Sahabat 3 Bangsa

Sahabat 3 Bangsa
Eps 2 : Mencoba bersahabat


__ADS_3

SETELAH SEKOLAH SELESAI


"Rriiing....rriiing....rriiing..." bel pulang pun berbunyi.


"Baik anak-anak kalian bisa kembali ke asrama masing-masing, sampai jumpa besok. Dan untuk Nala nanti kamu ke asramanya akan diantar Lyra ya" kata bu Endor.


"Baik bu" kataku dan lyra hampir bersamaan.


Setelah itu seluruh siswa-siswi pulang ke asrama masing-masing.


"Nala kau bisa mengikutiku untuk pergi ke asrama" kata Lyra agak datar dan dingin sambil berlalu pergi.


"Hei,bisa kau tunggu aku sebentar?Lyra!" teriakku pada Lyra.


"Cepatlah!" katanya, aku pun segera berlari mengikutinya.


"Emm.....terima kasih, Lyra" kataku dalam perjalanan setelah berhasil menyusul nya.


"Hmmm...sama-sama" jawabnya singkat.


Situasi di sekitar kami pun menjadi canggung, kami pergi ke asrama perempuan, lalu dia menunjukkan kamarku.


"Ini kamarmu, Nala. Aku tinggal di kamar sebelah kanan dan kamar di sebelah kirimu kosong. Kalau kau butuh sesuatu kau bisa menemuiku. Selamat beristirahat" kata Lyra.


"Terima kasih" kataku sekali lagi.


Setelah itu kami menuju kamar masing2 untuk beristirahat, setelah istirahatku cukup aku belajar pelajaran yang tadi di ajarkan, setelah belajar aku merasa bosan jadi aku memutuskan untuk keluar saat itu baru pukul 1 siang.


Saat keluar kamar aku bertemu Lyra,aku mengajaknya pergi bersama dan dia setuju.


"Eh...Lyra,ayo kita pergi bersama" ajakku padanya.


"Ehm...baiklah" jawab Lyra.


Aku dan Lyra pergi jalan² ke taman,di taman kami bertemu 3 teman cowok sekelas.


"Eh... Lyra dan Nala ada di sini, jalan² ya?. Kenalin namaku Xander Brandly, salam kenal. Dan ini Max Alexander, kalo yang sebelahnya Raeky Alexandra " kata xander pada nala sambil menyodorkan tangannya.


"Salam kenal, Xander, Max dan Raeky 😄" kataku sambil tersenyum dan bersalaman dengannya, Xander agak tersipu malu melihatku.


"Hai, Lyra.Apa kabar?" kata Raeky antusias.


"Baik" jawab Lyra dengan singkat, padat dan jelas.

__ADS_1


"Eh... sepertinya Raeky menyukai Lyra ya?" tanyaku pada Max dan Xander yang lebih mengarah pada tebakan.


"Iya, tapi Lyra nya dingin sama Raeky" jawab Max.


"Ooo...Kasihan Raeky" kataku agak prihatin.


"Iya, sampai sekarang dia masih berusaha ngejar Lyra" timpal Xander.


"Lyra, kita kesana yuk," ajakku pada Lyra sambil tersenyum.


"Hmm...ya baiklah" katanya sambil tersenyum tipis.


"Ya sudah kami pergi dulu ya, dah" kataku sambil menggandeng tangan Lyra dan melambaikan tangan pada mereka.


Kami pun berjalan menjauhi mereka,dari jauh aku melihat Raeky menatap kami yang semakin menjauh. Lalu ia ditarik oleh Max dan Xander.


"Lyra, kenapa kamu dingin pada mereka?" tanyaku tanpa menoleh.


"Aku ini orangnya emang dingin sama cowok" jawabnya singkat.


"Ooo... kasihan Raeky, dia ngejar kamu tapi kamunya gak respon dia" kataku dengan wajah kasihan berharap Lyra mau mengubah sikapnya kepada Raeky.


"Walaupun kamu pasang muka melas kaya gitu, aku ga bakal rubah sikap aku ke Raeky" kata Lyra tetap teguh.


"Huh...sempat-sempatnya bermain ponsel sih" kataku sebal sembari menghentakkan kakiku ke tanah.


"Biarlah...weee😜" katanya dengan nada mengejek.


