
Setelah pernikahan Tara dan Wisma, Roy pun memutuskan kembali ke rumah untuk mempersiapkan keberangkatan menuju Denver.
Untuk sejenak Roy merenung dalam diam, walaupun dia tidak mengatakan apapun namun dari muka nya terlihat jelas, dia memendam rasa sakit itu, luka yang dalam. Tanpa disadari, air mata itu mengalir dengan sendirinya tanpa permisi.
Tak lama setelah itu Vino, Maria, dan Alicia sampai di rumah dan Alicia bergegas menuju kamar kakak kesayangannya, dia tahu walaupun kakaknya itu tidak mengatakan apapun namun dia ikut merasakan sakit yang dirasakan kakaknya karena dia sangat sayang dengan kakaknya itu dan tidak mau terjadi apa - apa pada kakaknya itu.
"Aku tahu kakak pasti menangis, aku benar benar benci melihat kakak seperti ini."Batin Alicia dalam hati
Alicia berjalan pelan menuju kakaknya, sedangkan Roy masih belum menyadari keberadaan adik nya yang sangat dia sayang. Lalu alicia sampai di depan Roy dan menghapus air mata Roy, Roy pun terkejut melihat kedatangan Alicia. Roy buru - buru menghapus air matanya, dia tidak mau terlihat lemah di depan adiknya.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan Alicia?"Tanya Roy
"Kakak yang kenapa? mengapa baru sekarang kakak menangis, dan apalagi tadi kakak sama sekali tidak menemui paman Nathan dan bibi Audi, dan kakak juga tidak berpamitan pada Tara dan juga keluarga nya." Ujar Alicia panjang lebar.
"Kakak tidak menemui mereka karena mereka pasti sibuk, itu sebabnya kakak tidak menemui mereka. Dan untuk Tara dan Wisma kakak tidak mau berpamitan karena hanya akan mengingatkan kakak atas perbuatan jahat mereka."Ujar Roy panjang lebar.
Tanpa disadari kedua bersaudara itu Maria dan Vino mendengar perbincangan mereka dari balik pintu kamar Roy. Hati orang tua mana yang tidak sakit mendengar keluh kesah putra nya.
Tak lama setelah itu Alicia pun keluar dari kamar kakaknya dan langsung ke kamar nya dan menangis disana hingga dirinya tertidur. Roy pun yang ada di kamar hanya bisa menghela nafas berkali kali untuk menenangkan dirinya yang masih sangat terluka, dia pun memutuskan mandi air hangat untuk menenangkan dirinya.
__ADS_1
Selesai mandi Roy pun beristirahat, meskipun tidak bisa sepenuhnya tapi Roy akan mencoba.
Keesokan harinya,
Roy sudah bangun dan sudah mandi, Roy memang terbiasa bangun pagi, seperti badannya sudah teratur seperti itu. Dia pun turun menuju meja makan untuk sarapan. Ternyata disitu orang tua dan adiknya sudah menanti dirinya, Mereka pun sarapan bersama dengan tenang dan tidak ada satu pun yang berbicara.
Setelah sarapan, Vino mengajak Roy ke ruang kerjanya, setelah itu Vino pun pelan - pelan memeluk Roy dan Roy pun sempat tersentuh akan tetapi Roy yang terlanjur berubah dingin menjadi tidak ada pengaruhnya untuk Roy.
"Kak, papa mau kamu yang kuat ya, saat - saat ini papa bisa mengerti kamu merasa terluka, sakit hati. Tapi tunjukkan bahwa kamu tanpa Tara pun kamu bisa berdiri sendiri bahagia."Ujar Vino.
__ADS_1
Kira - kira apa yang akan dilakukan Roy sebelum dia berangkat ke Denver ya? Stay tune ya guys.