ujar Vino.
"Bagaimana Tara apa kamu bersedia?" Tanya Nathan dan Maria.
"Iya pa, ma Tara bersedia." Ucap Tara tersenyum.
"Bagaimana dengan Roy? apa kamu bersedia nak?" Ucap Vino.
"Ok, aku bersedia." Ucap Roy.
__ADS_1
Akan tetapi, Roy hanya menoleh sekilas pada Tara yang tersenyum padanya dengan mata yang berbinar dan segera menghampiri Roy dengan duduk di sebelahnya dan mencoba menggenggam tangannya. Roy pun diam saja sambil memperhatikan Tara, lalu Roy pun ijin kepada kedua keluarga untuk mengajak Tara berbicara berdua. Segera setelah mendapatkan ijin Roy pun langsung mengajak Tara untuk berbicara berdua, tapi tanpa disadari Roy dan Tara ternyata mereka dibuntuti Alicia yang diam - diam mengikuti mereka.
"Jadi, apa yang ingin kamu bicarakan Roy?" Ujar Tara.
"Tara, jujur aku sebenarnya sudah suka sama kamu semenjak kita bertabrakan di kantin sekolah tersebut, akan tetapi pandanganku berubah semenjak kamu ikut melakukan bully itu kepadaku, dan sekarang dengan aku tahu kita dijodohkan aku tidak tahu harus berkata apa, aku tidak tahu apakah aku harus membencimu atau sebaliknya, karena sejujurnya kata - kata yang kamu keluarkan itu sangat menyinggung dan juga menyakitkan untukku, jika sekarang kamu bilang kamu menyukaiku aku tidak akan percaya semudah itu." Ucap Roy.
"Aku tahu apa yang sudah aku lakukan sangat menyakiti kamu, aku tidak memungkiri itu, tapi aku minta maaf karena aku sudah menyakiti kamu Roy, aku tidak menyadari perbuatanku karena aku tertutup sama kebencianku. Ijinkan aku untuk menebus semuanya, aku berterima kasih kamu sudah menyukaiku karena akupun juga akan berusaha mendapatkan hatimu dan juga kepercayaanmu lagi." Ucap Tara serius.
"Terserah kamu Tara, untuk sekarang aku pun hanya bisa begini dulu tapi untuk bisa lebih maaf aku tidak bisa, karena kamu pun masih bersama Wisma dan aku tidak akan memaksa kamu untuk menerima perjodohan ini hanya karena rasa kasihanmu kepadaku, apalagi rasa bersalahmu itu aku tidak mau hanya karena itu kamu menerima perjodohan ini. Maaf tapi aku harus pergi, sampai sini dulu ya. O ya kalo di sekolah berpura - puralah seperti biasanya tidak mengenalku dan kalau kamu mau kembali membully aku persilahkan." Ucap Roy sungguh - sungguh.
Tara pun hanya bisa terdiam di tempat tanpa bisa membalas satu pun kata - kata yang diucapkan Roy. Dia pun membenarkan semua perkataan Roy, dan Tara pun sudah memutuskan mulai malam ini dia akan mengejar Roy dan mendapatkan hati dan juga kepercayaan dari Roy. Setelah itu Roy di ikuti Tara pun kembali masuk ke dalam dan menemui keluarga mereka kembali.
"Maafkan kami membuat kalian menunggu lama, tadi kami mengobrol lama."Ucap Roy.
"Tidak apa - apa nak, malah kami senang karena kalian berdua memiliki inisiatif untuk mendekatkan diri." Ujar Nathan.
"Wah, mama setuju sekali pa nanti mama akan persiapkan semuanya" Ucap Maria semangat.
"Nanti saya dan Tara akan sering ke rumah anda untuk membantu Maria menyiapkan semua untuk pesta nya, bagaimana sayang? apa kamu setuju?" Tanya Audi.
"Iya tante nanti Tara dan mama akan membantu tante sekalian Tara bisa bertemu Roy, bukan begitu Roy?"Ujar Tara.
"Iya Tara." Ucap Roy dengan senyuman yang dipaksakan tapi dia berusaha untuk tetap terlihat semuanya netral dan baik - baik saja.
Lalu setelah semuanya sudah selesai mereka pun memutuskan untuk pulang dan mulai mempersiapkan untuk acara mereka di weekend nanti. Tepat saat mereka berjalan menuju mobil, Roy pun memperlambat jalannya Tara yang melihat itu langsung menyesuaikan kecepatan jalannya dengan Roy.
__ADS_1
"Terima kasih untuk malam ini, aku sudah mengambil keputusan dan aku yakin keputusanku kali ini tidak akan salah." Ucap Tara pada Roy.
"Aku hanya mau orang tua ku bahagia, aku tidak mau mengecewakan mereka sudah banyak hal yang mereka berikan aku hanya bisa membalasnya dengan ini." Ujar Roy.
"O ya, kemarin aku memberi Wisma dan Hizkia pelajaran kamu tidak marah kan Tara?"Ucap Roy pada Tara.
Tara pun terdiam beberapa saat kemudian baru membalas perkataan Roy.
"Tidak apa - apa aku tidak marah sama sekali tidak."Ujar Tara.
"Aku harap kamu benar - benar mau untuk bersamaku karena itu adalah aku bukan untuk alasan yang lain, Tara." Batin Roy dalam hati.
Roy tidak benci Tara hanya saja dia merasa kecewa kenapa di saat Roy menyukai Tara, Tara malah memberi luka yang dalam untuk Roy. Roy tidak habis pikir akan hal ini, dia pun mati - matian menekan perasaannya terhadap Tara, akan tetapi dia tidak bisa sekeras apapun usahanya dia gagal. Akan tetapi dengan kejadian ini Roy pun bertekad untuk melihat seberapa tulus dan serius Tara terhadap dirinya, Roy tidak mau kejadian yang dulu terulangi, bagi Roy disakiti itu sudah biasa, hatinya terluka itu juga bagi Roy sudah biasa.
Sesampainya di rumah, Vino dan Maria bahagia mengetahui bahwa Roy menerima Tara, tapi tanpa mereka ketahui dan sadari Roy sudah memiliki cara tersendiri untuk mengetes kesungguhan calon istrinya itu.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Maaf beberapa hari ini tidak up, author lagi uts dan juga kondisi kurang fit jadi butuh istirahat, jangan lupa like, comment, dan vote nya terima kasih.