
Nala pov
Setelah makanan dan minuman yang kami pesan habis, kami bergegas pergi ke kelas.
SESAMPAINYA DI KELAS
Kami melihat Vier sedang duduk sambil membaca buku dan hanya menatap kami sekilas. Aku mendekatinya,lalu memperkenalkan diriku.
"Hai...Namaku Natalia Lavender, panggil aja Nala. Aku murid pindahan dari Paris, Prancis. Aku pindah ke SMA ini 3 bulan yang lalu.Salam kenal" kataku sambil menyodorkan tanganku.
"Hmm... kau sudah tau namaku, jangan ganggu aku" katanya dengan wajah kesal, lalu melanjutkan membaca bukunya.
"Kau..!!!" kataku geram.
"Sudahlah sabar, sabar Nala" ucap Xander menenangkanku.
"Rriiing.... rriiing..... rriiing...."
suara bel masuk kelas.
"Sudah bel masuk sebaiknya kita duduk" kata Max.
"Hmmm...." kataku dan Lyra hampir bersamaan.
2 jam kemudian bel pulang berbunyi
"Rriiing..... rriiing...... rriiing....."
"Baik anak2 kalian bisa kembali ke asrama masing-masing, dan Vier kamu bakal dianter oleh Lyra dan Nala ya" kata bu Endorlly.
"Baik bu" ucap kami bertiga hampir bersamaan.
"Vier, kamu bisa ikuti kami" kata Lyra sambil melangkah keluar, kami berdua mengikutinya
SESAMPAINYA DI ASRAMA PEREMPUAN
"Ini kamarmu, Vier. Kami berdua tinggal di kamar sebelah, kalau ada sesuatu kamu bisa menemui kami" kataku padanya.
"Ya sudah, kamu istirahat dulu saja. Sampai jumpa" kata Lyra.
"Hmm...ya, makasih" kata Vier.
"Sama-sama" kataku.
Setelah itu aku tidur siang hingga pukul 3 sore, ada seseorang yang mengetuk pintu kamarku.
"Tok...tok...tok..., Nala. Apa kamu ada di dalam?" suara seseorang di depan pintu kamarku.
"Siapa itu?" gumamku. Saat aku membuka pintu aku melihat Lyra di depan kamarku.
"Kamu mau pergi ke perpustakaan?" tanya Lyra padaku.
"Mau, ayo pergi. Tapi aku ganti baju dulu ya" kataku.
"Ya aku tunggu di depan, ok" katanya padaku.
__ADS_1
Setelah berganti baju aku segera turun ke bawah, aku melihat Lyra menungguku di kursi.
"Ayo pergi, Lyra" kataku.
Kami berdua pun berjalan bersama, sesampainya di perpus kami berpencar untuk mencari buku. Saat mencari buku aku melihat Vier di antara rak sedang mencari buku.
"Hai,Vier" sapaku ramah, Vier hanya menatapku sekilas lalu melanjutkan mencari buku.
"Kenapa sih kamu dingin banget sama orang lain?" tanyaku padanya.
"Emang apa hubungannya denganmu, kalau aku dingin sama orang lain itu terserah ku" katanya sambil berlalu pergi membawa buku.
"Ihh....gadis menyebalkan😤" kataku sebal,aku pun mengambil buku dan pergi menemui Lyra.
"Huh...benar-benar deh" runtukku kesal.
"Kenapa sih kok kamu marah?" tanya Lyra padaku.
"Si anak baru itu sombong banget siapa juga yang gak kesel" ucapku.
"Oo....biarin aja lah, lagian kamu udah kesel gitu ngapain ngeladenin dia sih?" kata Lyra memarahiku.
"Iya sih...." jawabku.
Setelah selesai membaca aku mengembalikan buku yang aku baca dan melihat Vier di dekat jendela,tiba-tiba ada sebuah rak buku terjatuh ke arahku. Aku terkejut dan tak sempat menghindar padahal reflekku sangat bagus, saat rak buku itu hampir jatuh ke atas tubuhku, Vier mendorongku menjauhi rak tersebut hingga terjatuh.
"Brak!!!" anggap saja suara rak yang jatuh.
"Hah....hampir saja" kataku.
"Huh...jangan anggap aku menolong mu. Aku hanya tidak sengaja mendorong mu tadi. Ah....baju ku jadi kotor. Bisa engga si kalian engga ganggu aku. Dasar menjengkelkan sekali kalian" kata Vier dengan kesal lalu berlalu pergi. Setelah itu Lyra datang dengan sedikit berlari.
