SAHABAT KECIL (Ari & Maya)

SAHABAT KECIL (Ari & Maya)
keluarga iskandar?


__ADS_3

pria itu benar-benar kesal dengan ucapan aurel, dia menarik nafas lalu memanggil seseorang yang menjadi supirnya


"jack!" panggilnya


orang yang di panggil namanya itu langsung keluar


"ia, tuan marshel, ada perintah apa" tanya orang yang bernama jack itu


"urusi mereka" katanya yang kemudian masuk kedalam mobilnya


"sebelumnya maafkan kami nona-nona, tadi di depan ada sedikit masalah, itu sebabnya kami tidak sengaja menyelip sembarangan, kami mohon maaf" kata orang (jack) itu dengan sopan


"dari tadi kek minta maaf" sahut aurel


"jack! saya menyuruhmu untuk mengurusinya, bukan meminta maaf" sambut pria itu dari dalam mobil


"saya bersalah tuan" ucap jack


"udah salah, gak mau minta maaf, emang dasar orang sombong, udah lah ngapain juga ngeladenin manusia jadi jadian kayak dia, syer.. may, ayo pergi" kata aurel


mereka lalu masuk kedalam mobil, tapi karna jalan di depannya masih di halangi mobil hitam pria tadi aurel dengan brutal memencet klakson mobilnya


beberapa saat kemudian mobil itu melaju meninggalkan area itu. Aurel dan lainnya melanjutkan perjalanan mereka, Aurel tak henti hentinya mengoceh, karena masih kesal dengan pria tadi


"amit amit ketemu lagi sama orang tadi, bisa-bisa gue jadi badut tontonan orang-orang karna ngoceh marah-marah terus" kata aurel


kalok sekali lagi gue ketemu sama dia, terus keadaannya kayak tadi, liat aja gue bakalan ngeluarin jurus andalan ngkong gue" lanjutnya


"bisa-bisanya gue ketemu orang yang mukanya tebel gitu, mimpi apa gue semalem" ocehnya


maya dan syerli tak tau harus berbicara apa, karena setiap ada peluang untuk berbicara aurel selalu merebutnya


"tu orang tadi bikin mood gue rus... "


"sshhhhtt..,. rel!! capek tauk dengerin lo ngomong muluk, gak ada habis-habisnya lo ngomelin orang yang udah gak tau sekarang dimana" kata syerli memotong ocehan aurel


"ia ya... tapi gue masih kesel banget sama orang tadi, bener-bener deh" kata aurel


setelah lama menyetir mereka akhirnya sampai di mall, mereka masuk kedalam.


aurel mengajak syerli dan maya ke sana karna ingin membelikan sesuatu untuk mereka


aurel membeli beberapa baju untuk mereka, maya sempat menolak tapi aurel tetap memaksa sedangkan syerli malah ingin lebih banyak baju yang aurel belikan.

__ADS_1


selesai membeli beberapa baju, aurel juga membelikan jam tangan untuk kedua temannya itu


"rel, lo kok boros banget si, ini udah banyak banget tau, gue gak biasa beli barang sebanyak ini" sahut maya


"udaah... lo nikmatin aja may, kapan lagi coba, kita di traktir sebanyak ini" kata syerli


"iya may, lagian gue juga iklas kok, udah yuk habis ini kita cari makan aja, gue udah laper dan haus banget, gara-gara tadi" kata aurel


aurel lalu mengajak mereka pergi ke restoran di dalam mall itu, Aurel memesan beberapa makanan, satu jus mangga untuknya, jus jeruk untuk syerli dan satu jus alfukat untuk maya


mereka menikmati makanan itu, tak terasa sudah mau ashar, maya mengajak mereka ke masjid terdekat untuk shalat.


selesai shalat ashar, aurel mengajak mereka jalan jalan sebentar. cukup sial untuk mereka karna malah bertemu vega meskipun dengan delon di sebuah taman yang sedang mereka tuju


karna syerli dan aurel memiliki jiwa kepo yang tak dapat di toleransi lagi, mereka mengendap-endap mendekati tempat vega dan delon secara diam-diam. karena Maya tidak punya kerjaan lain dia juga mengikuti mereka untuk menguping pembicaraan vega dan delon


"lon, gue harap lo gak lagi-lagi deh deketin si maya itu gue gak mau liat lo deket sama dia dan gue juga gak suka, lo kan tau kita itu udah di jodohin" kata vega


"jodohin? sorry ya, semenjak gue tau sikap lo sama adek gue, semenjak itu juga gue nolak perhodohan kita, lagian juga ini udah bukan zamannya siti nurbaya lagi buat di jodoh jodohin" sahut delon


"tapi tetep aja perjodohan ini masih utuh, meskipun Lo nolak, gue gak bakalan biarin perjodohan ini dibatalin, intinya lo milik gue dan gue gak mau lo deket-deket mereka lagi, tadi malem lo ngajak mereka makan di resto kan, gue udah kasih pelajaran buat dia tapi lo malah ngebelain dia" kata vega dengan sangat kesal


"gue mau deket siapa aja bukan urusan l... bentar-bentar, lo bilang apa? jadi tadi malem yang bikin maya nabrak pelayan di resto itu lo" kata delon dengan nada tinggi


"iya! itu gue, kenapa? lo marah,? gue gak mau ya dia terus-terusan deketin lo" kata vega


"kalok lo masih deket-deket sama maya dan temen-temennya, gue bakalan bilang ke papa kalok lo... "


"ya udah bilang aja, justru karena lo bilang ke papa lo, perhodohan ini bisa di batalin" kata delon


