
" ya jelaslah banyak cewek yang mau sama gue, secara kan gue itu tampan dan tajir, cowok tertampan di sekolah, siapa sih yang gak mau sama cowok kayak gue, yee kan" ucap delon yang menyombongkan diri di depan maya
"lo tampan?, khem…ya sih…tapi dikit" jawab maya
"hellooww…apa lo bilang, dikit?, gue ini arjuna sekolah tau gak, cowok terrrrrr tampan se-gedung sekolah" kata delon yang tidak terima di beri kata"sedikit" dalam penilaian ketampanannya.
"arjuna sekolah??, dihh…tampanan juga kakek gue yang udah laku dua kali" celetuk maya lagi
"lo…"
"ah udah lah, capek debat sama lo, rumah gue di depan, berhenti di sini aja, gue mau turun disini" kata maya yang memotong kalimat delon, Delon menghentikan mobilnya.
"makasih delon…sang arjuna sekolah yang tammmpaann…" ucap maya dengan menekan kata tampan di akhir.
Delon tersenyum mendapat pujian dari maya, rasa sombong dan narsisnya neningkat 80%, baru saja delon ingin membanggakan diri, tiba-tiba maya melanjutkan kalimatnya
"meskipun fitnah" lanjut maya
seketika senyum yang baru saja delon sematkan di bibirnya, hilang begitu saja, maya kemudian turun dari mobil delon dan pergi tanpa berkata-kata lagi.
"sialan ni cewek baru aja dia bikin gue terbang meroket, eehh…malah gue di banting lagi ketanah, awas aja lo" gumam delon yang melihat kepergian maya. delon kemudian pulang kerumahnya.
"assalamu'alaikum…ayah, ibu maya pulang…" ucapa maya yang baru saja masuk kerumahnya. setelah menyalami ayah dan ibunya, maya kemudian masuk kekamarnya untuk mandi dan mengganti pakaian.
****
"hari pulang yah" ucap hari yang baru pulang dari sekolahnya.
"hari kamu sudah pulang nak, ayo sini, kita ada tamu" kata pak damar mengajak anaknya duduk di sana. pak damar tidak menikah lagi karna masih mencintai almarhum istrinya. pak damar kemudian memperkenalkan hari pada tamunya
"ini lo pak, anak saya hari yang sering saya ceritakan pada bapak" kata pak damar, seorang laki-laki paruh baya, sedikit lebih tua dari pak damar.
"oohh, jadi ini yang namanya hari, tampan sekali" ucap laki-laki itu.
"hari perkenalkan, ini om dermawan, atasan ayah" kata pak damar memperkenalkan laki-laki yang menjadi atasan ayahnya
"halo om, saya hari" kata hari memperkenal kan diri
" damar anakmu ini benar-benar tampan, bagaiman kalau kita jodohkan dia dengan putriku, mereka akan sangat serasi" ucap pak dermawan
"khmm……yah, om saya masuk dulu ya" kata hari menhindari percakapan mereka
"ya sudah, pergilah" jawab pak damar, hari kemudian masuk kekamarnya.
sampai di kamar hari melempar tas dan melepaskan jasnya, hari berbaring di kasurnya
"huftt!!" hari menghela nafasnya
"may…" gumamnya sambil membayangkan seorang gadis kecil tertawa dengan menerbangkan layangan. dia adah maya.
__ADS_1
"eh bentar bentar…kok gue jadi inget maya, aarrgghh… ri, lo harus lupain masa lalu, ck, kenapa gue inget maya lagi si"gerutu hari sambil mengacak-acak rambutnya.
"tuh cewek murid baru, bisa bisanya punya nama sama dengan maya, gue malah jadi inget maya lagi" lanjutnya.
hari beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi, hari mengganti pakaiannya, tapi sebelum itu dia mandi terlebih dulu.
****
kembali ke maya…
maya berbaring di ranjangnya sambil memikirkan ketua osisnya di sekolah yg memiliki nama yang sama dengan aii sahabat masa lalunya.
"namanya emang sama tapi sifatnya beda. meskipun tidak tau setelah kekota ari akan berubah atau tidak, tapi tidak mungkin juga ari akan seperti patung es itu. " gumamnya
"may…may, udah tujuh tahun lebuh lo, masa ia si, kamu masih berharap dia masih inget kamu" lanjutnya
"eh iya, besok harus bawa perlengkapan MOS kan, harus di siepin dari sekarang nih, kalok gak bisa-bisa jadi badut dadakan lagi besok" kata maya sambil beranjak dari tempat tidurnya.
hari berikutnya…
kali ini maya tidak menolak untuk di antar ayahnya. beruntung Maya tidak terlambat, Maya masuk setelah menyalami ayahnya.