"Kamu ga kenapa-napa kan?" tanya Lyra dengan wajah khawatir.
"Iya.. aku baik-baik saja" jawabku dengan nafas terengah-engah karna masih agak syok.
"Syukurlah.... tadi aku lihat Vier berjalan dari arah sini. Apa dia yang menyelamatkanmu?" kata Lyra.
"Vier, dia tadi bukan menyelamatkan ku tapi malah memarahiku. Dia itu memang menjengkelkan" kataku.
"Sudahlah, jangan di pikirkan lagi. Yang penting kamu tidak apa-apa" kata Lyra menjelaskan sambil membantuku berdiri.
Tak lama pengurus perpustakaan datang dan meminta maaf atas apa yang terjadi, aku pun memaafkannya lagi pula aku tidak kenapa-napa kan?.
"Sudahlah tidak apa-apa,kejadian tadi juga tidak disengaja 'kan? Ya sudah kami pulang dulu. Sampai jumpa" kataku pada pengurus perpustakaan. Kami pun pulang ke asrama.
~oOo~
Lyra pov
Hari ini aku merasa lelah, seusai berganti pakaian aku mendapat tamu dadakan, siapa lagi kalo bukan paman Rey, dia memperingatiku supaya jangan terlalu dekat dengan Nala, aku hanya bisa mengiyakan tanpa membantah tapi jauh di lubuk hatiku, aku merasa menolak.
Astaga... ah sudahlah, lebih baik aku ke perpus. Ajak Nala ga ya? ajak aja deh, aku pun mengajak Nala ke perpus.
Sesampainya di perpus aku berpencar dengan Nala, aku tanpa sengaja melihat Raeky, Max dan Xander berbicara serius dengan kak Feter, aku di panggil oleh kak Feter makanya aku mendekat ke mereka.
__ADS_1
"Ada apa kak?" tanyaku.
"Kau seorang Werewolf kan?" tanya kak Feter membuatku terkejut.
"Tidak kok. Ada apa memangnya?" bantahku datar padahal aku gugup.
"Jangan bohong" ujar kak Feter datar dan dingin.
"Jawab saja ra" sahut kak Dika yang tiba² muncul, kebiasaan.
"Huh... baiklah, ya" jawabku terpaksa.
"Kalian ini... mau membuat 3 bangsa berperang ya?" tanya Feter membuatku bingung.
"Maksud kakak?" tanya ku bingung.
"Maksud Feter adalah Max, Raeky dan Xander yang saling bersahabat begitu dekat, kalau ketauan kerajaan bisa² mereka kena masalah" jawab Dika.
"Jadi?" aku masih belum puas dengan jawaban kak Dika.
"Haih... kau tak merasakannya ya? Max itu seorang wizard dengan ras hybrid elang dan elf, Raeky seorang Werewolf murni sedangkan Xander adalah vampir dari campuran ras iblis dan vampir, dia anaknya jendral iblis Gerald dan dokter Celestia" kesal Dika padaku, ups!.
"Maaf kak, habisnya aku menekan kekuatanku serendah mungkin saat bertemu orang" jelasku merasa bersalah.
"Baiklah, maafkan kakak" ujar Dika sambil mengacak rambut Lyra.
"Ihh.. kakak! hentikan! ahh.. rambutku jadi berantakan" kesalku sambil manyun.
"Ra? lo kok bisa..." Xander keheranan melihatku.
"Kenapa? gue emang kaya gini kalo sama kak Dika, kakak sepupu gue" jelasku.
Mereka hanya ber-Oh-ria lalu..
Bruk!
Sebuah suara mengejutkanku dan yang lain.
"Apa itu? jangan² Nala lagi" gumamku entah kenapa aku merasa khawatir.
"Apa?! Nala?!!" Max terkejut mendengar gumamanku.
Max ingin pergi kesana tapi di cegah Feter.
"Kalau pun itu Nala, dia akan baik² saja. Pertama dia memiliki reflek cepat, kedua dia memiliki penjaga bayangan dari ras iblis, ketiga dia di jaga barier terkuat yang ditanamkan sejak lahir oleh ratu Tasha"
Ucapan Feter membuat Max terdiam.
"Aku pergi kak, sampai jumpa" ujarku lalu melesat pergi.
"Katakan pada Lyra untuk berkumpul di rumahku besok, kalian juga datang lah, jika ditanya jawab saja perintahku" balas Feter lalu menghilang lebih tepatnya berteleportasi.
"Baiklah" jawab Max, Raeky dan Xander.
Untuk cerita selanjutnya kalian sudah tau kan.
__ADS_1