Sahabat 3 Bangsa

Sahabat 3 Bangsa
Eps 7 : Kembali ke sekolah


__ADS_3

Lyra pov


Aku turun ke lantai 1 dengan langkah gontai, mengantuk rasanya karna aku memaksakan diri begadang lebih lama demi membaca buku tentang kemampuan² spesial Werewolf, juga mempelajari beberapa sihir yang membantu seperti sihir perlindungan.


"Hoaaam... aku sangat malas untuk bersekolah" keluhku.


Para maid disana hanya tersenyum kecil mendengarnya, aku pun sarapan dan segera pergi ke sekolah.


Saat aku baru saja turun dari mobil dan berjalan beberapa langkah, aku mendengar namaku dipanggil. Biar kutebak ini adalah dia.


~oOo~


Nala pov


Aku bangun pagi² sekali dan tiba² mendapatkan surat dari seseorang yang masih misterius, surat itu diletakkan di meja bersama 10 buah buku, aku tak tau buku apa itu yang jelas semuanya ditulis dalam bahasa Prancis dan sebagian lagi bahasa latin.


Aku memutuskan untuk membawanya ke sekolah bersama perlengkapanku yang lain.


SESAMPAINYA DI SEKOLAH


Aku turun dari mobil, lalu melihat Lyra sedang berjalan.


"Hei...Lyra" panggilku sambil berjalan ke arah Lyra.


"Selamat pagi" lanjutku sambil tersenyum saat aku sudah bersama Lyra.


"Pagi, bagaimana liburanmu?" tanya Lyra, dari yang kudengar itu pertanyaan hanya sekedar basa basi.


"Em...lumayan" jawabku.


"Tiinnn.... tiinnn.... tiinnn...." suara klakson mobil, ternyata yang mengendarai mobil lamborghini warna merah itu....Vier?!!!.


"Hah?! itu Vier?, aku iri sama dia karna boleh bawa mobil sendiri" ucapku menggerutu.


"Aku juga, dulu aku boleh bawa mobil sendiri tapi sekarang ga boleh" kata Lyra menimpali ucapanku.


"Kenapa? kalau aku sih,karena dulu aku sering balapan habis itu kecelakaan,jadi mobil dan motornya hancur, he...he...he...😀" kataku panjang lebar.


"Eh...sama, dulu aku juga sering balapan, em...balapan liar sih. Ha..ha..ha...ha.."kata Lyra sambil tertawa karna mengingat masa lalunya yang lucu.


"Sudahlah, ayo masuk" kataku sambil tersenyum dan melangkah ke kelas, barang-barangku sudah di letakan di asrama oleh supir pribadiku.


SESAMPAINYA DI KELAS


"Rriiing... rriiing.... rriiing..." bel tanda masuk kelas berbunyi.


"Selamat pagi ,anak-anak" tanya guru mapel.


"Pagi" jawab murid-murid serentak.


Pelajaran pun di mulai.


BEBERAPA JAM KEMUDIAN


"Rriiing..... rriiing..... rriiing...." suara bel istirahat.


"Baik anak-anak, kalian bisa istirahat dulu, lain waktu kita akan melanjutkan nya, sampai jumpa" ucap guru mapel sambil pergi keluar kelas.


"Terima kasih" ucap murid-murid serentak.


Aku melihat Vier sedang asyik dengan buku dan headphonenya, sedangkan teman-teman yang lain pergi keluar kelas entah kemana, mungkin ke kantin? karna aku sedang bosan sekarang jadi aku mengajak Lyra pergi ke taman.


"Lyra,kamu mau ke taman?" tanyaku.


"Boleh" jawabnya, aku menggandeng tangan Lyra dan berlalu pergi ke taman.


"Oh ya, kamu bilang pernah balapan mobil dan motor?" tanyaku saat ada di taman.


"Iya, ada banyak mobil sama motornya yang aku rusakin gara-gara balapan sama taruhan, he...he...he..." ucap Lyra menjelaskan.