"tapi... tanpa lo ngasih tau bokap lo juga gue baklan ngasih tau dia lebih dulu, kalok gue nolak perjodohan ini" kata delon yang kemudian berlalu meninggalkan vega


"delon!!" teriak vega yang langsung mengikuti delon


aurel dan syerli menutup mulutnya yang hampir tertawa, maya hanya diam saja, ada rasa bersalah di lubuk hatinya, benar juga kata vega tidak seharusnya delon bersikap seperti itu pada vega yang sudah di jodohkan dengannya dan dekat-dekat dengan mereka, meskipun hanya sekedar teman saja, vega juga punya perasaan dia bisa marah dan cemburu. pikir maya


"wiishh... pertunjukannya bagus banget" kata syerli


"akhirnya gue punya kartu AS buat ngeledek si buaya itu" kata aurel


setelah delon dan vega pergi, tak ada yang akan mereka dengarkan lagi, mereka kemudian jalan-jalan sebentar di taman itu sebelum pulang untuk merileks kan suasana hati mereka


*****

__ADS_1


hari ini Hari dan ayahnya kedatangan tamu di rumah.


pria yang datang kerumah Hari dan ayahnya hari ini bernama Marshel Iskandar, dia datang karna ingin membicarakan suatu hal pada mereka


"jadi... kamu adalah putra dari Damar Iskandar dan Santi Aurora?" tanya marshel pada Hari dan mengabaikan damar ayah hari.


"iya, memangnya anda ini siapa?" tanya Hari padanya


pak damar menghela nafasnya panjang, hal yang ingin dia ceritakan saat Hari lulus nanti malah akan di ceritakan nya hari ini


"aku Marshel Iskandar, anak paling bungsu Pasutrio Iskandar dari keluarga Iskandar, adik paling kecil ayah mu, atau lebih tepatnya pamanmu yang paling muda" jelasnya panjang lebar


"pa... paman? tapi usiamu beberapa tahun lebih tua dari ku, dan ayah belum pernah cerita soal ini" kata hari yang merasa sedikit bingung


"tunggu dulu, keluarga Iskandar? maksutnya.. " kata hari


"benar, keluarga Iskandar, keluarga terkaya di negara A ini" jawab marshel


"hah!?? aku kira nama Iskandar yang ayah punya cuman kebetulan sama dengan keluarga terkaya itu, aku gak nyangka ayah memiliki hubungan dengan mereka... tunggu! itu artinya aku juga... " hari benar-benar tak menyangka dengan kebenaran tentang keluarganya


"benar, kamu adalah cucu tertua ayah, Pasutrio Iskandar, dan namamu yang sebenarnya adalah Hari Iskandar bukan Andrean, itu hanya nama samaran saja" kata marshel menjelaskan


pak damar tidak tau harus berbicara apa, dia tau putranya itu pasti akan kecewa padanya yang tak pernah jujur.


"ayah... ayah berhutang penjelasan sama Hari" kata hari dengan nada yang susah di artikan


"kamu memang pantas menjadi cucu tertua keluarga Iskandar, sikapmu seperti ini menunjukkan jika kamu memiliki bakat untuk....." belum selesai Marshel berbicara Hari sudah memotongnya


"tunggu dulu! aku masih seorang Hari Andrean, aku belum pernah mengenal kalian sebelumnya, ada begitu banyak pertanyaan untuk kalian dan ayah, kenapa kalian merahasiakan hal ini, dimana kalian saat ibu tiada waktu itu, kenapa kalian baru mencariku, apa lagi yang ayah sembunyikan dariku" Hari menghujani mereka dengan begitu banyak pertanyaan


"ahhh... sebenarnya ini bukan saat yang tepat, bagaimana kalau kita bicarakan lagi nanti, saya datang kemari untuk memastikan dan melihat keadaanmu saja, awalnya aku akan datang besok, tapi karena aku sangat ingin bertemu dengan keponakanku, jadi aku buru-buru datang hari ini, meskipun di jalan tadi sempat berdebat dengan anak-anak kecil ingusan" kata Marshel


"bagaimana keadaan ayah" tanya damar setelah Hari terdiam saja dari tadi


"ayah baik, dia sangat menghawatirkan mu kak, tapi karena kejadian itu dia jadi jarang membicarakan tentang dirimu, padahal sebenarnya dia begitu sangat merindukanmu dan peduli dengan semua hal tentang dirimu" kata marshel


"aku harus memanggilmu apa?" tanya Hari pada marshel


"anak bodoh siapa ini? tentu saja paman, akuini paman mu, meskipun aku masih muda dan belum menikah, tetap saja aku ini paman mu" kata marshel pada hari


"mm.. pa.. paman, kenapa paman baru menyapa ayah, kenapa di awal paman begitu cuek pada pada ayahku" tanya hari sedikit canggung, seperti anak kecil yang sedang bertanya, Hari merasa tidak terbiasa dengan sebutan "paman" itu


"bodoh, papamu kan kerja satu perusahaan denganku, memangnya kamu tidak tau? papamu ini CEO di perusahaan CC ANDOR GROUP, perusahaan terbesar di negara A ini" kata marshel

__ADS_1


kali ini Hari menyerah untuk bertanya, dia yakin jika dia terus bertanya jantungnya tidak akan kuat karna terus-terusan terkejut


hari diam, ada rasa kecewa karna hal ini selalu di rahasiakan ayahnya, ada rasa bingung juga, kenapa ayahnya harus menyembunyikan hal ini, ada rasa penasaran juga, semua perasaannya campur aduk saat ini


__ADS_2