"gak terlambat lagi? baguslah, seenggaknya pagi ini lo gak nyita waktu kita lagi" ucap seseorang dari arah belakang saat maya baru beberapa langkah dari gerbang
maya berbalik melihat siapa yang bicara padanya, saat melihat siapa yang bicara, maya langsung cengengesan
"eh, kak sisil, i... iya kak, soalnya pagi ini gak terlambat bangun lagi" ucap maya canggung, Sisil juga adalah seorang anggota osis, nama lengkapnya Sisil Olivia, meskipun terlihat galak tapi aslinya baik dan ramah
maya kembali memriksa tasnya, semuanya lengkap maya menghela nafasnya lega
"gak ada yang tertinggal kak, bawa semua, lengkap" kata maya
"ya udah ayo masuk, jangan lama-lama, ntar si gunung es ngamuk" ucap sisil sambil berjalan masuk
"e eh… ternyata kak sisil satu planet sama aku" gumam maya yang mendengar sisil menyebut ketua osis mereka gunung es.
pukul 8:11, kegiatanpun di mulai. berbagai macam kegiatan di lalui pagi itu, para guru dan pegawai lain juga ikut berpartisipasi memeriahkan acara itu.
jam 10:10 waktu istirahat, para panitia memberikan waktu istirahat selama 15 menit. maya duduk istirahat di tempat yang agak jauh dari teman-temannya yang lain, maya meneguk air mineralnya dengan cepat karna sudah menahan haus selama kegiatan berlagsung.
"hai…lo mayanda claudia yang kemarin di hukum karna terlambat itu kan?" sapa seseorang yang baru datang, maya mengangguk
"iya, panggil aja maya" sambut maya
"boleh ikut duduk" tanya orang itu, maya mengangguk
"emm kenalin, gue syerli ivana, biasa di panggil syerli" ucapnya sambil menjulurkan tangannya pada maya. maya menyambut uluran tangan syerli
"maya" ucap maya
__ADS_1
"udah, gue udah tau, ohya…mau temenan" kata syerli sambil menjulurkan jari kelingkingnya. maya terdiam sejenak kemudian menautkan kelingkingnya pada kelingking syerli
"oke" jawab maya sambil tersenyum
"bagus, mulai besok, eh…ralat, maksut gue, mulai sekarang kita temenan" kata syerli. maya tersenyum, baru saja maya ingin mengatakan sesuatu, seseorang datang lagi menghampiri mereka
"khemm…gue gak di ajak nih" katanya sambil suduk dekat maya
"ehh… kak delon, bo…" belum syerli menyelesaikan kalimatnya maya langsung memotongnya
"aduh…syer, pindah tempat yuk, kayaknya gak enak disini" kata maya sambil berdiri mengajak syerli pergi dari tempat itu.
"e eh…bentar may, kak delon ada disini" kata syerli menghentikan langkah maya
"ya terus kenapa? " tanya maya
"ihh, jarang lo kita bisa di sapa kak panitia tampan kayak kak delon, baru aja kita si sapa, masa udah mau pergi aja, ini tu kesempatan langka tauk" kata syerli sambil berbisik pada maya
"kalian lagi bisikin apa? oh gue tau, lo berdua lagi ngomongin ketampanan gue kan" kata delon yang menyela di antara keduanya.
"narsisnya gak punya obat kali ya" batin maya. sebelum delon melanjutkan kalimatnya, waktu istirahat telah habis dan semua siswa kembali ke lapangan.
kali ini kegiatannya semakin seru, panitia mengadakan kuis agar siswa baru itu tidak bosan dan melupakan rasa lelahnya sejenak, semua siswa harus menjawab pertanyaan yang di berikan oleh para panitia, bagi yang tidak bisa menjawab akan di hukum.
para panitia mulai bertanya, satu persatu siswa di tunjuk untuk menjawab. satu panitia bertanya pada lima sampai enam siswa. kegiatan itu terus berlanjut sampai seorang siswa tidak menjawab dengan benar. siswa itu bernama Aurelia Oktav. panitia menyuruhnya untuk maju dan di bukum, hukumannya adalah harus menggombali satu panitia yang ada di lapangan itu. Aurel mendekati hari yang berdiri di samping aldo, salah satu panitia juga.
"nih cewek ngapain jalan kearah gue si" batin hari
"gue mau gombalin kak hari" ucapanya setelah mendekati hari, hari diam tak berkutik, entah apa yang cewek ini pikirkan, pikir hari
"oh, ahahaha🤣, lo beneran yakin ingin memilih dia? jangan nyesel lo nanti " tanya satria, panitia yang menyuruh aurel maju.
"ya kak gue yakin kok" kata aurel yang sangat bersemangat
"oke, coba sekarang lo gombalin dia" lanjut satria. aurel kemudian menatap hari, semua siswa menantikan gombalan apa yang akan aurel berikan pada hari, sang ketua osis itu
"kak, kakak tau gak persamaan kakak dengan tali" tanya aurel pada hari
"gak" ucap hari yang ikut bekerja sama
"sama-sama menjerat hati dan perhatian ku😘" ucap maya, semua siswa berteriak, tertawa dan ada juga yang bersiul, tak terkecuali maya yang ikut tertawa juga.
tapi tidak dengan hari, yang hanya diam tanpa ekspresi tak menggubris gombalan aurel.
"dihh, dia masih normal gak sih, atau emang gak bisa senyum dari lahir, sok cool banget" batin maya setelah berhenti tertawa dan memperhatikan hari.
🌹🌹🌹🌹
**Bismillah…
__ADS_1
jangan lupa like dan komen ya☺
SALAM HANGAT DARI AUTHOR🌹😘😘🙏🙏😁**