
satu persatu guru masuk ke kelas X IPA1, karena ini hari pertama masuk, jadi semua materi di isi dengan perkenalan antara siswa dan murid.
pulang sekolah, Maya Syerli dan Nata berjanji pulang bersama, kali ini mereka ingin pulang dengan berjalan kaki, Syerli kapok dengan Delon kemarin yang terlalu berisik dan menyebalkan. di gerbang Maya bertemu dengan Hari, awalnya mereka tak saling peduli satu sama lain. tapi saat sudah di luar gerbang Satria tiba-tiba menghampiri Hari
"eh ri, gue anterin lo pulang ya, takutnya Lo ketemu gorila lagi kayak pagi tadi kayak yang lo ceritain" kata Satria
maya yang sudah berjalan di depan sempat mendengar Satria, gorila? pikirnya, awalnya Maya tidak terlalu peduli tapi suara hari malah membuatnya sangat kesal
"gak perlu, gorilanya udah jinak tuh di depan" kata hari. kali ini Maya sangat kesal tapi dia berusaha pura-pura tak peduli
"jinak? lo ngomong apa si, mana… gak ada tuh gorila di depan" sahut Satria
Delon di depan memperhatikan mereka yang mengobrol, Delon penasaran dengan gorila yang di maksut Hari dan Satria
"sat, ri…kalian berdua ngomongin gorila apaan si" tanya Delon kepo
"tauk nih, si Hari pagi tadi katanya ketemu gorila" jawab Satria
"hah? lo gak salah ri, di sini ada gorila? lo gak di makan kan sama gorilanya" kata Delon
"gak, tuh gorilanya yang pake ransel coklat" sahut Hari, Maya benar-benar kesal dengan Hari.
"eh banteng… emang dasar lo ya, gak ada tobat tobatnya, tadi pagi lo nyeruduk gue, sekarang lo malah ngata-ngatain gue mau lo apa si" kata Maya dengan kesal pada Hari.
Aurel, Syerli dan Nata menahan tawa mereka, sedangkan Delon dan Satria merasa bingung
"ri, jadi maksut lo, yang lo sebut gorila itu Maya" tanya delon
"tauk" sahut delon
"gila, gue kira lo beneran ketemu gorila pagi tadi, ada-ada aja lo ri, bikin orang salah paham aja tau gak" sambut Satria
"emang ya banteng mah tetep banteng" kata Maya sambil menjauh pergi
"hati-hati kalian, jangan sampe bikin gorila ngamuk, yang ada nanti kalian malah di makan sama dia" kata Hari yang kemudian pergi
"banteng……!!!! dih ngeselin banget, numalo kayak bantebg, ngatin gue gorila, eh asal lo tau ya,mana ada gorila semanis dan seimut gue!" teriak Maya pada Hari, namun Hari tak menanggapinya
"heh! imut? manis? dasar gorila" batin Hari yang sudah menjauh
Satria berlalu mengejar Hari, Maya Syerli dan Nata pulang, Maya pulang dengan kesal. Delon dan Aurel masih di sana
"lon, tumben lo gak nganterin Maya, kenapa?" tanya Aurel
"mana mau dia gue anterin pulang tanpa si Syerli" jawab Delon
"lah, bukannya Syerli seneng banget kalo dia ikut pulang bareng lo" kata Aurel
"tauk, insecure katanya pulang bareng gue" sahut Delon
__ADS_1
"akhirnya… mereka sadar juga kalok lo itu emang buaya yang patut di waspadain, ya udahlah gue pulang dulu ya, takut di makan buaya hahaha" kata Aurel sambil meninggalkan Delon di sana
"tau apa lo… dasar ubur-ubur" gerutu Delon yang juga berjalan menuju mobilnya.
****
sampai di rumah Hari langsung masuk kekamarnya. pak Damar hanya diam melihat Hari yang pulang tanpa memberi salam.
di kamar Hari langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur setelah melempar tas dan jas nya ke atas meja. Hari merenung, dia mengingat-ingat kejadian sebelum pergi meninggalkan desanya
"rumah pohon… kira-kira rumah pohon itu masih ada gak ya" gumamnya
suara ketukan pintu membuyar lamunan Hari. Hari bangun dari tempat tidur dan membukakan pintu untuk ayahnya. Hari lalu mengambil tas dan juga jasnya yang di lempar tadi kemudian merapikannya. pak Damar duduk di sofa kecil dekat jendela kamar Hari
"nak ayo sini, ada yang mau ayah bicarakan" kata pak Damar pada putranya itu
"ada apa yah" kata Hari setelah duduk dekat ayahnya. pak Damar menarik nafas lalu muai bicara
"ada beberapa hal yang ayah dan ibu sembunyikan dari kamu nak, tapi ini bukan saatnya untuk memberi taumu, sebentar lagi kamu lulus, setelah kamu lulus ayah akan beri tau semunya. sebelum itu ayah ingin kamu meminta maaf atas kesalah pahaman kamu pada pak Tedi" kata pak Damar.
Hari terdiam sejenak, dia berfikir rahasia apa yang ayahnya sembunyikan darinya, apakah menyangkut dinrinya ataukah tentang hal lain? dan untuk meminta maaf pada pak Tedi, Hari memang sudah berniat akan mengunjungi desa untuk meminta maaf pada Maya dan keluarganya.
