
Di sebuah kerajaan
7 dosa besar + Madame Vatty
"Oohh.. jadi calon ratu bangsa Wizard sedang dilatih. Aku ingin tau apa dia bisa menguasai sihir dengan cepat," ujar madame Vatty.
"Penguasaan sihir itu sulit bahkan perlu bertahun-tahun untuk bisa menguasainya," balas Greed.
"Yah... aku tau tapi.. bagaimana jika dia bisa menguasainya setelah kembali ke kerajaannya?," tanya Wrath.
"Yang pasti aku akan iri," jawab Envy.
"Maka aku akan mencarinya untuk kujadikan bahan percobaan dan kuteliti juga," balas Gluttony.
Percakapan ini lebih mengarah ke rencana 'apa yang akan mereka lakukan apabila Nala bisa menguasai sihir dalam waktu singkat?'.
~oOo~
Nala pov
Udah seminggu penuh aku di ajarin kedua kakakku ini teknik wizard, sampe ujian berakhir mereka tinggal di villa denganku, kak Wira yang kadang menyebalkan namun penyayang dan kak Ari yang kadang jahil tapi baik, sedangkan orang bawahanku seperti Wang sik dan lainnya ga bisa berkutik dan ngomong apa apa pas kedua kakakku mau tinggal di villa.
"Akhirnya ujian selesai" kata Lyra, diantara kami bertiga, Lyra yang paling kasihan karna kelihatannya dia sangat kesulitan mengerjakan soal yang diberikan, aneh sekali rasanya mengetahui Lyra dan Dika adalah werewolf, Vier dan Arya adalah vampir sedangkan aku sendiri, Feter dan Leon (jadi malas deh-Nala) adalah wizard.
"Kayanya kamu tertekan banget ya?" godaku.
"Yaa... begitulah" jawabnya santai, entah mengapa Vier makin dingin padaku.
"Vier..." panggilku.
"Hmm?" jawabnya dingin.
"Bagaimana ujianmu?" tanyaku basa basi.
"Lancar," jawab Vier dingin.
"Kalian ini kenapa?," tanya Lyra.
"Gapapa kok," jawabku canggung.
'Kenapa sih dia makin dingin padaku? aku kan hanya ingin berteman,' batinku.
SKIP pulang
"Nala," panggil kak Wira saat kami berkumpul di ruang tengah.
"Ada apa kak?," tanya ku.
"Kamu ikut pulang ke Eropa sekarang," jawab kak Ari spontan membuatku agak terkejut.
"Untuk apa, kak?," tanya ku lagi dengan perasaan bingung.
"Bunda mau ketemu," jawab kak Ari makin membuat ku kaget.
"Se serius kak?," tanya ku ga percaya.
Sungguh! saat ini aku sangat senang dan kaget, bunda, orang yang aku sayang mau bertemu denganku? ha...
"Iya, ayo ikut kakak ke kerajaan."
"Hah?!! kerajaan?! kerajaan wizard?!."
"Iya."
"Baiklah..."
Kak Ari pun bergabung dengan kami lalu merapal mantra, kutebak itu adalah mantra teleportasi, sebuah simbol rumit berwarna emas muncul di kaki kami bertiga.
Seketika tubuh kami berubah menjadi serpihan kecil lalu terbang terbawa angin.
~oOo~
Author pov
Kerajaan Wizard Eropa, Lavrandex
"Mohon maaf yang mulia ratu, sebuah sihir teleportasi asing tiba² mengarah ke istana," ujar salah seorang prajurit.
"Biarkan saja, mereka anak² ku," balas Ratu Tasha dengan lembut dan tenang.
"Baik yang mulia ratu," jawab prajurit tadi lalu pergi dari ruang singgasana.
Tak lama tubuh kami terbentuk di altar dalam kerajaan, kami pun pergi ke ruang singgasana. Aku berjalan di belakang kak Ari dan kak Wira, selama kami berjalan semua maid menunduk hormat. Aku bisa melihat ada pak Ovel, kepala pelayan keluarga kami yang memang memiliki kemampuan aneh, yah.. aku tak kaget lagi apabila dia seorang Wizard.
