
Hari hari berlalu, mereka sudah tinggal di penginapan Yun. Penginapan terbaik di kota Fluon yang sudah dipesan kerajaan.
"Yeii... ayo ke tempat lelang, aku tidak ingin kehabisan tempat lhoo."
"Iya iya, sabar napa. Ngomong-ngomong kamu ga mau ngelelang barang?."
"Em... boleh juga hehe..."
"Hih..."
Max merasa merinding mendengarnya, kali ini Max memakai pakaian bangsawannya yang warna putih, dengan rambut ga disisir membuat Max tampak menawan apalagi jubahnya. Sedangkan Nala menggunakan gaun putih polos selutut, rambut digerai dengan jepit imut, topi coklat muda serta sepatu putih membuatnya tampak anggun dan imut.
Kini mereka siap ke acara lelang yang diadakan setelah makan siang di salah satu pelelangan terbaik.
"Waww.. ternyata Nala imut juga pake baju anggun gitu," komen Raeky.
Ya.. mereka berenam tinggal di 1 penginapan, 1 lantai pulak. Kali ini Raeky mengenakan pakaian bangsawan coklat dengan jubah ditambah rambut yang ga disisir juga, males bang? ck ck ck. Lalu Xander ga jauh beda, yang beda cuma dia pake kacamata dan baju bangsawan warna coklat gelap.
Lalu Lyra menggunakan gaun kuning semata kaki dengan bagian bawah sedikit berenda, sepatu kuning ber-hak pendek, rambut di ikat ke samping dengan poni ke depan, tampak anggun sekali. Disisi lain Vier menggunakan gaun merah selutut dengan kaus kaki hitam panjang dan sepatu hitam, rambut diikat tinggi dan pita merah? ide Xander tuh.
"Kita pake topeng?," tanya Xander.
"Pake aja," jawab Vier acuh, kembali ke kepribadiannya.
Mereka setuju, segera mereka pergi ke tempat lelang, di sepanjang perjalanan perhatian orang-orang tertuju pada mereka. Akhirnya mereka sampai di tempat lelang, Nala menuju resepsionis dan mengatakan bahwa dia akan melelang barang. Resepsionis itu menggiring Nala dan yang lain ke ruangan pemilik rumah lelang.
Tok tok tok
"Maaf tuan, ada yang ingin melelang barang."
"Biarkan mereka masuk!."
Pintu terbuka menampilkan seorang pria paruh baya yang sedang duduk di balik meja kerjanya, dia langsung meminta Nala dan yang lain untuk duduk.
"Perkenalkan nama saya Vin, kalau boleh tau anda mau melelang barang apa?," tanya Vin, pria paruh baya pemilik lelang.
"Saya mau melelang ini."
Nala melambaikan tangannya, seketika sebuah pedang berwarna silver dengan kain merah muncul, auranya yang kuat membuat Vin merinding, sedangkan yang lain berdecak kagum.
"P p pedang pusaka keluarga Fu!!."
"Master... kalau boleh tau darimana anda mendapatkannya?."
Tubuh Vin bergetar hebat mengetahui pedang itu adalah pedang pusaka keluarga Fu yang lama hilang.
"Ada seseorang yang memberikannya padaku."
Singkat dan datar itulah yang dikatakan Nala, dia kembali melambaikan tangannya. Kali ini sebuah busur dan anak panah berwarna silver dengan dominasi warna kuning.
"Ini buatanku, aku ingin melelangnya."
"B baik, master."
"Oh ada lagi."
"ADA LAGI!!?."
"😕, ada masalah?."
"T tidak master."
Sekali lagi Nala melambaikan tangannya, sebuah kotak kecil muncul dari ketiadaan.
"Ini buatan anak buahku, pastikan kau melelangnya juga."
"S saya akan m memeriksanya dulu."
Dengan gemetar Vin memeriksa kotak itu, makin terkejut lah dia....
"Pil surgawi tahap 2! dengan tingkat kemurnian 95%!?."
"....."
