Sahabat 3 Bangsa

Sahabat 3 Bangsa
Eps 28 : Festival Cahaya


__ADS_3

"Nala, ayo bangun. 30 menit lagi festival dimulai," dengan lembut Max membangunkan Nala.


Nala pun segera terbangun walau masih tampak enggan, dengan langkah gontai Nala berjalan ke kamar mandi.


Kali ini Nala menggunakan gaun biru cerah dengan motif bunga, sepanjang mata kaki dengan bagian bawah berenda, rambutnya di ikat tinggi dengan pita biru, sepatu putih, bunga marigold biru di rambutnya serta wangi lavender yang menguar membuatnya menjadi gadis sempurna malam itu.


Disisi lain Max juga seragam dengan Nala, pakaian bangsawan biru dengan jubah biru pula, di tambah rambut yang hanya di sisir acak, sepatu biru, celana panjang dominan biru gelap dan jam tangan modern yang Author ga tau darimana dia dapet.


Penampilan Raeky, pake baju bangsawan kuning serasi sama Lyra, celana panjang kuning gelap dengan jubah cerah, sepatu kuning, rambut disisir ke samping dan tentunya jam tangan rolex emas, darimana dia dapet!?.


Lyra pake gaun kuning polos dengan bahu terbuka, bagian atas rambut di ikat tapi bagian bawahnya di gerai dengan jepit bunga dandelion kuning, kalungnya jangan lupa, sepatu putih dan wangi bunga juga membuat Lyra tampak sempurna.


Xander mengenakan pakaian bangsawan merah terang dengan celana panjang merah gelap, rambut acak-acakan (males disisir), jam tangan canggih warna hitam di tangan kanan, sepatu merah gelap, jubahnya juga merah terang dengan sedikit warna merah darah.


Lalu Vier menggunakan gaun merah terang dengan motif bunga ringan, sepatu merah gelap lembut, rambut di ikat samping dengan pita (di dandanin Xander biar ga creepy banget), wangi bunga mawar membuat siapa saja terpikat.


"Untuk hari ini kita ga usah pake topeng, cukup kaya gini aja," ujar Nala.


"""Iya"""


Saat sampai di lantai bawah penginapan, mereka menjadi sorotan publik apalagi aura yang tanpa sengaja di pancarkan membuat para penjaga mau ga mau harus tunduk pada rombongan mereka.


"Hei lihat gadis-gadis itu, sangat cantik dan anggun."


"/plak kau tak lihat pria di samping mereka, kemungkinan mereka kekasihnya."


"Astaga.. apa mereka keluarga bangsawan? atau master hebat?."


"Tuhan... kecantikan gadis itu membuatku meleleh."


Nala beserta rombongan tampak ga peduli, mereka terus berjalan menuju taman kota, dimana pusat festival kali ini.


"Max, kali ini kau harus menemaniku karena besok kita akan seleksi," bisik Nala.


"Iya iya, tenang saja," balas Max.


Dengan perasaan senang Nala berjalan diiringi Max, sisanya berpencar melihat lihat. Festival cahaya kali ini sangat meriah, banyak sekali orang dari berbagai ras dan bangsa berkumpul, mata Nala berbinar begitu melihat jajanan yang di jajakan di festival.


"Pelan-pelan makannya, ga ada yang ngerebut kok," tegur Max saat melihat Nala yang antusias memakan jajanan.


Dia mengeluarkan sapu tangan dan mengelap bibir Nala yang belepotan, Nala hanya tersenyum sambil mencium pipi Max.


Kita sudahi sudut pandang orang ketiga ini, kita beralih ke sudut pandang Vier ufufufu...


~oOo~


Vier pov


Festival cahaya ini sangat ramai! ya ampun... aku kesulitan bergerak! dimana Xander!? ya ampun! ni bocah malah ngilang. Aku menghampiri salah satu kedai yang menjajakan daging bebek panggang, aku membelinya lalu mencoba. Em... kurasa menikmati festival seperti ini ga buruk.


