Roy : The Fatboy Find True Love

Roy : The Fatboy Find True Love
Part 20 - A Night To Remember (Part 2)


__ADS_3

Akhirnya Roy dan Tara pun sampai di butik langganan keluarga Handoko dan masuk ke dalam. Ketika di dalam Roy dan Tara disambut oleh Staff dan menanyakan gaun apa yang mereka cari, dan Roy meminta Tara untuk memilih gaun yang ingin dia kenakan dan segera saat itu juga Tara langsung memilih dengan semangat karena Tara ingin membuat Roy terpesona dengan penampilan malam ini, padahal yang tidak Tara tahu adalah Roy akan menyatakan perasaannya dan membuat Tara menjadi wanita yang paling bahagia sekaligus beruntung. Setelah beberapa saat memilih akhirnya Tara menjatuhkan Pilihan Gaun berwarna biru tua yang simple tapi ketika dikenakan Tara terlihat sangat cocok dan kecantikan Tara bertambah maksimal.


Setelah itu Tara keluar dan berdiri di hadapan Roy dan sedikit memberi kode kepada Roy agar Roy melihat ke arahnya saat ini.


"Ekhem... ehem!!"Kode Tara.


Roy pun yang mendengar suara Tara itu langsung menegakkan kepala dan pandangannya langsung tertuju pada seorang gadis yang sangat cantik dan hal itu membuat hati Roy berdebar - debar terpesona akan penampilan Tara. Tara yang melihat tatapan Roy sangat senang bila memungkinkan Tara ingin sekali lompat - lompat kegirangan karena dia berhasil membuat Roy terpesona.


Roy pun langsung merubah pandangannya kembali dia memasang wajah datar, padahal dalam hatinya dia menahan malu dan berusaha agar tidak terlihat oleh Tara. Roy pun pergi untuk memilih jas yang akan dia kenakan nanti, Roy pun memilih jas yang senada dengan gaun yang dikenakan Tara sehingga bila dipasangkan akan terlihat sangat serasi. Dan tidak lupa Roy pun mengirimkan pesan kepada teman - teman kelasnya sekaligus teman - teman sekolah lainnya agar mereka semua tahu dan tidak berbuat macam - macam lagi terhadap Roy. Tapi Roy memutuskan sebelum melaksanakan acaranya Roy memberitahu Vino dan Maria bahwa dia tidak ingin identitas aslinya diketahui oleh siapapun.


Roy pun mempunyai ide yang kali ini dia yakini cemerlang dan pasti disetujui oleh ke 2 orang tuanya. Roy pun segera menelpon Vino dan juga Maria agar mereka bisa membantu Roy untuk merealisasikan idenya tersebut.


"Halo Papa, Mama kalian berada di mana sekarang?"Tanya Roy antusias.


"Papa dan Mama sedang mengecek ulang persiapan acara kamu dan Tara."Jawab Vino.


"Baiklah Pa, Ma, sekarang Roy ingin memberi ide, Roy sangat berharap Papa dan Mama dapat membantu Roy untuk merealisasikan ide ini"Ucap Roy.


"Ide apa itu kak?"Tanya Maria.


"Kakak mau, Papa dan Mama tidak membuka identitas asli kita bisa? Karena Roy nggak mau identitas asli kita ketahuan Pa, Ma. Anggap saja kita ini sebagai pegawai biasa yang kebetulan punya rejeki lebih jadi bisa mengadakan acara pertunangan di tempat itu. Bagaimana?" Ucap Roy.


"Baiklah kak, akan kami atur ya supaya tidak membuka identitas kita, dan baik Papa maupun Mama tidak mengundang media manapun jadi aman kak dan nantinya untuk setiap yang hadir di acara itu akan mama pastikan tidak membuka mulut untuk membocorkan."Tegas Maria.


Vino yang mendengar percakapan Maria dan Roy membenarkan dan setelah selesai telpon Vino dan Maria langsung menyusun ulang hampir separuh dari apa yang sudah direncanakan. Vino dan Maria selalu ingin anak - anaknya mendapatkan yang terbaik jadi mereka tidak pernah setengah - setengah dalam mengupayakan semua yang anak - anaknya minta tidak hanya dalam keluarga namun dalam perusahaan pun seperti itu, dan dari hal itulah Handoko Corp bisa besar seperti sekarang.

__ADS_1


Sementara itu,


Setelah selesai memilih gaun dan juga jas yang akan dipakai saat ini Roy dan Tara berada di salon Johnny and***n yang terkenal di kota itu dan Tara pun segera memulai perawatannya. Sedangkan Roy pamit kepada Tara untuk ke toilet, padahal Roy pergi ke tempat toko perhiasan untuk membeli 1 pasang cincin terbaik yang ada di toko tersebut. Roy pun tiba di toko tersebut dan langsung menuju ke rak yang berisi beraneka macam cincin.


"Mbak, saya mau lihat koleksi cincin terbaik di toko ini" Minta Roy pada pegawai di toko itu.


