
Nala pov
Tak terasa sudah 1 bulan aku sekolah di SMA matahari terbit, aku punya cukup banyak teman walaupun hanya sebatas teman biasa. Aku dan Lyra sendiri sudah berteman dan hubungan kami cukup dekat. Hari ini ada siswa baru yang masuk ke kelas kami.
"Selamat pagi anak². Hari ini kalian kedatangan teman baru namanya Vier" katanya. Aku dan lyra saling berpandangan.
"Vier?cowok?" tanyaku dan lyra pelan juga hampir bersamaan.
Teman2 sekelas juga berfikir kalau orang yang bernama Vier itu cowok.
"Hah... Vier dari namanya kayaknya dia ganteng, nanti kalau ketemu orangnya langsung aku mau minta nomernya ah..." kata Belia Saenthiev.
"Hei...Belia kau jangan terlalu berharap. Siapa tau nanti orangnya bukannya ganteng malah kayak om2 gitu haha...ha..ha," ejek Louis sambil ketawa terbahak-bahak.
"Hei....Louis jangan sembarangan ngomong kamu minta ditabok kamu ya😡😡," balas Belia kesal.
"Pfft..haha...ha...sini kalau berani dasar cewe aneh haha...ha😋😋," Louis tertawa mengejek.
"Hei kalian berdua berantem terus sih, kenapa kalian engga pacaran aja sana cocok tau nanti kalian ibu juluki the pair don't get along ha..ha," tawa ngejek terdengar dari ibu Endorlly.
T_T
"Ih...apaan sih bu suka banget jailin murid sendiri," Louis dan Belis menjawab bersamaan sambil merengut T_T.
"Huh..kamu juga sih brisik. Vier silahkan masuk," kata bu Endor sambil tersenyum manis.
Tap....tap....tap....
"Hah, gila.....ternyata.....," kata teman² sampai ternganga.
Kami semua sekelas mengira vier itu cowok tapi ternyata....Tapi ternyata vier itu.....CEWEK gan!!!!!
"Wah...ternyata dia cewek ya kukira cowo," ucap anak² di kelas dengan berbisik-bisik.
"Gila...cantik banget, kaya bule gan," ucap salah satu anak cowo dengan suara pelan.
"Vier, ayo perkenalkan dirimu kepada teman sekelasmu," kata bu Endorlly sambil tersenyum indah.
"Hmm....baiklah," kata Vier agak keras.
"Namaku Charlotte zavier dan seperti yang tadi bu Endorlly bilang nama panggilanku vier aku pindahan dari sekolah Blood red. Huff...mungkin perkenalannya cukup sampai disini. Kalau kalian penasaran denganku kalian bisa tanyakan padaku. Tolong bantuannya untuk kedepannya," sambungnya dengan singkat namun jelas dan keras
"Baiklah karna kamu sudah memperkenalkan dirimu.Kamu bisa duduk di meja yang kosong di belakang," kata bu Endorlly sambil tersenyum menatapnya.
"Baik bu," jawabnya datar sambil menatap bu Endorlly.
Gadis berambut ungu dengan headphone di lehernya serta mengenakan seragam sekolah itu berjalan menuju meja yang ditunjuk. Semua orang di kelas menatapnya sambil tersenyum tapi dia hanya memandang sekitar dengan tatapan mata yang dingin. Saat dia duduk hampir semua anak di kelas menghampirinya dan bertanya padanya. Aku dan Lyra hanya diam saja sambil saling memandang satu sama lain.
"Kamu ga kesana, Lyra?" tanyaku pada Lyra.
"Ga deh nanti aja" Lyra menjawab dengan santainya.
__ADS_1
"Hmm...benar juga sekarang kan masih jam pelajaran" kataku lagi.
Karena hampir semua anak di kelas menghampirinya dan banyak bertanya padanya kelas menjadi sangat berisik.
"Hais.... kalian ini kalau mau bertanya saat istirahat kan bisa.Sekarang masih jam pelajaran ," kata bu Endorlly dengan suara yang keras.
"Maaf bu," anak² sekelas yang menghampiri menjawab dengan spontan karena kaget dan kembali ke tempat duduk mereka.
Beberapa jam kemudian....
"Rriiing!!.....rriiing!!...rriiing!!," suara tanda bel istirahat berbunyi.
"Waa......akhirnya istirahat juga.Emm......saatnya Q&A anak baru guys," salah satu anak kelas dengan tersenyum-senyum.
"Brak.....," suara gebrakan meja oleh salah satu siswi.