Saat aku sedang asyik makan, aku merasakan hawa buruk, entah kenapa aku merinding, ada aura iblis yang kuat disini! serius... ini bukan aura Xander, ini... ini... lebih mengarah ke aura raja iblis! astaga... apakah raja iblis akan bangkit disini? kumohon jangan, aku belum siap.


Puk


"Hah!."


Aku terlonjak kaget tapi ternyata Xander yang menepuk pundakku, aku menghela napas lega. Wajah Xander berubah serius.


"Kau merasakan itu juga?," tanyanya pelan, aku mengangguk pelan dengan wajah serius.


"Lupakan, nikmati saja bebek panggangmu," jawab Xander meledek ku.


Sontak aku menendangnya, entah apa yang kami pikirkan sampai tampak seperti kucing dan tikus haha... aku melupakan aura iblis yang sempat kurasakan tadi.


~oOo~


Lyra pov


Aku sedang mencoba berbagai jajanan di sekitar seperti Nala dan Vier, em.... enaknya, jarang-jarang loh bisa makan jajanan gini, biasanya sih dilarang mulu sama ayah. Eh.. malah jadi curhat. Sebenarnya aku terpisah dari Raeky, dia menghilang entah kemana jadi aku jalan-jalan sendiri.


Keknya para bandit itu tertarik sama aku, mereka dengan songongnya mendekati ku. Yah... aku hanya diam sambil memakan jajanan ku, mau apa mereka? entah bodo amat.


"Hei nona cantik, mau ikut bersama kami? kami punya banyak uang loh," tawar salah satu bandit, dih.. situ pikir saya kekurangan duit..!?


"....."


Aku berbalik dan mencari makanan lain, sayangnya para bandit itu nyari mati. Mereka ngehadang aku dengan tampang songong.


"😒."


Wajah tenang dan acuh ku membuat mereka risih, aku biasa saja walaupun sudah di todong pisau, pistol dan sebagainya.


Gruuduk gruuduk


Tanah tiba-tiba bergetar, aku masih tampak tenang tapi tidak dengan para bandit. Mereka kebingungan dengan apa yang terjadi. Tanah keras nan tajam tiba-tiba muncul dari bawah, mengunci pergerakan para bandit, gerak dikit nyawa melayang.


Aku terkekeh pelan lalu melewati mereka dengan santai, tanpa sadar aku membunuh sebagian dari mereka. Hahaha... aduh... mereka ini minta celaka udah ku kabulin ehh... malah pada minta maaf.


"Puft...."


Salah satu diantara mereka sangat ketakutan, saking ketakutannya dia sampai kencing di celana! hahaha!!😂😂, ngakak.


"Paman, kalian mencari masalah dengan orang yang salah," bisik ku jahat.


Aku menghilang dari pandangan semuanya lalu tanah keras dan tajam yang mencuat keluar kembali seperti semula, semua orang merinding hebat melihatku yang dengan mudahnya mengalahkan para bandit. Disisi lain aku masuk ke dalam gang kecil dan gelap, aku terkekeh kecil mendengar bisik-bisik orang disana.


"Kyaaa!."


Aku terkejut saat tanganku di tarik seseorang ke dalam gang yang lebih kecil lagi.


Gleg


Raeky!? kenapa Raeky ada disini? dan jarak antara kami sangat kecil. Aku memejamkan mata menunggu apa yang akan Raeky lakukan.


"Jangan membuat masalah di festival," ujar Raeky membuatku membuka mata.


Kulihat dia tersenyum manis, sangat manis sampai wajahku memerah. Apa dia gula? kenapa senyumnya manis sekali!?. Raeky terkekeh, dia menaikkan dagu ku hingga tatapan kami bertemu.


Terdengar suara bising di luar gang tempat kami berada, kami menoleh dan melihat banyaknya knight berzirah lengkap dengan senjatanya. Kami penasaran dan memutuskan mengintip apa yang terjadi.


Disana tampak seseorang berjubah hitam berdiri di tengah jalanan seolah memang menunggu para knight, aku dan Raeky merasakan aura iblis yang lebih kuat dari aura Vier dari orang berjubah itu.