Karena kesal aku mengambil ponselnya dan berlari, Lyra mengejarku dan kami kejar-kejaran hingga cafe.


Sampai di depan cafe, Lyra berhasil mendapatkan ponselnya lagi dan tertawa lepas bersamaku, itu pertama kalinya aku lihat dia tertawa. Kami berdua makan di cafe itu bersama. Kami memesan minuman dan dessert, sambil menunggu pesanan kami berbincang-bincang sejenak.


"Lyra...." kataku menggantung.


"Hmm....ada apa?" tanyanya bingung.


"Kamu tau gak kalo Raeky suka sama kamu?" tanyaku.


"Gak tuh, dari pertama aku masuk sekolah dia udah berusaha biar aku berteman sama dia. Kamu tau dari mana Raeky suka sama aku?" kata Lyra panjang lebar dengan nada biasa.


"Gak sih aku cuma nebak-nebak doang" kataku sambil tersenyum.


"Oo...makanya dicari tau dulu kebenarannya jangan asal mengambil kesimpulan" kata Lyra sambil mencubit hidungku.

__ADS_1


"Aduh...sakit tau" aku mengaduh kesakitan. Lyra hanya menanggapi ku dengan tertawa kecil.


Tak lama setelah itu pesanan kami pun datang, kami menikmatinya bersama. Setelah habis kami pulang ke asrama bersama, di perjalanan aku berkata pada Lyra.


"Lyra.... ayo kita bersahabat baik" ucapku bersemangat.


"Hmmm....boleh" Lyra membalas dengan tersenyum. Sejak saat itu kami bersahabat baik. Ternyata Lyra bukan anak yang terlalu dingin kok kalau kalian sudah kenal dia lebih dekat kalian pasti merasa senang berteman dengannya.


~oOo~


Lyra pov


Hari ini aku merasa senang, ku kira Nala adalah anak orang kaya yang manja tapi ternyata dia orang yang menyenangkan, saat aku sedang makan bersama Nala, aku mendapat telepati dari kak Dika, senior di sekolah.


'Lyra, Nala adalah seorang wizard yang berarti dia musuhmu. Jangan terlalu dekat dengannya atau kau akan terkena masalah'


Itulah isi telepati yang diberikan kak Dika membuatku terkejut tapi dengan cepat dapat mengatasinya, aku membalas dengan mengirim.


'Baiklah kak, aku akan berhati hati terima kasih atas infonya'


~oOo~


Vier pov


Kerajaan Vampir Redmoon, Jerman


Namaku adalah Charlotta Zavier, putri kerajaan sekaligus vampir terkuat di seluruh kerajaan vampir, karna aku memiliki setengah darah dan kemampuan iblis.


"Papa.. ada apa papa memanggilku kemari?," tanyaku to the point dengan nada datar.


"Vier... apa kau tak ingin memiliki kawan baru ha? ayah ingin kau menikmati hidup mu sebelum peperangan terjadi," jawab papaku dengan nada yang dibuat memelas.


"...."


Aku diam papa jelas tau apa jawabanku, tidak! itulah jawaban jika aku diam dengan wajah datar seperti itu, yah.. aku memang vampir dengan wajah datar yang ga kira², jangan lupain juga sikap dinginku yang membuat orang takut.


"Baiklah, mulai sekarang kau harus pergi ke SMA Matahari terbit, disana ada beberapa vampir. Sekolah itu memang penuh dengan ras yang bisa menyamar menjadi manusia biasa," perintah papa mutlak.


"Tidak ada penolakan!!," papa berbicara dengan nada dingin dan penuh penekanan artinya dia tak ingin dibantah.


Ya sudah, apa boleh buat. Kuruti sajalah, lagian disana ada kak Dandan kan katanya? oh iya ngomong² kak Daniel Luzeir adalah kakak kandungku tapi sedikit lebih lemah dariku bahkan urutan ke 3 vampir terkuat di seluruh kerajaan vampir, untuk urutan kedua adalah Arya Afalzon.


"Baiklah pa," jawabku tetap datar.

__ADS_1


Papa tersenyum puas lalu menyuruhku pergi secepatnya, hah... papa mengusirku ya?! menjengkelkan, lebih baik aku berlatih di hutan kematian daripada ke tempat penuh ras lain.


__ADS_2