Roy : The Fatboy Find True Love

Roy : The Fatboy Find True Love
Part 25 - Keputusan Nyonya Besar


__ADS_3

Tara pun menyusul Roy dan masuk ke mobil. Roy hanya melihat sekilas ke arah Tara, sedangkan Rainer keadaannya cukup parah dan pastinya sangat malu karena tadi dia sudah menjadi tontonan banyak orang saat dirinya diseret oleh Roy. Lalu Roy pun melajukan mobilnya, dia menelpon Vino kembali dan bertanya padanya.


"Pa, apa semua sudah hadir?"Tanya Roy.


"Sudah nak, semua sudah hadir disini hanya tinggal menunggu nenek saja."Ujar Vino.


"Baiklah, sebentar lagi Roy sampai pa."Tutur Roy.


Setelah itu Roy pun mematikan teleponnya dan kembali melajukan mobilnya. Tara pun daritadi memandang ke arah jendela sebentar sambil sebentar - sebentar melirik ke arah Roy, jujur saat ini dia benar - benar bingung harus menjelaskan bagaimana ke Roy, dan Tara merasa bersalah pada Roy. Dia pun mulai memberanikan diri untuk berbicara pada Roy.


"Sayang.... sayang maafkan aku."Tara menunduk tapi kemudian melihat ke arah Roy kembali menunggu respon dari Roy.


"Tolong sayang jangan berpikir negatif, aku mempunyai alasan untuk menerima ajakannya percayalah padaku."Tutur Tara kembali.


Roy hanya diam saja memandang Tara sebentar lalu kembali memandang ke depan, menambah kecepatan mobilnya.


Sementara itu, di rumah Roy.


Vino dan Maria sedang sibuk menyapa dan berbincang dengan keluarga besar yang sudah hadir dari beberapa saat yang lalu, tentu semua pihak keluarga Roy bertanya - tanya kenapa mereka dikumpulkan di rumah Roy secara mendadak termasuk paman Ming.


Tak lama setelah itu sebuah mobil Limosin putih berhenti tepat di depan rumah Roy. Tak lama setelah itu seorang suster turun dari mobil dan segera membukakan pintu mobil tersebut lalu nenek dari Roy atau biasa dipanggil nyonya besar telah tiba di rumah Roy. Matanya yang selalu tajam memandang satu demi satu anggota keluarga yang sudah hadir, lalu segera mengalihkan pandangannya kepada Vino dan Maria, mereka pun segera mempersilahkan Nyonya Besar Handoko untuk masuk dan duduk di ruang keluarga.


Tak lama setelah kedatangan nyonya besar Handoko, mobil Roy pun tiba. Roy pun segera turun disusul Tara kemudian Roy membuka pintu belakang dan kembali menyeret Rainer untuk ikut dengannya masuk ke dalam rumah.


Rainer pun berteriak ketakutan saat diseret oleh Roy sehingga hal tersebut menarik perhatian keluarga lainnya dan mereka memutuskan untuk keluar melihat apa yang terjadi, dan mata mereka semua membulat sempurna saat mengetahui keributan yang terjadi. Paman Ming pun segera menghampiri Roy dan melepaskan tangan Roy dari anak kesayangannya itu.

__ADS_1


"Apa yang sudah kau lakukan kepada anakku??! katakan!!"Ucap Paman Ming dengan Geram.


"Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan kepada orang yang memang melakukan kesalahan, itu saja Paman. Apa Paman keberatan?"Tanya Roy dengan pandangan tajam serta dingin pada Pamannya itu.


Paman Ming terdiam sembari melihat anaknya yang kini sudah duduk di lantai sembari meluruskan kakinya yang luka. Lalu Tara yang daritadi diam saja segera menarik Roy menuju halaman belakang, Roy hanya diam saja memandang Tara dengan dingin dan juga tajam, Tara yang menyadari hal itu dia tidak mempedulikannya, yang dia pedulikan sekarang adalah segera meluruskan masalah antara dia dan Roy sehingga tidak memperpanjang kesalahpahaman yang telah terjadi.


"Dengarkan penjelasanku terlebih dahulu ku mohon. Aku tidak akan menyakiti hatimu dengan mudah begitu saja, setelah aku melalui banyak kesulitan untuk mendapatkan hatimu, aku ga akan menyakiti kamu semudah ini."Ujar Tara dengan mata berkaca - kaca.


Roy hanya diam dan melihat ke mata Tara, berusaha mencari kebohongan tapi dia tidak menemukannya, barulah setelah itu Roy merubah tatapannya menjadi hangat seperti sebelumnya.