Aksinya benar-benar mengejutkan kami, para knight sudah memasang sihir ilusi supaya para warga sipil tidak panik bahkan mereka sengaja memindahkan diri ke dimensi khusus, aku dan Raeky tanpa sengaja ikut terpindah hingga kami harus bersembunyi dan menekan aura kami.


Para knight sudah mempersiapkan segala kemampuan terkuat mereka diluar dugaan orang berjubah itu tak bergeming sama sekali bahkan saat banyaknya sihir yang mengarah padanya, dia tetap tidak bergeming.


Hal yang paling mengejutkan ialah, saat orang berjubah itu melambaikan tangannya, saat itu pula sihir kegelapan seperti lubang hitam menyerap sihir para knight. Lalu mengembalikannya kembali, samar-samar aku mendengar dia mengatakan.


"Black hole : absorb."


Lalu


"Black hole : out."


Sihir-sihir itu beterbangan ke mana-mana membuat para knight terpecah. Setelah itu ratusan anak panah berwarna hitam pekat dengan api ungu di ujungnya menghujani para knight sampai hanya tersisa 1 orang dan itu pun terluka parah.


"Kalian tidak akan bisa melawanku," ujar orang berjubah lalu menghancurkan dimensi buatan ini.


Aku dan Raeky mematung di tempat sampai orang itu benar-benar menghilang, mungkinkah dia....... WADAH RAJA IBLIS LUCIFER!!?.


~oOo~

__ADS_1


Nala pov


Beberapa menit sebelum pertarungan para knight dengan orang berjubah


Hai, saat ini aku sedang terpisah dengan Max, cukup simple. Aku hanya menunggu di kursi taman sambil makan es krim, aku bisa melihat Vier dan Xander dari sini tapi aku ga nemuin Raeky dan Lyra. Tiba-tiba saja aku merinding, ada hawa buruk yang mencekam. Punggungku sampai berkeringat dingin! aku bisa merasakan aura kegelapan menguar dari sekitarku, sangat jelas sampai.....


"Hei!."


"Hah!."


Aku terkejut, saat menoleh aku menemukan Ryan yang dulu pernah ku tolong di hutan, dia menggunakan jubah hitam tapi tudungnya di turunkan hingga aku bisa melihat wajahnya yang tersenyum.


"Oh... Ryan, kau sudah sembuh?," tanyaku.


"Yah... begitulah, oh ya."


Ryan merogoh saku jubahnya dan mengambil sebuah gelang, dia menunjukkan gelang itu padaku.


"Ta-da~ ucapan terima kasihku karena kau sudah membantuku saat itu."


"😊Makasiiii..."


Aku menampilkan senyum manisku, aku masih merasakan aura kegelapan pekat dari tubuh Ryan. Aku tau ada yang gak beres sama Ryan.


"Aku pakein ya," ujarnya.


Aku mengangguk dengan senyum, dia pun memakaikan gelang itu pada pergelangan tanganku. Cantik, sangat cocok di tanganku.


"Simpan baik-baik, aku mau pergi. Dah...."


Ryan menepuk kepalaku pelan lalu menghilang, aura nya masih kurasakan walau samar-samar. Tapi ada aura kegelapan yang sama mencekamnya dari gelang pemberian Ryan.


Siapa dia sebenarnya? apa dia berhubungan dengan misi kami?


Festival cahaya masih berlanjut dengan meriah, makin malam makin banyak pula lampu-lampu yang menyala. Indah sekali, tepat saat tengah malam. Acara puncak di mulai.


Sambutan walikota dan lainnya, disaat seperti inilah aku mencari Max. Dia kenapa ngilang segala sih! kan capek nyari nya.


"Aduh... Max mana sih? ini udah sampe acara puncak loh," gumamku dengan wajah cemberut.


Tep


Wush


Tiba-tiba aku merasa pundakku di tepuk seseorang lalu aku menghilang dari keramaian. Saat aku membuka mataku, aku melihat pemandangan lautan manusia di festival ini. Saat aku menoleh ke belakang, Max tersenyum manis sambil berkata.


