Roy : The Fatboy Find True Love

Roy : The Fatboy Find True Love
Part 12 - Kenapa Kamu membelaku?


__ADS_3

Keesokan harinya Roy sudah bersiap - siap untuk berangkat ke sekolah, semalam tidurnya tidak begitu nyenyak karena di 1 sisi Roy senang karena dijodohkan dengan wanita yang disukainya, akan tetapi di 1 sisi lain Roy masih mengingat semua perbuatan Tara kepadanya termasuk semua kata - kata yang sudah dikeluarkan Tara saat membully dirinya. Roy pun turun menuju ruang makan, disana sudah ada Vino, Maria, dan Alicia yang menunggunya. Lalu Roy pun mengambil roti panggang dan segelas teh hangat sebagai sarapan hari ini, sembari makan pun tampak hari ini Vino dan Maria sangat bahagia seolah menerima hadiah yang sudah lama mereka inginkan.


"Ma, papa rasanya lega sekali melihat jagoan papa sebentar lagi akan mempunyai keluarga kecil sendiri." Ujar Vino.


"Iya pa, mami pun juga begitu mama sudah mulai tua dan ingin sekali punya cucu hehe." Sahut Maria.


"Papa, mami, setelah Roy lulus SMA ini Roy ingin kuliah dulu sebelum menikah karena Roy ingin memantaskan diri Roy sebelum Roy menikahi Tara nanti, Roy harap papa dan mami mengerti akan keinginan Roy ini." Ujar Roy mantap.


"Kalo itu nggak apa - apa nak, papa dan mami mendukung keputusan kamu tapi papa juga minta 1 hal lagi setelah lulus SMA papa ingin kamu dan Tara bertunangan ya, supaya menghindari cewe - cewe lain atau cowo - cowo lain yang ingin mendekati kalian di masa kuliah kalian nanti." Ucap Vino.


Vino berusaha supaya impian Vino dan juga Nathan tercapai dan Vino sudah merencanakan pertunangan antara Roy dan Tara bahkan Vino sudah memberitahu Nathan akan hal ini dan sudah dapat diduga bahwa Nathan pun menerima saran dari Vino. Mereka berharap dengan bersatunya perusahaan mereka Roy dapat mengembangkan dua perusahaan tersebut, itu sebabnya Vino mengajari Roy tentang perusahaan sejak Roy menginjak SMA.


Selesai sarapan Roy pun berpamitan pada semua kemudian berangkat sekolah, tepat setelah Roy pergi Vino mendapat telpon masuk dari Nathan dan Vino pun segera mengangkat telpon tersebut.


"Halo, ada apa nat? pagi - pagi begini sudah telpon?" Tanya Vino.


"Halo, iya ni Vin maaf mengganggu waktu sarapanmu, begini Vino kalau kamu tidak keberatan aku ingin meminjam Roy aku juga ingin mengajarkan dia tentang perusahaan Hudson Corps apalagi nanti dia akan menggantikan kita memegang perusahaan tersebut." Tawar Nathan.


"Boleh juga saran kamu, aku setuju - setuju saja malah aku berpikiran ketika Alicia sudah se usia Roy sekarang dia bisa membantu kakaknya mengelola perusahaan. Bagaimana menurut kamu Nathan?" Ujar Vino.


"Bagus juga, malah aku juga berpikiran nantinya ketika Roy sudah mulai memegang peran di perusahaan kita aku akan meminta Tara untuk membantu dia, tidak sepenuhnya harus datang ke perusahaan akan tetapi dia tetap bisa datang ke perusahaan ketika masalah yang dihadapi benar - benar genting sekali." Ucap Nathan.


"Wah, nampaknya ide kita sejalan ya Nathan aku jadi semakin tidak sabar HAHAHAHAHAH." Ucap Vino.


"Yasudah kalau begitu aku mau berangkat dulu nanti aku akan kabari lagi ya." Ucap Nathan.


"Baiklah nanti aku juga akan menyampaikan ke Roy tentang niatmu tadi, aku yakin dia pasti setuju." Ujar Vino.


Sesudah itu Nathan pun menyudahi telpon nya dan berangkat menuju perusahaan, Vino pun juga melakukan hal yang sama Vino dan Maria berangkat menuju perusahaan mereka.


Sesampainya di sekolah Roy pun sudah disambut dengan berbagai gosip di sekolah. Rupanya ada yang menyebarkan gosip bahwa Roy merebut Tara dari Wisma, 1 sekolah tahu hal ini dan anak - anak kelas 10B semakin membenci Roy dan ingin sekali menghajarnya sama seperti dulu. Dan mereka pun langsung merencanakannya kali ini mereka ingin Roy terluka lebih parah dari yang kemarin sehingga Roy pun merasa kapok dan pindah ke sekolah lain.


"Aku sudah benci dengan adanya rumor itu aku semakin benci pada Roy." Tutur Alex.


"Benar, aku ingin menghabisinya sama seperti yang kemarin kita lakukan." Ujar Hizkia.

__ADS_1


"Aku baru bisa tidur nyenyak kalau Roy menderita dan cacat seumur hidup, aku pikir itu impas." Ucap Wisma geram.


"Seumur hidupku aku tidak pernah membenci seseorang hingga seperti ini, aku sangat jijik melihatnya ingin muntah rasanya." Ucap Jonathan.


"Eww, kampungan banget si Roy ga nyangka di SMP udah cupu kaya gitu, sekarang di SMA semakin menjadi, aku benar - benar ingin melihatnya menderita bukan begitu, purnama?" Ujar Tasya.


