SAHABAT KECIL (Ari & Maya)

SAHABAT KECIL (Ari & Maya)
pindah ke kota


__ADS_3

prov maya~


semenjak hari itu maya tak lagi seceria saat bersama ari, maya sering kerumah pohon tapi untuk belajar sendiri. kadang maya akan menulis surat untuk ari dan menerbangkannya menggunakan balon, tapi kadang juga maya akan menempelkan surat-suratnya didinding rumah pohon,berharap ari akan menerimanya.


meskipun maya sering merindukan ari namun maya masih teringat dengan kata-kata ari yang membencinya dan tak ingin bermain ataupun bertemu dengan maya, ada rasa kecewa yang tersirat di hati kecil maya. namun maya tetap menganggap ari sebagai sahabatnya, maya selalu menjauh dari teman-temannya di sekolah, maya jarang keluar kelas saat waktu istirahat. meskipun begitu maya tetap akan berusaha ramah saat di sapa teman-temannya.


buk sari yang mengetahui sikap maya semakin berubah saat kepergian ari hanya bisa diam, dan semampu nya menghibur maya agar maya tidak terlalu sedih dan melupakan ari.


prov ari~


di sebuah tempat di kota, seorang anak lelaki duduk di dekat jendela dengan memandangi beberapa anak yang sedang bermain di kejauhan, dia adalah ari. ari teringat dengan maya, sahabat kecilnya. namun beberapa saat kemudian ari teringat dengan kepergian ibunya, mata ari memerah menahan marah dan tangis. ari menepis kerinduannya pada maya.


"ari tadak akan melupakan perbuatan ayah maya, ari benci dengan ayah maya, ari juga benci maya, ari tidak akan ingat-ingat maya lagi" gumam ari dalam hatinya. semenjak Ari datang kekota, ari tidak pernah keluar rumah ari selalu mengurung diri, meskipun begitu ari masih punya beberapa teman di sekolah barunya, walaupun ari tidak terlalu senang dengan mereka.


perubahan ari dan maya semakin jauh seiring berjalannya waktu. maya yang tak lagi ceria, memiliki kepribadian yang berbeda dulu dan sekarang. dulu maya anak yang ceria, suka menghabiskan waktu untuk bermain, tidak pernah marah meski di ejek karna selalu ada ari yang menyemangatinya, namun kini maya menjadi anak yang pendiam dan tidak suka bercanda atau bermain, maya selalu sibuk belajar, maya manjadi anak yang serius dan jarang membuka diri, seiring berjalannya waktu, maya mulai melupakan ari meski tidak sepenuhnya.


ari pu sama dia menjadi anak yang serius dan bersikap dingin, tidak suka bermain, meski ari punya beberapa teman tetap saja, ari tidak terlalu membuka diri. ari lebih senang diam di kelasnya.


. \*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Tujuh tahun kemudian…


"maya… cepat nak, ayahmu sudah menunggu lama…" teriak buk sari dari ruang keluarga


"ia bu… sebentar lagi" teriak maya yang masih di dalam kamarnya. hari ini adalah hari di mana maya akan pindah kekota, alasannya adalah karna maya akan sekolah di sana, dan juga karna ayah maya punya pekerjaan menetap di kota. setelah beberapa saat kemudian maya keluar dengan membawa koper dan ranselnya.


"bu, maya udah siap ayo berangkat" kata maya yang langsung menghampiri ibunya yang sedang menunggunya dari tadi.


"kamu ini kenapa sangat lama, ibu sampai ngantuk nungguin kamu" kata bu sari yang langsung berdiri dan beranjak pergi. maya tersenyum nendengar gerutu ibunya, lalu mengikuti langkah ibunya dari belakang. maya berangkat pagi-pagi sekali karna tantenya di kota sudah menggerutu dari kemarin, karna maya dan sekeluarga belum juga berangkat kekota.

__ADS_1


maya melihat kesekeliling jalan, maya tersenyum karna maya akan mulai membuka dirinya ketika dia akan tinggal dikota maya akan mencari teman dan tidak akan terlalu tertutup lagi, maya ingin menjalani hidup baru tanpa bayangan masa lalunya. maya sekilas teringat dengan bayangan ari masa kecil namun segera di tepisnya, dia berpikir mungkin ari sudah lupa dengan nya, jadi untuk apa mengingat-ingat tentang ari lagi, lagipula ini sudah tujuh tahun berlalu, maya yakin jangankan untuk merindukan dirinya, mungkin untuk terlintas dalam benak aripun, maya tidak pernah.


setelah beberapa jam perjalanan maya sampai di kota, rumah yang baru di beli oleh ayah maya tidak besar dan tidak kecil juga. rumah yang sederhana namun cukup nyaman untuk di tinggali maya dan keluarganya. maya dan keluarganya masuk kerumah itu, setelah lama memandangi semua sudut rumah baru mereka, mereka akhirnya membereskan barang bawaan mereka.


malam harinya setelah selesai memasuk kan semua bajunya ke dalam lemari, maya mengeluarkan barang-barang pribadinya dari ransel, buku-buku pentingnya di tata rapi begitupun dengan barang-barang lainnya. saat semua barang telah tertata rapi maya mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna coklat, maya membukanya dan mengeluarkan sebuah leontin biru dan memandanginya. maya tersenyum setelah puas memandanginya, maya memakainya


"mulai sekarang aku akan pakai leontin ini, dan mulai sekarang aku tidak akan takut untuk berteman lagi" ucap maya setelah memakai leontin itu. maya beranjak kekasurnya dan membaringkan tubuhnya. maya mulai terlelap dalam tidurnya terbuai dalam mimpi indahnya.


keesokan harinya maya masih tertidur dengan sangat pulas, bu sari masuk dan membangunkan maya yang masih tebaring syantik di ranjangnya.


