Sahabat 3 Bangsa

Sahabat 3 Bangsa
Eps 6 : Memanfaatkan waktu dengan baik


__ADS_3

Lyra pov


Setelah membahas masalah Nala dan masalah 3 bangsa mereka pun pulang, menyisakan aku yang berbaring menatap langit² kamar.


"Ah! aku lupa!" keluhku begitu mengingat sesuatu.


Aku lupa melanjutkan membaca buku tentang bangsa² di dunia ini, walaupun sudah pernah membacanya tapi aku merasa ada yang janggal.


Di buku kuno tertulis sebuah ramalan yang juga diterima 3 bangsa.


'Suatu saat nanti 3 ratu terkuat sepanjang masa dari 3 bangsa berbeda akan mengubah dunia ini, mereka akan berhadapan raja iblis Lucifer yang tersegel selama ribuan tahun'


"Jika ratu di ramalan itu adalah ratu generasi sekarang, apakah itu aku, Vier dan Nala? tidak², jika memang begitu maka kami bertiga akan melawan raja iblis Lucifer dong? dan kami harus bekerja sama?! astaga.. ramalan ini membuatku agak frustasi ya" gumamku.


Aku pun melanjutkan membaca buku itu dengan teliti.


~oOo~


Nala pov


Setelah bergumam aku menurunkan kakiku dan berjalan ke balkon. Pemandangan yang asri dari balkon membuatku nyaman, di bawah aku melihat kak Ari sedang duduk di pinggir kolam dan memanggilku untuk turun.


"Nala, ayo turun.Kita renang bareng" kata kak Ari memanggilku dengan nada keras.


"Ya kak" kataku setengah berteriak lalu membalikkan badan dan melangkah keluar kamar, menuruni tangga, menyusuri koridor, menuju kolam renang, bertemu kak Ari.


"Kakak ga berenang?" tanyaku.


"Kalau kamu renang, kakak renang deh" jawab kak Ari. Dengan segera aku menceburkan diri ke kolam.


Byur..


"Kak, ayo sini. Kita balapan dari sini sampai ujung sana" kataku mengajaknya. Tak lama kak Ari ikut masuk ke kolam.


Byur...


"Ayo, siapa takut" tantangnya. Kami berdua berenang bersama, berlomba, minum dan makan di pinggir kolam, uh....pokoknya menyenangkan.


Sudah lama aku tidak renang bersama kakak, karena itu aku senang sekali. Tak lama kemudian kak Ari mendapat telepon entah dari mana, aku menebak itu dari perusahaan kakak bekerja. Yah....memang begitu, kami hanya punya waktu sebentar untuk bersama anggota keluarga lainnya karena sebagian besar mereka sudah bekerja.


Di antara anggota keluargaku yang lain kak Ari bekerja sambil kuliah jadi dia memiliki waktu luang untuk menemaniku walau tidak lama, aku heran bagaimana kak Ari bisa membagi jadwalnya dengan baik.

__ADS_1


"Kak Ari pergi saja, di sini masih ada Lina dan yang lain, kok" kataku sambil keluar dari kolam.


"Baiklah, jaga dirimu baik-baik ya" kata kak Ari sambil keluar dari kolam, mengganti pakaiannya, lalu pergi meninggalkan ku.


"Semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing, ayah sakit tapi tetap bekerja, bunda pergi entah kemana, kak Wira dan kak Ari sibuk dengan perusahaan dan kuliah (untuk kak Ari). Huh....hidupku memang menyedihkan" ujarku berkeluh kesah.


Aku melangkah ke dalam mengganti baju, mengambil ponsel lalu pergi ke kamar mandi, setelah itu aku pergi ke taman.


" Lina, Wendy-asistenku, Mei-asistenku, Wang sik-pengawal pribadiku ayo pergi ke taman"panggilku pada mereka.


Aku sudah mengganggap mereka sebagai saudaraku sendiri, mereka selalu menjagaku, menghiburku saat aku sedih, menemaniku saat aku kesepian, aku senang ada mereka di sisiku.


"Baiklah" kata mereka serempak, tak lama kemudian mereka menyusulku ke taman.


