Roy : The Fatboy Find True Love

Roy : The Fatboy Find True Love
Part 28 - Perubahan Drastis Roy


__ADS_3

Setelah itu Roy pun bergegas menuju ke resepsionis hotel tersebut.


"Permisi, saya minta info kamar atas nama Ibu Tara". Ucap Roy.


"Kamar Ibu Tara berada di lantai 3 di kamar 335." Ucap petugas Resepsionis itu.


Roy pun langsung bergegas menuju lift, bersamaan dengan itu sang Assisten terlambat mengikuti Roy karena Roy yang begitu cepat akhirnya Assisten itu pun dengan sabar mengikuti Roy.


Roy yang sudah sampai di lantai 3 sudah berjalan menuju kamar 335 dan setelah sampai di depan kamar tersebut Roy pun diam sejenak sambil mempersiapkan dirinya untuk kemungkinan terburuk yang bisa terjadi. Akhirnya Assisten Roy pun berhasil menyusul Roy dan langsung menepuk bahu Roy.


"Tuan, anda harus mempersiapkan diri anda dengan apa yang terjadi di dalam kamar itu. Kemungkinan terburuk tuan. "Ucap sang Assiten".


Roy yang mendengar ucapan Assiten nya mengerutkan dahinya, Roy sebenarnya tidak ingin berpikir ke arah yang dia takutkan terjadi namun semua faktor sudah menuju ke arah sana apalagi di dalam kamar tersebut terdapat sepasang lawan jenis.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Roy pun langsung masuk ke kamar itu dan betapa terkejutnya Roy saat mendapatkan kenyataan yang begitu pahit dan menghancurkan hatinya saat itu juga. Dimana dia melihat Tara berada di bawah Kungkungan laki - laki yang sangat dia benci yaitu WISMA. Roy yang melihat hal itu tidak lagi menampakkan sosok hangatnya lagi, dia langsung berubah 180° menjadi sangat dingin dan tatapannya menjadi tajam dimana terdengar suara ******* yang meminta terus untuk dilanjutkan dari mulut kekasihnya itu


Wisma yang melihat kedatangan Roy menghentikan kegiatannya dan melihat ke arah Roy dengan senyuman meremehkan. Dia menunjukkan ke Roy bahwa sebesar apapun kekuasaannya, dia akan selalu selangkah di depan Roy.


"Wah, kau datang di saat yang tepat bro! HAHAHAHAH lihatlah dengan mata kepalamu sendiri, Tara dengan sukarela menyerahkan Tubuh dan keperawanannya kepadaku. Apa kau paham sekarang? meskipun kau punya kekayaan, kekuasaan tapi tidak dengan wanita mu. Kali ini kau kalah Roy!! "Ujar Wisma dengan sarkasnya".


Roy yang mendengar setiap kata yang keluar dari mulut wisma, membenarkan semuanya. Bahkan Roy pun sudah merasa jijik dengan Tara yang terus meminta wisma untuk melanjutkan kegiatan panasnya. Tak lama setelah itu Roy pun keluar dari kamar itu dengan hati yang sudah hancur berkeping keping. Sang Assisten yang melihat tuan nya seperti itu mengepalkan tangannya sampai terlihat uratnya karena dia begitu kesal. Dia pun berpikir apa kurangnya Tuannya itu.


Semalaman penuh Wisma dan Tara memadu kasih dengan Wisma yang terus mengeluarkan benihnya di dalam Tara. Bukan tidak mungkin Tara akan hamil, apalagi Tara sedang dikuasai nafsu karena diberi obat perangsang yang kuat.


Roy yang sudah keluar dari hotel langsung tancap gas dengan kecepatan tinggi dia membelah jalanan malam itu dengan perasaan yang hancur. Di malam yang dingin itu Roy merasakan kepahitan yang teramat dalam. Dia pun masih memikirkan cara menjelaskan semua yang sudah terjadi kepada keluarganya dan juga keluarga Tara. Malam itu Roy tidak pulang dia memilih untuk menenangkan pikirannya.


Paginya, Roy pun memutuskan kembali ke rumahnya, dan dia pun sudah memutuskan untuk memberitahu pada keluarganya bahwa dia akan membatalkan pertunangan dan juga pernikahannya dengan Tara. Roy yang terlanjur kecewa memilih untuk langsung ke kamarnya untuk bersiap siap menuju perusahaannya, Setelah bersiap siap Roy pun turun menuju meja makan dimana di sana sudah ada Vino, Maria, dan juga Alicia,mereka pun sarapan dengan tenang tanpa ada yang berbicara, Seusai sarapan Roy pun mengajak mereka ber 3 ke ruang keluarga karena Roy akan menyampaikan keputusan besar nya itu.

__ADS_1


"Papa, Mama ada yang mau Roy bicarakan pada kalian, dan Roy harap papa dan mama menghormati keputusan yang Roy ambil." Ujar Roy dengan mantap tanpa ada keraguan di kata katanya.


"Apa yang hendak kau sampaikan nak? kenapa kau kelihatan kaku sekali?" Tanya Vino pada anak laki nya tersebut.


"Katakanlah sayang, jangan takut kami tidak akan marah ataupun protes dengan keputusan yang kamu ambil. kami akan mendukung apapun yang jadi keputusan anak mama ini." Ujar Maria dengan penuh kasih.


"Roy memutuskan.... Untuk membatalkan pernikahan Roy dengan Tara, Tidak, bukan hanya pernikahan namun juga pertunangan yang akan dilangsungkan dalam waktu dekat.


