
Author pov
Masih di tempat yang sama, dihari yang sama.
Nala dan Max menoleh ke sumber suara, disana ada sepasang elf. Yang satu seorang wanita dengan pakaian agak terbuka dan penampilan agak menor, yang satunya laki-laki dengan pakaian kebangsawanan. Laki-laki itu tampak menyeringai tipis dengan wajah sarkastis dan angkuh.
"Wah.. siapa gadis imut ini? pelayanmu kah?," ujar laki-laki itu dengan nada sarkatis.
"Jaga bicaramu, Calvin."
"Oh.. kau berani melawanku ya..? sihir mu jika melawan sihirku pun akan tetap kalah, sampah ya sampah hahaha..."
'Sampah? justru kalian lah sampah itu,' batin Nala sarkatis.
Nala menoleh ke arah Max, tampak sekali Max tidak peduli dengan ucapan saudaranya itu.
"Max, siapa mereka?," tanya Nala.
Nadanya yang lembut khas bangsawan yang memang bawaan sejak kecil, sulit dihilangkan.
"Laki-laki itu adalah Calvin Variette. Putra kedua keluarga Variette. Disebelahnya adalah tunangannya, Julie Elvarince, putri sulung keluarga Elvarince," jawab Max.
"Oh.. apa mereka punya masalah denganmu?," tanya Nala.
"Hm.."
"Hahaha... hei nona, kenapa kau mau berjalan bersama sampah sepertinya? lebih baik bersama kami atau teman-temanku saja," ujar Calvin.
"Haha.. tunanganku benar nona, sebaiknya kau ikut kami saja daripada bersama sampah sepertinya," balas Julie dengan angkuhnya sambil tertawa dan menutupi mulutnya dengan tangan supaya tak terlalu vulgar.
"Aku tidak tau apa masalah kalian dengan Malvin, tapi harap jangan mengganggu kami. Ah, ralat. Jangan ganggu saya, saya masih memiliki urusan dengan Malvin Variette karena itu sebaiknya kalian jangan menghalangi jalan kami," ujar Nala membuat wajah Calvin dan Julie padam.
"Sudahlah, ayo kita pergi," ajak Max.
"Hn..."
Nala dan Max pun pergi, disisi lain Calvin mengepalkan tangannya kesal.
Hai, menunggu Max dan Nala sampai di kastil keluarga Variette, Author mau menjelaskan beberapa kerajaan.
-Lavrandex (pusat)
-Brixvin
-Adflute (hybrida)
-Trivia (Elf)
-Davigna (dwarf)
-Skyflix kingdom (naga)
Dan beberapa kerajaan kecil, ah... akan Author jelaskan kok, suer dah.
a. Lavrandex
Kerajaan ini adalah kerajaan terkuat dipimpin oleh ratu Natasha, di kerajaan ini ras ras berbeda bebas berinteraksi. Meskipun begitu kerajaan ini juga punya wilayah terpuruk. Kerajaan ini memiliki banyak ksatria yang berkualitas.
Kerajaan Lavrandex adalah kerajaan Wizard terkuat di seluruh Eropa. Untuk keluarga bangsawan sendiri ada cukup banyak keluarga bangsawan namun ada juga keluarga yang bukan bangsawan namun kaya raya hingga di hormati.
b. Brixvin
Kerajaan ini adalah kerajaan dengan wilayah terbesar, pasukan ksatria/penyihir juga lebih banyak. Apalagi keluarga bangsawannya, namun kerajaan ini adalah kerajaan terkuat kedua saja.
Mayoritas penduduk disini adalah manusia, hingga banyak dari mereka yang menjadi ksatria. Di tempat inilah Leon lahir. Kerajaan ini dipimpin oleh orang tua Leon, raja Georgy dan ratu Lexa.
c. Adflute
Kerajaan ini hanya memiliki luas ½ kerajaan Lavrandex, bahkan dinobatkan sebagai kerajaan terkecil kedua, walaupun begitu ksatria kerajaan ini juga kuat. Pemimpin mereka masih misterius, bersekutu dengan Lavrandex, katanya Tasha bersahabat baik dengan pemimpin kerajaan Adflute.