"Lihat dari sini lebih jelas dan indah kan."


Aku tersenyum senang, kami berada di atap sebuah hotel tinggi berlantai 5. Pemandangan festival cahaya sangat indah dari sini. Banyak orang berlalu lalang dan cahaya cahaya cantik ada di mana mana.


"Hei Max lihat, itu Lyra dan Raeky," ujarku menunjuk 2 orang yang juga ada di atas atap sebuah rumah berlantai 3.


"Lalu itu Vier dan Xander," balas Max menunjuk arah rumah yang ga jauh dari Lyra dan Raeky.


Vier dan Xander terlihat duduk di atap rumah lelang yang waktu itu, tempat tinggi berlantai 5 jugak.


Psiiuuu


Dhar


Banyak sekali kembang api yang di luncurkan ke gelapnya langit malam, aku sangat antusias melihatnya. Tapi tiba-tiba aku diserang rasa kantuk berat, aku jatuh tertidur lalu aku ga tau apa yang terjadi.


~oOo~


Vier pov


Makin lama festival makin ramai, aku di ikutin Xander terus dari tadi, ni anak ngapain? bukannya aura iblis tadi udah hilang? tapi aku ngerasa ada sesuatu yang salah.


Aku melompat hingga atap sebuah bangunan berlantai 5, aku merinding. Rasanya sesuatu yang luar biasa akan terjadi, aku menepis perasaan itu dan mencoba tenang dan fokus.


Tep


Seseorang menepuk bahuku, aku menoleh dan melihat Xander duduk di sebelah ku. Tatapannya yang menenangkan membuatku kembali tenang.


"Nih, makan bebek panggangnya," Xander menyodorkan seporsi bebek panggang.


Em.. enak, mungkin ini akan jadi makanan kesukaanku.


Psiiuuu


Duarrr


Kembang api diluncurkan membuat langit malam begitu indah, aku tersenyum lembut. Malam yang indah dan meriah serta hangat, terima kasih ayah karena telah mengirimkan Xander untukku. Dia bodyguard yang baik sekaligus teman.


Entah apa yang akan terjadi, semoga saja bukan masalah besar.


Setelah itu kami pulang ke penginapan, besok adalah seleksi, jangan sampai terlambat.


~oOo~


Lyra pov


Setelah kami melihat kejadian mencengangkan itu, aku dan Raeky mencari makanan lain. Walaupun kami masih merasakan akan ada sesuatu, tapi setidaknya kami bisa menenangkan diri.


Deg!


Sekali lagi aku merinding, seseorang dengan aura mengerikan baru saja melewatiku, gleg... aku bahkan membeku di tengah keramaian, jika saja Raeky tidak membawaku ke atap sebuah rumah. Jika tidak aku akan tertabrak tabrak di bawah sana.


"Ada apa?," tanyanya khawatir.


"Tadi... tadi... orang itu..."


"Sstt... tenanglah, dia hanya lewat. Tenang tenang, ok," Raeky mencoba menenangkanku yang bahkan gemetar saking takutnya.


"Bentar."


Raeky melompat turun, ke sebuah kedai, aku bisa melihat dia membeli permen lolipop. Lalu Raeky kembali ke atap.


"Nih, makan. Biar lebih tenang," katanya sambil menyodorkan permen.


Aku tersenyum, mengucapkan terima kasih lalu memakan lolipop, waktu itu aku ga tau kalo Nala dan Max liat kita berdua, yah... tempatnya lebih tinggi guys.


Aku bahkan tak mengamati apa yang MC di bawah sana bicarakan, yang jelas mereka mengatakan hitungan mundur seperti mau tahun baru. Mungkin tahun baru lebih meriah.


Psiuu


Duarr


Ratusan bahkan mungkin ribuan kembang api di luncurkan di gelapnya langit malam, tepat setelah aku merasa lebih tenang.