"Bunda...."
Aku melihat seorang wanita yang tampak masih muda duduk di singgasana mewah walau ga glamor-glamor amat, dialah bundaku. Bunda yang kusayangi. Aku terdiam dan mengikuti apa yang dilakukan kak Wira dan kak Ari. Kami berjongkok dengan lutut kiri di jatuhkan dan tangan kanan di depan dada kiri.
Bunda tersenyum dan menyuruh kami berdiri, dia ikut berdiri dan menghampiri kami, memeluk kami satu per satu, menyalurkan rasa rindu selama ini. Aku diam dengan tatapan kosong, aku senang tapi.. ada sebuah perasaan yang tak bisa kuungkapkan.
"Selamat datang di kerajaan Lavrandex anak-anak."
Lavrandex ya? pusat seluruh kerajaan Wizard, kalau ga salah kota pusat kerajaan bernama kota Andez, kota perdagangan kerajaan ini berada di sebelah kota Andez, kota Yax.
"Bunda..."
"Hn? ada apa Nala sayang?."
Kedua kakakku menatap kami berdua dengan tatapan sayang.
"......"
__ADS_1
Aku menunduk diam, tidak jadi mengatakan sesuatu. Bunda menghela napas pendek.
"Kau.. ingin berkeliling kastil ini?," tawar Bunda.
"Bolehkah?," tanyaku dengan wajah berbinar.
"Boleh, yuk," jawab bunda.
Kami meninggalkan ruang singgasana, entah kenapa aku merasa senang sekaligus gelisah, perasaanku mengatakan ada niat yang bunda sembunyikan.
"Ini kamar Nala, semoga kamu suka ya. Untuk sekolah kamu.... minggu ini minggu tenang kan..? jadi kamu disini aja, nanti kalo udah mulai masuk lagi ada yang nganter kamu kesana," ujar bunda.
"Baik."
"Baguslah..."
Sebelum bunda pergi aku memanggilnya, dia pun berbalik dan menatapku yang menunduk.
"Apa aku bisa berkeliling kerajaan Lavrandex?," tanyaku perlahan.
"Hum...? kita bicarakan ini nanti saat makan malam."
"Baik bunda."
Aku pun merebahkan diri di ranjang, lalu berdiri dan membuka almari. Mencari gaun biasa yang cocok untuk berbaur dengan rakyat biasa, ah! dapat! besok aku akan berkeliling hehe.
Makan malam
Aku mengenakan gaun yang sudah disiapkan maid, ngomong-ngomong aku merasa canggung dengan para maid karena mereka membantuku berpakaian dan hampir membantuku mandi juga, aish... membuatku malu saja.
Yang membuatku kaget adalah Leon, aih.. nama aslinya Lorest, dia seorang jendral kerajaan senior yang bahkan telah berusia 528 tahun. Sedangkan kak Feter, nama aslinya Foxyu adalah seorang menteri, penasehat perang, peramal ulung trus... apa lagi yak? intinya pekerjaannya banyak eheq, umurnya juga 527 tahun, cuma beda setahun gan-_.
Dan.. beberapa jendral muda, diantaranya adalah Max. Jendral muda pasukan khusus, nama aslinya Malvin. Puft... jadi keinget kue muffin deh.
"Mulai hari ini jendral Malvin akan menjadi penjaga/pengawal pribadi putri keempat, Nala."
"Uhuk.. uhuk!."
Aku tersedak air liur ku sendiri, mendengar pernyataan bunda. Itu sama aja nambah bodyguard kan? aduh.. rencana macam apa lagi yang dipikirkan bunda?.
"Tidak, aku menolak."
Perkataanku membuat semua orang menatap dan memperhatikan ku, tatapan bunda menjadi tegas.
"Aku sudah memiliki banyak bodyguard, buat apa aku menambahnya lagi!?," protesku.
"Iyakah? bunda ingin tau siapa saja bodyguard mu itu."
