SAHABAT KECIL (Ari & Maya)

SAHABAT KECIL (Ari & Maya)
kesedihan ari


__ADS_3

setelah pulang sekolah ari dan maya pergi kerumah pohon, disana maya dan ari belajar sebelum bermain. selesai belajar maya membuka kotak makanan yang di bawanya tadi


"aii, ayo makan, ibuku masak ikan dan sup ayam, makanan hari ini sangat enak" ucap maya kegirangan


"ya may, ari bawa air, setelah makan kita pergi menantang angin yuk" ajak ari pada maya, maya mengangguk kemudian mereka mulai makan. kali ini, ari dan maya membuat dua layangan, kuning untuk maya dan biru untuk ari, setelah selesai membuat layangan, sebelum mereka turun untuk menerbangkannya, ari dan maya membuat surat untuk tuhan seperti sebelumnya, selesai dengan aktifitasnya itu ari dan maya kemudian turun dari rumah pohon mereka.


"aii, ayo kita menantang angin dulu sebelum mengirim surat untuk tuhan" kata maya pada ari sambil mengejarnya,


"ya ayo" teriak ari, mereka berlari saling mengejar sambil menerbangkan layangan mereka, ari dan maya saling kejar kejaran di parit-parit sawah yang berada di bawah bukit, setelah puas bermain maya dan ari kemudian pergi kebukit untuk mengirim surat pada tuhan.


sampai di atas bukit itu, maya dan ari mengikat kertas itu pada benang layangan mereka dan menerbangkannya. setelah layangan itu tebawa angin maya dan ari pun duduk di sana. angin menerpa wajah ceria mereka, maya dan ari bercanda ria di sana, suara tawa mereka di sambut angin sejuk yang menerpa.


"aii, maya seneng deh, tiap hari maya main sama aii, maya pengen kalok gede nanti maya tetap jadi temen aii, maya pengen kalok gede nanti, maya sekolah bareng terus di tempat yang sama bareng aii" ucap maya sambil menatap sahabatnya ari. ari tersenyum kemudian mengangkat tangannya lalu mengelus kepala maya


"ia may, ari juga pengen bareng-bareng terus sama maya, ari pengen sekolah di tempat yang sama bareng maya. may, ari janji bakal terus jadi teman maya, tapi maya juga janji ya, bakal jadi teman ari selamanya" kata ari pada maya, maya tersenyum lalu mengangguk


"ia…maya janji" ucap maya. mereka kembali bermain, saling mengejar di bukit itu. ari mengejar maya yang terus terusan mengejeknya


"aii, ayo kejar maya…!" teriak maya pada ari yang tertinggal lebih jauh di belakangnya


"hei siput lamban, lihatlah ari yang kuat dan cepat ini akan menangkapmu…" teriak ari dari belakang, maya semakin menjauh berlari kedepan dengan kembali berteriak pada ari


"ayo aii, cepatlah, kalok aii tidak menangkap maya, maya panggil aii si kucing kibul…" teriaknya. membuat ari semakin bersemangat untuk mengejarnya, mereka terus saling mengejar sampai seseorang mendatangi mereka dengan tergesa-gesa.


"hosh…hosh…!! ari…!! ari…! cepatlah ibumu di bawa kerumah sakit…!!" teriak orang itu yang tak lain adalah tetangga ari yang bernama pak dudun. ari kaget mendengar suara pak dudun, sontak dia menghentikan langkahnya dan berbalik melihat ke arah pak dudun, ari menghampiri pak dudun yang masih ngosh-ngoshan karna berlari mencarinya. maya yang mendapati ari tidak lagi mengejarnya pun ikut menghampiri ari yang berjalan ke arah pak dudun


"pak dudun ada apa, tadi pak dudun bilang apa ari tidak mendengarnya" ucap ari yang baru saja sampai di depan pak dudun


"ada apa aii?" tanya maya pada ari yang ikut menghampiri pak dudun dan ari, namun sebelum ari menjawab maya pak dudun lebih dulu mengangkat bicara

__ADS_1


"nak ari, cepatlah pulang ibumu di bawa kerumah sakit karna kecelakaan" kata pak dudun, ari benar-benar terkejut, ari langsung berlari pulang tampa berkata-kata lagi. maya yang mendengarkan itu ikut terkejut dan mengejar ari yang sudah berlari lebih dulu, namun sebelum maya beranjak pergi pak dudun menghentikannya


"nak maya kamu juga harus pulang karna ayah mu juga sedang terluka" ucap pak dudun maya semakin kaget


"apa?!! ayah terluka tapi kenapa?"tanya maya pada pak dudun, belum sempat pak dudun menjawabnya maya sudah pergi meninggalkan pak dudun


dirumah ari


"ibu…ibu…ibu di mana" teriak ari, lalu tiba-tiba pak jafar datang dan mengajak ari kerumah sakit


"nak ari ibumu sudah di bawa kerumah sakit, mari biar bapak yang membawamu kesana" ucap pak jafar yang kemudian menarik tangan ari yang sedang menangis dengan nafas yang terputus-putus karna berlari


dirumah maya


maya langsung membuka pintu dan mencari keberadaan ayahnya


"ayah…ayah dimana…" teriak maya, maya mendengar suara ibunya yang menangis di kamarnya, maya kemudian menghampiri ibunya


"maya ayah mu pergi kerumah sakit mengantarkan ibunya ari yang terluka parah, nak ayo siap-siap kita akan kerumah sakit sekarang" kata bu sari ibu dari maya, tak lama setelah itu mereka pun berangkat kerumah sakit


skip sampai di dumah sakit…


maya dan ibunya dengan langkah cepat masuk keumah sakit itu dan mencari keberadaan ayahnya dan ibu ari di rawat. sampai di ruang UGD maya menghampiri ayahnya yang terduduk lemas di kursi tunggu dengan ari yang masih berdiri di depan pintu UGD itu sambil menangis. ayah ari juga disana duduk di kursi tunggu sebelah ayahnya maya.