Aku senang, jarang-jarang bisa kaya gini. Seenggaknya sebelum Raeky jadi bodyguard ku haha... sudahlah. Setelah menghabiskan permen, kami kembali ke penginapan.


~oOo~


Author pov


Setelah semuanya pulang ke penginapan, keanehan mulai terjadi. Max, Raeky, Xander, Lyra bahkan Vier merasa ada sesuatu berkekuatan besar. Semua itu dari tubuh Nala, energi kegelapan yang sangat pekat.


Mereka bahkan sampai memasang pelindung supaya aura kegelapan Nala tidak sampai dirasakan para knight, bisa gaswat jadinya. Aura dari tubuh Nala lebih ke iblis daripada sihir kegelapan biasa, dan kali ini sangat murni. Saking murninya, Vier dan Xander bisa menyerapnya.


"Kenapa bisa begini sih?," tanya Lyra penasaran.

__ADS_1


"Mana kutahu, tanya Xander sama Vier lah. Mereka aja sampe menyerap energi murni dari Nala," jawab Raeky.


"Ini.... gawat!," seru Xander.


Mereka langsung menatap Xander serius.


"Kenapa?," tanya Max.


"Ini kan.... ini seperti upacara penobatan ratu iblis!," seru Vier kaget.


Upacara penobatan ratu iblis? apa itu artinya.....


"APA!!!?."


"Maksudmu Nala dipilih jadi permaisuri raja iblis!!!!?."


Semuanya terkejut, mereka menatap Nala rumit. Disisi lain Nala memasuki alam bawah sadar nya.


"Dimana aku?."


Nala berjalan di sebuah kerajaan dengan gaun hitam-merah yang sangat indah tapi juga seram. Nala masuk ke dalam sebuah ruangan, di ruangan itu banyak sekali orang. Seperti pernikahan, Nala membeku di depan pintu. Seseorang di altar pernikahan itu adalah Ryan.


Nala diam, sampai tubuhnya tiba-tiba berjalan sendiri ke arah altar, Nala mencoba melawan tapi dia kini hanya kesadaran. Nala naik ke altar lalu pastor mengucap janji suci pernikahan.


"Tuan Lucifer, anda bersedia?."


"Saya bersedia."


'Lucifer? bukankah dia Ryan? apakah...... tidak mungkin! dia raja iblis!?,' batin Nala terkejut.


"Nona Elma, anda bersedia?."


Nala diam saja tapi bibir bergerak sendiri lalu menjawab.


"Saya bersedia."


"Selamat, sekarang anda berdua telah sah menjadi suami istri. Mempelai pria boleh mencium mempelai wanita."


'Gak gak gak, please... no! ow...!.'


Cup


Lalu kesadaran Nala ditarik kembali ke sebuah taman, ditaman itu dia sedang berdiri di sebuah tempat kosong. Nala melihat seorang wanita cantik sedang mengandung. Lalu seorang pria tampan berjalan mendekatinya.


"Ada apa?."


"Entahlah, aku merasa... akan ada hal buruk."


2 orang itu adalah Lucifer dan Elma, Nala ga tau kenapa dia tunjukin beginian. Kesadarannya kembali di tarik jauh ke sebuah lapangan, di tempat itu banyak sekali mayat bekas pertarungan lalu tubuh Nala tertembus oleh 2 sosok yang sedang berlari.


2 sosok itu adalah Elma dan Lucifer, Elma membawa seorang bayi di gendongannya. Di belakangnya ada orang-orang yang mengejar mereka. Terus mengikuti mereka sampai di sebuah hutan. Seekor naga keluar dari tangan Lucifer, naga berwarna ungu pekat.


"Naga ilusi, tinggallah di gelang ini dan lindungi anak serta istriku," ujar Lucifer.


Gelang itu adalah gelang yang kenakan Nala, seiring berjalannya waktu. Kesadaran Nala di tarik kemana mana membuatnya merasa pusing. Hingga dia melihat serta mendengar tujuan utama Lucifer, mencari kedua anaknya dan istrinya.