"Ya, aku rasa dengan ini dia akan kapok sekapok - kapoknya, eh tapi tunggu dulu bagaimana dengan Tara? apa yang akan kamu lakukan Wisma?" Tanya Purnama.


"Tenang saja soal Tara sudah aku urus tadi, aku yakinkan dia bahwa aku akan menikahinya, dan dia hanya tersenyum, tapi aku tidak yakin dengan senyumannya tadi aku harus membuat Tara benar - benar menjadi milikku selamanya, jika Tara tidak menjadi milikku maka tidak ada seorang pun yang berhak memilikinya." Ujar Wisma.


Setelah itu tak lama Roy pun telah sampai di kelas dia duduk di tempatnya dengan santai dan langsung memasang headset mendengarkan musik. Tak lama setelah itu Angela datang sebelum angela duduk dia sudah ditarik Tasya dan Purnama dan mengajaknya keluar.


"Ada apa kalian menarikku seperti ini? apa kalian memiliki rencana lagi?" Ujar Angela.


"Iya ada dan sekarang supaya rencananya berjalan dengan lancar kita semua butuh bantuan kamu." Ujar Tasya.


"Baiklah apa tugasku kali ini?" Tanya Angela.


"Kali ini aku ingin kamu mengajak Roy nanti pulang sekolah untuk menemani kamu ke gudang untuk mengambil tas kamu yang disembunyikan. Nah sekarang taruh semua buku yang kamu bawa hari ini di loker kelas kamu nanti aku dan Purnama akan menemani kamu mengambil bukunya lagi." Ucap Tasya meyakinkan.


"Okay, kita mulai." Ucap Tasya menyeringai.


Lalu Angela pun dengan tenang masuk ke kelas menaruh tas nya di atas meja dan mulai memindahkan buku - buku pelajaran sekolah yang dia bawa hari ini. Setelah itu Purnama, Alex, Hizkia, dan Rainer datang dan langsung membawa tas Angela keluar dari kelas, Roy yang melihat itupun langsung memanggil Angela.


"Angela, tas sekolah kamu barusan diambil Purnama tadi lalu dibawa lari cepat cari sana, masalah buku di loker bisa diurus nanti cepatlah." Ujar Roy khawatir.


"Apaaa???!! kenapa kamu tidak menghentikannya bodoh!!" teriak Angela nyaring.


"Maafkan aku Angela, aku tadi sefang fokus membaca maafkan aku ya." Ucap Roy tulus.


"Huh, sudah diamlah kamu tidak membantu malah tambah menyusahkan saja." Ucap Angela.


Setelah itu Angela ijin keluar untuk mencari tas pada Guru yang akan mengajar pagi itu. setelah mendapat ijin Angela segera bergegas menuju UKS ini sudah sesuai dengan rencana mereka semua. Lalu selama pelajaran berlangsung tidak ada kejadian yang berarti Roy mampu mengikuti dengan baik hingga bel istirahat pun berbunyi.


"Baiklah anak - anak sampai di sini dulu ya, silahkan kalian makan dulu dan beristirahatlah." Ucap Sir Dharma.

__ADS_1


"Baik pak terima kasih." Ucap 1 kelas serempak.


Setelah itu Roy pun keluar menuju kantin untuk beli makan dan minum. Sampai di kantin Roy pun segera beli makanan dan minuman kemudian duduk di bangku yang kosong dan memulai makannya dengan tenang. Tak lama setelah itu Tara yang sudah menemukan Roy segera bergegas menghampiri dan Roy pun terkejut saat Tara datang mengejutkannya. Dan hal itu tak luput dari pandangan Wisma dia pun geram akan hal itu tapi dia menahannya dan akan melepaskannya saat nanti di gudang.


Setelah selesai makan Roy dan Tara kembali menuju kelas dan nampaknya hal tersebut menjadi perbincangan anak - anak sekolah namun Roy dan tara sepakat tidak akan mempedulikan hal itu dan mereka pun kembali ke kelas masing - masing melanjutkan pelajaran.


Bel pulang sekolah sudah berbunyi dan Angela yang baru saja keluar dari UKS segera menarik Roy untuk ikut dengannya menuju gudang sekolah untuk mengambil tasnya. Sesampainya di gudang Roy pun langsung dihantam dengan keras hingga pingsan di tempat. Setelah itu mulailah mereka menyerang Roy yang pingsan itu dengan membabi buta hingga Roy terluka parah.


"AAAAAAARRRRGGGGGHHHH!!!!" Roy mengerang kesakitan sementara yang lainnya tertawa melihat Roy yang menderita.


Kemudian Tara pun memasuki gudang tersebut dan dia pun terkejut melihat Roy yang sudah terluka sangat parah.


"APA YANG KALIAN PERBUAT PADANYA??!!" Teriak Tara.


"HENTIKAN SEKARANG JUGA!!" Teriak Tara lagi.


"Sayang jangan teriak - teriak dia bukanlah siapa - siapa kamu jangan mengkhawatirkan dia! Ucap Wisma geram.


"Kamu itu pacarku bukan pacar dia jadi hentikan teriak - teriakmu itu!!" Ucap Wisma lagi.


Lalu Roy pun mulai sadar dan bilang dengan terputus - putus.


"Ke.... kena... kenapa.... ka.... mu.... me... m... be... la... ku...?" Ujar Roy.


.


.


.


.


.


Waduh, apa jawaban Tara ya? jangan lupa like, vote, dan commentnya ya readers. Thank you.

__ADS_1


__ADS_2