
"nah gitu dooong, gitu baru gue setuju, di anterin pulang cowok tampan, gue sih seneng banget" kata syerli
"tuh kan syerli aja seneng masa lo cuma diem doang, coba aja gue yang di posisi lo gue udah pasti gak nolak" kata aurel sambil menyenggol lengan maya
"terserah kalian" sahut maya
"jadi lo mau kan" tanya delon lagi pada maya
"lon, lo kan tadi bilang gak mau nerima penolakan, lo nanya lagi mau di tolak lagi?" kata aurel pada delon
"ehh ia juga ya" sahut delon
saat sedang asik ngobrol vega dan dua temannya tiba-tiba datang, vega langsung duduk dan begelayut manja pada delon.
"yang… kok kamu ngajak mereka pulang sih, terus aku gimana, masa kamu tega sih ninggalin aku sendiri" kata vega sambil memeluk lengan delon
"apaan si, udah sana lo, jangan pegang-pegang gue, terserah gue dong mau ngajak pulang siapa, lagian lo ngapain si dateng-dateng main pegang gue sembarangan. udah sana lo" usir delon pada vega sambil melepaskan tangan vega dari lengannya
"sayang kok kamu gitu sih sama aku" kata vega sambil mempererat pelukannya di lengan delon
"dih najis, ngapain lo panggil gue sayang, inget ya kita itu udah putus lama, gue gak suka dengan kelakuan lo, udah sana jangan gangguin gue lagi" kata delon kembali mengusir vega
merasa marah dengan kata-kata delon vega malah melampiaskan nya pada maya yang sedang asik menikmati makanannya tanpa peduli dengan mereka
"eh cewek songong, lo bilang apa sama pacar gue sampe dia ngejauhin gue, lo ngerayu dia pake jurus apa sih, sampe dia mau ninggalin gue" bentak vega pada maya
maya hanya diam tak menggubris, merasa kesal dengan kata-kata vega aurel malah balik membentak vega
"eh ga, lo seenak nya aja ya main nuduh orang, ya kalok delon ninggalin lo berarti salahnya tuh di elo, ngapain nyalahin maya si, lagian yang nyamperin kita juga delon kali bukan kita yang nyamperin dia terus dari mananya maya ngerayu delon" kata aurel
"dan lagi, kalok delon mau nganterin pulang maya apa urusannya sama lo" sambut syerli
"eh gue ngomongnya sama dia ya, kalian gak oerlu ikut-ikutan…"
"udah stop!! vega gue mau lo pergi sekarang, lo gak punya hak buat marah-marah disini" bentak delon yang memotong pembicaraan vega
maya diam-diam mengajak kedua temannya pergi dari kantin itu, mereka keluar tanpa bicara
"lon, lo kenapa si, dulu aja lo sayang banget sama gue sekarang…" kata vega
"dulu…dulu…dan dulu terus, itu udah dulu, sekarang kita bukan siapa-siapa lagi, stop gangguin gue" suara delon membuat perhatian semua siswa di kantin semakin banyak
"loh maya mana" batin delon saat sadar maya tidak disana. delon pergi meninggalkan vega di sana tapi vega malah mengejarnya
di luar kantin maya syerli dan aurel berjalan menuju kelasnya, niatnya mereka ingin melihat seperti apa kelasnya itu, sambil ingin memilih tempat duduk mereka. sampai di kelas X IPA1 mereka kemudian masuk
"wiihh jadi ini ruang kelas kita, nyaman sih" kata aurel
"ia nyaman, eh gue mau duduk deket jendela, biar kalok belajar gak ngebosenin" kata maya sambil berjalan menuju bangku dekat jendela
"eh gue juga mau" sahut syerli yang berjalan ke bangku belakang maya
"gue mau di depan, tapi gue mau satu kolom sama kalian jadi gue duduk depan maya aja" kata aurel yang kemudian duduk di bangku depan maya
sebelumnya sudah ada beberapa siswa lain di sana yang sedang memilih bangku mereka sendiri. saat sedang mengobrol nata datang mendekati mereka
"hai" sapanya
"eh lo kan raja mos yang tadi, ada apa?" tanya aurel
"gak papa, pengen aja nyapa kalian"
"ooohh, ohya, kelas lo di mana" tanya aurel lagi
"disini, tadi sih niatnya pengen duduk di belakang, tapi gak jadi, gue duduk di bangku depan samping bangku lo" kata nata pada aurel
"loh, kok lo pindah" tanya syerli
"mau aja, pengen deket kalian, siapa si yang gak mau duduk deket cewek cantik kayak kalian" goda nata pada mereka
__ADS_1
"wiihh, buset Lo, pinter juga lo godain orang, wah kalok sampe kita bertiga baper lo harus tanggung jawab ya" kata syerli sambil tertawa kecil
mereka tertawa, mereka mengobrol asik di kelas, sampai waktu pulang sekolah.