Vino dan Maria yang mendengar ucapan Roy pun terkejut dan tidak menyangka anaknya akan mengambil keputusan besar ini. Mereka pun menanyakan alasan Roy mengambil keputusan ini.


"Katakan pada kami itu tidak benar, nak! kenapa kau mengambil keputusan ini? Bukankah kau sangat mencintai dan menyayangi Tara? Tapi kenapa sekarang kau malah membatalkannya nak?" Tanya Vino.


Maria yang melihat perubahan wajah anaknya yang menjadi sendu segera berpindah duduknya di samping anaknya sambil mengusap punggungnya memberi kekuatan dan dukungan. Roy yang merasakan usapan dari Maria menahan air mata yang sudah siap keluar. Roy pun memilih untuk menahan nya karena dia tidak mau terlihat lemah di depan orang tuanya.


"Roy belum bisa memberitahu alasannya pada kalian berdua, Roy minta maaf papa, mama karena Roy sudah gagal."Ucap Roy dengan penyesalan yang terlihat sekali di wajahnya itu.


"Roy akan pergi ke luar negeri pa, Roy akan menjalankan perusahaan kita yang disana, Untuk pusat perusahaannya biarkan di indo, Roy akan memajukan perusahaan yang ada di Denver, Amerika."Ujar Roy dengan mantap.


"Sebenarnya Roy sudah lama ingin mengutarakan keinginan Roy yang satu ini namun baru bisa Roy katakan dengan adanya kejadian ini." Ujar Roy.


"Kapan kamu akan berangkat? supaya papa bisa mempersiapkan semuanya untuk kamu nak." Ujar Vino.


"Secepatnya pa, setelah Roy menyelesaikan semua urusan Roy disini Roy akan berangkat ke Denver."Ucap Roy.


Maria yang daritadi mendengarkan percakapan Vino dan Roy menghela nafasnya berat, karena kali ini nampaknya Roy akan pergi untuk waktu yang lama dan tidak tahu kapan akan kembali. Maria pun menatap Roy dengan wajah yang sendu.


Selesai mengatakan itu semua Roy pun berpamitan untuk ke kantornya. Dia akan menyelesaikan setiap pekerjaan yang ada di perusahaan indo ini sebelum dia berangkat menuju Denver, Amerika.

__ADS_1


Sementara itu,


Sinar matahari menusuk ke dalam kamar hotel yang tadi, Tara pun mengerjapkan matanya, badannya terasa sakit semua dan dia begitu terkejut ketika mendapati dirinya tanpa sehelai benang dan di sebelahnya sesosok pria yang pernah menjadi pujaan hatinya. Dia pun berusaha mengingat apa yang terjadi tadi malam. Ketika berhasil mengingat tadi malam, Tara pun berteriak dengan kencang dan dia pun menangis. Hingga membangunkan Wisma.


"Berisik sekali sayang, ada apa kau menangis seperti ini?"Tanya Wisma.


"APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN PADAKU?!! AKU SUDAH TIDAK P*RAWA* LAGI!!" Ujar Tara dengan air mata yang terus menetes.


"Apa mau dikata sayang, kau pun menikmati permainan panas kita tadi malam, dan apakah kau tahu Roy datang ke kamar ini melihat kau yang kepanasan dan ketagihan meminta kegiatan kita diteruskan.


Mendengar ucapan Wisma Tara pun membulatkan matanya sempurna seketika itu juga dia bangkit ke kamar mandi dia mempersiapkan diri untuk langsung menemui Roy dia akan berusaha agar Roy tidak meninggalkan dirinya. Tara tahu kali ini kesalahannya sangat fatal dan memberi luka yang sangat dalam pada Roy. Selesai bersiap Tara pun memperingati Wisma


"Jangan sekali kali kau menemui aku lagi, aku menganggap diriku bodoh jatuh ke perangkap mu. Jangan pernah temui aku!!" Teriak Tara kencang pada Wisma.


"Cepat atau lambat kau akan datang kepadaku sayang, Percayalah itu." Ujar Wisma tersenyum tipis.


setelah itu Tara pun langsung menuju perusahaan Roy. Hanya butuh waktu 20 menit untuk Tara tiba di perusahaan Roy. Dia pun bergegas menuju Ruangan Roy, semua karyawan melihat dan menyapa Tara namun sayang Tara terburu buru dan tidak menanggap sapaan para karyawan.


Sesampainya di ruangan Roy, Tara pun bertemu dengan assisten Roy dan bertanya apakah Roy ada di dalam, Assisten tersebut berusaha menahan Tara agar tidak masuk supaya tidak terjadi hal yang di inginkan namun terlambat Tara pun sudah masuk dan menemukan Roy menatapnya tajam.


"Roy.... Sayang aku merindukanmu..."Ujar Tara dengan lembut


"Berhenti... Jangan melangkah mendekatiku..."Ucap Roy dengan rendah namun terdengar menakutkan bagi Tara.


"Sayang... aku bisa jelaskan" Namun sebelum Tara Selesai mengatakan apa yang ingin di katakan. Roy pun memotong


"KELUAR!!!" Ujar Roy penuh dengan amarah.

__ADS_1


Nah kira - kira apa yang akan terjadi selanjutnya? Stay tune ya guys. Mohon maaf sekali sempat Hiatus lama sekali tapi Aku akan usahakan Lebih rajin lagi up ceritanya. Semoga suka dengan part ini ya... Terima kasih


__ADS_2