__ADS_1


"Iya sama, trus karna ngrusakin mobil sama motor mulu,aku jadi ga boleh ngendarain mobil lagi deh" sahutku sambil cemberut.


"Iya, kita senasib" kata Lyra,setelah itu kami tertawa bersama.


"Lagi nertawaain apa sih?" suara berat khas lelaki di tangkap gendang telinga kami.


"Kalian?!" ucapku dan Lyra bersamaan.


Kami terkejut karena melihat Raeky bersama teman-temannya muncul tiba-tiba di hadapan kami.


"Kalian mengagetkan kami saja" ucapku kesal.


"Iya deh, maaf. Bercanda dikit ga papa dong" ucap Xander sambil tersenyum jahil.


"Kalian itu dateng dari mana sih?kaya hantu aja" ucap Lyra kesal sambil berjalan meninggalkan mereka.


"Iya deh, kita salah kita minta maaf, maafin dong" rayu Max dengan manja.


"Hmm...." dehemku.


"Kalian ngapain di sini?" tanya Lyra penasaran.


"Oo....tadi kita disuruh ke ruang OSIS dan untuk apa kita ke sana kalian ga usah tau ya" kata Raeky.


"Oo..." ucapku dan Lyra dingin.


"Eh... kita kan udah minta maaf, kok masih marah sih?" kata Xander.


"Hei.... aku ngomong kok,ga denger yah?" kata Xander kesal.


Aku dan Lyra mengabaikannya dan pergi meninggalkan mereka.


"Rriiing.....rriiing....rriiing...." suara bel tanda istirahat selesai.


Dengan cepat kami melangkah menuju kelas. Sesampainya di kelas, kami segera duduk ke tempat duduk masing-masing. Tak lama kemudian guru mapel masuk dan pelajaran pun di mulai


"Rriiing.... rriiing.... rriiing...." suara bel pulang.


Ah aku baru sadar si Vier ga ada di kelas.


"Kalian bisa kembali ke asrama masing-masing, selamat siang" ucap guru mapel.


"Siang" ucap anak-anak serentak lalu berhamburan keluar kelas.


"Nala, nanti kamu bawa dokumen-dokumen ini ke ruang guru lalu letakan di meja saya" ucap guru mapel sambil pergi keluar kelas.


"Ya, pak" kataku.


"Lyra kamu duluan aja ke asrama,nanti habis aku memberikan semua dokumen itu aku menyusul" kataku, kedua tanganku sibuk membereskan dokumen yang di meja.


"Yakin ga papa aku balik duluan?" tanya Lyra agak terdengar khawatir dan mungkin dia ngerasa ga enak.


"Ya ga papa, kok. Duluan ya" kataku sambil keluar kelas dengan membawa cukup banyak dokumen di tanganku.


Saat aku menyusuri koridor, aku menabrak seseorang.


"Brak...." suara benturan, dokumen yang kubawa pun jatuh ke lantai.


"Maaf, saya tidak sengaja" ucapku sopan sambil berjongkok untuk merapihkan dokumen.


"Tidak apa-apa" ucap cowok yang aku tabrak tadi.


Dia juga berjongkok untuk membantuku merapihkan dokumen yang jatuh. Saat aku meliriknya dia adalah seorang lelaki yang sangat tampan.


'OMG!!!ganteng banget sih ni cowok' batinku.


Setelah merapihkan buku, dia menawarkan diri untuk membantuku membawakan dokumen.


"Boleh ku bantu?" ucap lelaki itu.

__ADS_1


"Eh ga usah, jadi ngerepotin"


"Gapapa kok ga ngerepotin juga"


"Tapi–"


"Gapapa, boleh kan?"


"Em.... yaudah boleh" kataku, akhirnya dia membantuku.


'Huh...jadi merepotkan orang deh' kataku dalam hati.