"Kakak aku rindu padamu" kata Wu mei, dia memang lebih muda dariku 1 tahun dan sering memanggilku kakak (secara diam-diam sih)😁.


"Aku juga merindukanmu, ayo kemari" kataku sambil menggandeng tangannya.


"Mei,jaga kelakuanmu!" kata Wendy, dia ini agak susah di ajak bercanda, tapi orangnya agak ceroboh dan imut.Dia seumuran denganku.


"Sudahlah biarkan saja, dia kan lama tidak bertemu dengan nona" kata Wang sik, dia adalah seorang seniman bela diri terkuat, baik, ramah kalau kalian sudah mengenalnya, ganteng sih, punya roti sobek, jago dalam banyak hal kecuali memasak dan menyatakan perasaannya yang sebenarnya pada wanita, hi...hi...hi...😂.


"Wang sik benar, lagi pula aku juga merindukan Mei" kataku.


"Tentu, aku mencoba untuk tidak terlalu dingin pada orang lain dan untungnya aku bisa melakukannya" kataku sambil menyombongkan diri.


"Baguslah" kata mereka berempat serempak.


"Hari sudah mulai malam,sebaiknya kita masuk ke dalam" kata Wendy mengajak kami.


"Iya" kami serempak mengatakannya.


Lalu masuk ke dalam rumah, memanfaatkan waktu untuk bersama walaupun hanya dengan para bawahanku. Hingga hari liburan berakhir, walau hanya sebentar tapi aku cukup senang😄.


Hari ini adalah hari kembali ke sekolah.


"Hari ini aku akan kembali ke sekolah, aku mungkin tidak akan pulang sampai lulus SMA. Aku juga curiga kalau kepergian bunda dan kakak kedua ada hubungannya dengan sekolah atau salah satu muridnya" ucapku saat sedang sarapan pagi.


"Jadi nona tidak akan pulang sampai lulus sekolah dan akan menyelidiki tentang kepergian nyonya dan tuan muda kedua?" tanya Wendy. Aku mengangguk pertanda setuju.


"Jadi aku tidak bisa bertemu dengan nona dalam jangka waktu yang lama?" kata Mei dengan sedih.

__ADS_1


"Iya, tapi tidak terlalu lama kok" kataku sambil tersenyum.


"Baiklah sudah waktunya aku pergi" lanjutku sambil berdiri. Lalu mereka mengantarku hingga ke depan rumah.


"Sampai jumpa" kataku sambil melambaikan tangan.


~oOo~


Lyra pov


Disaat yang sama, di tempat berbeda


"Hoamm... aku masih mengantuk," keluhku saat waktu sarapan tiba.


"Nona muda, anda tetap harus pergi, ini adalah perintah dari yang mulia," tegur salah satu bawahanku.


"Iya², aku tau kok," jawabku malas.


Aku pun pergi dengan mobil SUV hitam diantar sopir seperti biasa.


~oOo~


Vier pov


"VIERRRR!!!."


Suara teriakan kak Daniel menggema di kamarku, baru jam berapa sih? baru juga jam 6 pagi.


"Apa?," tanyaku dingin dengan setengah sadar.


"BANGUNNN!! JAM BERAPA NIH?!!."


"Em... beberapa menit lagi," jawabku datar, malas dan kembali tidur.


"Ck... aha!."


Sepertinya kak Daniel mendapat suatu ide, aku tau tau ide apa itu, dia mengeluarkan sesuatu dari tasnya.


"📢BANGUNNNN!!."


Gila! kak Daniel membangunkanku dengan sebuah toa, shit! telingakuu.. tolong selamatkan telingaku itu, aku terbangun dengan perasaan kesal yang menjadi jadi, ingin rasanya ku panggang kakak laki² paling menyebalkan ini, jadilah vampir panggang, haha pasti lucu.

__ADS_1


Aku bergegas mandi, dalam hati aku mengutuk perbuatan kak Dandan tadi, aku pun sarapan beberapa kantung darah, mengambil stok darah lalu pergi ke sekolah.


__ADS_2