
setelah membersihkan bajunya Maya dan yang lainnya kembali kekelas. Nata sudah menunggu mereka di sana
" Syer… May, hari ini kita pulang bareng lagi ya, asik ngobrol sambil jalan" ajak Nata pada Maya dan Syerli
"oke" sahut Syerli mereka kemudian duduk ke bangku mereka
pulang sekolah Maya dan yang lainnya pulang sedangkan Vega dan dua temannya pergi ke toilet pria, sebenarnya yang mendapat hukuman hanya Vega saja, tapi mana berani Amel dan Dea meninggalkan Vega sendiri.
"ck, kenapa sih, Hari harus denger semua omongan gue tadi, kan gue bisa bohong sama dia" gerutu Vega
"ga, jangan nyalahin pangeran gue dong, kan pangeran gue cuma ngelakuin tugasnya jadi ketua osis" sahut Dea
"khemm…" Hari tiba-tiba datang
memang, Hari Sebagai ketua osis di tugaskan untuk mengawasi Vega agar menjalani hukumannya dengan benar
"eh, my prince" sahut Dea saat melihat Hari
"jangan banyak tingkah, bersihkan toiletnya sekarang" perintah Hari
vega mengerjakan hukumannya dengan perasaan kesal, Amel ingin membatu Vega, tapi Hari melarangnya karna ini hukuman Vega sendiri
"mm, my primce, Dea… boleh bilang sesuatu boleh gak" kata Dea sambil mendekati Hari
"apa" kata Hari dengan nada dingin dan wajah datarnya
"Dea…… boleh gak, minta nomor hp nya my prince" kata Dea sambil tersenyum
Hari hanya diam tak menggubris permintaan Dea.
"bersihkan dengan cepat jika ingin cepat pulang" kata Hari pada Vega yang sedang membersihkan lantai toilet itu
Dea kesal dengan Hari yang tak mendengarkannya, Dea hanya diam karna Hari tak mau meresponnya
"iiyywwwkhh…… ni para cowok jorok banget si, toiletnya bau banget" gerutu Vega
"ia nih, gue dari tadi gak tahen sama baunya" sambut Amel
setelah selesai menjalani hukumannya Vega dan yang lainnya kemudian pulang. Hari Juga pulang tapi dia lebih dulu karna tak ingin mendengar ocehan Vega lagi.
"ini semua gara-gara Maya, gue tau dia pasti sengaja bikin gue di hukum, awas aja besok bakalan gue bales" gerutu Vega yang baru saja keluar dari toilet
"ya ga, besok gue bakalan bantuin lo bales si Maya itu" kata Amel, Dea hanya ikut mengangguk kan kepala
"iiyywwwhh…… badan gue bau semua, gue bener-bener gak tahen, ya udah yuk kita pulang aja" kata vega sambil berjalan menuju mobilnya.
sampai di rumah Maya langsung kekamarnya setelah menyalami ibunya. Maya mandi kemudian mengganti bajunya.
"ting…ting…" deringan hp Maya bunyi
Maya segera mengambil hpnya, sebuah pesan dari Syerli. Maya membukanya, Syerli mengirim sebuah vidio padanya.
"loh, ini kan kejadian tadi di sekolah, kok bisa seviral ini, siapa yang vidio in" gumam Maya
"ck, udahlah… gak penting juga" lanjutnya lagi
keesokan harinya……
"guys... " panggil Aurel dari belakang
"huh,,,, kalian udah liat vidio maya yang sama Vega kemaren belum" tanya Aurel sambil ngosh ngoshan
"udah, lo kenapa kayak orang habis lari aja" tanya Nata pada Aurel
"ia nih, mobil gue di bengkel, mogok tadi, jadi gue lari deh sampai sekolah" kata Aurel
__ADS_1
"udah yuk kekelas dulu, ntar aja ngobrolnya" sahut Maya
"ia tuh bener, yuk" ajak Syerli pada mereka, mereka kemudian pergi kekelasnya.
jam istirahat pun berbunyi, mereka pergi kekantin untuk membayar hutang pada perut mereka yang sudah dangdutan dari tadi. sampai di kantin mereka bertemu lagi dengan vega dan teman-temannya, tak peduli dengan tatapan devil vega, Maya dan yang lainnya duduk dan mulai memesan makanan
delon datang menghampiri mereke, vega semakin merasa benci pada maya dan juga lainnya, rasanya Vega ingin memakan mereka semua saat ini juga.
