SAHABAT KECIL (Ari & Maya)

SAHABAT KECIL (Ari & Maya)
kepergian ari dan air mata maya


__ADS_3

hari itu semua murid berkempul di lapangan setelah semester selesai. guru mengumumkan kalau libur akhir semester telah tiba, semua siswa teriak kegirangan menyambut libur sekolah, setelah pengumuman itu selesai semua murid di bubarkan, mereka begitu senang akhirnya hari yang mereka tunggu pun telah tiba. kecuali dengan ari yang terlihat murung dan hanya diam sedari tadi.


maya senang hari libur telah tiba namun dia juga sedih karna libur kali ini mungkin tidak akan bersama ari sahabatnya. ari mendekati maya yang duduk di depan kelasnya sambil melamun.


"may" kata ari yang membuat lamunan maya buyar, maya menengok ke atas melihat siapa yang memanggil namanya, maya terkejut dan juga senang melihat ari yang menghampirinya


"aii…" ucap maya dengan tersenyum sambil berdiri, ari memberikan sebuah kertas yang di lipat pada maya, tanpa berkata lagi ari meninggalkan maya yang terdiam menerima kertas itu. saat ari akan pergi maya langsung bertanya pada ari


"ini apa aii?" tanya maya pada ari, ari hanya diam dan pergi tanpa melihat maya lagi. maya menatap punggung ari yang semakin menjauh, maya kemudian membuka lipatan kertas itu


..." maya, ari tunggu di rumah pohon, nanti sore datang ya, pokoknya ari tunggu maya harus datang"...


begitulah isi surat yang di berikan ari, maya tersenyum akhirnya ari mau menemuinya dan bermain dengan nya lagi, pikir maya.


sore harinya maya bergegas pergi kerumah pohon, ari sudah menunggunya dari siang. maya langsung naik kerumah pohon, maya melihat ari duduk ditempat biasa dia menunggu ari datang.


"aii…" sapa maya pada ari, ari berbalik dan menghampiri maya, ari memberikan sebuah kotak kecil berwarna coklat pada maya


"aii, ini apa" tanya maya pada ari setelah menerima kotak dari ari


"besok ari akan kekota, ari akan tinggal di kota, ari akan sekolah di kota, maya lupain ari aja" kata ari yang kemudian pergi meninggalkan maya yang belum sempat berbicara, maya terdiam mendengarkan kata ari, maya tidak tau apa yang sedang ari pikirkan saat ini. setelah ari pergi maya baru tersadar dari diamnya, maya langsung berbalik dan memanggil-manggil ari yang sudah jauh dari rumah pohon


"aii…aii tungguin maya…!!" teriak maya namun ari tak peduli dengan teriakan maya ari terus berjalan pulang. maya kembali kerumah pohon setelah tidak dapat mengejar ari, maya menangis mengingat ari akan pergi meninggalkannya. maya terus menangis terlintas semua kenengan yang pernah maya lalui bersama ari, layangan, rumah pohon dan surat untuk tuhan, apakah semua itu akan berlalu? dimana janji ari yang akan jadi sahabat maya selamanya? apa ari sudah lupa semua yang pernah ari ucap pada maya? apa salah maya? kenapa ari harus ninggalin maya? semua pertanyaan-pertanyaan itu berputar di benak maya.

__ADS_1


maya pulang dengan langkah gontai, matanya sembab karna air matanya. sampai di rumah maya masuk kedalam kamarnya, maya melempar kotak yang di beri ari ke atas meja belajarnya, dan membaringkan tubuhnya di kasur, maya menangis dengan menangkupkan wajahnya dengan telapak tangannya. ibu sari masuk kekamar maya karna maya pulang dengan mata sembab dan tidak mendengar panggilannya. ibu sari melihat putrinya yang sedang menangis sambil terbaring di kasur pun menghampirinya.


"aya… kamu kenapa sayang? kok pulang-pulang udah nangis aja, ayo cerita sama ibu, kamu nangis kenapa?" tanya buk sari pada putrinya itu, maya yang mendengar ibunya langsung memeluk ibunya sambil menangis dan menceritakan tentang ari


"ibu… hiks…hiks…, maya salah apa sama aii, kenapa aii, jauhin maya hiks…maya kan sayang sama aii…maya gak mau aii pergi…hiks… besok aii mau ninggalin maya kekota hiks…maya sangat sedih…aii pernah janji sama maya, aii akan jadi temen maya selamanya, aii janji sama maya aii sama maya mau sekolah di tempat yang sama hiks…hiks…tapi aii bohong sama maya, aii akan pergi ninggalin maya…hiks…hiks…" kata maya melimpahkan semua keluh kesahnya pada sang ibu. bu sari diam mendengar keluh kesah maya, sesaat kemudian bu sari mulai menenangkan maya


"aya…ari bukan bohong sama aya, tapi belum bisa menepati janjinya sama maya, ari harus tinggal dikota karna alasan ayah ari harus merawat nenek ari yang sudah tua, maya jangan nangis ya, mayakan anak baik, maya jangan nangis lagi ya, suatu hari nanti ari akan datang jenguk maya, jadi maya jangan sedih lagi yaa" ucap bu sari pada maya. meskipun begitu maya masih menangis sesegukan.