"Vier, nama ku Andhina savhir,panggil aku dhina. Aku ingin tanya sesuatu padamu"
Name : Charlotte Zavier
Age : Jerman,14 December
Zodiak : Sagitarius
Like : mendengarkan musik
Dislike : dingin kepada anak lain,sulit didekati
"Lyra, kantin yuk?" ajakku sembari berdiri.
"Yuk" jawab Lyra.
"Nanti kan dia satu asrama sama kita, kita bisa tanya² nanti" kata Lyra sambil menarik tanganku dan melangkah ke luar kelas meninggalkan teman2 yang masih kesal karna anak baru itu pergi begitu saja. sedangkan Raeky, Max dan Xander mengikuti kami sampai ke kantin.
"Nala!" panggil Xander, aku dan Lyra menoleh ke belakang.
"Ada apa?" tanyaku keheranan.
"Boleh kami ikut kalian pergi ke kantin, kita bisa makan bersama nanti" kata Max, Xander dan Raeky mengiyakan ucapan Max. Aku menatap Lyra,Lyra mengangguk pertanda setuju.
"Baiklah, ayo" ajak ku.
"Terima kasih" kata mereka hampir bersamaan.
SESAMPAINYA DI KANTIN
Setelah kami memesan makanan dan minuman dan mendapatkan tempat duduk, kami memakan makanan dan minuman satu per satu sambil berbincang-bincang.
"Kalian berdua saudara kembar ya?" tanyaku pada Max dan Raeky.
"Bukan" jawab Max sambil tersenyum.
__ADS_1
"Ooo... tapi marga kalian terdengar sama dan wajah kalian agak mirip menurut ku" kataku.
"Beda tau, Raeky itu Alexandra sedangkan aku Alexander," balas Max dengan senyum hangat padahal setauku Max yang paling dingin diantara 3 orang itu. Aku menyenggol lengan Lyra pelan.
"Apaan sih?" tanya Lyra sambil berbisik.
"Katakan sesuatu padanya" kataku dengan nada pelan.
"Raeky, kenapa kamu selalu mendekatiku?" tanya Lyra pada Raeky jujur.
"A-aku ingin berteman denganmu, bolehkah?" ucapnya dengan ragu
"Boleh kok" jawab Lyra sambil tersenyum tipis.
"Terima kasih" kata Raeky dengan tersenyum juga dan terdapat rona merah di wajahnya.
"Hmmm..." jawab Lyra singkat.
~oOo~
Vier pov
Haish... menjengkelkan! aku mencoba untuk baik dan tak membunuh mereka tapi mereka menanyaiku banyak hal, ingin rasanya kuhisap satu per satu darah mereka pasti lezat.
"Vier!!" panggil sebuah suara yang kukenal.
Aku menoleh dengan malas, disana ada kak Dandan dengan wajah antusiasnya yang langsung menghampiri ku, yap! aku dan kakak memang berbeda, kakak hyperaktif sedangkan aku pendiam dan cuek.
Aku dan kakak pergi ke rooftop, disana ada Louis yang sedang bersama Bella, bisa kulihat kalau Louis sedang meminum darah Bella dan Bella ga keberatan, kurasa mereka berdua vampir juga hanya saja Bella adalah vampir pelayan Louis yang tak akan mati apabila diminum darahnya.
"Yo Louis, sedang minum ya" sapa kakak lalu duduk di sofa seberang nya.
Louis menghentikan aktifitas minum darahnya dan menyapa balik kak Daniel.
"Yoi pangeran, sedang apa pangeran disini?" sepertinya Louis tau kalau kak Daniel adalah pangeran kerajaan Redmoon.
"Aku akan mengenalkanmu adik kesayangan ku, hei Vier kemarilah!"
Aku pun menghampiri kakak dan duduk di sebelahnya, Louis tampak terkejut lalu segera berdiri dan membungkuk diikuti Bella yang baru sadar.
"Maafkan saya tuan putri, saya tidak mengenali anda sebelumnya" ujar Louis patuh sedangkan Bella hanya membungkuk sambil mengernyit bingung.
"Duduklah" perintahku.
Louis dan Bella pun duduk lalu kak Dandan kembali berkata.
"Oh.. jadi kalian sudah saling kenal ya? baguslah"
"Oh iya, ini adikku Vier. Vampir terkuat di seluruh kerajaan vampir" kak Daniel membanggakanku dengan begitu antusias.
Aku hanya memutar bola mataku malas, aku pun bersandar di sofa dan memejamkan mata.
__ADS_1