Sahabat 3 Bangsa

Sahabat 3 Bangsa
Eps 16 : Buku kuno


__ADS_3

Author pov


Malam itu Lyra dan Raeky berburu makanan dan mereka berpencar, namun saat sampai di sebuah sungai dia tanpa sengaja melihat perkemahan manusia.


'Eh? aku berburu terlalu jauh ya sampai-sampai keluar dari hutan Werewolf dan masuk ke hutan manusia..?,' batin Lyra kebingungan.


Dia meminum air dari sungai namun ada beberapa manusia yang melihatnya dan memanggil yang lainnya, tak lama banyak manusia datang berbondong bondong. Banyak yang memotret Lyra dengan blitz membuat Lyra terganggu.


Lyra melolong panjang membuat Raeky yang mendengarnya terkejut, dia berlari dalam wujud serigala ke tempat Lyra berada. Siapa sangka nasib Lyra saat itu memang sedang sial, ada beberapa pemburu serigala di dekat perkemahan itu.


Mereka menembaki Lyra tapi ga mempan sampai salah satu diantara mereka menembak menggunakan peluru khusus yang bisa menembus kulit Werewolf.


Jleb


Auuuu!!


Erangan kesakitan dari Lyra membuat Raeky mempercepat larinya.


"Dia Werewolf!!!!."


"Apaa!!!?."


"Hei kalian! cepat tangkap dia!!!."


Teriakan demi teriakan terdengar membuat Lyra panik, dia menyerang para pemburu yang melukainya. Mencoba kabur dengan keadaan terluka, ngomong-ngomong Lyra terluka di bagian perut sebelah kanan. Lyra kembali masuk ke dalam hutan namun orang-orang itu tetap mengejar Lyra.


Grooaaarrr


Raeky akhirnya dapat menyusul Lyra, dia menjaga Lyra dengan menyerang para pemburu itu, membiarkan Lyra berlari menjauh.


'Huh.. huh.. huh... apa aku berhasil? tapi dimana Werewolf itu? apa dia Raeky?,' batin Lyra dengan tubuh kelelahan dan kehilangan banyak darah.


Lyra mencoba mengeluarkan peluru itu dari dalam tubuhnya, setelah beberapa menit akhirnya peluru bisa dikeluarkan dan regenerasi tubuhnya mulai selesai. Lyra saat ini berada di dekat danau, masih di hutan manusia. Dia meminum air di danau sambil menunggu Raeky atau siapapun Werewolf yang menolongnya.


Disisi lain Raeky berhasil bebas dari cengkraman para pemburu, siapa sangka sudah pukul 3 pagi semenjak mereka berlari larian. Tubuh Raeky perlahan muncul menggantikan bulu-bulu serigala.


Untungnya Raeky berada di dekat gubuk kecil sebelumnya, dia masuk ke dalam dan memakai pakaian, dia membawa jubah berbulu milik Lyra dan mulai melesat, mencari Lyra di hutan manusia.


Setelah beberapa menit melesat, Raeky menemukan sesosok manusia bugil yang duduk bersimpuh di dekat danau dengan wajah yang ditutupi, mungkin dia malu.


'Itu Lyra? perasaan Lyra punya baju khusus deh kalo mau berubah yang bikin bajunya ga rusak,' batin Raeky keheranan.


Raeky mendekati gadis itu dan memakaikan jubah berbulu milik Lyra, Lyra mengangkat wajahnya dan memberanikan diri menatap seseorang yang sudah membantunya. Alangkah terkejut dan malunya Lyra saat tau Raeky melihatnya dalam keadaan bugil😂.


Blush


Lyra langsung menunduk malu dengan wajah memerah, Raeky terkekeh melihatnya. Raeky memeluk Lyra dari belakang.


"Kamu tetep cantik kok walau bugil."

__ADS_1


"Ihh!!!."


Rasa kesal dan malu Lyra bertambah, Raeky tertawa renyah dibuatnya.


"Udah yuk pergi," ajak Raeky.


"Ehh!!?."


Lyra terkejut saat Raeky menggendongnya, Raeky melesat menuju gubuk kecil tempat mereka tinggal selama di hutan.


~oOo~


Vier pov


Kerajaan Redmoon


Saat ini aku sedang berada di kerajaan, minggu tenang gaes. Aku pergi ke kamarku, berganti pakaian lalu turun ke ruang makan untuk makan siang. Meskipun aku memiliki setengah darah iblis tapi aku tidak terbiasa makan makanan manusia, ga kaya kak Dandan.


Tentu bagi vampir, makanan sekaligus minuman kami adalah darah, hanya itu. Simple, kita bisa minum darah hewan tapi darah manusia paling gurih, em...😜 lezat.


"Papa...."


"Oh hai Vier."


Seperti biasa tingkah absurd kak Dandan yang menurun dari papa membuatku kesal, tapi aku juga berbeda dari mama. Mama sedikit lebih ramah pada orang lain, sedikit lho sedikit.


"Pa, berikan aku akses ke kuil rahasia," ujarku datar membuat papa memusatkan perhatiannya padaku.


"Hm..."


Hening terjadi, papa menatapku tajam namun setelah beberapa menit dia menghela napas pendek lalu menyeringai, firasatku buruk tentang ini. Papa memberikan sebuah gulungan kertas tebal padaku.


"Berikan gulungan itu pada pendeta di kuil."


"Hm...."


Aku pun melesat pergi ke kuil, ngomong-ngomong kuil di kerjaanku hanya ada 2, yang satu di tengah kota.


Sangat ramai karena disana juga ada altar teleportasi antar kerajaan, yah.. berhubung vampir agak kesulitan menguasai sihir jadi kami menggunakan altar teleportasi untuk berpergian.


