
Pagi itu Mobil Roy pun melaju menuju Taman bermain yang dimiliki keluarga Handoko, tapi tentu saja Roy tidak mengetahui hal itu. Tara pun senang bukan main saat mengetahui tujuan Roy. Tak lama setelah itu mereka pun sampai di taman bermain tersebut dan mulai mencoba berbagai macam wahana disana mulai dari roller coaster, Kapal Kapten Jack Sparrow, Halilintar, Perahu bebek, Rumah Hantu, Rumah Kaca, dan masih banyak lagi. Selama di taman bermain Tara tidak pernah absen curi - curi pandang pada Roy, Roy pun mengetahui itu tapi dia memutuskan untuk diam saja karena Roy ingin tahu tindakan Tara selanjutnya seperti apa. Siang telah tiba, dan tentu saja perut Tara dan Roy sudah kelaparan ingin segera di isi, akhirnya Tara dan Roy memutuskan untuk pergi ke Restaurant yang ada di sana. Setelah memesan makanan mereka pun terlibat obrolan yang agak dalam.
"Roy, terima kasih kamu sudah bersedia menghabiskan waktu denganku hari ini."Ucap Tara tulus.
"Sama - sama Tara, walaupun kita dijodohkan seperti ini apa kamu tidak masalah?" Tanya Roy.
"Hey silly, kenapa harus jadi masalah? memang di awal pertemuan kita terasa kurang baik, akan tetapi semakin aku mengenal kamu dan mulai sedikit memahami kamu, aku benar - benar menyesal sudah berlaku kasar terhadap kamu, melontarkan kata - kata yang tidak pantas di dengar dan di ucapkan, Bahkan aku yang sudah pernah berbuat jahat ini kamu masih menyelamatkanku saat aku hampir saja celaka, dan kamu saat itu tidak peduli akan keselamatan diri kamu sendiri. Di saat itulah aku sadar bahwa aku selama ini sudah salah menilai. Maafkan aku ya Roy."Ucap Tara tulus.
Roy pun terdiam sesaat waktu mendengar ucapan Tara, dia merasa bahwa apa yang dikatakan Tara kali ini terdengar benar - benar datang dari hati dan Roy pun mulai menatap mata Tara berusaha mencari kebohongan dari setiap kata yang sudah dikatakan, akan tetapi Roy tidak menemukannya.
"Kamu harus tahu Tara, aku memang awalnya bisa dibilang jatuh cinta pada pandangan pertama akan tetapi setelah melalui banyak hal dan memang aku merasakan sakit tapi perlahan rasa sakit itu terkalahkan oleh rasa suka itu." Ucap Roy.
"Apa itu berarti... Perasaan kamu masih sama? Apa ada namaku di hati kamu?"Tanya Tara penuh harap.
"Kamu akan tahu pada saatnya nanti."Ucap Roy.
Setelah mereka menyelesaikan makan siang, Roy dan Tara pun mulai melanjutkan perjalanan kembali dari Taman bermain mereka menuju ke pantai. Roy sebelumnya sudah menyiapkan sebuah kejutan untuk Tara, hanya saja Roy harus tetap mempertahankan sikap dinginnya, cueknya karena biar bagaimanapun kedua sikap itu sudah melekat di diri Roy.
Sementara itu, di Rumah Roy terlihat Vino dan Maria menunggu laporan dari pengawal yang ditugaskan untuk mengikuti Roy dan Tara.
__ADS_1
"Bagaimana ya Pa, perkembangan hubungan mereka berdua? mama ingin anak nakal itu segera menikah, jangan terlalu lama menunda pa, mama kan udah ingin gendong cucu."Ucap Maria sambil mengerucutkan bibirnya.
"Sabar sedikit Ma, Papa tahu bukan hanya Mama saja yang sudah ingin gendong cucu, papa juga ingin tapi kita harus menghormati keputusan anak kita itu Ma."Ucap Vino.
"Sudahlah Pa, coba bujuk Roy lagi untuk menikah selepas mereka lulus SMA."Ucap Maria.
"Baiklah, tapi ini terakhir kalinya Papa membujuk anak itu ya Ma, Papa tidak mau terlalu memaksakan kehendak kita pada Roy."Ucap Vino.
Kembali lagi di Pantai, terlihatlah dua orang yang sedang saling kejar satu sama lain, terlihat sangat bahagia dan menikmati waktu bersama. Ya, Roy dan Tara saat ini tengah menikmati quality time untuk pertama kali, mereka terlihat seperti sepasang kekasih, (sekali lagi belum jadi ya guys harap dipahami) tapi Tara sudah benar - benar memastikan perasaannya untuk Roy, sedangkan Roy masih belum begitu menyadari apakah perasaan Roy terhadap Tara masih sama? disinilah Roy hari ini ingin memastikan sekali lagi, apa perasaan itu masih sama atau sudah berubah? Roy tidak mau menyatakan perasaan pada Tara bila perasaannya sendiri belum bisa dipastikan karena hal itu hanya akan menyakiti Tara.
"Ayo tangkap aku weeeekkkkk!"Ejek Tara pada Roy.
"Hahahahah awas ya, aku pasti bisa menangkap kamu!!"Ucap Roy.
Setelah itu Roy buru - buru berdiri dan membantu Tara untuk berdiri, dan saat itu muka Roy merah menahan malu, dalam hati Roy menyesali tindakan bodohnya barusan yang membuat dia merasakan getaran sekaligus membuat dia malu. Sedangkan Tara saat ini sedang bersorak sorai dalam hatinya karena berhasil maju 1 langkah meskipun harus berusaha lebih keras akan tetapi Tara tidak menyesali pilihan yang sudah dia buat pada saat Roy di rawat di rumah sakit, karena saat itu Tara sudah membulatkan tekadnya untuk mendapatkan Roy dan hari ini dia berhasil melangkah lebih maju sedikit.
"Ayo kita lanjut ke tujuan berikutnya." Ajak Roy.
"Memang masih ada lagi?"Tanya Tara.
__ADS_1
"Sudahlah, intinya kamu cukup nikmati saja hari ini, karena acara kita masih panjang."Jawab Roy.
"Memang setelah ini kita mau kemana?"Tanya Tara.
"Kita akan ke butik, lalu kita ke salon terbaik."Ucap Roy serius.
"Untuk apa ke butik lalu ke salon apakah hari ini ada acara yang tidak aku ketahui?"Tanya Tara.
"Ada acara yang diadakan salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan Handoko Corp jadi aku harus hadir sebagai perwakilan dari Handoko Corp."Terang Roy.
"Baiklah, ayo kita pergi sekarang kalau begitu."Ucap Tara.
Di saat mereka berjalan Roy pun mengirim pesan pada Vino dan Maria agar mereka bersiap - siap di tempat yang sudah Roy tentukan untuk menyatakan perasaannya pada Tara. Ya Roy sudah membulatkan tekadnya untuk menyatakan perasaannya pada Tara. Tak lupa juga Roy memberi tahu Nathan dan Audi, dan para orang tua yang mendapat chat dari Roy pun bersorak gembira karena pada saat diputuskan tunangan Roy tidak ada melakukan apa - apa hanya sekedar memakaikan cincin, tapi kali ini dia sendiri yang berinisiatif untuk membuat acara Tunangan ini tidak akan dilupakan Tara seumur hidupnya.
.
.
.
__ADS_1
.
Kira - kira acaranya kaya apa ya? apa yang bakal Roy siapin? seperti biasa jangan lupa like, comment, Dan votenya ya guys. Terima kasih.