
Author pov
Kerajaan Brixvin
Kastil keluarga Havild
"Kau ini kenapa, Lorest!?."
"...."
"Kau sudah mencelakai calon ratu bangsa Wizard hanya demi wanita itu!!."
"Namanya ALICE, ayah!!."
Bentakan Leon membuat ayahnya –Georgy Havild– geram.
Ctarr
Ctarr
"Pokoknya besok kau harus menemui yang mulia ratu untuk meminta maaf. Paham!!?."
"....."
Ctarr
"JAWAB!!."
"Baik baik! aku paham!!."
Malam itu Leon/Lorest di siksa karena sudah mencelakai calon ratu bangsa Wizard, ah.. kasihan dia. Feter/Foxyu yang sengaja mengikuti Leon pun merasa iba tapi itu sebanding dengan apa yang dilakukan Leon pada Nala, maybe.
~oOo~
Nala pov
KEESOKAN PAGINYA
Bagus sekali, aku tak bisa tidur semalaman! ya ampun aku kurang tidur, aku beranjak turun untuk mandi.
"Ah... Air ini menyegarkan" ucapku di sela² mandi, aku keluar dan melihat Mei di atas ranjang, dia sudah menyiapkan seragamku rupanya, oh iya hari ini dengan 'terpaksa' aku harus kembali ke sekolah karna hari ini ujian harian dan lagi ini bisa dikatakan ini ujian uji coba sebelum UTS:v.
Astaga... Tubuhku masih sakit dan sekarang harus kembali ke sekolah, bertemu dengan Leon dan teman² nya serta harus mengerjakan soal ujian, ya ampun... Walau aku tak khawatir dengan soal itu tapi aku malas ke sekolah, huh.. Apa boleh buat, ya sudahlah
"Pagi, nona" sapa Mei.
"Pagi" balasku.
"Ini seragam nona, oh iya salah satu teman nona yang kemarin datang hari ini menjemput nona loh" lanjut Mei.
"Oh ya? Sepagi ini? " aku agak terkejut saat melihat jam masih pukul 05.40 dan kutebak itu Lyra karna tak mungkin Vier yang datang dan benar saja saat aku turun aku sudah melihat Lyra duduk manis di sofa, berbincang dengan Wang sik dan Wendy.
"Bonjour! " sapaku, reflek mereka semua menoleh.
"Hai! " seru Lyra.
"Eh, kamu dateng sepagi ini? Ngapain? " tanyaku, Lyra hanya tersenyum mencoba terlihat misterius walaupun itu memang misteri.
"Pergi yuk! " ajaknya.
"Eh kemana? "
"Udah kamu ikut aja" ucapnya sambil menarik lenganku lalu dia melesat dengan cepat, saat sampai aku melihat sekeliling dan menemukan aku berada di sebuah tanah lapang yang luas, tiba² Vier keluar dari salah satu semak dan menatapku dingin.
"Bagus, Lyra. Kalau begitu kita bisa mulai" kata Vier, Lyra mundur ke belakang dan tersenyum, mereka berdua melesat ke arahku dan... Mereka menyerangku, aku mencoba bertahan dan menyingkir.
"Hei, coba keluarkan kekuatanmu, apa kau tak bisa melakukannya hah? Payah sekali kau" ejek Lyra, telingaku memanas mendengar itu lalu mereka kembali melesat ke arahku, aku melakukan hal yang sama seperti tadi.
"Cobalah untuk fokus, Nala sayang" tantang Lyra lalu kembali melesat.
"FOKUS! " teriak Vier, lalu mereka berhenti.
__ADS_1
"Cobalah untuk fokus, gadis konyol" ejek Vier dengan wajah datar, mereka kembali menyerang tapi aku menanggapi dengan serius, aku memejamkan mata, mencoba untuk tenang, merasakan angin berhembus dengan cepat (angin yang terbentuk karna Vier dan Lyra melesat) lalu aku mengangkat tangan kananku dan... Boom! Lyra sedikit terpental ke belakang lalu berseru.
"Wow! Itu lumayan, ya kan? Feter" setelah Lyra mengatakan itu angin berhembus lagi lalu dari arah asal angin itu Feter muncul.
"Bagus, Vier, Lyra, dan kau Nala, maaf membuatmu menjadi mainan mereka tapi itu bisa membantumu meningkatkan kekuatanmu serta kemampuanmu" jelas Feter.
"Apa apaan ini!? " teriakku.
