
Nala pov
Aku memutuskan untuk melupakan masalahku dengan Vier
KEESOKAN PAGINYA
"Yeee......akhirnya hari libur" kataku dengan senang.
Hari ini hari libur, kami di perbolehkan untuk pulang. Di SMA ini kami tinggal di asrama karena SMA matahari terbit adalah sekolah khusus yang mengharuskan siswa-siswi nya tinggal di asrama, supaya mendidik kesopanan dan kedisiplinan siswa-siswinya.
Meskipun begitu kami di perbolehkan untuk pulang 1 bulan sekali, walaupun hanya selama 3 hari. SMA ini juga sebuah sekolah unggulan dan mahal, meskipun mahal tapi fasilitasnya cukup lengkap. Di SMA ini ada Lab, Gym, Ruang komputer, Perpus, Kebun, Taman dan masih banyak lagi, selain itu sekolah ini juga sangat luas.
"Lyra, kamu mau kemana saat libur?" tanyaku.
"Aku mau pulang ke rumah saja,nanti ada yang menjemputku pulang kok" jawab Lyra.
"Ooo....aku juga di jemput nanti" kataku.
"Tiinnn.....tiinnn.....tiinnn...." suara mobil di depan gerbang.
"Ah...itu mobilnya, aku pergi dulu ya, dah" kataku.
"Itu juga jemputanku, dah" kata Lyra.
Aku masuk ke mobil lalu pergi ke villa clair de lune. Saat sampai di villa aku langsung di sambut di depan pintu.
Villa Clair de lune
(bangunan yang lain ada di belakang dan samping)
"Selamat datang kembali, nona muda" kata pelayan di depan pintu.
"Ya, terima kasih" kataku. Aku segera masuk ke dalam, ternyata di dalam ada kak Ari yang sudah menungguku sambil meminum teh.
"Hai, kak.Apa kabar?" tanyaku.
"Ya ampun adikku sayang, kok kamu kurusan sih? kamu pasti kurang makan kan. Pokoknya di sana kamu harus makan yang banyak, kakak ga mau kalau kamu sampai sakit, lho" kata kak Ari panjang lebar.
Kakakku yang satu ini sangat cerewet dan agak alay, apa lagi kalau sedang curhat kadang-kadang kak Ari sampai menangis tersedu-sedu saat lagi menceritakan mantan-mantannya. Dia sangat cerewet mengomentari penampilan dan bentuk tubuhku, ingin semua yang dilakukannya sempurna, huh....pokoknya ribet deh kalau berurusan dengan kak Ari.
"Kakak, kalau aku makan terus bisa-bisa aku jadi gemuk tau" kataku sebal.
"Nanti kalau kamu jadi gemuk kamu bisa kurusin badan kamu sama kakak, ok" kata kak Ari.
"Eh.....kakak ke sini sendiri,kak Wira?kak Gu....ah..b*j*ng*n itu" tanyaku.
"Oh...kak Wira lagi sibuk sama urusan perusahaan lah, dan jangan ungkit-ungkit lagi tentang dia" jawab kak Ari sambil berjalan lalu duduk kembali ke sofa.
"Ya, tadi keceplosan.Trus,kakak ga ngurusin perusahaan gitu?" tanyaku sambil melangkah mendekati kak Ari.
Kak Ari menggeleng lalu mengambil ponselnya.
Kalian pasti bingung kenapa aku memanggil kakak keduaku seperti tadi, itu karena dia sudah bertahun-tahun pergi entah kemana. Mungkin ikut bunda....aku sih gak marah sama bunda tapi dia (b*j*ng*n itu) sudah membuatku kecewa.
__ADS_1
"Nona, silahkan beristirahat di kamar. Kamarnya sudah saya rapikan" kata salah satu pelayan.
"Oh, terima kasih. Kamu bisa kembali, saya mau istirahat saja di kamar" kataku pada pelayan tadi.
"Baik, nona" kata pelayan sambil melangkah meninggalkan ku.
"Kak, aku istirahat dulu ya" kataku sambil melangkah menaiki tangga.
"Hmm...banyak-banyaklah istirahat" kata kak Ari.
"Ya" ucapku malas.
Kamarku terletak di lantai atas, villa ini terdiri dari 2 lantai tapi cukup besar dan luas. Aku langsung masuk ke dalam kamar, lalu merebahkan diri di atas ranjang. Terdiam sesaat lalu aku bergegas mandi.
"Hah..... air yang menyegarkan" ucapku lega.
Selesai mandi dan berganti baju aku duduk di pinggir ranjang, melihat sekeliling dan pandanganku tertuju pada sebuah foto di meja dekat ranjang. Sebuah foto yang didalamnya terdapat ayah, bunda, kakak-kakakku, dan aku saat masih kecil, tersenyum bahagia tanpa ada rasa beban.
