SAHABAT KECIL (Ari & Maya)

SAHABAT KECIL (Ari & Maya)
makan malam bersama kakek dadakan


__ADS_3

"nyo... nenek, dulu.. nenek sering jenguk Hari?" tanya Hari pada nenek ya


"ia, nenek sering jenguk kamu tapi secara diam-diam, karna takut kakekmu bisa marah" katanya


"kalok gak salah nama dari nyonya iskandar ini... Diana Iskandar" batin Hari


"lho.. kenapa kamu bengong" tanya nenek Diana padanya


"tadi.. Hari mau nanya, nenek sama ayah sebelumnya gak pernah ketemu ya?" tanya Hari


"bagaiman mungkin, nenek sering jenguk papa kamu kekantornya, nenek sengaja nyuruh paman mu yang ceroboh itu kerja di perusahaan papamu, biar nenek punya alasan ketemu sama papamu" jelas nenek diana


"jadi selama ini rahasia ini deket banget buat gue bisa tau, tapi ayah nyembunyiin nya cukup rapet juga" batinnya


lama nyonya iskandar disana, mengobrol dengan Hari, sangc ucu yang sangat di rindukannya. nyonya iskandar berencana menagajak Hari untuk makan malam bersama, karna nyonya iskandar belum pernah makan bersama Hari.


Hari ingin menolak, karna identitas barunya ini cukup mengejutkan, jika orang lain tau dia makan malam dengan nyonya Iskandar, akan seperti apa sorot pandang orang-orang padanya


Marshel membantu Hari mengubah penampilannya, selain itu dia juga menggunakan topi dan kaca mata hitam, tak seorang pun yang mampu mengenalinya saat ini, karna Hari yang saat ini sangat berbeda, dia terlihat sangat keren dan kadar ketampanannya bertambah 99%.


mereka menuju ke sebuah resto terkenal, yang pemiliknya ternyata adalah Marshel sendiri. nenek Diana juga tidak lupa diam-diam menelpon suaminya, dan mengundangnya ikut makan malam bersama putra dan cucunya itu


Pasutrio Iskandar, atau kakek Hari awalnya tidak ingin datang karna banyak sekali pekerjaannya saat ini, tapi mendengar istrinya mengatakan kalau dia makan malam bersama Damar dan putranya, dia berubah pikiran, terlebih lagi dia belum pernah melihat cucunya itu sebelumnya, membuatnya melupakan sejenak pekerjaannya untuk datang menemui sang putra dan cucunya.


sampai di resto itu, mereka memilih ruang VIP husus, Marshel sebagai pemilik resto itu memberi perintah pada semua karyawan nya untuk melayani mereka secara khusus


tak lama mereka sampai dan duduk sambil mengobrol di ruangan itu, seorang laki-laki paruh baya, dengan menggunakan setelan jas warna hitam celana hitam dan sepatu hitam masuk keruangan itu


Damar yang melihatnya begitu terkejut ada rasa bahagia dan khawatir di hatinya, bahagia karna ini untuk pertama kalinya dia melihat pria itu setelah sekian lama, dan hawatir karna mungkin kedatangan nya bukan untuk menemuinya saja, tapi juga untuk memarahinya seperti sebelum dia kabur untuk kawin lari dengan istrinya waktu itu.


Hari yang melihatnya begitu terkejut, wajah yang sering dia lihat Tv maupun media sosial sebelumnya kini ada di hadapannya.


ya.. dia adalah Pasutrio Iskandar. Hari benar-benar gugup dan bingung, Hari melihat ayahnya, ada rasa bahagia yang tersirat di wajahnya tapi juga ada rasa hawatir yang terpancar melalui matanya. Hari yakin, ayahnya sebelumnya belum pernah bertemu dengan pria itu semenjak ayahnya pergi kawin lari bersama ibunya, seperti yang pernah ayahnya ceritakan sebelumnya