Ada pula gulungan teleportasi yang mengharuskan kita menghabiskan beberapa biaya sama seperti altar teleportasi.


Yang satu lagi ada di dalam hutan kematian, letaknya bersebelahan dengan sebuah dungeon, dungeon yang dimaksud adalah tempat tinggal mutan-mutan hewan yang gagal percobaan, dungeon Vutro.


Dungeon Vutro adalah dungeon yang paling ditakuti karena tidak ada vampir yang berhasil selamat setelah masuk ke dalam sana, kecuali aku dan papa serta beberapa lainnya mungkin.


Kuil di sebelah (ralat, dalam) dungeon Vutro adalah kuil rahasia yang kumaksud, eitss.. sebelum itu kalian harus masuk ke dalam dungeon hingga 1 kilometer jauhnya, luas dungeon ini sekitar 2 kilometer.


Namun untuk menemukan kuil ini harus masuk ke lantai 3 dungeon melalui altar teleportasi, ribet kan? papa sama teman-temannya yang buat kali.

__ADS_1


Kini aku sedang berjalan di dalam dungeon Vutro, menatap malas para mutan yang meringkuk ketakutan. Aku sering datang kesini saat kesal untuk meluapkan emosiku, aku sudah membunuh banyak sekali mutan.


Yang membuatku tak mengerti adalah mutan-mutan disini tetap saja bermunculan walaupun sudah kubunuh (tepatnya ku bantai) ada yang bisa menjelaskan?.


"Aih.. Vier, ada apa?," tanya pendeta kuil yang masih bisa hidup walaupun sudah ribuan tahun menjaga kuil ini walau sebagai patung sih.


"Papa menyuruhku memberikan ini padamu, aku malas jika harus ke kuil satunya."


Perkataanku sukses membuat pendeta aneh itu tertawa renyah.


"Paman Vio mau membantuku atau tidak nih?."


Vio, itulah nama pendeta di depanku ini. Dia vampir? ya iyalah, kalo ga gitu mana bisa hidup ratusan tahun kecuali dia masuk bangsa Wizard atau Werewolf atau juga meminum darah suci yang membuat vampir/werewolf bisa hidup 10.000 tahun lamanya kecuali dia dibunuh.


Untuk Wizard kenapa bisa hidup ratusan tahun lamanya seperti bangsa vampir dan werewolf? itu karena penguasaan sihir mereka, semakin kuat sihir yang mereka miliki maka semakin lama pula mereka hidup, lagipula entah bagaimana caranya tapi bangsa Wizard walaupun tidak, maksudku belum bisa menguasai sihir pun masih tetap bisa hidup lebih lama seperti 2 bangsa lainnya.


PS : Karena itulah namanya bangsa Wizard, bangsa ini dapat menguasai sihir dengan mudah selama 1-5 tahunan berbeda dengan bangsa vampir/werewolf yang memerlukan 50-100 tahunan untuk menguasai sihir, itupun belum waktu untuk mengendalikan sihir itu sendiri. Perbedaan yang signifikan bukan...?.


"Kemarilah Vier, kau bisa masuk ke dalam kok."


"Tentu saja, jika tidak bisa aku akan membunuhmu."


"Hahaha..."


Aku pun masuk ke dalam kuil, kuil ini berbeda dari yang lainnya. Pilarnya seperti biasa dominan warna putih tapi semakin kalian masuk warna dominan kuil ini lebih mengarah ke merah darah. Baik itu pilar ataupun barang lainnya.


Menurutku pemandangan ini sudah biasa, tapi kok firasatku buruk ya? papa merencanakan apa sih?. Ini dia yang kucari dalam kuil ini! sebuah tempat penuh gulungan kulit dan buku-buku kuno berdebu nan tebal.


Perpustakaan? bisa dibilang begitu, disini mencangkup hampir semua asal mula vampir, bagaimana kerajaan Redmoon terbentuk, sejarah perang saudara kerajaan sebelah, sejarah perang 100 tahun sekali, perebutan darah suci oleh bangsa vampir dan werewolf tapi disini aku juga menemukan kisah persahabatan para pemimpin bangsa.


"Em? paman Vio!," panggilku.


"Ada apa?."


Secara tiba-tiba paman Vio muncul di belakangku sambil sedikit membungkuk karena aku sedang duduk membaca buku.


"Buku ini tersegel?," tanyaku dengan jari yang menunjuk gambar segel di buku itu.


"Iya, sulit untuk membukanya. Dikatakan kau harus pergi ke pohon elemen untuk mencari tumbuhan yang memiliki simbol sama," jawab paman Vio dengan tubuh yang kembali di tegakkan.


"Yah.. sayang sekali ya."


"Jika kau memang penasaran, kau bisa membawanya tapi kau tidak boleh ke pohon elemen sendirian, disana ada banyak sekali monster aneh dari dimensi lain, dan lagi dengan kekuatanmu saat ini masih belum bisa mencapai inti pohon elemen walaupun kau adalah vampir terkuat sekalipun."


Penjelasan paman Vio membuatku tersenyum kecut, aku hanya bisa menghela napas pelan lalu berpamitan. Aku membawa 3 buku kuno tebal yang membuat siapa saja pusing (mungkin tidak bagi beberapa orang).


"Kau lihat? dia memang tertarik menyatukan kembali kedamaian 3 bangsa," ujar paman Vio saat aku sudah melangkah pergi.


Samar-samar aku menguping di luar kuil, paman Vio berbicara dengan seseorang yang seperti nya kukenal. Aih.. sudahlah.

__ADS_1


Bersambung....


~oOo~


__ADS_2