"ia yah, Hari Akan berusaha untuk meminta maaf pada Mereka, terutama pada Maya dan ayahnya" jawab Hari
pak Damar tersenyum, kemudian pak Damar teringat dengan kotak pemberian Maya yang pernah Hari buang saat terakhir mereka bertemu tujuh tahun lalu, yang sempat ingin di berikannya kemarin malam. pak Damar berniat ingin memberikannya pada Hari di hari ulang tahunnya nanti.
keesokan harinya, Hari Berangkat sangat pagi supaya tidak terlambat lagi. di sekolah Hari bertemu dengan Satria dan anggota osis lainnya. mereka berkumpul di ruang osis samvil menunggu semua siswa datang.
"hai" sapa syerli
"yuk masuk kelas" ajak Maya pada mereka
sampai di kelas ternyata Nata sudah di sana dan menunggu mereka. Maya dan yang lainnya langsung duduk di bangku mereka masing-masing, mereka mengobrol sambil menunggu waktu belajar mengajar mulai.
Bel berbunyi tiga kali, yang menandakan waaktu istirahat telah samapai, Nata mengajak mereka kekantin.
"guys,,, mau pesen apa" tanya Aurel
"jus alfukat" jawab Maya cepat
"mmm… gue,, gue pesen jus jeruk aja deh sama snacknya apa aja" kata syerli
"gue ikutan syerli aja" sambut Nata
Aurel kemudian pergi memesan pesanan teman-temannya, sembari menunggu Aur mereka mengobrol asik di sana
Vega masuk kekantin bersama dua orang temannya, Vega tersenyum sinis saat melihat maya dan teman-temannya di sana. Vega dan kedua temannya duduk di meja yang dekat dengan pintu kantin itu.
Vega membisikkan sesuatu pada Amel dan Dea. mereka tersenyum sinis dengan melirik kearah Maya dan lain nya.
__ADS_1
Aurel datang dengan pesanan mereka, Vega sengaja berjalan kearah Aurel, Vega menyenggol tangan Aurel dengan sengaja, jus di bawa Aurel tumpah pada Maya.
"aduh May… sorry…sorry" kata Aurel, Maya berdiri dan mengusap bajunya yang terkena jus
"gak papa kok, bukan salah lo" sahut Maya
"eh vega!! emang dasar lo ya… mau lo apa si" kata Aurel yang membentak vega
"mau gue? mau gue ya… bikin sial kalian, kenapa?" kata Vega
"eh kuntilanak, emang muka lo mirip kuntilanak, sikap lo juga kayak kuntilanak, dimana ada lo pasti bakal rusuh" sahut syerli
"udah… gak usah ribut disini, gue gak papa kok, lagian kan juga vega matanya lagi sakit kali, makanya ga liat lo lagi bawa makanan" kata Maya dengan sengaja karna ingin memancing Vega untuk mengatakan lagi kalau dia sengaja melakukannya, supaya Hari yang baru saja datang mendengarnya.
Maya gak sengaja melihat Hari dan Satria baru datang, itu sebabnya Maya sengaja memancing Vega agar marah dan mengakui perbuatannya sendiri.
tentu saja Vega merasa kesal dengan perkataan Maya, Nata dan Yang lainnya menahan tawa mereka.
"apa lo bilang? mata gue sakit? helloooww… mata gue sehat-sehat aja kok, gue emang sengaja nyenggol dia biar lo basah, kenapa? lo gak terima?" kata vega dengan nada keras
"ada keributan apa nih" tanya Hari yang baru datang dan langsung menghampiri mereka
"ini… tadi Aurel gak sengaja ngejatuhin jus ke Maya, tapi malah gue yang di salahin" kata Vega
"khemm… lo ikut gue keruang BK" kata Hari pada Vega tanpa mau basa basi lagi
"loh kok gue yang ikut keruang BK, gue kan gak salah apa-apa" kata Vega
"dan buat lo, bersihin baju lo di kamar mandi" kata Hari lagi tanpa menanggapi ucapan Vega
"bentar, gue gak salah apa-apa, kenapague yang di panggil ke BK" sahut vega
"gak usah ngelak, gue dan Satria udah denger semua yang lo ucapin sebelum gue dan satria samperin kalian" kata Hari
"what!! jadi dia udah denger yang gue ucapin tadi, ck… awas aja kalian" batin Vega.
samapai diruang BK, Vega mendapat omelan dari buk tika, meskipun banyak para guru tak yang berani menyinggung vega karna latar belakang keluarganya, tapi tidak bagi buk tika yang selalu memperlakukan semua murid sama. selain mendapat omelan, Vega juga di hukum membersihkan toilet pria sepulang sekolah.
kembali keMaya…
"May… udah belum… lama banget si" kata Syerli di luar
"bentar… nodanya susah ilang" sahut Maya
"ck, kita masuk ya" kata Syerli sambil membuka pintu
"duh… may, gue minta maaf ya" kata Aurel sambil mengambil tisu dan memvantu Maya membersihkan bajunya,
"gak papa kok, lagian bukan salah lo juga, ohya… waktu istirahat bentar lagi habis, kalian balik dulu aja kekelas, ntar gue nyusul" kata maya pada Aurel dan Syerli
__ADS_1
"ah… gak papa kok May, kiattemwnin lo aja, lagian lo juga gini gara-gara gue kan" sahut Aurel
"iya, gue juga males di kelas gak ada kalian" sambut Syerli