"pa.. papa.. " lirih Damar melihat papanya yang baru datang


wajah Pasutrio terlihat marah melihat Damar putranya, dia mendekati putranya itu dengan tatapan marah yang sulit di artikan. Hari hawatir ayahnya mungkin akan di marahi oleh tuan Pasutrio, karna terlihat dari wajahnya dia sangat marah pada Damar


saat sudah di hadapan Damar yang sudah berdiri untuk menyambutnya dia berhenti. masih dengan tatapan tajamnya, Damar Sudah menebaknya, kemarahan ini akan dia alami saat papa nya datang. tiba-tiba papanya memeluk erat dirinya, Damar Begitu terkejut dengan serangan tiba-tiba dari papanya. tanpa pikir panjang Damar membalas pelukan sang papa, adegan mengharukan itu disaksikan Hari dan lainnya

__ADS_1


Hari tidak menyangka kalau tuan Pasutrio akan memeluk ayahnya, dia sebelumnya mengira ayahnya akan di marahi oleh kakek dadakannya itu


"maafkan papa, karn selama ini papa belum pernah menyempatkan waktu untuk menjengukmu dengan putramu, papa menyesal telah menelantarkan mu sebelumnya, papa memang pantas di hukum" kata tuan Pasutrio pada Damar dengan nada yang menahan tangis


"ini bukan salah papa, damar yang seharusnya meminta maaf, karena damar selalu membangkang pada papa" sahut Damar


"sudahlah... papa yang salah, papa tidak seharusnya melarang mu menikahi wanita yang kamu cintai, papa juga tidak pernah datang di hari pernikahanmu, papa sangat menyesal, maafkan papa" lirih Pasutrio pada putranya itu


"seharusnya, Damar Juga yang minta maaf, damar tidak pernah menjenguk papa setelah menikah" ucap damar


"sudah-sudah.. kalian ini, kalok sudah ketemu, manusia yang lain malah di lupakan, ayo duduk, kita disini mau makan malam, pa.. gak liat apa cucumu disini juga, kamu gak mau menyapanya?" kata nenek Diana pada suaminya


mendengar istrinya menyebut "cucumu" Pasutrio pun terkejut, dia lupa sebelum nya istrinya menelpon juga memberi taunya, tapi karena kebahagiaannya melihat putranya dia jadi lupa kalu dia juga datang untuk menemui cucunya


pasutrio melihat kearah Hari yang bengong, dia mendekati cucnya itu lalu memeluknya


deg...


perasaan Hari bagaikan di sambar petir, hal yang tak pernah dia duga, seorang Pasutrio Iskandar memluknya? apa ini mimpi? jika benar ini mimpi, maka mimpi ini benar-benar sangat langka.


"aku yang dulunya seorang anak desa yang sering bermain di sawah ini bisa menjadi cucu dadakan seorang Pasutrio Iskandar? dan sekarang dalam keadaan di peluk?" batin Hari


Hari yang mendapat pelukan dari kakek pasutrio hanya bengong, dia bahkan tidak membalas pelukan dari kakeknya


"tu.. tuan.. pas... "


belum selesai Hari mengucapkan kalimatnya, nenek Diana memberi kode pada Hari untuk memanggil tuan pasutrio yang sedang memeluknya dengan sebutan kakek


"ka.. kakek, Hari susah buat nafas" kata hari canggung


"ahh.. maafkan kakek, kakek seneng banget bisa melihatmu, Hari" kata kakek pasutrio sambil dengan segera melepaskan pelukannya


"ah.. i.. ia.. kek, hari juga seneng bisa ketemu sama kakek" kata hari


perasaannya benar-benar canggung saat ini, entah lah, ini mimpi atau bukan, intinya Hari saat ini sudah menjadi cucu dadakan dari seorang Pasutri Iskandar.


malam itu mereka makan bersama, akhirnya Damar bisa bertemu lagi dengan papanya setelah sekian lama tidak pernah bertemu, dia hanya sering bertemu dengan ibunya, itupun secara diam-diam di kantornya.


banyak hal yang hari tidak mampu pahami dan belum dapat dia percaya, pertama seorang Marshel datang dan memberitaukan bahawa dirinya adalah seorang cucu tertua dari Pasutrio Iskandar, lalu ayahnya yang seorang CEO di perusahaan terkenal CC ANDOR GROUP, setelah itu nenek Diana yang menghampirinya siang tadi dan sekarang bertemu dengan kakek dadakannya, Pasutrio Iskandar.