Btw anak yang pertama tuh cewe dan anak kedua cowo. Anak pertama adalah ibunya Vier, Inez. Anak kedua adalah Ryan, tapi Ryan di bekukan di sebuah tempat dan dilindungi naga ilusi. Kalian belum tau kan? tentu saja, Author:v.


Setelah itu perang besar antara ras iblis dan malaikat. Lucifer merasa sedih karena dia tidak bisa menemukan Elma dan anaknya.



Pergelangan tangan kiri Nala, tepatnya di gelang pemberian Ryan bersinar. Seekor naga kecil merambat dari pergelangan sampai ke leher Nala, mengikat di lehernya dan berbisik.


"Kau sudah lihat semuanya...?"


Nala diam, dia ingin bicara tapi mulutnya seakan terkunci.


"Kau tau, Ryan memberikanku kepadamu untuk apa?."


Nala kembali diam, dia ga bisa bicara sama sekali.


"Dia ingin aku melindungimu, dia ingin kau bisa berteman dengannya tapi aku ingin kau menjadi permaisurinya."


Deg!


Nala merinding mendengarnya, dia ga mau nikah muda woy!.


"Tapi saat kuutarakan niatku, dia malah marah dan hanya ingin bersahabat denganmu, dasar aneh."


Nala masih diam.


"Oh aku lupa melepas sihir di mulutmu," gumam naga itu lalu terkikik pelan.


"Turun."


Intonasi dingin dan menyeramkam dari Nala sukses membuat naga ungu itu merinding, dia segera turun dari tubuh Nala dan berdiri di depannya.


"Siapa kau?," tanya Nala.


"Aku? aku adalah naga ras iblis tipe psicionic atau kau bisa menyebutku naga ilusi, bisa dibilang mulai sekarang aku familiarmu" jawabnya.


"Wow... Familiar! em... kau punya nama lain?."


"Tidak ada, raja hanya memberiku nama naga ilusi."


"Ah! begini saja, mulai sekarang namamu Kimi."


"Hm.... Kimi? baiklah, mulai sekarang namaku Kimi, terima kasih!."


Kimi melayang di udara karena sedang dia memutar di tempat lalu asap ungu mulai menutupi tubuhnya. Dari asap itu pula muncul tubuh anak kecil dengan pakaian cantik, tepatnya dia loli.



Kimi sendiri terkejut dengan perubahannya.


"Itu wujudmu?," tanya Nala.


"Entah, aku baru tau pemberian nama adalah berkah," jawab Kimi dengan senangnya.


"Em... Kimi."


"Ya?."


"Ini dimana?."


"Oh... ini adalah dimensi ruang dalam gelang milikmu, lalu yang kau lihat tadi hanyalah ilusi," jawab Kimi.


"Kau..... bagaimana caramu membuat ilusi itu?."


"Caranya gampang, aku hanya tinggal memfokuskan sebuah cerita dan tokoh tokohnya lalu memfokuskan mana yang banyak yang dialirkan secara perlahan ke titik fokus setelah itu boom! ilusi nya terbuat."


"Apa aku bisa melakukannya?," tanya Nala.


"Jika kau punya pasokan mana yang banyak atau akar spiritual psicionic atau mungkin keduanya, kau bisa menggunakan sihir ilusi atau sihir lain yang merupakan cabang dari sihir ilusi," jawab Kimi santai.


Nala tampak berpikir, dia mulai duduk bersila. Memfokuskan pikirannya memikirkan sebuah tempat luas tanpa batas lalu saat Nala membuka matanya padang rumput indah, Kimi bahkan terkagum kagum. Ini percobaan pertama kalinya tapi Nala sudah berhasil.


Membuat ilusi, bukan bukan masuk ke dimensi ruang gelang itu.


"Nona, kau sangat hebat! bisa masuk dimensi ruang hanya dengan memikirkan bentuknya!," celetuk Kimi membuat Nala batuk darah.

__ADS_1


Kimi yang melihat itu langsung membuat Nala duduk dalam posisi bersila, Nala batuk darah bukan karena terkejut tapi penggunaan mana nya yang terkuras banyak.


__ADS_2