"Kau adalah keturunan murni ratu wizard Eropa, Natasha Lavender, bundamu, kau mewarisi seluruh kemampuan ayah dan bundamu, ayahmu yang memiliki IQ dan EQ yang tinggi dan bundamu yang memiliki kekuatan dan kemampuan melebihi orang normal" jelas Feter panjang lebar sedangkan Lyra dan Vier sejak Feter menjelaskan mereka sudah duduk di pohon untuk bersantai dan mendengarkan.
"Hah? Yang benar saja, Vampir, Werewolf dan Wizard hanya mahluk mitologi saja, tidak ada di dunia, ini semua tak masuk akal" seruku bersikeras.
"Tidak! Semua itu tak benar, buktinya aku dan Lyra serta kau dan Feter " tegas Vier, Lyra dan Feter mengangguk setuju dengan Vier.
"Jangan selalu berpikir logis, Nala. Dunia ini tak semudah yang kau pikirkan" sahut Lyra.
"Tapi... " ucapanku terpotong oleh sebuah peluru yang melayang ke arahku, orang yang menembak itu adalah... Kak Wira! Dengan pistol desert eagle yang berasap di tangannya.
"Kak Wira! " seruku.
"Adikku sayang, kak Wira dan kak Ari juga mewarisi sedikit kemampuan bunda, walau tak sebanyak yang kau dapatkan dan kami sudah tau tentang itu" jelas seorang gadis muda yang kukenal sebagai kak Ari.
"Kak Ari juga disini! " seruku lagi, tanpa pikir panjang kak Ari melesat ke arahku san menyerangku seperti Vier dan Lyra, aku tak menghindar tapi aku menangkisnya, kak Ari tak terkejut dengan itu dia malah semakin serius, sampai setelah beberapa pukulan yang lebih kuat dari pukulan yang pernah kurasakan sewaktu bertarung dengannya tiba² tangan kak Ari mengeluarkan pukulan yang disertai api, menerima pukulan itu sontak aku terjungkal ke belakang tapi keseimbanganku tetap terjaga, saat aku mulai menyerang lagi kak Wira menghentikanku.
"Cukup! Kita bisa lanjutkan ini nanti, kalian terutama Nala harus kembali ke sekolah untuk ujian" teriak kak Wira.
"Hmm, kak Wira benar, sebaiknya kami kembali supaya tak ketinggalan ujian, Lyra kau bisa membawa Nala melesat bersamamu? " Feter bertanya.
"Emm... Baiklah, ayo! " serunya, dengan cepat Lyra mendekat dan menggenggam tanganku mengajakku melesat, Vier dan Feter mengikuti dari belakang, tak berapa lama kami sudah sampai di sekolah untuk melaksanakan ujian, menurutku soal ujiannya sangatlah mudah entah menurut orang lain mudah atau tidak aku tak peduli, waktu mengerjakan 2 jam tapi aku selesai 15 menit setelah bel tanda dimulai (semua mata pelajaran kecuali matematika 25 menit) jadi setelah mengerjakan aku menyerahkan lembar ujian dan pergi keluar, Vier juga sama sedangkan Lyra masih sibuk dengan soalnya, dia kelihatannya bingung mau menjawab apa... Wkwkwk.
Vier pergi ke atap dan aku mengikutinya
"Kenapa mengikutiku? " tanya Vier saat di atap.
"Tak ada, aku hanya ingin mengenal lebih dekat denganmu" jawabku.
"Oh iya, di kelas 1-3 sepertinya ada vampir lain selain dirimu, Vier" lanjutku.
"Iya, Louis, aku pernah liat dia melesat dan... Menggigit seorang gadis muda sampai hampir kehabisan darah" jelasku.
"Mungkin dia memang vampir"
"Sepertinya kau tak peduli dengan hal ini"
Dia tak menjawab.
"Olala, kau memang dingin ya"
Lagi-lagi dia tak menjawab
"Bisa kau ajari aku.. "
"Diamlah, Nala! " seru Vier memotong pemicaraanku.
"Kenapa? " tanyaku.
"Menjauhlah dariku! "
"Ha?... Aku tak mengerti, Vier... Aku hanya ingin dekat denganmu saja"
"Dekat? Kita ini musuh! Dan seharusnya kau membenciku"
"Aku tak membencimu! " tukasku.
"Pergi dan jangan ikuti aku lagi! " tegasnya sambil menunjuk ke arah pintu.
.
.
.