Setelah memberikan dokumen itu,aku sedikit berbincang dengannya atau lebih tepatnya berterima kasih.


"Terima kasih ya, sudah membantuku. Maaf jadi merepotkanmu" kataku merasa ga enak.


"Sama-sama, lagi pula tidak merepotkan kok" ucap cowok itu.


"Emm....boleh kenalan gak?" tanyaku.


"Boleh,namaku Leon Adijaya panggil aja Leon dari kelas 2-7,salken" kata Leon sambil menyodorkan tangan kanannya mengajak ku bersalaman.


"Oo... kak Leon, namaku Natalia Lavender panggil aja Nala dari kelas 1-3, murid pindahan dari Paris, salken juga" kataku sambil bersalaman dengannya dan tersenyum manis.


"Wah... kamu murid pindahan dari Paris pantes aja cantik banget, trus panggil nya Leon aja, ok" puji Leon.


"O oh.. ok, kakak... maksudku Leon engga kok biasa aja, temen-temen ku juga cantik-cantik" kataku sambil sedikit tersipu malu.


"Iya deh, BTW aku harus pergi nih, sampai jumpa" ucap Leon sambil berlalu pergi.


"Sampai jumpa" kataku, lalu aku pergi ke asrama perempuan, di sepanjang jalan aku tersenyum manis hingga ke dalam kamar. Aku sangat senang mendapat teman baru.


~oOo~


Author pov


Saat Nala dan Leon bertabrakan, Max yang saat itu sedang berbincang dengan Feter di ruangan yang ga jauh dari tempat mereka merasa ga suka.


Dia memperhatikan interaksi antara Leon dan Nala, Feter yang mengetahui itu langsung menggelengkan kepalanya pasrah.


"Kau menyukainya ya?" tanya Feter memastikan, Max berbalik dan melihat Feter.


"Sepertinya begitu" jawab Max perlahan.


"Sepertinya agak sulit untukmu" lirih Feter.


"Aku tau... aku merasa Leon memiliki maksud lain pada Nala" celetuk Max membuat Feter agak tersentak.


"Memang, Leon membutuhkan Nala untuk dia" lirih Feter yang dapat di dengar Max membuatnya menatap tajam seniornya itu.


"Huh... itu akan sulit, jika kau ingin melindungi nya lakukan saja. Aku hanya akan mengawasi, apabila Leon melakukan hal yang bisa membuat nyawa Nala sekarat. Maka aku akan turun tangan" balas Feter.


Max termenung tak lama mereka pun kembali melanjutkan pembicaraan yang sempat tertunda.


~oOo~


Vier pov


Aih... aku tiba² ingin berjalan jalan ke taman, saat aku pergi kesana aku melihat Nala dan Lyra sedang mengobrol, tanpa sadar aku merasa iri melihatnya lalu aku juga memperhatikan mereka tanpa diketahui orang lain kecuali kak Dandan yang lagi bareng teman²nya di dekat taman.


Aku bisa melihat 3 remaja laki² yang kutebak teman sekelasku melesat ke depan Lyra dan Nala, Lyra pastinya tau jika mereka melesat tapi Nala tidak. Dia seperti kelinci polos yang ga tau apa², padahal dia dirumorkan sebagai jenius keluarga Lavender bahkan dia digadang gadang sebagai orang yang licik.


"Ck, apa rumor itu benar? cih.. rumor sampah sial*n" gumamku kesal.


Aku kembali berjalan jalan ke sekitar sekolah, beberapa menit setelahnya bel masuk berbunyi. Saat itu aku merasa ngantuk jadi aku pergi ke kastil tua di belakang sekolah. Disana sebagian besar penghuni nya adalah vampir, aku juga bisa masuk kesana dengan mudah.



Aku pun pergi ke kamar khususku dan tidur, aku juga sengaja melewatkan beberapa kelas terakhir lagian aku sudah menguasai materi pelajarannya.

__ADS_1


__ADS_2