Mayoritas penduduk kerajaan Adflute adalah hybrida, sebuah ras yang menggabungkan manusia dan hewan, mereka bahkan bisa terbang (bagi hybrida burung atau sejenisnya yang bisa terbang).
Disinilah ibu Max lahir, ibunya Max adalah salah satu ksatria hybrida kerajaan Adflute terkuat. Ras hybrida bisa menyembunyikan wujud asli mereka seperti Max (hybrid phoenix) dan Feter (hybrid rubah berekor 9).
(Ibunya Max itu hybrid phoenix, cuman karena yang liat waktu itu ada masalah buta warna jadi liatnya bukan sayap Phoenix melainkan sayap elang)
d. Trivia
Kerajaan Trivia dikenal sebagai kerajaan elf, mereka menanam banyak sekali tanaman hingga kerajaan ini tampak begitu asri. Kerajaan Trivia juga disebut kerajaan tanaman. Pemimpin kerajaan Trivia adalah ratu Rafally, sahabat karib ratu Natasha.
Rafally kini tinggal di dalam hutan perbatasan, dia meninggalkan kerajaan karena ibunya Max, ibunya Max juga sahabat dekat Tasha dan Fally karena itu lah Fally begitu sedih. Fally pergi juga karena dia ingin meningkatkan kekuatannya.
e. Davigna
Ini adalah kerajaan Dwarf, kerajaan ini menghasilkan banyak sekali persenjataan meskipun begitu kerajaan Davigna adalah kerajaan terkecil, luasnya hanyalah ½ luas kerajaan Adflute. Namun disini ada banyak sekali barang-barang canggih yang melebihi penemuan dunia manusia, kerajaan Davigna bersekutu dengan Lavrandex selain itu mereka sangat sulit didekati oleh pihak kerajaan lain.
Para dwarf sudah percaya pada Tasha, bahkan para pewaris/anak-anak penerus keluarga kerajaan Lavrandex didik dan dibesarkan disana, untuk masalah persenjataan lho.
Davigna berada di ujung perbatasan dekat gurun, untuk masuk kesana harus melewati gurun panas terlebih dahulu. Kemudian mereka diharuskan meminta persetujuan pemimpin dwarf, jika itu para petualang, mereka akan diperbolehkan masuk jika lainnya mungkin... akan sedikit rumit.
f. Skyflix
Satu satunya kerajaan di pulau melayang, kerajaan perdagangan terbesar. Kerajaan ini juga bersekutu dengan Lavrandex dan Davigna. Meskipun begitu kalian tidak bisa berbuat onar seenaknya disini sama seperti di Davigna kingdom.
Ras naga yang tinggal di Skyland (Skyflix kingdom), sangatlah kuat. Yah... tapi masih ada yang lebih kuat lagi sih. Ingat pepatah 'di atas langit masih ada langit, di atas tuhan lu ga bisa ngapa-ngapain:)'.
Jika kau berbuat onar di kerajaan ini, ah... terserahlah, rasakan saja sendiri akibatnya.
Lalu masih ada beberapa kelompok ras, baik itu golem yang tinggal di lembah batu, lalu yeti dan troll yang tinggal di gunung Fotren. Dan ada juga kelompok ras misterius yang bersembunyi di sebuah tempat.
"Jadi ini kastilmu?," tanya Nala.
Saat ini mereka telah sampai di kastil keluarga Variette, Nala bisa melihat sebuah kastil yang tampak menyatu dengan alam.
"Ayo masuk, kita bertemu ayahku dulu," ajak Max.
__ADS_1
"Eh?."
Nala dan Max pun masuk ke dalam kastil, Max membawa Nala ke ruang kerja ayahnya, Elvon Variette.