"woii, gak ngajak-ngajak kalian" kata delon yang langsung duduk dekat aurel
"ck, elah... ni buaya dateng dari mana si, ganggu mulu dari kemaren" sahut aurel
"yeeee,,, dasar Lo ubur-ubur, gak ngeselin sehari kayaknya lo keselek pintu kulkas ya" kata delon dengan nada kesalnya
"ubur-ubur..... eh gue tanya ya sama lo, emangnya ada ya ubur-ubur secantik gue" kata aurel
"ada, buktinya lo" sahut delon
"ck, udah.. udahh, kalian tu berisik banget deh, ganggu yang lain tau" celetuk nata pada mereka
"tauk nih, jangan musuhan terus entar jodoh loo" sambung syerli mereka pun tertawa kecuali delon dan aurel
"dih jodoh sama dia? ogah" sahut delon
"na'uzubillah.... lo pikir gue mau apa sama buaya kayak lo?" sahut aurel
"nyenyenye.... " gumam delon
"ck, jangan sampe suatu saat kalian malah bucin lagi" kata maya
"setuju" sahut nata dan syerli serempak
mereka tertawa kecil melihat delon dan aurel yang selalu rusuh saat bertemu. delon mendekat ke maya
"ck, aman ya kalok duduk deket maya gak kayak si ubur-ubur" kata delon
"yeeee... "
mereka tertawa kecil, delon dan aurel adalah tontonan gratis bagi mereka. mereka menikmati makanan yang mereka pesan dengan mengobrol dan candaan dari delon dan aurel yang terselip di antara mereka.
jam istirahat habis, mereka kembali kekelas, saat melewati vega dan yang lain, vega melirik mereka dengan penuh rasa benci.
"may, gue anterin lo kekelas ya" sahut delon
"gak perlu, gue gak bakal tersesat juga kali" kata maya
"tauk, udah sono lo, balik kekelas lo aja, jangan gangguin para manusia disini hus... hus.. " celetuk aurel
"lo anggep gue bukan manusia?" kata delon dengan kesal pada aurel
"tauk.. " sahut aurel
delon kesal dengan aurel, dia ingin mengejar aurel yang sudah duluan berjalan, tapi jam pelajaran akan segera di mulai, Delon lalu kembali kekelasnya, sampai di kelasnya delon di sambut oleh vega, vega dan delon memang satu kelas. vega menghadang delon dan tidak mau memberikannya masuk
"apa sih" kata delon
"lo harus balikan sama gue" kata vega to the poin
delon tersenyum sinis, nada perintah yang di dengarnya dari vega membuatnya sangat muak
"atas dasar apa lo perintah gue buat balikan lagi sama lo" sahut delon yang menerobos masuk, lalu duduk di bangkunya
"lon berenti, pokoknya gue mau balikan sama lo, dan Lo harus mau balikan sama gue, titik!" kata vega
seisi kelas memperhatikan mereka, mereka semua ingin mendengar jawaban dari delon, apakah Delon akan mau balikan dengan vega, sang primadona sekolah yang di bilang sombong itu ataukah sebaliknya, mereka semua diam menantikan jawaban dari delon
__ADS_1
"mau lo bilang titik sekalipun, kalok gue gak mau, lo bisa apa" sahut delon
vega benar-benar marah dengan delon, saat vega akan mengatakan sesuatu, guru masuk kekelasnya, vega kembali ke tempat duduknya. vega menahan amarahnya selama pelajaran berlangsung.