"Ayah, bunda, kapan kita kaya gini lagi?aku kangen" kataku dengan suara lirih, tanpa kusadari air mataku menetes, ku usap air mataku, mencoba untuk tetap tegar.
"Tok...tok...tok..." suara ketukan pintu.
"Masuk!" ucapku dengan suara keras lalu meletakan foto di atas meja.
"Nona....." panggil Lina-asisten pribadiku.
"Ada apa, Lina?" tanyaku.
"Saya ada laporan, akhir-akhir ini ada beberapa orang mencurigakan yang mengawasi di SMA nona. Saya curiga mereka menginginkan sesuatu dari teman-teman nona" lapor Lina.
"Oh...tetap awasi sekitar sekolah, perhatikan jika ada yang mencurigakan dan langsung lapor padaku" perintahku.
"Hmm...." kataku sambil menaikkan kaki kananku ke atas kaki kiriku.Setelah Lina pergi ,aku bergumam
"Kira-kira siapa mereka ya?" gumamku.
~oOo~
Lyra pov
Setelah masuk mobil.
"Hah.. syukurlah urusan dengan dia selesai" gumamku.
"Pak, kita pergi ke mansion ya" perintahku pada supir.
"Baik nona" jawab supir itu.
Oh iya, supir ku ini adalah seorang Werewolf sepertiku bedanya aku adalah Werewolf bangsawan dan dia Werewolf biasa.
SKIP
Mansionku
__ADS_1
Author : Abaikan saja orang itu
Mansionku ini berbentuk seperti kastil tua yang menyeramkan tapi aslinya nyaman kok, dan ini sangat kuat padahal keliatan dari kayu kan? itu cuma cat gaes jadi ga usah heran, trus ada mobil lain di halaman.
Aku menebak jika ada kak Dika di dalam sana, ternyata dugaanku benar, ada kak Dika juga ada kak Feter, bu Vivian, Raeky, Xander dan Max.
Bu Vivian adalah seorang penjaga perpus.
"Kenapa kalian semua ada disini?" tanyaku saat memasuki ruang tamu.
"Hanya melanjutkan pembicaraan kemarin," jawab Dika.
"Hah... baiklah, bibi!" panggilku.
"Ya nona" seorang pembantu langsung melesat ke arahku setelah dipanggil.
"Letakkan tasku di kamar ya, lalu tolong ambilkan cemilan untuk mereka" perintahku.
"Baik, nona" jawabnya sigap.
Aku pun duduk di sofaku, pembicaraan pun dimulai.
"Jadi pembicaraan mana yang mau di lanjut?" tanyaku datar.
"Ga usah kaya gitu juga kali" balas kak Dika membuatku memutar bola mataku malas.
"Kalian semua tau kan kalo beberapa bulan lagi akan ada gerhana matahari?" tanya Feter.
"Tentu kami tau" jawab Xander.
"Memangnya kalian ga dipanggil ke kerajaan?" tanya Vivian tiba².
"Entah, mungkin nanti" jawab Raeky acuh.
"Hm..."
Aku dan mereka melanjutkan pembicaraan yang membahas tentang Nala, hah... bocah itu lagi, tapi dia lumayan kok mungkin aku akan bersahabat dekat dengannya, sudahlah.
~oOo~
Vier pov
Mansion
Aku baru saja sampai dia mansion di negara ini, aku merasa bosan juga haus, aku pun langsung mencari darah segar di kulkas, aku tau aku bisa makan makanan manusia, hanya saja aku tak terbiasa.
"Vier? kenapa kau tak makan makanan manusia?," tanya kak Daniel saat melihatku meminum 1 kantung darah dan mengambil beberapa diantaranya.
"Tak terbiasa," jawabku datar dan acuh.
"Yah.. kau harus biasakan itu," saran kak Daniel bagai angin lalu bagiku.
Setelah itu aku berlatih tertutup di ruanganku, mengingat gerhana matahari yang akan terjadi aku jadi terpikir peperangan antar 3 bangsa, maksudku 2 bangsa yaitu Vampir dan Werewolf, bangsa Wizard hanya mempertahankan wilayah mereka.
__ADS_1
"Ck, saat aku membaca ini peperangan setiap 100 tahun semakin lama semakin memanas ya (?) banyak sekali korban yang berjatuhan, kalau begini perang abad ini akan sangat panas apalagi di dalam buku ini di ceritakan bahwa pemimpin tertinggi bangsa iblis akan bangun dari tidur panjang dan merebut kembali kejayaan bangsa iblis," gumam ku ga jelas.
'Apakah bangsa Werewolf dan Wizard menyadari ini?,' tanyaku dalam hati.