
Seusai Istirahat Tara dan teman - temannya segera pergi menuju kelas 10B untuk bertemu dengan ketua kelas yaitu Wisma ariwijaya.
"Hey, wisma apa kau tau yang terjadi di kantin? anak baru itu berani menumpahkan makan dan minumku meskipun sudah dia ganti dengan yang baru tapi aku tetap saja kesal sama dia". Ucap tara dengan geram.
"Lalu apa rencanamu, sayang? aku pun tidak suka dengan anak baru itu, 1 kelas tidak ada yang mau berteman dengan dia sekalipun Ms. Pini meminta kami untuk membuat royce nyaman berada di sekolah ini". Ucap Wisma
Ternyata Tara hudson adalah kekasih dari Wisma Ariwijaya, meskipun tara terkenal sebagai anak yang keras dan berani tapi dia memiliki sisi lembut untuk kekasih tercintanya, yaitu Wisma Ariwijaya.
"Aku punya rencana sayang, tapi itu harus melibatkan 1 kelas 10B bagaimana? kau bersedia?". Tanya tara.
"Kalau untuk anak baru itu tentu saja sayang aku pasti ikut". Timpal Wisma.
"Baiklah sayang begini rencananya". dan tara pun membisiki wisma dengan rencananya tanpa seorang pun yang berani menguping karena mereka takut dengan pasangan ini
Tidak lama kemudian dengan wajah smirknya Wisma langsung setuju dan hari itu juga Wisma memberitahu teman - teman kelasnya tentang rencana yang dia dan tara buat. Seketika itu teman - teman kelas 10B langsung setuju semua.
"Kali ini aku pastikan rencana ini berjalan dengan baik." ucap Alex
"Aku akan mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan, ayo siapa yang mau membantuku?". Ucap Hizkia
"Baiklah kita bagi seperti ini saja yang membantu hizkia mempersiapkan perlengkapan : Anton, Jonathan, tasya, angela, purnama." Ucap Wisma
"Sedangkan sisanya ernes, mery, alex,steve dan aku akan memeriksa keamanan di tempat yang sudah kita rencanakan". ucap Wisma.
Tidak lama setelah itu Roy terlihat berjalan menuju kelas dan semua teman - temannya mulai melancarkan rencananya yang pertama. Begitu Roy masuk kelas, teman - teman SMPnya dulu menghampiri Roy
"Roy, maafin kita2 ya bukan bermaksud sombong tapi kita masih kaget aja ternyata kamu bersekolah disini dan kita bertemu lagi, maafin kita ya". kata Tasya dan Purnama dengan wajah yang dibuat memelas.
"Sudahlah, tidak apa - apa Tasya, Purnama, mungkin setelah ini kita bisa berteman dengan baik". ucap Roy tulus.
"Hmmph... kalau bukan demi rencana ini aku akan sangat malas untuk berbicara dengan anak ini". kata Tasya dalam hati.
"Bertahanlah, hanya sampai besok saja biar anak ini nggak bisa macam - macam lagi". Kata Purnama dalam hati
Siang itu pelajaran pun telah usai dan tibalah jam pulang sekolah, semua anak - anak berhamburan menuju kendaraan mereka untuk pulang. Roy pulang dengan naik bus lagi, Roy sebenarnya sangat bisa untuk membawa mobil ataupun dijemput oleh pak arly supirnya namun mami dan papa Roy mendidik Roy untuk bisa mandiri tanpa bergantung pada orang tuanya.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Roy hanya mendapati Alicia yang berada di rumah, sedangkan mami dan papanya seperti biasa dinas di luar kota, mereka disibukkan dengan pekerjaan mereka sehingga waktu untuk berkumpul dengan anak - anak nya sangatlah sedikit dan itu tanpa mereka sadari Roy menjadi anak yang sangat kesepian dan suka menyendiri di kamarnya. Akan tetapi Roy selalu menutupinya dengan baik, dia selalu tersenyum tanpa memberi kesempatan pada orang lain untuk mengetahui kerapuhan dirinya. Itulah mengapa orang tua Roy selalu menekan Roy dengan ekspektasi mereka, memaksa Roy untuk mengikuti kemauan mereka, sehingga hal tersebut membuat Roy dan orang tua nya jauh.