Mereka yang ada di ruangan ga bisa berkata kata lagi, pil surgawi tahap 2? itu sangat sulit di buat! bahkan bahannya sangat langka, apalagi dengan tingkat kemurnian setinggi itu!? jangan bercanda.
Pada akhirnya mereka mendapat kursi sekaligus tempat terbaik di pelelangan itu. Mereka bisa melihat jauh ke bawah, dimana pelelangan di mulai. Nala tampak semangat sambil mengamati barang apa saja yang akan di lelang, sedangkan yang lain hanya melihat-lihat dan bersiap membeli apabila ada barang bagus.
Oh mengenai barang-barang yang di lelang Nala, harga pembukanya 50 koin emas! hoho... harga segitu sih masih sedikit bagi Nala, Vier, Lyra, Max, Xander dan Raeky. Yah... secara mereka berenam termasuk keluarga bangsawan terkaya, mau gimana lagi. Pandangan mereka tentang uang jauh berbeda dengan Author yang MISS QUEEN ini😢.
Lyra : Sabar thor
Xander : Senyumin ajah biar puas
Author : 😢Dahlah😢 kalian ga membantu sama sekali.
Back to story
Lelang dimulai dari barang tingkat rendah, Nala dan yang lain sama sekali ga tertarik dengan barang tingkat rendah itu. Lalu tingkat menengah, sampai tingkat tinggi barulah mereka tertarik.
"Barang selanjutnya adalah barang tingkat tinggi, beberapa saat lalu ada seorang master yang berniat melelang barang tersebut," ujar pembawa acara (MC/host) anggap aja gitu.
Kain penutup barang dibuka, tampak lah sebuah busur beserta anak panahnya yang didominasi warna putih dan kuning. Ini adalah barang yang di lelang Nala, semua orang kecuali teman-teman Nala tercengang, bagaimana bisa sebuah busur dan anak panah saja memiliki aura yang kuat? pasti master itu sangat kuat, pikir mereka.
"Busur Camata, dinamai seperti ini karena bisa mengeluarkan elemen cahaya, cocok sekali dengan anda yang berelemen cahaya. Atau anda ingin mengoleksinya...? mari kita mulai, harga dibuka dengan 50 koin emas!," seru MC.
"60 koin emas!"
"63 koin emas!."
__ADS_1
"70 koin emas!."
Suara mulai bersahut sahutan di bawah sana, Nala hanya bisa tersenyum kecut mendengarnya.
"100 koin emas," seru sebuah suara membuat suara-suara tersebut terhenti.
"Oh nomor 013 menawar 100 koin emas, adakah yang menawar lebih tinggi?," tanya MC.
"Nala, aku boleh main bentar gak?," tanya Vier pelan, Nala hanya mengangguk setuju tanpa tau apa yang akan dilakukan Vier.
"3 berlian," seru Vier mengejutkan semua orang.
"5 berlian."
"10 berlian."
Semuanya kembali tercekat dengan perkataan Vier, hanya nomor 013 yang menawar.
"15 berlian."
"20 berlian."
"25 berlian."
"26 berlian."
Mulai frustasi, dia kembali menawar.
"30 berlian!."
Kali ini ruang nomor 013 menawar dengan mantap, dia menatap tajam ruangan 01, tempat dimana Vier menawar. Vier terkekeh geli, bahkan teman-temannya juga sama.
Vier kembali duduk dan dia mendapat sambutan dari teman-temannya.
"Permainan yang bagus."
"Lain kali mainkan lagi."
"Hehehe... 30 berlian bisa buat banyak perhiasan loh," ujar Lyra.
"Dih, aku punya 30 kali lebih banyak dari itu bahkan lebih," balas Raeky.
"Aku tau... huh!."
"Tidak ada yang menawar lagi? 30 berlian 1, 30 berlian 2, 30 berlian 3. TERJUAL! selamat pada ruangan nomor 013, barang akan di bawakan langsung ke tempat anda," ujar MC.