__ADS_1
Hening diantara kami cukup lama sampai kami mendengar suara tawa pria dan wanita dari arah pintu, ada orang yang datang! Tapi sekarang masih ulangan dan saat pintu dibuka... Ternyata.... Kak Wira dan kak Ari yang datang.
"Eh? Ada apa? Kenapa kalian kesini? Sekarang kan masih ulangan" tanya kak Wira keheranan.
.
.
Kami diam tak merespon
"Oh ayolah! " rengek kak Ari.
"Aku pergi dulu" jawabku akhirnya, aku melewati kak Ari dan kak Wira begitu saja sedangkan mereka berdua menatapku pergi dengan heran.
SETELAH JAM PULANG
Aku dibawa melesat lagi oleh Lyra ke tempat tadi, disana Feter, kak Ari dan kak Wira serta Vier sudah menunggu.
"Kita latihan lagi, kak Ari" ucap Feter.
"Ok" jawab kak Ari, segera dia membuat api di sekitar ku, aku tak bisa melihat dengan jelas, Sisanya hanya duduk di pepohonan sekitar untuk memperhatikan kami. Remang² aku melihat kak Ari melemparkan bogem mentahnya ke arahku, hampir saja aku terjungkal ke belakang, tapi mataku sedikit lebam. Kak Ari tak berhenti, kecepatannya dan keseimbangannya stabil walaupun menyerang seperti itu, kak Ari mengulum senyum, saat kak Ari melambatkan kecepatannya aku langsung balas memukul dan tepat kena mata kirinya hingga agak lebam, kak Ari agak terkejut tapi tersenyum puas, aku kembali melepaskan pukulan bertepatan dengan kak Ari yang juga melepaskan pukulan.
"Boom...! " tangan kami beradu dan api di sekitar kami menghilang, kak Ari tetap tersenyum puas, entah kenapa aku mulai di penuhi amarah, karna itu aku menyerang kak Ari lagi tepat mengenai perutnya lalu dia agak terjungkal.
"Lumayan" katanya sambil berdiri dengan tegak dan memegangi perutnya, di bibirnya ada sedikit darah lalu orang² disana melihat dengan sedikit puas.
"Sebaiknya kita pergi" saran kak Wira.
"Kenapa? " tanyaku, tapi kak Wira tak menjawab, sayup² aku mendengar suara sirine polisi akhirnya aku memaklumi apa yang dimaksud kak Wira.
"Ok, ayo kita pergi, mulai besok kak Wira dan kak Ari yang akan mengajari Nala" kata Feter, setelah ia berkata begitu mereka (Vier, Lyra dan Feter) melesat meninggalkan kami (Aku, kak Wira dan kak Ari), aku mengikuti kak Wira dan kak Ari, tidak jauh dari tempat tadi sebuah mobil lamborgini cyan tanpa atap terparkir di antara semak².
"Jadi kakak kesini naik lambo ini? " tanyaku.
"Yup, gimana bagus ga? " tanya kak Wira bersemangat.
"Ini koleksi mobil lambo yang belum lama kakak beli" lanjutnya.
"Ya ampun, kakak ini ya, ini namanya pemborosan! Bla... bla... bla" omelku.
"Hihihi... " kak Ari terkikik di samping kak Wira.
Kami kembali ke villa sebelum sore, mulai hari itu kak Ari dan kak Wira yang mengajariku teknik wizard.
~oOo~
Author pov again
Sebelum semua itu terjadi
"Aduh.. gimana nih? kalo Nala ga jadi kuat, kita bakal ga seimbang dong..!," ujar Lyra.
"Brisik..!!."
"Sudahlah.. ayo kita cari," balas Xander menenangkan.
"Sepertinya berkas yang kita cari ada di akademi Sunrise deh," celetuk Raeky membuat semuanya termenung.
"Nah.. sebelum itu sebaiknya kalian minta tolong sama kakaknya Nala, yang aku denger sih ya. Kedua kakaknya Nala udah tau identitas asli mereka, jadi ga susah deh buat minta tolong dan juga sebaiknya kalian juga melatih Nala," usul Max.
"Heh? melatih kelinci polos itu? apa dia kuat dengan porsi latihanku ha?," tanya Vier membuat semuanya sweatdrop.
"Baiklah, sudah diputuskan! aku dan Vier akan melatih Nala hingga menjadi kuat!," jawab Lyra semangat.
"Kok aku ikutan sih!!?," seru Vier ga terima.
"😓."
Pada akhirnya Lyra berhasil membujuk Vier hingga akhirnya mereka sepakat melatih Nala.
__ADS_1