"eh ya, rumah lo di mana" tanya aurel pada nata
"sebenernya gue baru pindah kesini, rumah gue di jalan xxx no 12" jawab nata
"satu arah dong sama kita" sahut maya
"ohya, emangnya kalian juga tinggal di sana" tanya nata
"gue sama maya emang satu arah tapi aurel beda, dia gak se arah sama kita" jawab syerli
"iihhh, kok cuma gue sih yang beda" kata aurel pura-pura ngambek
mereka mengobrol sampai depan gerbang, ternyata delon benar-benar ingin mengantar mereka pulang, delon menunggu mereka di depan gerbang.
"kalian tadi di mana aja si, gue cariin juga" gerutu delon pada maya dan syerli
"loh, lo beneran mau nganterin kita pulang? gue kira lo gak jadi" kata syerli
"ya jadi lah, gue kan mau nganterin para cinerella cantik pulang, ntar kalok kalian di culik orang gimana kan pangeran arjuna yang sedih" kata delon sambil mengedipkan sebelah matanya dengan tersenyum
"gak usah tebar pesona, nanti para hantu malah ngejer-ngejer lo lagi" ledek aurel maya dan yang lainnya tertawa
"yeee, sirik aja lo" sahut delon
"gue duluan ya, sampai jumpa besok friends baru gue" kata nata lalu pergi meninggal kan mereka
"ia deh, gue juga duluan ya, hati-hati kalian, jangan sampe ke makan omongan buaya itu ya" kata aurel kemudian pergi
"yeee, dasar lo ubur-ubur, awas lo" teriak delon pada aurel yang pergi menjauh.
maya dan syerli masuk kedalam mobil delon, mereka kemudian pulang. disepanjang jalan delon tak henti-hentinya mengoceh, bicara entah itu tentang dirinya ataupun tentang maya yang hanya diam dari tadi
"pantesan aja lo gak mau di anterin pulang may, orang sopirnya model gini" ledek syerli pada delon
"eh kok lo ikut-ikutan si, lo kan juga salah satu fans gue, kok lo malah ikutan ledek gue" sahut delon
"syer, besok-besok lo kalok mau di anterin pulang arjuna lo ini, jangan ajak gue lagi" kata maya pada syerli
"gak ada besok-besok, ini yang pertama dan terakhir kali, gue dari tadi capek tau gak dengerin dia ngomong mulu" kata syerli
"eelaaahh, lo berdua apaan sih, kalok gue gak ngomong hidup lo berdua bakalan sepi tau gak" sahut delon.