Tok tok tok
"Ayah... aku kembali," ujar Max.
"Masuklah.... Malvin," balas sebuah suara.
Max dan Nala pun masuk ke dalam ruang kerja berukuran besar itu, di dalamnya Nala bisa melihat banyaknya rak buku yang di sampingnya terdapat sulur hijau asli.
Ada beberapa kupu-kupu indah yang berkeliaran, tanaman wangi semerbak menjadi pengharum ruangan alami, bunga matahari menatap ke arah matahari. Begitu asri.
"Siapa yang kau bawa, Malvin?."
Mata Nala mengarah ke sumber suara bariton yang terdengar khas itu, Nala tau dialah ayah kandung Max, Elvon Variette.
"Ini Natalia Lavender, Nala. Putri keempat ratu Natasha Lavender," ujar Max.
Ayahnya tau jika Max adalah seorang jendral muda di kerajaan Lavrandex.
"Dia yang kau bilang atasan barumu?," tanya Elvon.
"Ya, ayah."
Elvon yang sebelumnya menatap ke luar ruangan membalik tubuhnya, menatap Nala. Menilai penampilan Nala dari atas hingga bawah.
"Kau... anaknya Tasha?," tanya Elvon datar.
"Ya, aku adalah anak dari nyonya Natasha. Sepertinya anda mengenal bundaku ya..?," jawab Nala dengan senyuman ramahnya.
"Kau mirip dengan Tasha waktu muda dulu," balas Elvon sambil duduk di kursi kerjanya.
"Benarkah?."
"Duduk lah," ujar Elvon.
Max dan Nala pun duduk di sofa.
"Bagaimana kabar Tasha?," tanya Elvon.
"Kabar bunda baik, apa tuan ingin bertemu bunda? aku mungkin bisa membantu," jawab Nala.
"Cukup, kau tidak bisa menipuku. Kau hanya memasang wajah palsu kan."
'Anjritt.. serasa diinterograsi, mana dia tau pulak,' batin Nala.
"Apa maksud anda?," tanya Nala menjadi dingin.
Saat ini sedang terjadi perang dingin di ruang kerja Elvon, sedangkan Max dia tampak tak terpengaruh bahkan dia meminum teh hijau yang sudah disediakan dengan santuynya.
"......"
"Hahahaha....! kau benar-benar mirip seperti Tasha."
"😒."
Seketika ekspresi Nala berubah, dia mulai menunjukkan wajah aslinya.
"Dan kau Malvin, masih berpura-pura saja..."
Perkataan Elvon membuat Max menatap ayahnya, setelah itu dia melirik Nala yang tampak kesal.
"Yah.. seperti yang ayah tau, tidak mudah mengendalikan Nala," balas Max membuat kekesalan Nala bertambah.
"Hahaha.. jangan seperti itu lah, aku dan Tasha bersahabat baik kok," ujar Elvon begitu melihat ekspresi Nala.
"Hm.. ayah, dimana Eva?," tanya Max.
"Ah.. dia, itu dia."
Elvon menunjuk arah pintu dengan dagunya, disana pintu terbuka menampilkan seorang gadis kecil berusia 3 tahun.
"DADDY!!," serunya bersemangat.
Gadis kecil itu berlari ke arah pangkuan Max, Max pun menggendongnya dan menciumi pipi chubby nya.
"Daddy? Max... kau..."
"Ai.. nona. Ini bukan seperti yang kau pikirkan. Malvin mengangkat seorang bayi perempuan 3 tahun lalu, namanya Eva, Nureva," ujar Elvon membuat Nala mengangguk paham.
"Em.. daddy, siapa dia?," tanya Eva pelan membuat Nala menoleh ke arahnya.
"Ini teman daddy, perkenalkan dirimu dulu," jawab Max.
"Hallo Aunty, namaku Eva!," ujar Eva dengan imutnya.