"maya, bangun nak, shalat subuh dulu" kata bu sari sambil mengguncang-guncangkan tubuh maya pelan. maya membuka matanya dan mengerjapkan matanya beberapa kali, menerima cahaya lampu yang masuk kepupil matanya. maya bangun kemudian beranjak menunaikan kewajibannya.


maya dan keluarga sarapan bersama pagi itu. selesai sarapan pak tedi mengajak maya keruang keluarga untuk berbincang masalah sekolah maya.


"maya, ayah sudah mendaftarkanmu di SMA NUSA BANGSA, kamu harus mempersiapkan diri untuk memulai sekolahmu disini, nak kota berbeda dengan desa, kamu harus lebih pandai menjaga diri, carilah teman yang bisa dirangkul, dan jangan berteman dengan sembarang orang, jaga pergaulanmu, jangan suka bergaul dengan orang yang tidak baik dan suka bolos, kamu harus ingat juga jangan mencari musuh jika ingin hidup damai. baik-baiklah di sekolah barumu" nasihat pak tedi pada putrinya maya.


"ia yah, maya akan selalu ingat dengan nasihat ayah, maya akan jaga pergaulan dan gak akan bergaul dengan sembarang orang" kata maya yang baru mendapat nasihat dari ayahnya. maya berjanji pada dirinya untuk akan menjaga terus perilakunya selama di sekolah.


"kamu kan belum kenal tempat ini, nanti kalau tersesat bagaimana?" kata pak tedi


"maya bawa hp yah, nanti kalok maya tersesat maya bisa telfon ayah" kata maya yang meyakinkan ayahnya agar dia di beri izin keluar


"baiklah kamu harus hati-hati, ini itu kota bukan desa kamu harus ingat baik-baik ya" kata pak tedi mengingatkan putrinya lagi


"ia yah, maya pergi ya assalamu'alaikum" pamit maya


"wa'alaikumussalam" jawab pak tedi


maya sebenarnya bingung kenapa ayahnya selalu mengatakan "ini kota bukan desa" maya tau ini kota, tapi apa sebahaya itu? entahlah, pikir maya.

__ADS_1


maya menelusuri trotoar jalan, ɱmaya melihat-lihat kesekeliling maya berpikir kota memang benar-benar sangat berbeda dengan desa, jika di desa orang-orang lebih ramah, dikota malah sebaliknya. maya terus berjalan melihat-lihat keadaan kota yang baru di temuinya, sampai di sebuah taman yang tidak terlalu besar, maya pergi ketaman itu untuk sekedar berjalan-jalan. tanpa sengaja, saat sedang berjalan-jalan maya ditabrak seseorang dengan tidak sengaja


brukk!!


"aduhh" maya tejatuh di tanah, begitupun dengan orang itu


"eh sorry sorry, gue gak sengaja" kata orang itu yang ternya seorang laki-laki


"sorry ya gue bener-bener gak sengaja" kata laki-laki itu kembali setalah bangun dan menjulurkan tangannya pada maya.


"ya gak papa kok" kata maya sambil berdiri sendiri, maya mengibas-ibaskan baju dan tangannya. laki-laki itu melihat wajah maya sambil tersenyum


"sekali lagi gue minta maaf ya" ulangnya lagi


"ia, gak papa" ucap maya sambil beranjak pergi dari sana. sebelum maya pergi laki-laki itu menarik tangan maya


"eh tunggu, nama lo siapa, kenalin gue delon, delon pratama" kata laki-laki yang bernama delon itu.


"maya, mayanda claudia" ucap maya sambil melepas tangan delon yang memegang tangannya dari tadi. delon yang tau maya berusaha melepaskan tangannya, dengan sengaja delon menguatkan genggamannya. maya mulai kesal karna delon semakin menguatkan genggamanya, dalam hati maya sangat ingin menabok wajah orang yang ada di depannya, maya menghela nafasnya kasar


"lepas" kata maya singkat, namun Delon tidak menggubrisnya sama sekali


"aku bilang lepas" ulang maya, Delon sama sekali tidak mendengarnya. maya benar-benar kesal, maya menginjak kaki kanan delon dengan kuat membuat delon langsung melepas tangan maya dan memegang kakinya


"aaww, lo kasar banget si, sakit tau" gerutu delon pada maya


"gak peduli" ucap maya yang kemudian pergi meninggalkan delon sendiri di tempat itu.


setelah merasa puas jalan-jalan maya berniat pulang, maya mengingat-ingat jalan yang tadi di laluinya, karena masih merasa asing dengan tempat-tempat yang di laluinya, maya sempat nyasar, namun beberapa saat kemudian maya berhasil menemukan jalan yang dilaluinya saat pertama kali. maya kemudian pulang kerumah.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹


salam hangat dari author, tinggalkan like dan komen untuk author ya☺☺🙏🙏🌹


__ADS_2