"Baik, beralih ke barang selanjutnya. Barang dari master yang sama seperti sebelum nya. Barang yang sudah lama hilang," lanjut MC.
MC perempuan dengan pakaian terbuka itu menunjukkan barang yang dimaksud. Seketika lelang menjadi sangat ribut, Nala dan yang lain jadi kebingungan haha...
"Pedang pusaka keluarga Fu!! di dapat dari master yang sama. Kabarnya pedang pusaka ini begitu dicari oleh keluarga Fu, pedang yang sudah bertahun tahun hilang ini akhirnya muncul kembali oleh seorang master misterius. Harga pembuka mulai dari 70 koin emas!," ujar MC memulai.
"Hei, apa kau tak masalah melelang barang-barang berharga itu?," tanya Xander merasa risih dengan suasana di bawah.
"Ga masalah, lagian itu masih barang tingkat rendah yang kudapatkan," jawab Nala santai seketika Xander, Raeky, Lyra dan Vier membeku.
Barang tingkat rendah? pil surgawi tahap 2 di bilang tingkat rendah!? monster macam apa dia ini!! Max yang melihat ekspresi terkejut teman-temannya hanya bisa mengulum senyum kecut.
'Jika kalian tau dia punya banyak sekali barang kuno tingkat tinggi, kalian pasti akan menangis memohon untuk di berikan salah satu diantaranya,' batin Max.
"10 berlian!."
Suara itu memecahkan lamunan mereka, gak nyangka udah nyampe 10 berlian aja tuh. Mereka kembali terpikir sebuah ide.
"Aku ya aku pleaseee," rengek Xander yang sifat kekanak-kanakannya kambuh.
"Ya udah sana."
Xander berdiri lalu berjalan mendekati jendela, dia menatap antusias ke bawah. Teman-temannya hanya bisa menggeleng pasrah.
"50 berlian!," seru Xander membuat keheningan.
"Puft.... langsung pada diem," kekeh Lyra.
"60 berlian!."
"70 berlian!."
"80 berlian!."
"99 berlian!."
"100 BERLIAN!!!."
"Puft..."
Kekesalan lawan Xander membuat rombongan Xander harus mati-matian menahan tawa, Xander mudah sekali menaikkan harga seperti itu.
"100 berlian 1, 2, 3. TERJUAL! pedang pusaka keluarga Fu jatuh pada ruangan no 05, selamat! barang akan langsung diantarkan ke tempat anda!," ujar MC.
"Teman-teman, apa kalian mau membeli barang?," tanya Nala.
"Em... barang ini menarik, aku akan membelinya," jawab Lyra menunjuk belati kembar berwarna hitam gelap dan samar-samar mengeluarkan aura kuat.
"Cocok untuk tipe mage rangkap assasin sepertimu," komen Vier.
"Tentu saja!."
Lyra berdiri, melihat barang yang sedang di lelang. Hehehe... dia menyeringai kejam dan mulai menawar.
__ADS_1
"20 berlian!," seru Lyra.
"...."
Suasana kembali hening, ya iyalah hening. Orang Lyra langsung menawar dengan harga tinggi hanya untuk belati kembar.
"20 berlian 1, 2, 3! TERJUAL! belati kembar misterius jatuh ke ruang nomor 01, selamat! barang akan langsung diantarkan ke tempat anda!," ujar MC.
"Yeii!."
Lyra kegirangan mengetahui belati kembar itu menjadi miliknya.
"Hei Lyra, ga masalah tuh 20 berlian di keluarin gitu aja?," tanya Xander, dia merasa sayang dengan hsrga segitu.
"Aku masih punya lebih banyak uang tau," jawab Lyra.
Dia sudah mendapatkan belatinya. Beralih ke pelelangan yang begitu ramai akan barang bagus. Pelelangan selanjutnya hanya berkisar 1 berlian ke bawah, ga ada yang bagus lagi.
Lalu barang berharga terakhir yang di lelang Nala, pil surgawi tahap 2 dengan kemurnian 95%.