"Hallo juga cantik, nama Aunty Nala," balas Nala langsung berubah ramah.
"Aunty aunty, gendong."
Nala pun menggendong Eva dengan senang hati, sekedar pemberitahuan dia menyukai anak kecil. Dari situlah Elvon juga Max melihat Nala dan Eva seperti anak dan ibu.
"Aunty Nala, boleh ga Eva panggil 'mommy'?," tanya Eva dengan wajah imut.
"Em... boleh kok, kalo Eva ga keberatan mommy juga engga," jawab Nala.
"Yeii!! daddy! grandpa! Eva punya mommy!! yeii!."
Eva melompat turun dari gendongan Nala lalu berseru kegirangan sambil melompat lompat membuat Nala, Max dan Elvon terkekeh pelan.
"Eva, jangan loncat-loncat gitu nanti jatuh," tegur Elvon.
"Eva seneng banget grandpa!."
__ADS_1
"Eva..."
"Iya, daddy..."
Eva langsung berhenti begitu di tegur Max, dia melompat ke pelukan Nala membuat Nala terkejut hingga terjatuh ke sisi sofa lainnya, tempat Max duduk.
"Ya ampun Eva, nanti kalo jatuh gimana hum?," ujar Nala.
"Maaf, mommy. Hehe..."
"Ngomong-ngomong Eva ini elf ya?," tanya Nala.
"Bukan," jawab Max.
"Eva adalah ras naga, Malvin menemukan Eva saat dia berkunjung ke Skyflix kingdom. Saat itu dia memohon padaku supaya dibolehkan mengangkat Eva menjadi anak, yah.. akhirnya aku memperbolehkannya. Hari itu juga Malvin melakukan ritual darah, membuat Eva menjadi anak kandungnya. Karena itulah Eva memiliki darah ras naga, elf juga hybrid," jelas Elvon panjang membuat Nala mengangguk paham.
"Tuan..."
"Panggil ayah saja cukup, tapi jangan beritahu Alfra nanti dia memukulku, haha...," potong Elvon.
"Ahaha.. baiklah ayah, apa disini ada perpustakaan?," tanya Nala.
"Tentu saja ada, kau mau apa hn?," tanya Elvon.
"Aku ingin belajar sihir dan fakta kerajaan-kerajaan," jawab Nala.
"Hm... pergilah, Malvin. Antar dia," perintah Elvon.
"Baiklah ayah, Eva kau mau ikut?."
"Ikut!."
Mereka pun pergi ke perpustakaan.
~oOo~
Di tempat lain
Lyra baru saja menyelesaikan acara makannya, dia juga sudah mencuci piring dan lainnya. Dia kembali membuka buku tebalnya dan kunonya, dia membaca dengan seksama. Ada banyak informasi disana tapi dia masih bingung.
"Astaga... ini membingungkan," gumam Lyra sambil mengacak rambutnya.
"Kau kenapa?."
"Kyaaaaa!."
Lyra terkejut hingga melompat, dia menoleh ke sumber suara dengan perasaan kesal yang menggebu gebu.
"Ra e ky...."
Gleg
"AMPUNNNN!!!."
Yah.. pada akhirnya Raeky di ikat di kursi lalu di pangkuannya ada seekor kodok, Raeky memohon ampun sambil menahan rasa jijik. Yang kalian pikirkan memang benar, meskipun Raeky adalah bangsa Werewolf namun dia sangat takut –jijik– dengan kodok/katak. Trauma masa kecil yang sulit dihilangkan.
"Rasakan itu!."
Abaikan mereka berdua, kita berpindah ke tempat Vier.
~oOo~
Vier pov
Yah.. setelah beberapa eps dipenuhi Nala dan Max, kalian kembali lagi pada ku:).