Sementara itu di tempat lain, para anak - anak kelas 10B setelah jam pulang sekolah tadi mereka semua tidak langsung pulang melainkan menjalankan rencana mereka semua, sebagian pergi ke tempat persiapan rencana mereka, sebagian lagi pergi ke toko peralatan untuk membeli yang dibutuhkan untuk rencana mereka semua. Bahkan mereka memiliki grup di handphone mereka masing - masing yang diberi nama Bullying Group For Roy dan disitu tara hudson menjadi pemimpinnya.
"Bagaimana perkembangannya apa sudah siap untuk tempatnya?". tanya tara.
"Kalo untuk tempat sudah siap semua, kami sudah memasang kamera untuk merekam semuanya besok". Kata ernes
"Bagus!!, bagaimana dengan perlengkapan? apa sudah dibeli semua?". tanya tara.
"Perlengkapan aman hanya tinggal tali saja setelah itu sudah siap". Jawab Hizkia
"Baiklah, kerja bagus semuanya!". Jawab tara.
Roy, yang malam itu sedang berada di kamarnya memiliki firasat tidak enak seakan - akan besok akan terjadi sesuatu tetapi Roy tidak tahu apa itu, lalu dia pun membuka ponselnya dan kaget tiba - tiba mendapat chat dari nomor yang tidak dikenal.
"Hi, Roy ini nomorku tara save y".
"Ada apa dengan dia? kenapa tiba-tiba sekali dia chat begini dan darimana dia bisa tahu nomor ponselku?". Gumam Roy
"Baik akan aku save makasih y". balas Roy
tidak lama setelah itu papa dan mami Roy pulang dan memanggil Roy untuk turun ke bawah menemui papa dan maminya.
"Roy!! kemarilah, papa dan mama mau bicara" Kata papa Vino
"Iya pa sebentar, Roy ke bawah". Jawab Roy
ketika sampai di bawah hal pertama yang dilakukan papanya adalah memberi pukulan telak pada anaknya yang belum sepenuhnya siap menerima pukulan itu, Roy pun terjengkang ke belakang.
"Apa - apaan ini pa, Roy ada salah apalagi?". Tanya Roy.
"Anak bodoh, papa kan sudah kasitahu kamu jangan buat papa dan mami malu namun apa hasilnya hah!!". Ucap Vino dengan geram
"Maafkan Roy pa, ma Roy tadi benar - benar tidak ingin membuat keributan di sekolah, tapi karena teman - teman Roy yang memulai duluan". Roy membela dirinya.
__ADS_1
"Sudah papa dan mami tidak mau dengar kamu aneh - aneh di sekolah, paham tidak?!!". tanya Papa lagi.
"Iya pa, ma, Roy ke kamar dulu ya terima kasih untuk makan malemnya". Ucap Roy
Setelah sampai kamar, Roy langsung merebahkan dirinya di atas kasur dan terlelap.
keesokan harinya,
Roy sudah bangun dan sudah siap - siap ke sekolah, lalu dia berangkat menuju sekolah setelah berpamitan pada semuanya. sementara itu di sekolah terlihat Tara Hudson, Wisma Ariwijaya, dan semua teman - teman 10B berkumpul di kantin, mereka pun sudah siap untuk membully Roy.
"Nanti pulang sekolah kalian berdua ajaklah Roy pura - pura saja ingin jalan, apa kalian mengerti". Ucap Wisma
"Baik, kami mengerti." Jawab Tasya dan Purnama
Setelah itu tidak lama kemudian Roy tiba di sekolah, dan anak - anak itupun sudah bubar dan sudah berada di kelas masing - masing. Roy pun langsung menuju kelas, sesampainya di kelas, Tasya dan Purnama pun menghampiri Roy.
"Roy, nanti sepulang sekolah ikut kita ya, kita mau jalan - jalan". Ajak Tasya.
"Benar, ayo Roy sekalian kita mengenang masa - masa SMP kita, bagaimana?". Timpal Purnama.
"Baiklah, sepertinya boleh juga itu, nanti ya. terima kasih sudah mengajakku". Jawab Roy.
"Sama - sama Roy, sampai jumpa". Kata Tasya dan Purnama.
Lalu setelah itu Tasya mengabari semuanya di grup mereka.
"Sudah ku laksanakan, dia menerima ajakan kita". Tulis Tasya
"Bagus!! beraktinglah terus smapai nanti ya, bertahanlah". Kata Tara
Lalu setelah menutup ponselnya, tara pun tersenyum Jahat "Kena kau!!".
Enjoy ya temen - temen kasih like dan comment yaa
ini merupakan kisah perpaduan realita dan fiksi pertama saya.
__ADS_1