"Baik Tuan ditunggu sebentar." Jawab Pegawai itu.


Tak lama pegawai itu membawa 1 set koleksi cincin terbaik dan Roy pun sibuk memilih akan tetapi Roy tidak menemukan cincin yang sesuai dengan keinginannya. Akhirnya Roy pun bertanya pada Pegawai itu.


"Apa hanya ini saja pilihannya? apa tidak ada yang keluaran paling baru?"Tanya Roy.


"Tentu saja ada Tuan tapi saya ragu Tuan mampu membelinya."Ucap pegawai tersebut dengan senyum yang meremehkan.


Roy adalah tipe orang yang tidak suka diperlakukan seperti itu, namun dia bukanlah orang yang langsung begitu saja kehilangan kontrol emosinya.


"Baiklah, ini adalah cincin keluaran terbaru kami edisi terbatas karena memperingati 25 tahun berdirinya perusahaan perhiasan kami, Harga cincin ini sebesar 10 Miliar Rupiah karena di cincin ini terdapat batu permata asli red Ruby yang sangat langka dan hanya ada beberapa di dunia. Bagaimana setelah Tuan mendengar harga ini -- Belum selesai bicara tapi saat pegawai itu akan melanjutkan dia terhenti karena mendengar jawaban Roy.


"Bungkus Kan segera saya tidak punya banyak waktu!!" Ucap Roy tegas.


Pegawai yang tadinya meremehkan jadi terdiam karena dia baru sadar bahwa dia menghadapi orang yang salah dan dia malu akan hal itu dan segera menyiapkan cincin tersebut. Roy pun segera menuju ke kasir dan mengeluarkan black card exclusive yang sudah lama tidak pernah Roy pakai. Roy memutuskan untuk memakainya hanya demi seorang Tara yang sudah berhasil mengambil hatinya.


Selesai membungkusnya Pegawai tersebut langsung memberi hormat dan merubah sikapnya menjadi lebih ramah dari sebelumnya.


"Mohon maaf Tuan atas kesalahan yang sudah saya lakukan tadi, sekali lagi saya mohon maaf Tuan saya tidak akan melakukannya lagi, tidak hanya pada Tuan saja tapi pada orang yang lain juga."Ucap pegawai itu dengan tulus.

__ADS_1


"Baiklah, Anda tampaknya sudah mengerti jadi saya maafkan."Ucap Roy tenang.


Selepas itu Roy langsung kembali ke salon tempat Tara melakukan perawatan dan mendapati Tara sudah terlihat sempurna di mata Roy. Roy pun menghampiri Tara.


"Wow, Kamu sangat cantik Tara!"Ucap Roy dengan tatapan terpesona.


"Apakah kamu sudah siap? aku harap saat kamu disana, kamu bisa membuatku kagum."Ucap Tara.


Tara dan Roy pun segera bergegas menuju ke tempat acara di salah satu Hotel yang bernaung di bawah Handoko Corp.


Sementara di tempat tersebut Vino, Nathan, Maria, dan Audi sudah berada di Hotel dan tidak hanya mereka tapi teman - teman Tara dan Roy juga sudah berada di sana. Tidak lama setelah itu Roy sudah sampai bersama Tara disana, mereka pun segera menuju ke hall yang sudah dipersiapkan untuk acara spesial ini.


"Roy, kenapa tempatnya sunyi sekali? apa kita salah masuk tempat?"Ucap Tara tapi ternyata Roy tidak ada di samping Tara lagi, Tara kebingungan. Tiba - Tiba dari tempat Tara berdiri ada lampu sorot yang menerangi Tara dan disana sudah ada Roy yang berada di atas panggung dengan Sebuket Bunga mawar merah, dan ketika Tara berjalan naik ke atas panggung semua mata yang melihat masih tidak percaya dan menunggu ucapan Roy yang selanjutnya.


"Tara, mungkin apa yang sudah kita lalui sangat berliku dan meninggalkan banyak luka tapi aku disini berdiri sekarang di depan kamu, aku ingin bilang perasaan itu masih tetap ada dan akan terus ada karena aku mencintaimu Tara, maukah kamu menjadi bagian dari hidupku?"Ucap Roy.


"Iya, Aku mau!!"Ucap Tara bahagia.


Malam ini adalah malam yang tidak akan Tara lupakan dia sangat bahagia. Semua orang disana yang hadir tampak terkejut dengan kata - kata Roy. Sebagian besar dari anak - anak sekolah yang hadir mendoakan yang terbaik lalu sebagian lagi termasuk teman - teman kelas Tara dan Roy tidak setuju dan tetap berpikir Roy tidak pantas bersanding dengan Tara.


.


.


.

__ADS_1


.


Sampai sini dulu ya, nanti bakalan ada konflik lagi, tapi sebelum itu jangan lupa like, comment, Dan votenya ya... Terima kasih


__ADS_2