"ayah… ayah tidak apa-apakan?" tanya maya pada ayahnya yang masih terduduk lemas, dengan lutut dan siku yang bercucuran darah yang sudah mulai kering. pak tedi, ayah dari maya itu, hanya menggelengkan kepalanya lemas. maya kemudian melihat ari yang masih menangis di depan ruang UGD itu lalu menghampirinya.


"aii, ibumu akan baik-baik saja, aii yang tenang ya, jangan nangis lagi maya akan selalu menemani aii disini" ucap maya yang tidak tau akan kejadian yang menimpa ibu ari, ari hanya diam dan terus menangis. maya hanya tersenyum tulus sambil mengelus-elus bahu ari, ari merasa nyaman namun dia masih dalam rasa hawatir dan sedih dan hanya mampu diam dan menangis.


beberapa saat kemudian dokter keluar dari ruangan, sontak semuanya berdiri dan menghujani sang dokter dengan pertanyaan

__ADS_1


"dok bagaimana keadaan istri saya? apa dia baik-baik saja? apa lukanya sangat parah? apa istri saya masih bisa di sembuhkan? katakan dokter kenapa kau hanya diam saja?"tanya pak damar ayah ari, belum sempat dokter menjawab, ari kembali menghujani sang dokter dengan pertanyaan


"dokter bagaiman keadaan ibu ari? ibu ari bisa sembuhkan? ibu ari gak luka parahkan? apa ibu ari sudah bangun dokter? dokter jawab ari, ari mau ketmu sama ibu, bolehkan dokter? dokter jawab ari hiks…hiks…" kata ari yang ikut menghujani sang dokter dengan pertanyaan sambil menangis tersedu-sedu.


dokter merasa sedih dengan pertanyaan-pertanyaan ari dan ayahnya. dokter diam sejenak, kemudian mengangkat wajahnya dan mulai bicara


"khm…begini pak sebenarnya…"kata dokter dengan menggantungkan kata-katanya, kemudian melanjutkannya kembali


"sebelumnya saya minta maaf karna…karna istri bapak tidak dapat kami selamatkan, bapak mohon bersabar dan tabah" ucap sang dokter dengan wajah sedih.


jedduaarrr!!!


seolah-olah petir menyambar disiang hari, pak damar terdiam seribu bahasa, dia terkejut sekaligus sedih dengan kepergian istrinya. pak damar tak dapat menahan dirinya, dia terduduk lemas kemudian menangis sejadi-jadinya. ari yang mendengarkan ucapan dokterpun ikut membisu, beberapa saat kemudian "bruukk!!" ari tak sadarkan diri, dokter dengan sigap membopong ari keruang rawat. maya ikut menangis atas kesesihan ari yang harus kehilangan ibunya.


flashback


di pasar


seorang wanita yang membawa begitu banyak belanjaan sedang berdiri di pinggir jalan menunggu angkot yang lewat. tak lama kemudian datang mobil pembawa barang di depannya menawarkan tumpangan pada wanita itu. wanita itu adalah ibu ari dan lelaki yang mengendarai mobil itu adalah ayah maya


"bu santi lagi nunggu angkot ya, ikut saya aja buk lagi pula rumah kita searah" kata pak tedi ayah maya


"wah makasih pak, baiklah saya ikut" kata bu santi yang kemudian naik setelah memasukkan barang-barangnya kemobil. ditengah perjalanan sebuah truk melaju dengan cepat kearah mereka seperti tidak ada niat berhenti dari sang sopir, pak tedi begitu terkejut, dengan sekuat tenaga menghindari truk tersebut namun pintu mobil yang di kemudi pak tedi tiba-tiba terbuka, pak tedi terlempar keluar membuat siku dan lututnya tergores aspal, sedangkan bu santi yang masih berada di dalam mobil berteriak minta tolong hingga mobil tersebut menabrak pohon besar si pinggir jalan.


buk santi yang berada di dalam mobil terluka sangat parah, kepalanya terbentur sangat keras pada ranting pohon yang masuk melalui kaca depan mobil, tubuhnya terjepit barang-barang yang berada di mobil itu. truk yang berlaju dengan cepat tadi menabrak tiang listrik dan terbalik, namun supirnya selamat karna sudah lebih dulu lompat keluar.


kembali kecerita…


🌹🌹🌹

__ADS_1


salam hangat dari author💖💖💖


mohon dukungannya ya☺☺ dengan like komen dan favoritkan💖💖🙏🙏☺☺


__ADS_2