__ADS_1


"ma.. lihatlah, cucuku ini sangat tampan, seperti aku saat muda dulu" tutur Pasutrio


"eh... pa, dia itu lebih mirip ke aku dong, paman termuda, tertampan dan terrr kerennya di negara ini" sahut Marshel


"huh, kamu hanya anak yang paling ceroboh,, mama saja sampai kualahan ladenin kamu" kata nenek Diana


Hari hanya diam memeperhatikan keluarga barunya itu, dia tidak menyangka kalau keluarga itu sangat hangat dan harmonis, terlebih lagi pamannya, tidak seperti saat dia di depan layar yang sifatnya begitu dingin dan arogan, ternyata masih menyembunyikan senyum dan sifat yang begitu hangat


"Hari anakku tidak mirip dengan kalian, dia putraku jadi dia mirip denganku" kata Damar yang ikut-ikutan


"huh! tapi kan dia cucu ku, jadile ih mirip dengan ku dong" sambut Pasutrio tak mau kalah


"hah.... sudah-sudah, kalianini, Hariitu mirip dengan neneknya, kaliansemua itu jelek" kata nenek Diana


"yah.. kalokmama yang ngomong yang lainnya pasti kalah" gerutu Marshel, Damardan pasutruo tertwa


"sudah lama, papa tidak mendengar suara tawamu mar, papa sangat berharap kamu dan Hari bisa mengunjungi papa ke mansion utama di waktu senggang ataupun saat Hari sedang libur" kata pasutrio


"ma.. mansion utama? rumah yang seperti istana itu? hah.. mimpi apa lagi ini?" batin Hari


selesai mereka makan malam, mereka kembali mengobrol, kakek Pasutrio menanyakan tentang sekolah Hari, dan juga kehidupan pribadinya, kakek pasutrio ingin mengajak Hari pulang ke mansion utama saat itu juga sebenarnya, tapi karna Hari masih terasa canggung jadi dia hanya diam tanpa menjawab, Damar sebagai ayah Hari menolak dulu karna besok Hari akan sekolah. Damar Berjanji akan menjenguk papanya itu ketika Hari libur nanti


setelah selesai saling mengobati rasa rindu antara ayah dan anak itu, mereka kembali kerumah masing-masing. Hari cukup lelah dengan perasaan canggungnya sepanjang obrolan dengan sang kakek. sampai di rumah Hari langsung istirahat, karna besok juga dia akan sekolah jadi selesai membersihkan dirinya Hari langsung tidur.


Hari teringat dengan rekaman cctv yang dia simpan di ponselnya siang tadi, sevelumtidur hari memeriksanya memastiakn rekaman itu masih ada atau tidak, karna takut dia kadang lupa kalau rekaman itu penting dan menghapusnya tanpa sengaja. selesai memerikasa ponselnya, Hari langsung tidur.


berbeda dengan nenek diana dan suaminya, saat ini mereka masih berada di dalam mobil, sedangkan Marshel menggunakan mobil pribadinya.


"pa... mama gak nyangka lho, tadi papa langsung meluk Damar, padahal Mama ngiranya tadi papa akan sedikit dingin dengannya" kata Diana pada suaminya itu


"papa sudah sangat merindukan damar, dari dulu papa pengen bertemu dengannya, tapi karna papa malu dan merasa bersalah sekali, jadi papa tidak berani untuk menemuinya, ma... papa tau mama sering mengunjungi Damar diam-diam, tapi papa gak marah kok, karena sebelumnya yang membuat damar pergi juga kan papa" kata pasutrio


Diana terkejut, karena ternyata selama ini suaminya itu tau kalau dia sering pergi menemui putranya itu secara diam-diam, ada rasa malu karna menyembuyikan kebenaran itu dan ada rasa senang juga karna suaminya itu tidak marah


🌹🌹🌹🌹


**Bismillah......


jangan lupa like dan komen ya😊😊🙏🙏🌹🌹🌹🌹😘 supaya author semangat up nya😊😊🙏🌹🌹🌹**

__ADS_1


__ADS_2