"Barang terakhir hari ini! pil surgawi tahap 2 dengan kemurnian 95%!!," seru MC, seketika seluruh tempat lelang menjadi ricuh.
"Kabarnya pil surgawi ini bla bla bla," ocehan MC mempromosikan barang ini membuat Nala merasa ngantuk, seperti dinyanyikan lagu 'nina bobo'.
Sama seperti Nala, Vier dan Lyra juga mengantuk. Hanya Max, Raeky dan Xander yang masih terjaga.
"Baiklah kita buka harganya dari 90 koin emas!," seru MC.
"3 berlian!."
"15 berlian!."
"30 berlian!."
Harga terus naik oleh orang-orang di lantai atas, mereka memperebutkan pil itu.
"200 berlian!."
Tawaran gila di lontarkan ruang nomor 02. Tapi penawaran belum berhenti sampai situ saja.
"404 berlian!."
"410 berlian!."
"500 berlian!."
Mereka terhenti di nominal 500 berlian atau setara dengan 500.000 koin emas, yah... masih uang kecil bagi Nala walaupun itu dibawa ke dunia manusia sekalipun."
"700 berlian!."
"705 berlian!."
Max menawar untuk main-main saja, dia menawar 700 berlian lalu ditawar lagi 705 berlian. Haha.... bukankah ini permainan yang bagus.
"800 berlian."
"1000 berlian!."
"2000 berlian."
"....."
Suasana kembali hening, Max memasang wajah cemberut. Ga ada yang nawar lagi nih? itu nominal termasuk murah loh, bagi Max dan rombongan tentunya.
"2500 berlian!."
"2500 berlian 1, 2, 3! TERJUAL! selamat untuk ruangan nomor 02, barang akan langsung di kirimkan ke tempat anda. Terima kasih untuk semuanya yang sudah hadir sampai sekarang.... bla bla bla..."
Lelang berakhir dengan damai bagi Nala dan rombongan.
Tok tok tok
"Para master, silahkan ambil uangnya di ruangan pemilik lelang," ujar seorang penjaga di luar ruangan Nala.
Seketika Nala dan yang lain bergerak ke tempat pemilik lelang, ternyata disana ada orang lain juga.
"Aku hanya ingin mengambil uangku," ujar Nala dingin.
"S s silahkan master! jumlah semuanya jadi 2104 berlian, itu s sudah dipotong untuk lelang," pemilik rumah lelang gemetar mendengar ucapan Nala.
Dia menyerahkan 2104 berlian pada Nala, segera saja uang sebanyak itu masuk ke cincin penyimpanan Nala.
"Oh ya, aku belum bayar belati itu," gumam Lyra, dia melambaikan tangannya lalu muncul 20 berlian di meja pemilik lelang, segera saja mereka menghilang dari pandangan semua orang.
Pemilik rumah lelang sudah berkeringat dingin sejak tadi, dia menaruh hormat pada rombongan Nala.
~oOo~
"Hah.... ngantuk nya....," keluh Nala sambil melompat ke ranjang.
Oh ya, Nala dan Max 1 kamar cuman di sekat gituh. Sama kaya Nala, Lyra dan Raeku serta Xander dan Vier juga sama ufufufu.... mereka menang banyak.
"Tidurlah, aku akan menjagamu," ujar Max sambil melepas jubahnya, seketika Nala duduk manis dengan senyum aneh nya.
"Apa? kau pikir aku akan melepas pakaian disini?," tanya Max sarkas, dia lalu menjitak kening Nala hingga Nala meringis dan cemberut.
"Hum... bangunkan aku 30 menit sebelum puncak festival dimulai," gumam Nala, dia langsung merebahkan diri dan tertidur.
Max hanya menggelengkan kepalanya pasrah, kelakuan Nala mirip dengan Eva membuatnya rindu pada Eva. Di kamar lain, Raeky dan Lyra sudah tertidur. Di kamar satu nya lagi, Xander sedang baca buku sedangkan Vier memainkan ponselnya.
__ADS_1
HAPPY 98 DAY BEFORE UPDATE😁😘