bell pulang sekolah berbunyi, delon menghampiri maya dan yang lainnya kekelas mereka, Delon mengajak mereka ke sebuah resto, Delon ingin mentraktir mereka, maya merasa ragu untuk menjawab, karna ayahnya belum tentu memberinya izin
"jadi gimana, kalian maukan, gue yang teraktir, apa lagi ntar malem adalah malem minggu, sesekali keluar lah" kata delon setelah lama tidak mendapat jawaban dari yang lainnya
"boleh, gue sih mau-mau aja, soalnya gue juga belum terlalu kenal sama kota ini" kata nata
"gue ikut aja deh, lo berdua gimana, lumayan tau di traktir sama orkay sesekali" sahut syerli
"yaahh, gue ikut" kata aurel
hanya tinggal maya yang belum memberikan jawabannya
"emm.... gue pikir-pikir dulu deh ya, soalnya belum tentu gue di kasih keluar" kata maya
"yaahh,,, kalok gitu sih gak seru dong, gue kan niatnya ngundang kalian semua, demi ikutnya lo" kata delon pada maya
"ntar gue usahain deh" kata maya
"gitu dong, ntar kabarin kita ya" ucap delon yang kemudian keluar lebih dulu dari kelas maya
"yuk pulang" ajak nata
mereka lalu pulang di depan gerbang vega sudah menunggu mereka. maya hanya dian melihat vega, maya yakin akan ada masalah yang akan di buat vega lagi
"tunggu, gue mau ngomong sama lo" kata vega dengan merentangkan sebelah tangannya pada maya
"apa" kata maya singkat
"lo sengaja ya kemarin mancing-mancing gue biar gue ngomong kalok gue sengaja numpahin hus itu ke lo" kata vega marah marah
"kalok ya?, manusia gak cuman lo doang, lo bisa ngelakuin apa aja ke gue, gue juga bisa ngelakuin apa aja buat bales lo, lo emang bisa nindas orang, tapi gak semua orang bisa lo tindas, termasuk gue, gue emang gak kaya kayak lo, tapi gue punya harga diri yang gak bisa lo injek se enaknya" kata maya
vega terdiam mendengar ucapan maya, baru kali ini ada orang yang berani menentangnya. aurel dan lainnya terdiam, mereka tak menyangka ternyata maya tidak mudah untuk ditindas dan memiliki kepribadian yang berbeda.
maya kemudian pergi meninggalkan vega yang masih terdiam tak menyangka, nata dan lainnya mengikuti. aurel pulang kerumahnya, setelah saling berpisah di depan gerbang.
"jadi gimana, kalian ikut kan ntar malem" tanya nata pada syerli dan maya
"gue sih mau aja, gue ikut tapi maya..., mungkin bakalan susah" kata syerli
"ntar gue usahain, kalo emang gue di kasih atau nggak ntar gue kabarin kalian" kata maya
"syer, gue jemput lo ya" kata nata
"wah, boleh banget, gue sih iya iya aja kalok di jemput pangeran" kata syerli sambil tertawa kecil
"kalok gitu, tungguin pangeranmu ini untuk menjemputmu nanti malam wahai Cinderellaku" sambung nata yang juga di ikuti tawa kecilnya
mereka terus mengobrol sepanjang jalan, sesekali mereka selingi dengan tawa bersama. nata dan syerli sebenarnya punya mobil pribadi, tapi mereka lebih senang jalan kaki, karna keindahan menjadi anak sekolah lebih terasa saat pulang pergi ke sekolah dengan berjalan kaki.
vega benar-benar merasa kesal dengan maya, baru kali ini dia merasa di permalukan, dan harga dirinya di banting begitu saja
"emang yang bilang manusia itu cuma gue siapa!!! aargghhh... !!!!" teriak vega. dengan marah
"u... udah ga, kita pulang aja yuk" ajak dea
"ia ga, mendingan kita cari cara buat dia kapok, sekapok kapoknya" kata amel meyakinkan vega
vega diam sejenak, dia mendapat sebuah ide untuk membalas maya, dengan senyuman devilnya vega mengatakan
"oke, gue punya cara buat bales dia, liataja gue gak akan ngelepasin di gitu aja, terus kenapa kalok gak semua orang bisa gue tindas, seenggaknya gue bisa bikin lo gak berani ngomong lagi depan gue" katanya
__ADS_1
amel dan dea saling memandang satu sama lain, mereka tau vega pasti sudah punya rencana untuk membalas maya.