beberapa saat syerli langsung sadar, ternyata rumah nya sudah kelewatan jauh
"deloooon!!!" teriak syerli pada delon. delon terkejut dan langsung menghentikan mobilnya
"lo kenapa si, kesambet ya syer!" bentak delon
"tauk nih, lo kenapa si" kata maya juga
"duh…may, lo nyadar gak si, rumah gue ketinggalan jauh anjir, puter balik sekarang" kata syerli, maya melihat keluar jendela mobil
"eh ya bener, ini sih udah hampir nyampe rumah gue" kata maya juga
"ya…ya terus gimana, masa ia gue harus puter balik" kata delon
"ya harus lah, gue gak mau jalan, puter balik sekarang!" kata syerli
delon terpaksa harus puter balik untuk mengantarkan syerli kembali. sampai di rumahnya syerli langsung turun setelah berterima kasih pada delon
"makasih arjuna tampan…" kata syerli lagi setelah samapai di luar
"lain kali inget rumah, jangan malah bikin orang puter balik lagi" kata delon
"dih, lo juga kali yang salah, kalok bukan karna lo banyak ngomong gue gak bakal lupa sama rumah gue kali yeee…" celetuk syerli
__ADS_1
"udah sana lo balik, kasian tuh maya, pantatnya sampe panas duduk di kursi mobil lo" kata syerli lagi, yang kemudian pergi masuk kerumahnya
"apaan si syer" sahut maya tapi syerli tak mendengarkan suaranya.
delon kembali melajukan mobilnya, dalam hati maya tertawa karena ulah syerli dan delon, maya benar-benar mendapatkan satu hal yang pernah hilang meski itu tak sepenuhnya. delon memperhatikan maya yang tersenyum sendiri sambil melihat ke arah luar jendela
"lo kenapa, kerasukan? kok lo senyam senyum sendiri" ucap delon
"ia gue kerasukan, kepo aja lo" kata maya
"yeee… mode juteknya on lagi" gumam delon
"mmm…lon, lo pernah gak punya temen yang gak pernah bisa lo lupain" tanya maya tiba-tiba
"mm… pernah gak ya… emang kenapa lo nanya gitu" tanya delon balik
"yaa gak papa, eh udah hampir sampe rumah gue, gue turun disini aja makasih ya" kata maya
"ya sama-sama, makasih balik" ucap delon
"loh kok makasih balik, buat apa" maya
"yaa makasih udah mau gue anterin" kata delon sambil tersenyum
"oh…gue kira apa" maya kemudian turun dari mobil delon.
delon melambaikan tangannya dan kemudian pergi. maya kemudian kembali kerumahnya.delon sangat senag bisa berteman dengan maya dan lainya
"gue gak tau, gue suka apa gak sama maya, tapi yang pasti gue suka temenan sama maya, dan…lainnya" batin delon sambil tersenyum kecil
sampai di kamarnya maya mandi lalu mengganti pakaiannya dan kemudian istirahat sebentar sebelum ke dapur untuk membantu ibu nya masak.
malam harinya selesai shalat isya' maya duduk di meja belajarnya dan mengeluarkan sebuah buku album berwarna merah, buku itu sedikit usang karna sudah lama. maya membuka nya, fotonya bersama ari saat sedang barmain dan makan semua ada di sana, maya tersenyum melihat semua kenangannya bersama ari
"aii, maya sekarang tinggal di kota, maya juga punya banyak temen sekarang, tapi… kenapa ya maya gak bisa lupain aii" batinnya.
"ck udahlah may, aii juga gak akan inget lo kok" katanya sambil menutup album itu dan mengembalikan kelaci mejanya.
maya mengambil kotak kecil coklatnya, maya mengeluarkan leontin itu dan memakainya
"gue sering pakai leontin ini, tapi gue gak berani pake kalok kesekolah kemarin, karna takut hilang. tapi besok gue bakal coba pake ke sekolah" katanya sambil memakaikan leontin itu di lehernya
Delon Pratama (delon)
Pranata Aditya (nata)
Vega Albert (vega)
Dea Aprillia (dea)
Miranda Amelia (amel)
semoga kalian puas dengan visualnya ya😊😊
🌹🌹🌹🌹
**BISMILLAH........…
tinggalkan like dan komen ya🙏🙏😊😊🤗**
__ADS_1