"Kenapa kamu menerima ajakannya?"Tutur Roy dengan lembut.


"Karena aku berpikir dia adalah sepupumu dan dia adalah keluargamu jadi aku berpikir mengakrabkan diri, apalagi Rainer mengatakan padaku bahwa dia sudah meminta ijin padamu, makanya aku tidak khawatir. Maafkan aku sayang."Ucap Tara tulus.


"Sayang, aku tidak akan bisa marah terlalu lama, aku sudah mengetahui semua, hanya saja aku cemburu saat Rainer memegang tanganmu tadi, maafkan aku juga."Ucap Roy.


Roy pun mengajak Tara masuk ke dalam rumahnya dan pada saat Roy masuk ke rumah semua mata tertuju pada Roy. Paman Ming segera menghardik Roy.


"Apa salah anakku padamu?"Tanya Paman Ming.


"Tanyakan saja pada anakmu itu, apa yang sudah dia perbuat sampai aku menjadi marah seperti ini!"Ucap Roy dengan berapi - api.


"Hentikan semua!! Ming kau diamlah dulu, daritadi kau sudah banyak bicara, aku ingin bicara pada cucuku Roy."Ucap Nyonya Besar Handoko.


"Nenek, apa kabar? aku sangat merindukanmu."Ucap Roy memeluk neneknya tersebut.

__ADS_1


"Hahahahah anak nakal!! kenapa kau memanggil kami semua secara mendadak malam ini."Tanya Nyonya Besar Handoko pada cucunya.


"Nenek, maafkan aku tapi aku harus melakukan ini, maaf bila aku harus serius sekarang. Seperti yang nenek tahu aku dan Tara sekarang sudah resmi tunangan. Memang awalnya kami tidak akur dan aku tidak dapat menerimanya, namun sekarang berbeda nek keadaannya. Roy sudah menerima, mencintai, menyayangi Tara sangat - sangat sayang nek. Dan selama 6 bulan terakhir ini Rainer mencoba menggoda Tara bahkan dia memberitahu Tara bahwa yang nantinya menjalankan perusahaan Handoko Corps adalah dia nek, dan aku tidak dapat menerimanya!"Ujar Roy dengan Geram.


"Nenek aku tahu ini mungkin membuat nenek terkejut akan tetapi aku tidak akan menyerahkan Tara kepada lelaki manapun dan aku tidak akan meninggalkan Tara. Dan kau RAINER!! ingat baik - baik ini jika kau ingin memisahkan kami, maka kamu harus berani untuk membunuhku terlebih dahulu. CAMKAN itu baik - baik!"Ujar Roy dengan menunjuk ke arah Rainer.


Semua orang yang ada di ruangan itu menatap Rainer dengan tatapan marah, jengkel, kaget, karena mereka semua tidak menyangka akan menjadi seperti ini. Rainer pun yang tadinya diam saja akhirnya membuka suaranya.


"BAIKLAH, Maafkan aku semuanya!! aku akui aku salah, aku melakukan ini semua karena aku ingin merebut apa yang Roy miliki setidaknya 1 hal saja yang benar - benar berharga."Tutur Rainer dengan senyum menyeringai.


"Aku bekerja sama dengan teman - teman kelasmu Roy, merekalah yang menawarkan kerja sama ini, dan aku berpikir ini saling menguntungkan dan kenapa tidak."Tutur Rainer kembali.


Roy yang mendengarkan itu kembali terbakar emosi, dia tidak percaya teman - temannya akan sejauh itu hingga membuat Rainer berbuat seperti ini, Roy pun berjanji dalam hatinya tidak akan mengampuni Rainer.


"Cukup!! aku sudah dengar semuanya dengan jelas, sekarang dengarkan aku selaku Nyonya Besar yang memegang penuh keputusan keluarga ini, dengan ini memutuskan Pernikahan Roy dan Tara akan dipercepat dari jadwal yang sudah ditentukan!! Roy dan Tara akan menikah setelah mereka lulus sekolah SMA."Ucap Nyonya Besar Handoko.


Mata mereka semua membulat sempurna dan terkejut mendengarkan keputusan nenek. Termasuk Roy dan Tara.


.


.


.


.

__ADS_1


Guys maafkan baru up sekarang ya, lagi sibuk - sibuk nya karena udah mau masuk kuliah lagi dan sambil kerja, tapi author menepati keinginan kalian nih. jangan lupa like, vote, dan commentnya ya. Thank you.


__ADS_2