malam harinya, maya duduk di samping jendela masih dengan perasaan sedihnya, maya teringat dengan kotak yang diberikan ari sore tadi, maya beranjak dari samping jendela dan mengambil kotak yang dia lempar di atas meja belajarnya tadi. maya duduk di kasurnya dan kemudian membuka kotak itu. maya terdiam melihat isi kotak itu


"liontin biru?" pikir maya, apa ari memberinya liontin biru sebagai hadiah perpisahan? atau apa? pikirnya lagi. namun maya masih bisa tersenyum pada akhirnya ari tetap menganggapnya sebagai sahabat meskipun sering menjauhinya, tapi ari tetap mengabarinya saat akan pergi meski dengan bentuk sebuah liontin. maya tersenyum terbersit dalam benak maya sebuah ide


"maya mau kasih aii kenangan, biar kalok aii kangen sama maya aii bisa liat benda yang maya kasih" kata maya sambil tersenyum.


maya bergegas kerumah ari sebelum matahari terbit, sampai di sana maya melihat semua barang-barang ari sudah masuk kedalam mobil. maya mendekati ari yang masih tersiam di dekat pintu rumahnya sembari menatap kosong kearah taman kecil dekat rumahnya, taman tempat biasanya mereka menghabiskan waktu untuk menangkap capung dan kupu-kupu, arimerasa sedih harus meninggalkan maya tapi dia juga masih marah dan benci pada keluarga maya terutama ayah maya, karna ari masih salah paham dan mengira kalau ayah ari adalah dalang dari kematian ibunya.


"aii…" sapa maya sambil mendekati ari, arime noleh kearah sumber suara. ari menatap maya dengan datar tanpa ekspresi dan tanpa menjawab, maya mendekati ari


"aii, maya bawa sesuatu buat aii, ini buat aii, kalok aii rindu sama maya, aii bis…" sebelum maya menyelesaikan kalimatnya, ari terlebih dulu menghempas kotak berukuran sedang yang ada di tangan maya


brukk!!


kotak itu terhempas ke tanah, kotak itu terbuka dan isinya terlempar keluar, terlihat boneka kucing kecil dengan sebuah gelang rajut bewarna hitam bermotif M yang bergelantung di leher boneka kucing itu. ari menatap maya dengan marah

__ADS_1


"ari tidak mau hadiah atau benda dari maya, ari udah bilang sama maya, aritidak mau temenan sama maya lagi, sekarang maya pulang saja karan adi tidak mau melihat maya lagi, aribenci sama maya, karna ayah maya udah bunuh ibu ari, maya pergi, ari tidak mau liat maya lagi!!" teriak ari pada maya, ari kemudian masuk kemobil tanpa melihat kearah maya lagi.


hati maya merasa sakit karna ucapan ari, maya melihat boneka yang di buang ari, maya menangis, maya kecewa dengan ari, maya pergi meninggalkan ari yang sudah masuk kedalam mobilnya. dengan rasa kecewa dan sakit hati maya berlari kerumah pohon dan menangis disana. pak damar yang melihat putranya begitu membenci maya karna kesalah pahamannya hanya diam, pak damar merasa sedih karna putranya salah paham dan malah menjauhi sahabat yang sangat di sayanginya. pakdamar memunguti boneka yang di buang ari dari tangan maya, pak damar menyimpannya, karna pak damar tau suatu hari nanti, saat ari telah mengetahui kebenarannya, dia akan sangat menyesal untuk ini.


setelah semua telah siap dan di masuk kan kedalam mobil, pak damar dan ari berangkat kekota.


* (eits, mobil yang di pakai ari dan ayahnya adalah mobil omnya ari yang datang dari kota untuk menjemputnya ya😁). *


dalam perjalanan ari hanya terdiam dan merenung ada rasa sesal dan sakit dihatinya mengingat caranya berteriak pada maya tadi. ari teringat dengan boneka yang di buangnya, ari menyesal karna tidak mengambilnya.


di rumah pohon maya masih menangis, maya benar-benar kecewa dengan ari, semua yang di katakan ari benar-benar menyayat hati kecilnya, maya melihat kesekelilingnya, semua kenangannya dengan ari terbayang dengan jelas di sana, suara tawa dan ejekan ari terdengar jelas di telinganya, maya benar-benar berharap semua yang tadi ari katakan adalah sebuah mimpi saja. maya mendekati tempat biasa ari duduk untuk belajar bersamanya. maya terduduk disana sambil menangis. hati kecilnya benar-benar kecewa pada ari.


"aii, maya percaya suatu hari nanti aii akan datang jenguk maya di rumah pohon, maya yakin aii juga akan rindu sama maya" ucap maya sambil mengusap air matanya. maya turun dari rumah pohon dan berlari ketempat terakhir kali maya bertemu dengan ari tadi.


sampai di sana maya bingung, karna saat tadi ari masuk kemobil ari tidak mengambil boneka yang sempat di buangnya.lalu kemana boneka itu? pikir maya. tidak mau pusing karna boneka maya kemudian pulang kerumahnya dengan langkah lemas, hati dan pikiran maya masih terbayang dengan semua ucapan ari tadi dan di rumah pohon kemarin.


🌹🌹🌹


maaf ya kalok ada salah dalam penulisan kata, authormasih dalan proses belajar jadi dimaklumi ya☺☺😁😁🙏🙏


jangan lupa like dan komen🙏☺☺


salam hangat dari author🙏☺☺🙏🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2