Plok plok
Aku bertepuk tangan 2 kali dengan tempo cepat lalu Mei, Wang sik, Lina dan Wendy muncul tiba-tiba entah darimana. Bunda menatap anak buahku tajam, memberikan efek psikologis tapi sayangnya itu ga berpengaruh banyak.
"Bisa, hanya tinggal mengembangkannya saja," jawab ku.
"....."
Hening terjadi membuat para maid meneguk ludahnya paksa.
"Pak Ovel, berikan mereka buku tentang sihir. Biarkan mereka mempelajarinya."
"Baik, yang mulia ratu."
"Untuk seminggu kedepan mereka akan berlatih dengan para prajurit pasukan khusus milik jendral Malvin. Jadi jendral Malvin yang akan menjagamu, dari hari ini sampai seterusnya."
"Sekali lagi saya menolak."
Bunda mengernyit bingung.
"Kenapa?."
"Aku masih memiliki Kakashi, masih ingat ninja malam itu bukan..?."
Wajah bunda menjadi datar.
"Dimana dia?."
"Dibelakang anda."
Nada kurang mengenakkan akhirnya keluar dari mulut ku, membuat kedua kakakku merinding.
Seketika Kakashi, sang ninja yang dimaksud berada dibelakang bunda sembari mengarahkan belati ke leher bunda. Wajah bunda menggelap.
Bugh
Krak
Arghh
Kakashi tiba-tiba terpental ke belakang membuat ku kesal karena bunda menyerang bawahanku.
"Ups.. Kakashi terluka tuh, jadi kau tidak bisa membantah lagi," ujar bunda sambil meminum tehnya.
"Lagipula kau akan berkeliling kerajaan bukan? dia bisa membantumu lho."
"Cih... puas setelah menekanku begitu? aku pergi."
Aku berdiri dan pergi dari ruang makan, mungkin agak gak sopan tapi jika aku berada disini terus bisa-bisa aku ditekan terus oleh bunda.
~oOo~
__ADS_1
Author pov
"Huh... untung ga mati duduk gegara perang antar keluarga ini," gumam Wira membuat semua kecuali Ovel dan Tasha sweatdrop.
"Kalian kaya ga biasa aja."
"Ya ampun bunda.. tau gak sih, Nala itu makin gede makin ngeri."
Tasha terkikik melihat reaksi kedua anaknya.
"Ngomong-ngomong kak Gu mana?," tanya Ari.
"Eh iya Gu mana bunda? ga keliatan batang idung nya tuh."
"Dia lagi pergi ke kerajaan sebelah."
"Oooo...."
Mereka kembali melanjutkan acara makan yang sempat tertunda.
~oOo~
Lyra pov
Perpustakaan rahasia kerajaan Werewolf
Pusat seluruh kerajaan Werewolf
Kerajaan Bluemoon
"Aduh... ada ga sih cara buat ngalahin raja iblis?."
Aku sedang berada di kerajaan, mencari cara mengalahkan raja iblis di perpustakaan rahasia. Ya ampun... aku sudah mengacak acak tempat ini tapi tetap saja ga dapet jawabannya.
"Astaga... kau ini sedang apa hah?," tanya sebuah suara.
Siapa itu? aku menoleh ke sumber suara, rupanya Raeky ya. Hadeh.. ngapain dia disini?.
"Harusnya gue yang nanya, lu ngapain disini!?."
Ucapanku membuat Raeky mengangkat sebelah alisnya. Dia menuruni tangga dan mendekatiku yang sedang berdiri menatap perkamen kulit tua di bawah sorotan lampu.
Dia memelukku dari belakang, sejak kapan dia berani begini? oh aku lupa, sejak kami bertemu memang sudah begini kan..?.
"Jangan marah-marah dong."
"Kalau ayahku tau, bagaimana ya reaksinya melihat anak kesayangannya dipeluk oleh pria lain?."
"Ayahmu udah liat tuh."