Saat ini aku berada di kamarku, tempat dimana aku bisa tenang membaca buku. Tapi kurasa ketenangan itu tak berlangsung lama, seorang vampir tiba-tiba saja masuk ke kamarku. Tau tidak? kamarku seharusnya memiliki perlindungan yang begitu kuat namun bagaimana vampir menjengkelkan ini bisa masuk?.
"Bagaimana kau bisa masuk ke dalam kamarku? seharusnya kau tertahan dengan pelindung diluar kamar ku..!," ujarku datar.
"Iyakah? aku malah tidak tertahan apapun tuh, dan sebenarnya kau harus tau jika aku lebih kuat darimu," balas vampir itu yang ternyata bergender lelaki.
"Cih, aku tau soal itu. Kalian sengaja mengalah di turnamen itu bukan!? menjengkelkan sekali, kalian bahkan hanya mengeluarkan 50% kemampuam yang kalian punya!!," kekesalanku seketika meluap begitu mengingat kejadian turnamen yang diadakan untuk seluruh bangsa vampir.
"Yah.. itu memang benar sih, karena menjadi vampir terkuat ke 10 saja mendapat apresiasi dari kerajaan, jadi lebih baik aku menjadi jendral vampir saja seperti kak Arya," ujarnya santai padahal saat ini aku sedang mengeluarkan 50% aura membunuhku.
"Xander!!," pekikku kesal.
Yap.. remaja vampir itu adalah Xander, vampir terkuat ke.... aih Author lupa. Dahlah, aku benar-benar merasa kesal sekarang.
"Sshhh.. diamlah, aku ingin memberitahukan sesuatu. Tadi aku bisa menembus barier diluar kamarmu karena..... aku memang kuat hehe."
Gubrak
Perkataan Xander sukses membuatku terjungkal dari kursiku, aku pun kembali duduk namun di atas ranjangku dengan cepat.
"Aku benar-benar ada sesuatu yang harus dibicarakan denganmu, ini serius," ujar Xander.
Ekspresi nya berubah 180° dari yang tadi, aku pun juga menjadi serius. Dia memasang sebuah barier khusus seperti kubah berwarna merah gelap dan pekat yang membuat orang di dalamnya tidak nampak dari luar, lalu orang diluar tidak dapat mendengar percakapan orang di dalam. Keren bukan? ini termasuk sihir tingkat menengah tapi yang digunakan Xander adalah sihir tingkat tinggi.
Jika seperti itu maka dapat dipastikan Xander begitu kuat, tidak banyak bangsa vampir yang menguasai sihir, sebagian besar dari mereka memilih melatih kemampuan serangan jarak dekatnya. Ini benar-benar kebalikan dari bangsa Wizard yang lebih memilih meningkatkan kemampuan serangan jarak jauh.
"Apa yang ingin kau bicarakan padaku?," tanya ku.
Aku dan Xander masih dapat melihat dengan jelas, padahal di dalam sangatlah gelap. Mungkin ini kemampuan bawaan bangsa vampir yang menjadi rival bangsa werewolf apalagi saat pertarungan mereka berubah malam. Bangsa werewolf dan vampir juga bisa memiliki kesamaan lain selain memilih serangan unggulan yang sama –serangan jarak dekat– yaitu kemampuan mereka meningkat sekitar 10% saat malam hari.
Ini cukup menjengkelkan bagi bangsa Wizard, terkadang mereka juga lebih fokus meningkatkan sihir daripada fisik, dengan kata lain mereka lemah dalam serangan jarak dekat dan kuat dalam serangan jarak jauh.
Bangsa werewolf sebenarnya juga bisa menjaga jarak, dengan sihir ataupun senjata jarak menengah seperti.... apa ya? aih...
"Tentang dirimu dan ramalan itu."
Dahiku berkedut mendengarnya, aku? ramalan? kurasa aku sudah tau tentang itu, hanya tinggal meluruskannya saja.
Vote, comment, like, rate dan share pleaseeee, ga maksa kooooo. Cuma mewajibkan muehew
__ADS_1