Perkataan Raeky membuatku menoleh ke arah tangga, disana ayah datang sambil menuruni tangga mendekati ku, ralat, kami. Anehnya ayah bersikap biasa saja saat tau aku dipeluk oleh Raeky, heh? konspirasi nih? sialan😑.
"Ayah ga marah?," tanyaku bingung.
"Engga kok, lagian Raeky juga anak baik. Dia jendral muda kan, dia yang bakal jagain Lyra waktu Lyra diluar kerajaan," jawab ayah membuatku kaget.
"Hah!!? lalu bagaimana dengan Yuta?."
"Dia? dia kan punya tugas lain jadi Raeky yang bakal jagain Lyra, paham? dan ga ada penolakan."
Seketika aku cemberut mendengar perkataan ayah, btw Yuta itu pengawal pribadiku sebelumnya. Ayah tertawa melihat ekspresiku.
"Lyra, malam ini bulan purnama. Kau mau berburu bersama?," tawar ayah membuat wajahku kembali berbinar.
"Yah.. sayangnya ayah harus pergi ke tempat lain, jadi kau berburu bersama Raeky saja ya," lanjut ayah membuat wajahku datar kembali.
"Hahaha," ayah tertawa renyah melihatku kesal.
"Itu ga lucu ayah," ujarku datar.
"Sudahlah. Sebaiknya kau cepat pergi sebelum berubah disini kan...?."
"Ck, dasar ayah. Dan kau, lepaskan tanganmu itu!."
Kekesalan ku masih belum hilang juga, aku pergi ke kamarku untuk mengganti pakaian dan membawa pakaian. Ah.. sebagian besar bangsa Werewolf akan kehilangan pakaian mereka akibat berubah menjadi Werewolf. Tapi berbeda denganku yang tetap memakai pakaian walaupun sudah berubah menjadi serigala.
Itu sebenernya karena baju yang kukenakan, biasanya sebelum malam bulan purnama aku menyiapkan beberapa set baju khusus yang mengandung sihir. Ini hasil karyaku sendiri, baju khusus yang kukenakan akan berubah mengikuti tubuhku saat menjadi serigala.
Bahkan warnanya juga menjadi warna bulu wujud serigalaku, aku hanya memiliki 3 set pakaian seperti itu dan... tunggu tunggu! kemana pakaian khususku?!.
"Di dimana baju itu!?."
Aku mulai panik, huh... akhirnya aku menyerah, aku membawa beberapa gaun dan jaket berbulu karena malam di hutan itu cukup dingin. Aku melangkah ke tempat yang bisa dibilang lobi, saat disana banyak prajurit dan maid yang membungkuk hormat padaku.
Ah iya ada lagi, kesadaran kami. Bangsa Werewolf tetap ada, kecuali kami dalam mode marah yang membuat kekuatan kami meningkat 2 kali lipat, saat itulah kami kehilangan kesadaran karena mengamuk. Mode ini biasa kalian sebut mode berserk.
Akhirnya aku sampai di hutan, tadi aku hanya melesat sih tapi aku melesat sampai bagian inti hutan, disitulah aku biasa berburu. Di dalan sana ada sebuah gubuk kecil tapi nyaman bagiku, huaa.. aku biasanya tinggal disana selama bulan purnama.
"Hei! sedang apa kau disana!?."
Aku terkejut dan berseru saat melihat Raeky ada di gubuk milikku, dia pun hanya menatapku dengan watadosnya.
"Ga inget ayahmu bilang apa?."
Setelah mengatakan itu dia merebahkan diri di sofa yang memang kusediakan, aku tak bisa berkutik lagi, aku pun membaringkan tubuh di ranjang kecil yang kusiapkan.
Malamnya
Saat bulan purnama mulai berada di tengah langit malam, aku dan Raeky keluar dari gubuk dan berpencar. Biasanya aku memakan daging hewan saat menjadi serigala, yah.. makan manusia juga pernah sih.
Harus kuakui daging manusia lebih enak daripada daging hewan, itu menurutku ya.
__ADS_1
Bersambung....
~oOo~